
"Ini adalah kebijakan Kaisar untuk Pangeran Kang Hong sepertinya. Karena dia tau bahwa untuk bersaing dalam hal lain maka akan kesulitan. Makanya akan diadakan pertandingan. Dan pertandingan itu sendiri boleh diwakilkan kepada salah satu andalan pihak pangeran. Atau pangeran itu sendiri yang melawan jika tidak memiliki perwakilan" kata Prajurit itu berkata.
"Bagus sekali ide ini, tapi aku tidak begitu yakin dengan pangeran Kang Hong. Sebab kau tau sendiri. Sebelum pergi dari kediaman kaisar. Dia hanya berada di ranah inti energi tahap puncak. Sedangkan Kang Lai dan Kang Jun sudah berada di ranah Bumi. Seperti yang kita tahu. Walaupun hanya satu ranah perbedaannya, tapi untuk kekuatan itu sangat berbeda jauh"
"Kasihan sekali, bahkan untuk menyewa perwakilan akan sulit, sebab dia tidak memiliki apa-apa, dia memilih untuk meninggalkan semua kemulian yang dimiliki sebelumnya"
Zai yang memiliki pendengaran cukup baik, dapat mendengar jelas apa yang keduanya bicarakan. Sehingga dia dapat menyimpulkan bahwa pangeran Mahkota adalah Kang Hong. Segera dia berdiri dan berjalan ke arah dua orang itu dan duduk diantaranya meninggalkan Laila sendirian ditempat semula.
"Siapa kau, mengapa duduk disini? Pergi sana!" Salah satu bersuara dengan lantang. Karena dia terkejut dengan kedatangan pemuda yang tak dapat dirasakan kehadirannya tersebut. Tau-tau sudah berada di dekat mereka dan duduk diantara mereka. Dikala mereka masih membicarakan hal yang cukup rahasia.
Zai menaruh sepuluh koin emas di meja. Kilau kuningnya menyilaukan mata keduanya dan mereka tersenyum lalu salah satunya berkata lagi "apa kau mau menyogok kami?" Mulutnya seolah marah namun tangannya meraih koin emas itu. Sama halnya dengan prajurit yang satunya. Selagi menguntungkan dan tak merugikan diri mereka. Tentu hal itu bisa dibicarakan dengan baik.
"Kapan akan dilaksanakan pertandingan itu?" Tanya Zai. Dia ingin segera mengakhiri misi dan kembali ke bumi. Meskipun di bumi belum sampai satu hari. Namun dia sudah cukup lama hidup didunia asing ini dan rindu suasana moderen.
"Akan diadakan beberapa hari lagi, tapi untuk apa kau mengetahuinya. Apakah kau perwakilan dari salah satunya?" Orang itu bertanya dan menelisik Zai dan tidak dapat merasakan aura ataupun semacam tingkat kultivasi. Seolah orang di hadapannya itu hanya manusia biasa tanpa kekuatan.
Zai memang masih menggunakan jubah dewa matahari yang bisa menutupi tingkat kultivasinya. Agar orang lain tidak dapat mengetahui tingkatannya. Seperti halnya kedua orang prajurit yang terus memeriksanya dengan mata serta energi yang Zai dapat merasakan itu ditujukan untuknya.
"Memang, aku adalah perwakilan pangeran Kang Hong!" Sahut Zai tersenyum.
"Hmm tapi kau bahkan tidak memiliki ranah kultivasi. Bagaimana kau akan menjadi perwakilannya? Sedangkan lawan mu akan sangat berbahaya. Paling tidak adalah ranah raja bumi!" Prajurit ragu. Sama sekali tidak yakin. Bahwa Pangeran Kang Hong akan benar-benar tidak bisa mencari seseorang yang dapat diandalkan. Ini sama saja halnya menyerahkan babi untuk disantap oleh orang lain.
__ADS_1
"Kau tidak perlu mengkhawatirkan urusan yang tidak perlu kau urus. Terima kasih informasinya" Zai pergi dan mendatangi Laila. Lalu mengajak Laila untuk berjalan di jalanan ibukota kekaisaran Kanggo yang super padat layaknya bumi yang penuh sesak alat transportasi.
Lanjut berjalan hingga ke depan pintu gerbang yang hanya khusus untuk kediaman kaisar dan tidak diperbolehkan orang lain untuk berkunjung jika tidak memiliki undangan. Zai dihentikan langkahnya.
"Tidak ada yang boleh masuk jika tidak memiliki undangan dari kaisar ataupun salah satu dari keluarganya" kata penjaga yang berbadan sangat besar. Hampir dua kali tubuh Zai.
"Aku hanya ingin melihat-lihat saja. Apakah juga tidak boleh?"
"Tidak boleh, cepat pergi!" Kata orang itu kasar. Zai masih mentoleransinya. Dia pergi jika disuruh pergi.
"Kemana kita selanjutnya?" Tanya Laila.
"Apakah kita bisa pulang ke bumi. Aku juga ada misi disana"
"Kalau begitu kita kembali ke kediaman raja Qin dan mengajak Kang Hong ke kediaman Kaisar" kata Zai.
"Baik Tuan Muda!" Laila segara memeluk Zai di pinggang dan keduanya menghilang dari tempat semula berdiri.
Seseorang yang sempat melihat mereka berdua dan mengikuti seketika terbengong. "Sial! Kemana kedua orang itu? Kok bisa langsung menghilang?" Dia menyapukan pandangan serta mengedarkan indra spiritual miliknya namun tak kunjung menemukan tanda dari dua orang itu.
Segera dia memanggil burung merpati pengirim pesan dan menulis surat untuk seseorang, dia menggulung dan mengaitkannya di kaki burung itu dan melepaskannya.
__ADS_1
Burung itu sampai dengan cepat di kediaman seseorang yang sedang bersantai dengan istrinya.
"Burung pengirim pesan, sepertinya ada hal yang penting" kata orang dan Segera dia mengambil gulungan di kaki burung itu dan membaca isi yang tertulis.
"Hmm! Rupanya dia sudah menjenguk kekaisaran. Sungguh pergerakan yang cepat, sepertinya aku juga harus bergerak cepat. Walikota Xiao ini tidak bisa diandalkan. Mengurus ibukota Qin saja masih belum mampu. Raja Qin ini juga terlalu angkuh. Tak peduli dengan ancaman yang sudah kuberikan" kesal, jelas Kang Jun kesal. Bukan hanya tidak mendapatkan Putri Qin Qing Mo sebagai istri muda. Tapi juga berkembangnya kota Qin dikarenakan seorang pemuda dan wanita yang secantik dewi itu.
"Apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus bekerjasama dengan Kakak untuk menyingkirkan Kang Hong lebih dulu di arena!?" Kang Jun berpikir cukup keras.
"Sepertinya itu memang harus aku lakukan!" Dia mengambil pena dan tinta lalu kertas dan menulis sesuatu. Dia pun menggulungnya lalu mengaitkan di kaki burung itu dengan ikatan simpul. Segera setelah itu dia mengangkat tinggi burung itu dan menerbangkannya.
Di kekaisaran Kanggo ini belum ada yang bisa mencapai tingkat seseorang yang dimana orang itu bisa berkomunikasi lewat telepati. Sehingga menggunakan burung yang terlatih untuk bisa mengantarkan pesan.
Zai sampai di kediaman raja Qin dan mencari keberadaan Kang Hong. Dengan alat tercanggih yang belum pernah ada didunia itu. Zai menjadi pembeda. Layar biru terbuka tanda dari gps menunjukan lokasi Kang Hong dengan kedipan tanpa jeda.
Kang Hong sedang berbincang berduaan dengan Putri Qin Qing Mo. Mereka terlihat sangat mesra dan bahagia. Cinta memang terkadang membuat orang lupa bahwa masih ada orang lain yang hidup dalam dunia yang sama.
Mereka memandang danau buatan yang ada di kediaman itu seraya melihat ikan kecil yang berenang.
"Pemandangan disini sangat indah ya Laila? Serasa dunia itu hanya milik kita. Bila kita sedang jatuh cinta" canda Zai yang ingin menegur mereka.
"Kau ini. Bukan seperti itu juga. Ayo duduk disini bersama" kata Kang Hong
__ADS_1
"Kami akan menyiapkan makanan untuk kalian" ucap Qin Qing Mo.