Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Lanjjut 2


__ADS_3


Hingga pagi ini masih review.


Mentari belum mengintip bumi, Satu sosok keluar rumah, Dia berlari keluar dari Komplek perumahan, dengan pakaian yang cukup ketat mencetak tubuhnya yang kekar dan kokoh dan percikan peluh yang terus berjatuhan.


Setelah berputar dan berlari cukup lama, Dia pun kembali setelah melihat mentari sudah tidak malu lagi dan menampakkan ke cerahannya.


Diperjalanan menuju pulang dia mampir di taman yang ada di dekat komplek lalu mencari tempat duduk untuk melepaskan penatnya sebentar.


"Tolooooong" Suara teriakan wanita terdengar.


(Ding.... Tugas baru terpicu.


Rincian Tugas : Menolong wanita yang dipukuli Mantan suaminya)

__ADS_1


Zai mendengar notifikasi dari sistem langsung berdiri dan menajamkan pendengarannya setelah dapat memastikan arah suara. dia segera berlari.


............


"Dasar jal*ng! Kau terus saja berkeliaran, aku malu pernah menjadi suamimu!" Teriak seorang lelaki kepada wanita yang cukup muda yang berpakaian cukup terbuka.


"Kamu tau apa? Hah! siapa yang beri makan perutku dan anakku? jika aku tidak bekerja! Aku juga tidak menginginkan semua ini, Dan kita sudah tidak ada hubungan lagi untuk apa kau mengurusi hidupku, Biarkan aku hina dimata orang lain" Teriaknya dengan tersedu. dengan derai air mata yang membasahi pipi putihnya.


Plaak..!


Sebuah tamparan melayang dipipi sebelah kanan Tina hingga dia terjatuh dan terduduk ditanah


Wardiman langsung mengayunkan tangannya dan menjambak rambut tina, Tina yang lemah hanya bisa menangis dan berteriak minta tolong.


Namun beberapa kali dia berteriak meminta pertolongan masih belum ada yang datang untuk membantu, Sedangkan kepalanya semakin dibuat sakit oleh Wardiman karna rambutnya ditarik sangat kencang.

__ADS_1


Zai yang datang langsung mencengkram tangan besar Wardiman. dengan kekuatannya dia meningkatkan cengkramannya agar Wardiman melepaskan tangannya dari Rambut Tina.


"Tidak baik berlaku kasar dengan seorang wanita, Tangan lelaki itu untuk menjaga bukan menampar. mulut itu untuk memuja buka mencaci" Ucap Zai yang tak menghentikan cengkraman tangannya.


"Kau jangan ikut campur! Brengsek, Lepaskan tanganku!" Teriak Wardiman dengan suara beratnya dia melepaskan rambut yang digenggamnya lalu menghempaskan tangan Zai kebelakang, Namun tangan itu menempel dengan erat.


Zai tersenyum melihatnya lalu berkata "Tidak baik bertindak dengan emosi" Tunjuk Zai pada kepalanya sendiri "Redam amarah dan biarkan semua mengalir sesuai alur cerita yang diinginkan oleh sang Author"


"Jangan mengguruiku, Karna aku bukan anak sekolah, Jangan berlagak pintar didepanku, karna aku bukan orang bodoh!" Ucap Wardiman yang terus berusaha untuk melepaskan tangannya yang dicengkram. meski sudah dibantu dengan tangan kirinya, Dia masih kesulitan untuk membebaskan tangannya.


"Jika pintar mengapa main otot bukan main otak?" Zai bertanya dengan wajah yang mengejek.


Diam!!


Wardiman terdiam mendengar kalimat itu, "Jika kau pintar? kenapa ikut campur!" tatapnya dengan tajam.

__ADS_1


Sedangkan Tina yang sudah terbebas dari cengkraman tangan wardiman yang sebelumnya menarik rambutnya kini berada dibelakang Zai untuk bersembunyi.


"Apa kah kau lelaki barunya?" tanya Wardiman dengan wajah marah "Jadi karna dia kau pergi?" Raungnya kearah Tina yang bersembunyi...


__ADS_2