
"Sayang!" Seorang lelaki langsung mengguncang tubuh sang istri yang pingsan lalu dia bergegas memanggil suster yang lewat di depan pintu ruangan anaknya dirawat. "Suster, Cepat istirku pingsan" Ucapnya dengan wajah panik sambil memegang lengan suster itu.
"Harap tenang Pak, Dan lepaskan tangan saya" Sahut Suster itu, lalu dia masuk kedalam ruangan perawatan dan memeriksa Wanita yang pingsan dikursi..
"istri bapak hanya terkena tekanan darah tinggi saja, Mungkin karna terlalu memikirkan nasib anak Bapak sekarang!" Ucap Suster itu lalu dia pergi keluar dari ruangan.
"Terima kasih Suster" Ucapnya sedikit tenang.
Lalu dia memandang wajah istrinya, Dan anaknya yang terbaring diranjang "Aku akan membalaskan perbuatan orang yang berani menyakitimu anakku, Ini janji seorang ayah!"
Dia segera mengambil ponselnya yang berada pada saku dan menelpon seseorang "Aku ingin kau mencari informasi seseorang yang sudah mematahkan kaki anakku, bagaimana pun caranya kau harus mendapatkannya informasinya" teriak Xander ditelpon, Setelah itu dia menutup telpon dan mendekati anaknya Syam.
"Semoga kau lekas sembuh Nak" Dia mengusap kepala Syam dengan penuh kasih sayang, Sebagai orang tua yang selalu memanjakan anak tunggalnya, Dia bahkan tak pernah memarahi apapun yang dilakukan oleh Syam, Apapun itu dia akan membela meski salah sekalipun.
__ADS_1
Jadi jika ada yang menyakiti anaknya, Itu adalah pukulan keras untuknya.
Saat ini Syam masih pingsan terbaring lemah diatas pembaringan berwarna putih.
..............
Zai kembali kerumahnya dengan segera masuk kedalam kamarnya kemudian dia mengeluarkan Leptop di inventory nya yang sudah lama tidak terpakai dan dia mulai berselancar di internet mencari tau tentang Pt Pilar Indah.
"Hem lumayan banyak perusahaan yang bekerjasama dengannya, Dia lumayan tangguh untuk menjadi lawan pertama dari PT Megah Jaya milikku, Tapi aku suka" Dia bergumam sendiri dengan cahaya leptop yang mengarah kewajanya.
"Besok kita akan bermain" Ucapnya lalu menutup Leptop dan melompat ke tempat tidur.
"Hay Sayang!" Tangan Zai melambai di depan kamera ketika Video Call nya tersambung dengan Lina
__ADS_1
"Hay juga sayang! gimana kabar disana?" tanya Lina sambil tiarap menekan melon yang benar-benar membesar sekarang.
"Ugh aku salah fokus nih! kamu jangan kayak gitu Pose nya" Ucap Zai terkekeh terus memandang belahan melon yang begitu menakjubkan "Aku baik saja! Kamu gimana?" tambahnya serius.
"Ini kamu juga yang bikin besar, sebelumnya tidak sebesar ini. aku lagi sakit" Sahut Lina dengan wajah cemberut.
"Kamu tambah lucu, jika dekat pasti akan ku cubit kedua pipi yang bulat seperti kue donat itu, Sakit apa sayang? udah diberi obat?" tanya Zai
"Mmmmmmm..... Sakit menahan rindu sama kamu" ucapnya tertawa pelan melihat wajah Zai yang tegang
"Bisa bercanda ya sekarang, Aku juga rindu sama kamu" Ucap Zai lagi, Mereka pun berbincang hingga larut malam, Bahkan Video Call mereka tidak ditutup hingga sama-sama tertidur.
.............
__ADS_1
Pagi yang cerah siap menyinari alam ini dengan cahayanya yang terang...