
Zai mengeluarkan Dua puluh butir Pil berwarna putih susu yang bergaris satu ditengah nya.
"Hendri, Lepaskan ikatan tangan satu orang" Pinta Zai
Hendri langsung maju tanpa membantah atau bertanya, Dia memang seorang kultivator pada masa silam yang sudah lama meninggal dan di bangkitkan kembali dengan tubuh muda yang sudah di perbaiki oleh sistem, Dan hanya menurut perintah tuannya.
'Sistem, Apakah pasukan bayangan ini kesetiaan nya seratus persen kepadaku?' Zai sedikit ragu. karna mereka bukan hanya kuat juga memiliki cincin spasial sendiri yang memungkinkan mereka menyimpan sesuatu meski dibatasi oleh sistem keluasannya.
(Tuan bisa tenang, Meski mereka berasal dari jaman dulu, Tapi otak mereka sudah lama mati dan di program ulang oleh Sistem, Jadi mereka dapat bersosial seperti layaknya manusia pada umumnya dimasa sekarang, Juga hanya menuruti perintah tuannya saja, Dan Program yang sudah dikembangkan dalam otak mereka sudah diuji coba dan hasil dari semua itu sangat memuaskan, Untuk membantu Tuan Rumah mengguncang Dunia)
'Baiklah, Terima kasih, Jika seperti itu, Maka aku tak perlu membeli pil untuk pasukan bayangan' Zai menatap orang yang sudah tidak terikat lagi tangannya dan bertanya dengan segera "Siapa Namamu?"
"Garong Pak" Sahutnya
Plaak..! "Panggil Tuan, Jangan Pak!" Tampar Hendri yang kesal mendengar kata Pak di keluarkan untuk Tuannya.
Setelah menampar Garong, Hendri kembali lagi kebelakang Zai.
Pipi Garong langsung memerah dan ada bekas telapak tangan yang tertinggal menandakan tamparan itu bukan main main belaka.
"Ga-Garong Tuan" Ulangnya sekali lagi sambil menutupi pipinya yang sakit, Jelas sakit.
Zai tersenyum senang dalam hatinya melihat Hendri yang tanggap, Tapi dia tetap menampilkan wajah dinginnya dihadapan dua puluh orang tersebut, "Ambil ini dan bagikan dengan yang lainnya" Ucapnya kepada Garong
Garong maju selangkah dan mengambil dari tangan Zai sebuah botol yang berisi Pil.
Garong merasa ada yang aneh, Kenapa Tuannya memberi Pil dan harus membagikannya. 'Apakah dia ingin menyiksa kami, Atau apa?' Pikiran Garong melanglang buana
"Sebelum kalian meminum Pil ini, Aku akan memeberitahukan kepada kalian, Setelah pil ini masuk kedalam perut kalian, Kalian semua akan tunduk terhadapku dengan jaminan nyawa kalian"
Garong memasuk kan Pil satu persatu kedalam mulut setiap orang, Setelah selesai dia dengan ragu tapi tetap menaruhnya di mulutnya.
Zai menunggu Pil bereaksi dengan menjauh beberapa langkah.
Satu persatu dari mereka mulai bergulingan hingga tanpa sadar tali yang mengikat mereka putus karna kekuatan mereka mulai kembali bahkan meningkat.
"Ini adalah Pil ajaib" Gumam Garong yang melihat kekuatan teman temannya mulai kembali dan dia melihat ada sebagian orang yang kehilangan anggota tubuhnya yang mulai tumbuh kembali.
Setelah hampir lima belas menit mereka semua kembali ke kebugaran yang baru dan seperti hidup yang lebih baru lagi.
"Terima kasih tuan" Ucap mereka bersembilan belas sambil membungkuk setelah semua orang itu bisa berdiri dengan sempurna dan merasakan vitalitas yang kuat dalam tubuh mereka.
"Aku tidak menyangka kakiku yang patah dapat sembuh" Gumam seseorang
"Aku lebih tidak menyangka telingaku yang terpotong dapat tumbuh
__ADS_1
"Aku juga tidak menyangka"
"Sama, Kami juga"
Kesembilan belas orang itu tertawa senang dalam hati mereka dengan penuh pemujaan.
Hanya Garong yang tak mendapat Reaksi apapun dan mereka semua menatap heran kepada Garong.
"Kenapa tidak ada perubahan kepadamu" Tanya salah satu dari sembilan belas orang itu.
Garong tersenyum pahit, Dia ragu karna itu dia menahan pil itu di mulutnya, Setelah melihat kawanannya memiliki perubahan yang signifikan dia langsung menelan Pil yang sudah berada dimulutnya.
Sembilan belas orang itu maju dan meninggalkan Garong yang berguling guling sambil berteriak
Mereka mendekat dan sekali lagi membungkuk mengenalkan diri satu persatu dan duduk membuat lingkaran dengan Zai di tengah bersama Hendri
Zai kembali berkata "Kalian akan tetap menjaga mension ini dan jika aku memerlukan bantuan kalian aku akan menghubungi kalian secepatnya, Dan kalian harus ingat satu hal, Karna pil sudah masuk dan membantu kalian, Maka tentu akan ada efek sampingnya, Tapi itu berlaku jika hanya kalian mencoba menghianatiku, Obat itu bisa menjadi racun, Jika kalian tidak percaya, Cobalah!"
Tidak ada yang berani mencoba coba soal kematian.
Mereka semua menunduk tak ada yang menyahut.
Terlihat satu orang berjalan kearah mereka dan berdiri dibelakang tak bersuara. "Duduklah...!" Pinta Zai kepada Garong yang sudah bisa leluasa bergerak, Tidak seperti sebelumnya yang terpincang karna kakinya keseleo.
"Kalian akan berada dibawah pengawasan Hendri, Apa ada yang keberatan?" Tatap Zai kesekeliling sembari bertanya.
"Tidak ada" Ucap Garong setelah melihat semua orang dari kawanannya tidak ada yang berani bersuara.
"Kalau begitu, Bantu enam orang yang ada disana" tunjuk Zai "Aku akan pergi dulu"
"Biar saya antar Tuan" Hendri maju menawarkan diri.
"Tentu...!" Sahut Zai
Hendri memimpin jalan menuju halaman depan dimana Zai memarkirkan Mobilnya.
Untungnya disana tidak ada pertarungan yang luar biasa terjadi, Jadi hanya ada beberapa kerusakan yang tidak mengakibatkan Mobil terkena. Hendri langsung membukakan pintu Kemudi dan menahannya.
Zai mengangguk dan masuk kedalam Mobilnya. "Jika ada sesuatu Hal yang mendesak hubungi aku" Zai menyerahkan kartu namanya. "Pakai saja Semua Fasilitas yang ada, Karna semua ini sudah atas namaku" Tambahnya lagi lalu menghidupkan Mobilnya.
Dengan perlahan Hendri menutup pintu Mobil. dan Zai melajukan Mobilnya pintu gerbang segera terbuka secara otomatis, Karna Zai sudah memegang kendalinya.
"Satu musuh sudah tumbang, Masih ada dua organisasi besar yang belum di tundukkan agar bisa menyelesaikan tugas utama ini, Setelah itu mungkin aku bisa meninggalkan kota ini dan mencari keuntungan dikota lain atau negara lain, Karna jika bertahan disini tidak akan pernah mengembangkan kemampuan" Gumamnya. sembari terus menyetir dengan satu tangan.
Tampilkan Status'
__ADS_1
(Ding..)
Nama lengkap : Zaidul Akbar
Level : 2/100
Pesona : 10
Kekuatan : 10
Kecepatan : 10
Kecerdasan : 10
Keterampilan : Skill Bela diri Kuno (Aktif - Teknik Naga melahap matahari)
Skill Medis Super (Aktif - Teknik Sembilan Jarum Kebangkitan)
Skill Pembalap Super (Aktif- Level 4)
Skill Semua Game (Aktif- Level 4)
Skill Menyanyi (Aktif- Level 4 )
Skill Koki Super (Aktif- Level 4)
Skill Penembak Jitu (Aktif- Level 4)
Skill Peretas super (Aktif- Level 5)
Dana : Rp 3.760.000.000
Shop : Bisa diakses.
Poin Sistem: 152
Invetori : Semua keperluan tuan rumah.
Tugas : Tugas Utama Belum Selesai
'Hem, Jadi membantu dua puluh orang yang terluka tadi juga bisa mendapatkan Poin ya sistem?
(Tuan Benar, Itulah keunggulan Level 2)
'Alangkah beruntungnya aku, mendapat Seratus Lima Puluh Poin, Dengan membantu mengobati luka mereka dan lebih mendapat keuntungan lagi karna mereka menjadi anggota tambahan buatku, Terima kasih banyak Sistem'
__ADS_1