Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Masalah Baru 2


__ADS_3

"Jika anak mu tidak membawa uang nya, Maka sebagai ganti nya, biarkan dia berada di ranjang ku untuk beberapa malam, Maka hutang bisa kita pikirkan solusi nya" Ucap Benny kepada Ayah nya Aisya yang kini berlutut di lantai dengan wajah yang biru di beberapa sisi.


Supriyadi terdiam, Dia hanya menunduk tak bisa berbuat apa apa, Ini memang salah nya, karna berhutang terlalu banyak..


Braak..! Terdengar kecil suara pintu yang di dorong. Terlihat tiga orang mendekat.


Benny berdiri menyambut Aisya dengan tangan terbuka ingin memeluk nya. Tapi Aisya tak menghiraukan nya, dia melihat ayah nya sedang berlutut dan memiliki wajah yang membiru akibat di pukuli, Dia bergegas mendatangi ayah nya.


"Ayah, Apa yang terjadi dengan wajah mu? Sebenar nya ayah kenapa berhutang banyak uang? Bukan kah resto kita masih berjalan dan itu cukup untuk menghidupi kita beberapa generasi" Ucap Aisya yang datang sambil memeluk Ayah nya.


Pok pok pok. "Sudah cukup kalian berpelukan, Sekarang Aisya, mana Uang untuk melunasi hutang ayah mu?" Ucap nya sambil tersenyum dan berjalan dua langkah lalu berdiri di belakang Aisya.


Aisya melepas pelukan nya. "Sebenar nya untuk apa uang itu ayah!?" Tanya nya sekali lagi.


"Ayah meminjam Uang dengan ayah nya Benny sebesar satu milyar, dan sebagai syarat jaminan nya adalah kamu menjadi istri nya Benny nanti nya. Maafkan ayah nak, Dan uang itu ayah investasikan untuk pembangunan cabang resto kita di kota jakarta selatan. Tapi disanalah awal kesialan terjadi. Orang itu menipu ayah dan kabur, Kini ayah kehilangan kontak dengan nya" Jawab nya penuh dengan penyesalan.


"Kenapa harus aku yang menjadi jaminan ayah, Kan masih ada rumah atau resto, aku ini anak mu ayah, Atau aku hanya anak pungut?" Ucap Aisya yang marah mendengar diri nya sebagai jaminan hutang.


"Itu permintaan Ayah nya Benny sendiri, karna dia ingin kamu jadi menantu nya, Tapi setelah malam itu, Kamu yang pergi bersama lelaki itu, Ayah nya Benny murka dan menagih Uang pinjaman padahal batas waktu nya masih jauh, Ayah tidak bisa membayar dan juga ayah tak ingin menyerahkan kamu, Maka nya mereka memukuli ayah, Sekali lagi maafkan ayah melibatkan mu"


Aisya berpaling, kemudian berdiri dengan mengertakan gigi nya dia berkata "Lepaskan Ayah ku, Kita sudah berteman lama, Kenapa kau harus melakukan ini kepada ayah ku?"


"Itu karna aku mencintai mu Manis" Ucap nya lalu melayang kan tangan nya untuk membelai pipi Aisya yang bening.

__ADS_1


Akan tetapi tangan itu terhenti di udara, Ada tangan lain nya yang menahan nya. "Aku tak kan membiarkan orang lain menyentuh kulit wanita ku! Walau secuil" Suara itu terdengar nyaring di telinga semua orang.


'Sialan, Kuat sekali cengkraman tangan nya' Batin Benny yang berusaha melepaskan cengkraman tangan Zai.


"Aku bisa melunasi hutang nya, Dan kita bisa berdamai Jadi lepaskan dan biarkan kami pergi" Ucap Zai lagi


"Haha haha...! Aku sudah menyelidiki latar belakang mu, Kau hanyalah pemuda sampah, Gelandangan yang hidup di jalan, Entah kenapa kamu bisa memakai fasilitas punya orang, Cuih, kamu menipu Aisya calon istriku, dengan pura pura kaya.


Ferdinan, Pukul orang ini, Dia berani menyentuh ku dengan tangan kotor nya!" Perintah Benny, Dia malu jika dia mengatakan tidak bisa melepaskan cengkraman itu, Maka nya dia menyuruh pengawal nya.


Wosh.! Dengan cepat Ferdinan bergerak dia melompat dan langsung mengarah kan tinju nya dengan niat membunuh yang di tujukan kepada Zai.


Zai merasakan niat itu, 'Hemm sudah berapa banyak orang yang di bunuh nya hingga bisa mengumpulkan niat seperti itu' Batin nya.


Ferdinan melihat niat Zai dengan jelas, Lalu dia mendarat dengan satu kaki kemudian melompat ke sisi yang berbeda dan melayang kan kaki nya dengan ayunan keras.


"Aisya mundur" Teriak Zai, dia tak mungkin bertarung sambil melindungi wanita. Dan untuk nya musuh yang menyerang hanya satu orang, Jika tidak akan sulit di lihat hasil nya.


Zai mengangkat kaki kanan nya ke atas lutut Benny, dia membuat pijakan agar tubuh nya bisa melenting dan mengayun kan kaki nya sambil bersalto.


Beng..! Kaki beradu dengan kaki di udara, Tapi Zai lebih untung karna kaki nya berada di atas, Lalu kaki satu nya dia layangkan kembali ke kepala Ferdinan, Zai seperti punya pijakan di udara hingga bisa melakukan trik itu.


Ferdinan tak ingin kepala nya terkena tendangan dia menahan dengan kedua tangan nya yang di silangkan. Tapi dia harus termundur tiga langkah.

__ADS_1


"Ferdinan cepat haja dia" Teriak Benny dengan keras.


Ferdinan mendengus, Dia bekerja kepada Benny hanya karna adik nya yang di berikan perawatan oleh mereka, jika tidak mana mau dia membantu orang sombong.


Ferdinan menyimpan tangan nya di belakang, Dia merasakan tangan nya sedikit kebas, 'Ternyata kaki orang itu kuat juga, kaki nya seperti pipa besi yang keras' Batin nya.


"Hei kalian jangan diam saja, Cepat bantu Ferdinan, aku ingin menikmati malam dengan wanita itu, Jadi cepat lah" Teriak Benny lagi dari samping pintu menyuruh anak buah nya yang lain.


Tapi Zai bukan lah pemuda kaleng kaleng, Ketika satu tangan mengarah ke tubuh nya, Dia menangkap dan langsung mematahkan nya, begitu pula ketika kaki menendang ke arah nya, dia menangkap dan mematahkan nya, Dia tak memikirkan lagi bagaimana orang akan berjalan atau cara orang makan, Yang dia ingin mereka di hancurkan karna sudah berani menganggu keluarga wanita nya.


Aisya terkejut, Dia tak menyangka kekasih nya sangat baik berkelahi.


Benny juga terlihat ketakutan melihat aksi yang di lakukan oleh Zai, Dia tak menyangka gelandangan itu punya sisi kejam.


Dia ingin lari dan bergegas menarik pintu, Akan tetapi satu tendangan mengarah keperut nya. Dan dia melayang tiga meter menabrak meja kaca.


Pyaaaar...! Meja itu hancur dan Benny terlentang di atas nya dengan darah yang langsung merubah warna baju nya.


"Kau, siapa kau, Apa kau tidak tau ini adalah perusahaan ayah ku, Kalian akan menerima akibat nya nanti" dia masih sempat meneriaki orang lain bahkan mengancam..


Dua puluh orang memasuki ruangan itu dan membuat nya sesak. Dan jalan keluar di blokir oleh mereka. Salah seorang maju dan berkata "Bos, Kita apakan mereka semua" Suara itu datang dari Torax yang kini berhadapan dengan Zai.


"Kau ketua Macan Hitam, Mengapa Kau memasuki wilayah Elang Terbang?" tanya Benny yang berusaha berdiri setelah menngenali orang yang berbicara dengan Zai.

__ADS_1


"Jika ketua Elang Terbang ada disini, Aku akan melibas nya" Ucap Torax dengan Aura mendominasi nya...


__ADS_2