Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Pengganggu 2


__ADS_3

Sopir itu masih menunduk ketika Zai keluar dari Mobil.


Mey Chan yang menyadari ada yang mencurigakan dari sopir itu, dia pun bersama Amanda mulai memainkan trik lugu.


Sopir itu bergerak dengan sebuah semprotan parfum yang telah diganti isinya dengan obat bius yang langsung disemprotkan ke belakang dimana ada dua wanita yang salah satunya adalah target. Satunya lagi bonus tentunya untuk mereka, sesuai kesepakatan.


Setidaknya aku harus menyentuh melon kembar itu dulu sebelum di antar ke tempat pesanan. Dia pun mengulurkan tangannya. Namun dia benar-benar sial, tangannya langsung diraih oleh Amanda. Dan Mey Chan menggunakan tinjunya untuk memukul wajah sopir itu. Sehingga terpental dan menembus kaca.


Beng! Seseorang keluar dari Mobil Range Rover, menembus kaca depan dan terpelanting dengan darah yang banyak dikepala


Amanda dan Mey Chan keluar dari dalam Mobil, mereka keduanya adalah ahli. Berdiri dengan hawa dominasi yang cukup membuat orang tertekan.


Malam itu. Lampu jalanan padam dan dalam keadaan gelap. Dentuman pukulan yang dilepaskan oleh Zai memanggil semua orang disekitar untuk datang mendekati. Namun mereka tidak benar-benar berani untuk mendekati.


Ada semacam ancaman yang menyentuh perasaan mereka jika mendekat.


Setelah membanting mobil dengan keras ke aspal. Zai berbalik menemui orang yang dilemparnya sebelumnya. Orang itu masih tidak bergerak, entah takut atau memang tidak bisa lagi bergerak? Masih belum dipastikan.


Kraak! Zai menginjak kaki orang itu sehingga teriakan melolong bagai serigala terjepit keluar.


"Kau mungkin tidak tahu kesalahan terbesarmu adalah mengganggu hidupku. Aku bisa saja menyelidiki asal dan latar belakang keluargamu, namun jika kau bisa bekerjasama! Aku hanya akan membunuhmu dan tidak mengganggu keluargamu" ancam Zai yang masih tak melepaskan injakan kakinya.


Tubuhnya terasa begitu remuk. Hingga bergerak pun sangat susah. Namun dia tetap tersenyum menatap pemuda yang mengancamnya.


"Dari komplotan mana kamu berasal?" Tanya Zai.


Seketika orang itu membuka mulutnya dan memperlihatkan pil di antara giginya. Dia menggigitnya hingga hancur. Sedetik kemudian mulutnya mengeluarkan busa dan mati.

__ADS_1


"Bunuh diri memang pilihan yang bijak" Zai tidak repot untuk melihat dua orang yang ada di mobil yang sebelumnya dia lempar. Kemungkinan mereka juga akan melakukan hal yang sama.


Semua wanitanya keluar dari dalam mobil dan berdiri berbaris.


"Bagaimana dengan kalian? Maaf karena aku,Hidup kalian dalam bahaya!" Kata Zai setelah dekat dengan kesepuluh wanitanya.


"Jangan berkata begitu, kami baik-baik saja. Kami yang harusnya minta maaf karena menjadi beban untukmu"


"Kalian adalah wanitaku, sudah sepatutnya aku menjaga kalian" kata Zai. Segera dia menghubungi bawahannya untuk di bawakan mobil secepatnya dan membereskan kekacauan yang tersisa.


Tidak berapa lama rombongan mobil datang dan Zai membawa mereka semua menuju kediaman Amanda. Karna saat ini rumah terbesar yang bisa ditinggali hanyalah rumah Amanda. Peninggalan dari Bram yang kabur entah kemana, setelah dilepaskan oleh Zai.


……


Sedangkan di sisi yang lain, di waktu yang sama dengan kejadian yang dialami oleh Zai dan para wanitanya.


Detik setelahnya. Ada ketukan pintu yang terdengar.


"Sepertinya ini mereka!" Gumamnya bersemangat. Segera dia menuju pintu dan membukanya. Namun sebuah tinju begitu cepat menghantam wajahnya dan mematahkan hidungnya.


"Siapa kalian?" Teriaknya cukup nyaring. Namun yang ditanya terus menerobos masuk dan memukul lagi. Meskipun dapat ditangkis. Akan tetapi tidak terlalu berpengaruh.


Leon termundur dua langkah. Terasa sangat begah tangannya ketika dia menangkis pukulan itu.


"Mengapa kau menerobos kesini, apa kamu tidak tau siapa aku?" Teriaknya lagi seraya menghindari pukulan yang tak pernah berhenti..


'Aku harus melawan, jika tidak! Aku akan menjadi bulan-bulanannya saja' batin Leon.

__ADS_1


Tap tap pukulan mereka saling beradu dengan tangkisan masing-masing ke kiri dan kanan lalu meninju, menyikut dan menendang saling balas-membalas.


Plak! Leon terkena tamparan di pipinya yang langsung menimbulkan lebam biru. Disusul dengan serangan berikutnYa yang langsung membuat dia tidak lagi berdaya dan berakhir dalam keadaan pingsan.


Orang itu sudah menyiapkan karung. Dan langsung membuat tubuh leon dan menariknya seperti karung sampah melalui jendela. Dimana sudah ada yang menyambutnya disana.


Dan mereka membawanya ke suatu tempat.


Setelah memberikan dua istri yang baru dinikahinya kesenangan surga. Zai keluar dari kamar dan menghubungi seseorang.


"Oke. Tunggu aku disana!" Ucap Zai berpesan.


Segera dia mengemudikan mobil di waktu yang sudah mendekati subuh itu. Menuju sebuah tempat dimana Markas raja bawah tanah yang sudah ditaklukan oleh pasukan bayangannya.


Markas peninggalan Bram yang kini dikelola dengan baik oleh Zai dan dia juga memberikan modal yang cukup juga untuk membangun sebuah laboratorium agar bisa menciptakan suatu hal yang berguna dari sel miliknya. Dia ingin menjadi yang terkuat bukan hanya di dunia ini, tapi di seluruh dunia. Dan dia berharap dengan sel yang dikembangkan dari tubuhnya. Para wanitanya serta keturunannya kelak dapat hidup abadi selamanya.


Proyek itu memang proyek yang mustahil. Banyak ilmuwan yang didatangkannya dari seluruh pelosok dunia untuk menjadi pekerja di sana. Dengan gaji yang bisa dibilang tinggi. Namun tidak ada dari mereka yang yakin akan hal itu dapat berhasil. Akan tetapi mereka tetap melakukannya. Bukan karna terpaksa. Tapi karena mereka tergiur dengan upahnya serta jaminan keluarga mereka jika suatu hal terjadi kepada mereka hal yang tak diinginkan. Dan itu tertulis dalam sebuah perjanjian pekerjaan.


Zai sampai ke markas. Dia mengambil jalur kiri. Karena di kanan adalah laboratorium. Di sebelah kiri tempat berkumpulnya semua anggota yang dimiliki Zai. Mereka semua menyambut senang pemimpin yang adil dan bijaksana itu dengan berdiri dari duduk mereka


"Salam pemimpin" ucap semua orang


Zai mengangguk dan melambaikan tangannya melihat kesungguhan mereka. Tak terbayangkan bisa memiliki mereka semua. Bahkan sekarang dia bisa disebut mafia di jakarta. Jika ada yang mendengar namanya di barisan bawah tanah. Maka hati orang yang mendengarnya akan bergetar karena ada rasa takut. Jika ada yang mendengar namanya dari barisan pengusaha. Maka mereka akan gentar bila harus bersaing dengannya.


Nama Zai sudah menjadi darah daging bagi dunia bawah dan dunia bisnis didalam negeri maupun luar negeri.


"Bawa dia kesini!" Perintah Zai dengan pelan, namun tatapannya sangat dingin.

__ADS_1


Dua orang segera menarik paksa karung dan mengeluarkan isinya. Terlihat dengan jelas seorang pemuda yang tidak asing berada di lantai keramik putih. Seseorang yang menjadi otak kejahatan..


__ADS_2