
Zai terus meminum dua gelas setiap putarannya hingga lima botol Anggur putih habis, Dan dia mulai memainkan peran nya dengan berpura pura mabuk.
Lagu yang di nyanyikan oleh Angel dan Danu pun berakhir suara mereka lumayan enak di dengar.
Apalagi ada goyangan Fina yang mengiring di depan dengan gaya panasnya bersama Arya.
"Sayang" Panggil Nindi yang panik melihat Zai seperti itu, itu jelas karna dirinya menghindari minum anggur putih itu hingga harus mengorbankan Zai sebagai pengganti dia.
Nindi terus mengguncang tubuh Zai tapi Zai tetap tak mau bangun.
Nindi meraih tangan Zai dan melingkarkan dibahunya kemudian dia berdiri dan membantu Zai untuk berdiri.
"Aku akan pulang" Ucapnya kepada semua orang yang sudah berkumpul.
"Tunggu sebentar Nin, Aku sudah membawakanmu Jus, Lihatlah,, Kamu minumlah dulu untuk menghargai pertemanan kita yang baru ini" Ucap Fatur yang sangat senang dalam hatinya karna akan mengalami malam yang indah dengan keindahan daun muda.
Tanpa banyak berpikir, Nindi langsung meminumnya dan menegak habis Jus itu meski ada rasa Aneh di tenggorokan nya, tetap saja dia lakukan Karna dia ingin secepatnya pulang.
Akan tetapi beberapa langkah dia berjalan, Tubuhnya terasa memanas dan ada bagian tertentu yang gatal di tubuhnya, dia mengapit kepemilikan nya yang seperti mengeluarkan cairan.
'Ada apa dengan tubuhku, Aku merasakan panas yang terus meningkat, Dan ingin di sentuh' Batin nya. tapi dia tetap memaksakan untuk memapah Zai yang tersenyum sambil menunduk.
'Kalian yang memulai, aku yang akan mendapat manfaatnya' Zai sudah memperkirakan alur yang seperti ini, Karna dia pemeran utama dalam cerita.
Terlihat Fatur berjalan cepat dan menghalangi Nindi yang ingin keluar bersama Zai yang di papahnya dengan susah payah. Karna Zai cukup berat untuk seorang wanita.
"Kenapa kau menghalangiku?" Tatap Nindi dengan kesal dia sudah menahan berat tubuh Zai ditambah hawa panas yang menyerang tubuhnya hampir tak tertahan kan.
__ADS_1
Nindi menoleh ke belakang tapi semua orang yang ada disana sudah telungkup, Entah Pura pura atau tidak, yang pasti mereka memang tidak bisa di harapkan kalau sudah mabuk.
Reza tersenyum sambil melirik Fatur yang mencegat Nindi di pintu keluar. dia berpura pura mabuk, Karna dia akan ikut mengeksekusi setelah Fatur selesai memainkan Nindi.
Dia tak terlalu perduli dengan pacarnya yang sudah mabuk, Karna dia sudah sering merasakan milik nya, dia ingin mencari yang masih sempit.
Tangan Fatur melayang dan meraih dagu Nindi kemudian mencengkramnya dan berkata "Apa kau merasakan nya Nin, Tubuh mu yang panas dan menginginkan sentuhan?" Ucapnya menyeringai.
Nindi jelas terkejut mendengar ucapan itu, "Jadi kau mencampurkan obat di minuman ku?" Tanya Nindi dengan tidak percaya sembari menepis tangan Fatur yang mencengkram dagunya dan mundur dua langkah
"Haha Hah jangan marah cantik, Nanti kau akan merasakan nikmat setelah ini" Ucap Fatur yang terus mendekat ke arah Nindi
"Semakin lama kau berada disini, Maka akan semakin meningkat efek obat itu, Aku hanya akan melihat kau bermain sendiri dan mengeluarkan suara yang syahdu, Hingga kau minta tolong kepadaku untuk memenuhi kebutuhan mu" Ucap Fatur senang, Kemudian dia berbalik mengunci pintu dan mengambil kursi dan duduk di pintu untuk menghalangi jalan keluar.
Nindi sudah sangat panas tubuh nya, Dan benar saja dia mulai mengangkat rok pendek hitamnya keatas dengan tangan kirinya dan ingin menggaruk sesuatu yang gatal di daerah itu.
Fatur berdiri dari kursi melihat adegan itu, 'Kenapa orang ini bisa sadar, Padahal tadi dia sudah mabuk, Atau jangan jangan?' Fatur mempunyai mata yang terbelalak ketika memikirkan bahwa Pacarnya Nindi hanya pura pura mabuk saja untuk membongkar niat buruk nya.
"Bagaimana dengan aktingku bagus tidak?" Ucap Zai yang langsung meyakinkan bahwa pemikiran Fatur tidak lah salah.
"Brengsek, Jadi kau sudah tau Niat ku" Fatur meraung dengan ganas dia menerjang Zai yang berdiri bebas.
Tapi Fatur tidak tau bahwa Zai adalah seorang Ahli bela diri. Meski pun dia juga pandai dalam seni Muay Thai tapi itu tak kan merubah hasil.
Zai menghidar dengan melompat kesamping hingga pukulan Fatur hanya mengenai meja yang langsung hancur terkena jurusnya.
Pyar...! Satu meja kaca terberai, serangannya memang kuat tapi kalah cepat dengan pergerakan Zai yang juga sudah terbiasa dengan perkelahian.
__ADS_1
Zai juga sudah memiliki kecepatan dan kekuatan di atas rata rata Ahli bela diri jadi dia dengan reflek nya bisa menghindari, Jika Zai ingin langsung memukul balik Fatur itu bisa saja di lakukan nya. tapi dia ingin melihat Fatur menghancurkan ruangan itu.
Fina dan Arya serta Reza terkejut, Karna hanya mereka yang setengah sadar. sisanya sangat mabuk hingga tak bisa bangun dan mengetahui apa yang terjadi di ruangan itu.
Reza tidak menyangka bahwa pacar Nindi bisa menghindari pukulan Fatur, kalau dia yang jadi sasaran Fatur, Pasti dia hanya menjadi samsak tinju saja. dia segera menarik Jeni kedalam pelukan nya dan membawanya kesudut.
Begitu pula dengan Arya dia langsung menarik Fina dan menyandarkan nya di dinding kemudian dia melindungi Fina dengan tubuhnya sembari meremas gundukan yang kenyal.
"Kau ini masih saja bisa berpikir seperti itu disaat krusial seperti ini, Dasar maniak" Ucap Fina kesal. meski dia setengah sadar tapi dia tetap harus fokus.
Arya tidak menyahut tapi juga tidak melepaskan remasan nya. malah dia memutar mutar pucuk nya. karna Fina tidak lagi memakai Bra setelah pertarungan mereka selesai di toilet.
Fina mempunyai mulut yang terbuka, dengan pengaruh alkohol dia pun mulai bersuara. "Aaaah..!
Arya mengangkat baju Fina dan mulai menghisap pucuk yang menjulang.
Sedangkan Reza juga tak percaya melihat kelakuan pasangan itu, "Mereka sungguh gila, di saat seperti ini masih bisa melalukan hal yang seperti itu, Tak habis pikir" Gumamnya.
Ada beberapa properti karaoke yang hancur terkena tendangan dan pukulan dari Fatur, Tapi tak ada serangan yang membuat Zai mengeluarkan keringat.
Zai menangkis kemudian menghindar. "Kenapa kau tak diam saja, dan menerima seranganku" Teriak Fatur.
"Hanya orang bodoh yang melakukan itu, Tapi jika kau bisa menahan satu pukulan ku, Maka aku akan menerima tiga pukulan mu bagaimana?" Tanya Zai.
Terlihat Fatur berpikir cukup lama, Tapi Zai tidak mengambi kesempatan itu, Dia hanya melirik ke arah Nindi yang sepertinya sudah sangat tersiksa. dia membuka dua pahanya dan mulai menggosok miliknya yang sangat basah.
"Baiklah aku akan menerima satu pukulan mu, Hanya satu pukulan kan, Tapi aku mendapat tiga" Ucap nya lalu memasang badan dengan kuda kuda terbaik nya.
__ADS_1