Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Pengintai


__ADS_3

Wanita yang dipanggil dengan manajer Qin itu akhirnya mengulurkan tangannya meraih paha ayam yang tinggal satu, tapi ada tangan yang juga terulur. Dan dia kalah cepat. Ada kesal yang tercetak di hatinya. Namun orang itu adalah bos rahasia yang tidak ingin diungkapkan.


Terpaksa dia hanya bisa menelan ludah saja. Zai melihat itu dengan jelas. Tapi dia tidak ambil pusing.


"Aku tidak menjual itu. Tapi jika kalian memaksa. Bisa saja aku memikirkan ulang" kata Zai tersenyum. Dia bukan tidak punya uang. Tapi hanya tidak ingin menggunakan poin tukarnya untuk menukarkan batu kristal.


Jadi jika ada hal yang lebih menguntungkan maka itu akan dia ambil.


"Aku ada seratus potong. Perpotongannya akan aku jual dengan harga satu batu kristal biru, tidak ada batas bagi setiap orang. Siapa cepat dia dapat!" Teriak Zai ditempat itu.


"Aku membeli semuanya" ucap lelaki di depannya yang telah mencicipi potongan ayam kedua sebelumnya. Dia langsung menaruh seratus batu kristal biru di meja.


"Baiklah…" Zai melambaikan tangannya. Muncul sesuatu diudara dan mendarat dengan sempurna di meja. Sesuatu itu berisi seratus potong ayam Kfc didalamnya.


"Senang berbisnis denganmu, Kang Hong!" Kata Zai lalu dia berdiri meninggalkan tempat itu.


Orang yang dipanggil Kang Hong itu tercengang ketika pemuda itu mengetahui namanya. 'Kenapa dia tahu identitasku?' Batinnya.


Zai melangkah dengan tenang mencari sebuah penginapan. Laila hanya mengambil satu kamar saja. Dan keduanya memasuki kamar dengan tenang.


"Aku belum sempat melihat hasil dari membunuh banyak binatang buas, tampilkan statusku sekarang, Laila!"


[Ting…]


[Tuan rumah: Zaidul Akbar]


[Level: Ranah Bumi tahap menengah]


[Poin tukar: 22000 poin]


[Teknik: Teknik naga melahap matahari, Pemahaman 100%: Jari dewa matahari, Pemahaman 20%]


[Senjata: Pedang Dewa Matahari: Pengendalian 50%]


[Poin Peningkatan: 0/20000]

__ADS_1


[Kotak hadiah: Kotak misteri (1×) Kotak Gold (1×) Kotak perak (1×)


[Kondisi: Sehat]


[Misi: Membantu putra mahkota naik tahta]


"Cukup bagus, aku senang dengan statusku sekarang. Berkat membunuh banyak binatang buas di pegunungan rantai hitam dapat menaikan satu tingkatan sebelumnya dan juga masih ada hadiah yang belum terbuka"


"Apakah tuan ingin membukanya sekarang?" Tanya Laila.


"Jangan sekarang, aku ingin berkultivasi!" Katanya duduk bersila.


"Tuan sekarang tak perlu lagi berkultivasi secara normal. Karena dengan sistem terikat dengan tuan. Tuan tidak lagi menjadi orang normal pada umumnya. Hanya dengan membunuh saja tuan bisa naik tingkat. Tuan bisa liat status tentang point peningkatan. Jika itu mencapai angka yang ditentukan. Maka tuan muda akan naik tahapan, begitu seterusnya" Laila menjelaskan.


Tentu hal itu membuat Zai tercengang, dia tidak menyadari sebelumnya apa yang membuatnya naik tingkat. Ternyata itu adalah fungsi dari poin peningkatan.


"Kalau begitu aku akan tidur saja. Aku mulai menikmati kehidupan didunia ini!" Kata Zai seraya memejamkan matanya dan mulai hanyut dalam mimpi yang indah..


Di tempat lain. Di Sebuah ruangan manajer Qin lebih tepatnya.


"Hey!!" Kang Hong melambaikan tangannya di beberapa inci jaraknya dari wajah Qing Mo


"Eh… Maafkan aku pangeran Hong! Aku tidak bermaksud" ucap Qing Mo sedikit gelagapan ketahuan menatap lekat Pangeran kekaisaran Kanggo itu.


"Apa yang kau pikirkan, aku mengajakmu bicara tapi kau malah diam saja. Apa kau tidak mendengarkan apa yang aku katakan!" Kang Hong terlihat tidak puas di wajahnya.


"Aku terlalu mengagumimu pangeran!" Tiba-tiba Qing Mo merasa salah bicara dan dia segera menjura meminta maaf dengan berlutut dan menangkupkan tangannya "aku tidak bermaksud"


"Aku tau! Sudahlah jangan membahas itu. Duduklah!" Kang Hong mengalihkan pembahasan "kira-kira dia berasal dari mana? Dan mengapa dia tau namaku yang sebenarnya. Untung orang-orang tidak menyadarinya, jika tidak! Identitasku yang bersembunyi di kota ini akan terbongkar" katanya serius.


"Aku juga bingung pangeran, di tempat ini hanya aku yang tahu tentang identitasmu sebenarnya. Atau apakah mungkin dia seorang mata-mata dari pangeran Kang Lai? Tapi ini hanya kecurigaan tiada mendasar dariku" ucap Qin Qing Mo.


"Namun hal itu bisa saja terjadi. Aku harus menyelidikinya!" Kata Kang Hong


"Namun jika dia mata-mata. Tak mungkin dia menyebut namamu langsung tapi entahlah!" Ucap Qing Mo "Aku akan memerintahkan para penjaga bayangan agar mencari keberadaan kedua orang itu dan mengawasinya" kata Qing Mo lagi. Dia mengambil inisiatif lebih dulu.

__ADS_1


"Terima kasih!" Ucap Kang Hong. "Aku hanya takut Kang Lei mengetahui keberadaan ku dan akan menyerangku disini. Dia memiliki banyak ahli ranah bumi di sampingnya. Bahkan ada yang sekarang berada ranah Raja Bumi. Sedangkan kita tidak ada satupun yang ada di ranah Bumi yang ada hanya ranah inti energi tahap puncak, dibanding dengan kekuatan " Kang Hong berkata lemah seraya menggelengkan kepalanya.


Malam hari..


Orang yang dibicarakan tidak tahu apa-apa. Terlalu nyenyak dengan tidurnya. Bahkan di tidak mengetahui ada beberapa orang yang mendekati kamarnya dan berjalan di atap dengan pelan. Tapi dia memiliki sistem yang bisa diandalkan.


Laila melompat keluar dari jendela dan menghadang beberapa penguntit yang datang. Laila langsung mengibaskan tangannya. Ada Qi dingin yang keluar dan itu dapat dirasakan dari udara yang mulai membeku. Ada partikel es yang tercipta.


"Kontrol ini adalah kontrol orang yang berada di ranah raja bumi. Kita tidak bisa jika melawannya!" Salah satu dari tiga orang dari ranah inti energi itu mundur perlahan namun tangan mereka berada pada genggaman pedang.


"Sampaikan kepada tuan kalian, kami bukan musuh. Tapi jika ingin menjadi musuh. Kami tidak menolak!" Kata Laila, seraya melambaikan tangannya menyuruh mereka pergi dengan tangan membeku di sebelah kanan yang memegang pedang.


Laila tersenyum. Dia kembali kedalam kamar dan duduk berselonjor memperhatikan tuan mudanya.


Segera ketiga orang itu lari dengan semua kekuatan mereka menuju resto terbesar yang ada di kota Cenayang itu dan melapor.


"Nona muda!" Ucap salah satu memanggil dari luar pintu sebuah ruangan.


Qin Qing Mo yang merasa ada yang memanggilnya langsung berjalan membuka pintu dan melihat tiga orang yang terlihat gemetar.


"Ada apa dengan kalian?" Tanya Qing Mo.


"Kami→" ucapan orang itu terhenti, karena dia merasa bersalah telah melewati batas dari arahan Qing Mo


"Kami melewati batas bahkan terlalu dekat hingga wanita yang terlihat lemah itu muncul menyergap kami" yang lain menjelaskan.


"Lalu?" Tanya Qing Mo.


"Dia membekukan tangan kami, lihatlah nona!" Kata orang itu menunjukan tangannya yang masih memegang pedang dan ada gumpalan es yang keras membalutnya.


Qing Mo mengeluarkan Elemen air untuk mencairkan es itu. Memang Perlu banyak waktu namun dia tidak memiliki elemen api. Jika tidak! Tak mungkin bersusah payah mencairkan nya dengan air.


"Lalu apakah ada yang dikatakannya?" Tanya Qing Mo sambil terus mencairkan es itu.


"Katanya mereka bukan musuh, tapi jika ingin menjadikan musuh. Mereka tidak menolak, hanya itu!"

__ADS_1


__ADS_2