Asti Gadis Pembawa Kutukan

Asti Gadis Pembawa Kutukan
Bab 107. Diantara Doa dan Harapan


__ADS_3

Perjalanan tanpa transit itu memerlukan waktu hampir 9 jam lebih. Pesawat akhirnya mendarat mulus di bandara setelah berkeliling sebentar di atas kota yang tampak sangat menakjubkan dalam pandangan Asti dari jendela pesawat. Ada rasa haru, sekaligus syukur juga sedih.


Seharusnya perjalanan umroh seperti ini sudah mereka lakukan dua tahun yang lalu, saat Bude Ayu masih ada. Inilah keinginan almarhumah sejak lama, menjalankan ibadah umrah bersama- sama keluarganya ke tanah suci. Tetapi memang ada pepatah yang mengatakan " Kelahiran, kematian, jodoh juga rezeki adalah di tangan Tuhan".


Kita sebagai manusia hanya menjalankan takdir kita itu. Sejak kaki Asti menapak di lantai bandara yang megah ini, dari bibirnya terus meluncur doa dan doa. Doa syukur karena dapat menjadi salah satu dari sekian ratus ribu orang untuk menjadi tamu di Baitullah.


Mereka dikumpulkan di satu titik kumpul, di dekat pintu luar bandara untuk beristirahat sejenak. Karena tempatnya agak luas dan jauh dari kesibukan orang yang lalu lalang dan troli barang yang mengangkut bagasi. Asti melepaskan Akbar dari gendongannya.


Anak itu malah asyik duduk di satu bangku sambil menikmati biskuit yang ada di tangannya. Sementara Pak Haji Anwar yang akan membimbing mereka dalam kegiatan ibadah umroh ini bersama anak buahnya yang terbilang cukup banyak.


Koper- koper jemaah yang keluar dari bagasi pesawat sudah dihitung dan diatur oleh petugas untuk dipindahkan ke dalam beberapa bus yang akan membawa rombongan ke Kota Madinah.


Tampaknya setiap anggota rombongan menjadi lebih bersabar karena sebagian jamaah adalah orang-orang yang sudah lanjut usia. Jadi mereka berjalan lebih lamban ke luar area bandara yang super megah itu untuk masuk ke dalam bus- bus yang telah diatur dengan kelompok dan nama - nama mereka. Belum lagi beberapa pria dan wanita itu agak susah naik ke atas bus yang cukup tinggi tangga naiknya itu. Termasuk kakek Mas Adam yang selalu dituntun oleh salah satu asisten Pak Haji Anwar.


Bulek Ratih, Ninuk dan Asti menikmati perjalan darat itu dengan rasa haru dan syukur. Apalagi kedua orang tua Ninuk masih nampak bugar dan sehat selama dalam penerbangan. Semoga awal perjalanan ini menambah keimanan mereka.


Mereka beristirahat, makan dan melaksanakan kunjungan dengan mengikuti aturan dan petunjuk dari para pemimpin rombongan. Joko yang menjaga ayahnya. Sedangkan Ninuk yang menggurus keperluannya ibunya. Bu Haji Anissa yang membantu Asti menjaga Akbar. Walaupun Akhirnya mereka berbeda kamar di hotel ini.


" Apik!" Bisik Bulek Ratih ketika duduk di sisi ranjang hotel, di kamar mereka. Mereka di sini hanya tiga hari saja. Hari ini mereka beristirahat dulu, sebelum berkunjung ke Masjid Nabawi dan beberapa tempat dan situs bersejarah yang menandakan tonggak keberadaan agama Islam dan perkembangannya di kota ini.


" Sehat, Bulek?" bisik Asti memijat bahu wanita paruh baya itu.

__ADS_1


" Sehat, Asti. Aku sekarang sehat dan penuh rasa syukur."


Akbar dibawa Joko sebentar tadi setelah mereka makan malam di restoran hotel. Untuk para bapak, mereka di tempatkan di kamar yang letaknya ada di atas satu lantai dari kamar para jemaah wanita ditempatkan.


Alhamdulillahnya, walaupun orang desa, lahir di desa dan tinggal di desa mereka tidak terlalu ketinggalan zaman juga. Sebab keluarga Asti sudah biasa menggunakan lift, eskalator atau tinggal di kamar hotel sekalipun. Walaupun tidak semewah hotel yang sekarang menjadi tempat mereka menginap saat ini.


Hanya yang Asti agak takutkan sebelum keberangkatan tadi, kalau Bulek Ratih mabuk udara. Karena untuk pertama kalinya wanita itu naik pesawat terbang dan dalam perjalanan yang sangat panjang juga lama.


" Jangan keluar hotel, kalau nggak ditemani Lek No atau Joko!" bisik Asti. " Ini bukan di kampung kita. Jaga diri dan keselamatan!"


Tampaknya Ninuk memang sangat tertarik dengan pemandangan yang terlihat dari jendela kamar hotel tempat mereka menginap. Kota di malam hari terang benderang. Gedung- gedung tinggi dengan jalan yang lebar dan luas. Suasana yang sakral dan memenuhi relung jiwa dengan rasa damai dan bahagia.


penerbangan yang mereka lakukan tadi cukup lama setelah melintasi samudera.


Di keheningan pagi, suara Azan terdengar sangat merdu dan syahdu dari masjid bersejarah itu letaknya ada di ujung jalan utama hotel ini. Dibangunkan dengan suara panggilan untuk menghadap sang khalik kali ini sangat berbeda di telinga Asti. Segera saja wanita beranak satu itu berwudhu dan melaksanakan beberapa sholat sunnah sebelum sholat Subuh. Semua ibadah yang dilakukan di tanah suci ini terasa nyaman, tenang dan penuh rasa syukur.


Berbagai kegiatan yang akan mereka lakukan di pagi ini, selalu diarahkan oleh pemimpin kelompok. Termasuk Bu Haji Anissa yang didampingi oleh satu asistennya dari kantor biro dan travel umrohnya, untuk memimpin jemaah dari kaum wanita.


Di Mesjid Nabawi itulah para jemaah berkumpul melaksanakan ibadah sholat. Asti terus menyimak penjelasan dari pemimpin kelompok itu, Ibu Ustadzah Nuraini Saleh. Mereka juga mengunjungi berbagai tempat bersejarah di sekitar masjid, makam dan situs-situs lainnya yang tak jauh dari tempat itu.


Setiap saat Ninuk beraksi dengan kamera handphonenya. Terkadang dia membuat video atau Selfi ria karena mengagumi tempat - tempat yang mereka kunjungi. Sampai, Asti meminta seorang asisten Bu Haji mengantarkan Ninuk menjelajahi berbagai tempat yang lebih jauh lagi. Juga ke area makanan siap saji dan toko oleh - oleh.

__ADS_1


Asti lebih banyak beristirahat bersama Bulek Ratih di beberapa tempat atau pusat pertokoan di sana. Karena mengendong Akbar juga cukup melelahkan. Walaupun memakai gendongan atau stroller. Di semua tempat wisata ibadah ini dipenuhi pengunjung. Sedangkan Ninuk adalah jemaah termuda di kelompok wanita. Matanya sangat tertarik ketika melihat deretan toko -toko yang menjual pernak- pernik cantik dan beragam oleh - oleh yang banyak ditawarkan di sana.


Kegiatan ibadah yang mereka lakukan berseling dengan istirahat, makan dan jalan-jalan yang mereka lakukan pada keesokan harinya. Asti selalu mencermati setiap jadwal, petunjuk dan arahan pemandu kelompok. Walaupun banyak papan penunjuk yang bertuliskan bahasa Inggris di bawah huruf arabnya.


Begitu juga ketika rombongan berangkat menuju ke kota Mekkah. Bus- bus itu membentuk rangkaian yang panjang. Menurut keterangan Bu Haji Anissa, rombongan itu juga berasal dari Indonesia, dari provinsi Jawa Barat dengan jumlah busnya lebih dari 6 buah.


Sepanjang perjalanan, mata mereka disuguhi oleh pemandangan bukit- bukit tandus, padang pasir yang maha luas dan kota- kota di sekitarnya yang bangunan cukup unik dan bersejarah di antara bangunan gedung-gedung bertingkat yang modern, tinggi dan menjulang.


Akbar terpejam dalam gendongan Asti. Kalau dalam keadaan seperti ini, Lek No lebih membutuhkan perhatian Joko yang duduk di bangku belakang. Walaupun pemuda itu lebih asyik mengotak -atik kamera mahalnya.


Di Kota Mekkah, hotel yang akan menjadi tempat menginap tidak terlalu jauh letaknya dari Masjidil Haram yang mengelilingi Ka'bah. Baitullah.


Selama di kota suci itu, Asti menikmati ibadahnya sholat dan juga beberapa rukun umroh. Sepertinya tawaf dan sai.


Di beberapa bagian di depan Ka'bah itulah Asti selalu berdoa diberi keberkahan, kesehatan dan ampunan segala dosa. Di sana juga dia mendoakan keluarganya yang sudah lama meninggalkan dia. Diantaranya adalah ayah, Si Mbah Putri, Mbah Kakung dan Bude Ayu. Tak lupa dia jadi ga mendoakan keluarga Lek No agar dilimpahi banyak rezeki agar kedua suami istri itu diberi kemudahan untuk berhaji.


" Akbar biar jadi anak Sholeh, pintar, sayang ibu dan keluarga, ya?"


Bayi mungil itu ikut membuka kedua tangannya. Mungkin karena sehari- hari dia melihat semua orang melakukan itu di sekelilingnya. Selalu berdoalah di tempat yang paling dekat dengan pintu rumah Allah.


Itulah sedikit contoh yang mudah ditiru Akbar. Bayi itu juga tidak terlalu rewel karena perutnya selalu kenyang dengan susu, biskuit dan kue- kue yang kadang dia berikan oleh Ninuk dan beberapa ibu jemaah dari kelompok mereka.

__ADS_1


__ADS_2