Asti Gadis Pembawa Kutukan

Asti Gadis Pembawa Kutukan
Bab 170. Sebuah Permohonan Maaf


__ADS_3

" Assalamualaikum!" salam Asti di depan pintu itu, sebelum masuk ke dalam rumah.


Keempat orang asing itu menjawab salam Asti hampir bersamaan. Tetapi Leon memapah istrinya untuk segera masuk ke kamar, berganti baju dan beristirahat. Setelah pria itu mengatakan maaf dan sebentar kepada para tamunya itu. Segera saja Bulek Ratih menggurus semua keperluan Asti di kamar tidur utama tersebut.


Ayahnya Akbar dan Qani itu kembali ke ruang tamu, untuk menemui mereka. Dia melihat Mbak Ning sudah menyediakan minum dan kue - kue yang pantas bagi mereka.


" Maaf, kami baru dari kontrol ke rumah sakit, sebab jahitan sesar Asti belum terlalu kering. Jadi saya sekarang menyuruhnya beristirahat!"


Para tamu itu mengiyakan tanda mengerti. Sebab Bulek Ratih pun sudah memberitahu kepada tamu yang datang itu, kalau Leon dan Asti sedang pergi ke rumah sakit. Mereka kekeh ingin bertemu Leon dan Asti. Bahkan mereka bersedia menunggu dengan sabar karena ada satu keperluan.


Leon dengan sopan menyalami satu persatu tamu itu. " Ada keperluan apa, Bapak dan Ibu datang ke sini?"


Tanya Leon setelah mengambil duduk dari kursi model sofa kayu rendah itu. Berhadapan dengan para tamunya itu.


" Saya Pak Nurhadi Yoso, Ayah Almira... Ini istri saya, Ibu Sri Rejeki.." ujar pria itu yang tampak berwibawa dan cerdas.


"' Oya, bapak berdua ada hubungan apa dengan Almira?" tanya Leon sopan pada dua tamu yang lainnya.


Kedua lelaki yang lebih muda usianya itu dengan Pak Nurhadi tersenyum agak canggung. " Kami masih kerabat jauh dari Mbak Almira... Pak Sembodo itu Om saya..."


" Pak Sembodo, Pak RT depan rumah sini?"

__ADS_1


" Iya.." jawabnya pelan.


Pak Nurhadi menatap wajah Leon dengan penuh rasa bersalah, " Nak, Leon tolong, maafkan anak saya... Karena Almira sudah merusak keharmonisan rumah tangga Nak Leon... Saya dan Ibunya mohon beribu-ribu maaf... Sekarang pun, Nak Pram juga sudah mengajukan gugatan cerainya... Cukup, Nak Leon! Keluarga saya sudah dipermalukan oleh video viral itu... Saya mohon, tolong hentikan hujatan itu!"


Air mata pria paruh baya itu mulai menetes pedih. " Bukan saya bermaksud membela anak saya... Saya tahu anak saya bersalah! Sekarang Almira sudah berhari-hari mengurung diri di kamarnya. Kemarin adiknya sudah ketakutan ketika Almira mau mencoba meminum cairan pembasmi serangga..."


Tampaknya Leon sangat tenang menghadap semua permasalahan itu. Dia terus menyimak ucapan ayah Almira yang mantan guru sekolah itu yang sangat teratur cara bicaranya. Bahkan Leon menyuruh Bulek Ratih dan Mbak Ning ikut bergabung di ruang tamu itu bersamanya.


Ruang tamu minimalis itu, terlihat masih nyaman dengan tujuan orang manusia yang duduk di kursi, dan mengelilingi meja rendah dari kayu itu. Ruangan itu tidak dipenuhi barang dan hiasan lainnya, sehingga tampak lega. Tetapi ada seperangkat kursi tamu simpel yang dapat menampung sepuluh orang dewasa duduk di sana. Karena letak bangku itu mengelilingi setiap sisi di dinding itu, kecuali di pintu depan dan bukaan menuju ruang tengah.


" Perkenalkan, Ini Ibu Ratih, wanita itu adalah tantenya Asti, bagi istri saya beliaulah ibunya. Karena istri saya lahir sudah menjadi yatim dan piatu...


Ibu Sri Rejeki mulai menangis tergugu. " Tetapi Almira mencintai Nak Leon!"


" Saya tidak pernah menanggapi perasaan Almira itu, Bu. Waktu itu status saya seorang duda. Jadi saya mencari wanita yang lebih matang dan dewasa untuk diajak hidup berumah tangga. Almira bukan wanita yang saya cintai!"


Bulek Ratih mencoba menjelaskan duduk perkaranya. " Begini, Bapak dan Ibu... Asti pun diperkenalkan pada Almira lewat perantara Mas Adam. Sehingga anak bapak menerima tawaran Asti untuk menata rumah ini setelah selesai dibangun hampir satu setengah tahun yang lalu. Justru baru pada beberapa bulan Ini, Mbak Almira menjalin pertemanan lagi dengan Asti. Nggak tahunya, Mbak Almira itu malah berniat menghancurkan rumah tangga Asti dan Leon!"


Bu Sri Rejeki kaget, " Nggak mungkin anak saya sejahat itu... Almira itu anak yang baik dan beriman!"


" Ya, sudah terima saja hujatan itu, Sebab itulah balasan bagi Almira yang berhati jahat, iri dan pendendam!" Balas Bu Ratih terbawa emosi.

__ADS_1


" Begini, Bu... Almira dan suaminya datang ke kantor saya dengan tujuan untuk mengambil satu rumah di proyek saya. Istri saya pun senang berteman kembali dengan Almira. Sayangnya, Almira berlaku jahat! Dia memberi informasi yang membuat Istri saya terus kepikiran seolah -olah saya dan Almira berselingkuh! Sampai kehamilannya bermasalah..."


"Hampir setiap menelpon, Almira selalu mengeluhkan rumah tangganya. Rasa tidak nyaman dia karena menikah karena perjodohan itu. Saya pikir itu curhatan antara perempuan muda yang sudah menikah. Bukan menghancurkan mental istri saya! Sampai kehamilannya Asti bermasalah karena diracuni oleh perkataan jahat Almira. Puncaknya saat Asti dirawat dan Almira datang ke sana, lalu mengeluarkan semua kebenciannya pada Asti!"


Semua orang menahan nafas mendengar ucapan Leon itu. Pantas saja video dari rekaman CCTV di ruangan tempat Asti dirawat itu menjadi berita yang viral.


" Keluarga kami sangat malu, Nak.. Videonya itu pun sudah dilihat keluarga Pram. Mereka ribut besar. Jadi Nak Pram berangkat tugas sendirian ke Palembang. Almira dikembalikan ke rumah kami!"


" Terima saja konsekuensinya! Saya sebenarnya akan melaporkan perbuatan Almira ke polisi. Video itu pun dapat dijadikan bukti, kalau segala perbuatan Almira membahayakan keselamatan anak dan istri saya, Pak! Tolong jauhkan Almira dari keluarga kami. Sebab penjara adalah tempat yang pantas buat perempuan berhati keji seperti Almira!"


" Nak Leon maafkan Almira! Tolong hapus video itu. Sebab Almira selalu bilang dia dijebak oleh Nak Leon dan Joko!"


" Terserah kalau Bapak masih membela kesalahan Almira itu. Itulah hukuman sosial yang pantas diterimanya. Asti pun terlalu baik pada dia. Sehingga dapat dimanfaatkan oleh Almira yang selalu berusaha memenuhi segala keinginannya, walaupun dengan. cara yang salah!"


Ucapan Leon membuat pasangan suami-istri itu menatapnya ngeri. Mereka pikir Leon hanyalah pria biasa yang bekerja di kantor pada umumnya. Ternyata Pak Sembodo sudah banyak memberi informasi pada keponakannya, juga kedua orang tua Almira untuk segera minta maaf. Mereka akhirnya menyerah pasrah... Sebab percuma kalau orang tua yang meminta maaf. Sedangkan si Almira yang menjadi biang masalah tak mau mengakuinya. Justru menyalahkan orang lain.


Menjelang sore hari , para tamu itu pamit. Mana Leon punya kuasa untuk menghentikan peredaran video itu tentang Almira itu. Terkadang Leon pun takut dengan ratusan komentar yang mampu menghancurkan mental Almira yang dulu setebal baja. Kata Bulek Ratih itulah bayaran yang pantas untuk Almira yang mampu memanipulasi semua ucapan, perbuatan dan tindakannya untuk mempengaruhi Asti dalam pernikahannya dengan Leon.


Bahkan rasa percaya Asti belum sepenuhnya kembali. Terkadang Asti hanya mengamati Leon yang sibuk menenangkan Qani yang rewel. Sebab bayi mungilnya itu hanya mau dipegang oleh Bu Jum dan Leon saja.


.

__ADS_1


__ADS_2