Asti Gadis Pembawa Kutukan

Asti Gadis Pembawa Kutukan
Bab 97. Oleh- oleh dari Izzah


__ADS_3

Akbar sangat antusias melihat oleh - oleh yang diturunkan dari bagasi mobil Joko. Bayi itu ikut nongkrong di dapur ketika Joko membantu Mbak Ning untuk menyiangi ikan lele dan ikan mas itu.


" Ikan?" tanya Akbar lagi.


" Ya, nanti digoreng untuk Akbar makan, ya." jawab Bu Jum.


Ikan itu sudah dicuci bersih. Sebagian akan akan disimpan di kulkas. Dua atau tiga ekor akan dibumbui dulu sebelum digoreng atau dimasak dengan berbagai bumbu untuk masakan berkuah.


Keadaan di pasar kecamatan cukup aman dalam waktu seminggu ini . Bahkan berita tentang Dania juga tak terdengar. Padahal kedua orang tuanya setiap pagi rajin datang ke sawah milik Asti di desa Sendang Mulyo. Minggu depan mereka akan siap untuk mengadakan panen raya di seluruh wilayah itu.


Ninuk belum sempat kembali ke rumah orangtuanya setelah menyelesaikan tugas-tugasnya. Dia masih di rumah Asti sampai Minggu siang besok.


"Mas, aku melihat Jago ada di warung Soto kendil! Dia gandeng cewek lain sepertinya." Lapor Firman.


Joko cukup terkejut dengan berita itu. Tetapi anak buah Mas Barep sering mengabari dari hasil pengamatan mereka beberapa malam ini. Dua atau tiga motor anak buah dari mereka sering menjelajahi dari markas mereka di kota sampai ke pasar kecamatan.


" Jago ini kata Mas Barep dari daerah Timur, Fir! Jadi mereka tidak saling kenal."


" Kenapa sih, Mas Joko! Suka main rahasia sama kita! " Tuduh Firman. Karena dia tahu, beberapa kali anak motor yang mampir ke warung tenda ini merupakan ketua geng dengan kelompok terbesar di wilayah Utara dan Selatan.


" Benar! ngapain bohong. Aku sudah serahkan masalah ini sama Bambang . Mereka yang pegang wilayah di sini."


Firman memang pernah mendengar jawaban tentang hal itu. Hanya penampilan Joko saja seperti anak rumahan biasa. Tetapi teman - temannya berasal dari berbagai kalangan. Termasuk anak- anak muda yang punya group dengan kendaraan roda dua yang terlihat sangar dan menakutkan.


" Biasanya mereka punya wilayah dengan kelompok masing- masing.Tetapi ada satu kelompok yang sering bertindak kriminal untuk makan dan bersenang-senang. Padahal banyak dari anggota kelompok anak muda yang lain bekerja baik- baik untuk mencari nafkah."


" Wah, kalau ada pertentangan dengan Jago. Bisa hancur daerah kita, Mas!" Tambah Danu semakin cemas.


" Kita tunggu kabar selanjutnya dari Mas Bambang!" Ujar Joko tenang, sambil menepuk punggung Mas Danu agak kuat. " Slow aja, Bro! Jangan tegang begitu mukanya..."

__ADS_1


" Beginilah... Semakin banyak pabrik yang dibangun, pas buka lowongan justru para pekerjanya berasal dari daerah lain. Anak- anak kita di sini melamar paling tinggi dengan Ijazah SMP. Sudah itu nggak mau kerja keras, gaji besar! siapa yang mau cari pegawai seperti itu?"


Omelan Mas Danu itu hanya ditanggapi kedua pegawai lain dengan senyum pasrah. Mereka juga merasakan tidak enaknya bekerja di pabrik! Tenaga terkuras habis untuk mengejar uang lemburan. Tetapi Sistem yang digunakan saat itu lebih banyak merugikan para pegawai dengan sistem kontrak.


 


Mereka menikmati makan malam kali ini dengan lauk yang berbeda-beda. Dua jenis ikan yang dimasak dengan bumbu berbeda tetap terasa enak dan lezat.


" Ikan dari siapa, Dek?" tanya Ninuk . Akbar sedang disuapi Bu Jum dengan lele goreng dan kuah sayur lodeh.


" Ate Zah!" Ucap Akbar dengan mulut yang penuh.


" Ikannya beda ya, Mbak Asti. Lebih segar, lembut dan harum..." Ujar Mbak Ning.


Asti masih agak hati- hati dengan jenis makanan yang akan dia makan. Walaupun sudah tidak memakan makanan yang lunak lagi, tetapi di dokter tetap melarang Asti makan makanan yang pedas, asam dan beberapa minuman bersoda.


Tadi saat diusulkan tentang penambahan menu ikan untuk jualan di warung tenda, Joko menolak. Memang sih, mengolah masakan berjenis ikan lebih repot dibandingkan menghidangkan menu dengan nasi goreng, mie goreng atau mie rebus.


Keadaan di sekitar ruko dan warung tenda di Minggu malam ini cukup tenang. Walaupun di pertengahan bulan. Bulek Ratih dan Lek No masih repot menggurus hasil panen sawah mereka di desa. Sebab mereka mengerahkan banyak orang untuk memetik padi itu dari berhektar-hektar sawah di sana..Belum lagi untuk penjemuran padi dan penyimpanannya.


Ninuk sudah mengurus izin untuk berangkat umroh karena mendapat surat pengantar dari kantor Biro Pak Haji Anwar. Di Minggu keempat mereka sekeluarga akan berangkat.


Sepertinya Ninuk hanya bercerita soal keberangkatan itu hanya pada Izzah saja. Sebagai mahasiswa baru, Ninuk masih bersikap berhati - hati dalam bergaul dan berperilaku. Diab tidak mau terlalu mengumbar jati dirinya.


Namun menjelang tengah malam, di alun- alun itu timbul suatu pertengkaran. Ternyata Dania melabrak gadis yang sering berduaan dengan Jago. Ada seorang warga yang merekam kejadian itu. Ribut - ribut itu berakhir ketika kedua gadis itu sudah babak belur berkelahi di pinggir lapangan samping alun- alun.


"Mas Joko, lihat! Ini bukannya Dania?"


Lapor Firman, pemuda itu juga mendapat kiriman video perkelahian Dania dengan pacar barunya Jago.

__ADS_1


Mas Danu hanya mendengus geli melihat ada dua gadis muda remaja berkelahi hanya untuk memperebutkan Jago. Padahal dia hanyalah pemuda pengganguran dan terlibat dalam beberapa kegiatan kriminal.


" Kapokmu Kapan, Lur!" komentar Mas Tamam konyol setelah melihat rekaman video itu.


Ternyata perkelahian kedua gadis itu untuk mengalihkan perhatian orang-orang di sana. Sebab kelompok Jago terlihat bergerak menuju pasar kecamatan menjelang dini hari. Dari rekaman cctv pemilik Toko elektronik di seberang jalan pasar terlihat anak buah Jago mondar- mandir ke pagar pasar yang ditutup rapat.


Mereka melompat ke bagian belakang pasar dengan tembok yang lebih renda. Para komplotan itu bergerak ke dua toko terdepan. Mereka bergerak menyebar terbagi dalam beberapa kelompok


Ternyata si Jago yang berusaha mengotak-atik gembok di toko Asti dan toko emas di sebelahnya. Kemarin Joko sudah memindahkan letak cctv di toko Asti itu, dengan memasangnya di atas lampu toko, sehingga letaknya tersamarkan.


Kawanan rampok itu bekerja menggunakan linggis untuk membongkar gembok double di toko emas milik Koh Edy. Mereka tidak tahu, kalau Joko sudah menyambungkan cctv itu ke hapenya atas seizin pemilik toko emas itu.


Wajah - wajah anak muda itu terekam jelas di sana. Guratan wajah Jago terlihat sangat di cctv. Karena kunci yang ada di tangannya tidak pas, masuk digembok itu. Pasti itu kunci toko Asti yang sudah dibuat duplikatnya.


Pergerakan mereka menjadi tidak terkoordinir karena akan adanya penjaga malam yang berpatroli keliling pasar setiap dua jam sekali.


Suara kunci yang dicongkel kuat terdengar saat, linggis itu diayunkan sekuat tenaga oleh satu orang dari anak buah Jago. Anak buah yang lain bergerak membuka gembok toko yang lain dengan cara yang sama. Sepertinya mereka cukup kesulitan membuka toko emas dan toko pakaian milik Asti.


Dari layar cctv di toko itu tertangkap dua bayangan orang yang berhasil membuka toko grosir barang kebutuhan sehari- hari. Biasanya toko yang berjualan bermacam macam sembako itu pelanggannya adalah para pedagang yang membuka warung kecil di rumah atau di pinggir jalan.


Rolling door itu didorong dibantu oleh tiga orang lainnya. Salah satu dari orang itu menyelinap masuk. Tak lama ada beberapa bungkusan dan kardus yang berhasil mereka keluarkan dari dalam toko.


Cepat sekali mereka bekerja. Dalam hitungan menit, Kawanan itu segera pergi dengan para penumpangnya membawa berbagai barang - barang jarahan.


Joko menghubungi salah satu orang di sana yang sangat dikenalnya, yang rumahnya tidak jauh dari pasar. Pria itu juga mendapat kiriman rekaman cctv dari Joko.


Besok paginya, suasana pasar kecamatan menjadi sangat heboh dan ramai. Toko sembako milik Bu Haji Astuti Mursi dipenuhi oleh petugas dari kepolisian setempat. Dua mobil patroli yang terparkir di depan pasar banyak menarik perhatian orang-orang yang lalu lalang di jalan pasar yang cukup ramai itu.


Ternyata ada seseorang warga yang menelpon kantor kepolisian ketika dia melihat rombongan anak- anak motor dengan aktivitas yang mencurigakan di sebuah toko terbesar di pasar itu.

__ADS_1


Benar saja, toko itu telah dibobol. Selain mengangkut kotak uang hasil penjualan toko. Para perampok itu menjarah barang jualan yang cukup mahal harganya seperti rokok dalam boks besar, juga obat- obatan.


__ADS_2