Asti Gadis Pembawa Kutukan

Asti Gadis Pembawa Kutukan
Bab 173. Bicara dari Hati ke Hati


__ADS_3

Kehidupan berumah tangga yang dijalani Asti dan Leon mulai terasa renggang. Asti semakin berjarak dan menjauh. Apalagi ketika team dari Berkah Mart datang dan mulai melakukan persiapan untuk membuat rak- rak di dalam ruko yang kosong itu. Sebagai persiapan untuk memulai pengisian dan meletakkan berbagai barang jualan yang akan menjadi mini market milik Asti tersebut.


Ada Ibu Musrifah yang menjadi manager pusat dari pengelola Berkah Mart yang menjembatani urusan kedua belah pihak... Pokoknya Asti hanya akan menjual barang - barang kebutuhan sehari-hari. Mulai dari sembako, kebutuhan untuk kamar mandi, cuci mencuci dan Snack juga berbagai minuman. Pihak pengelola juga menawarkan produk untuk kecantikan wanita yang bersertifikat halal dari perawatan tubuh, rambut sampai makeup.


Asti. tidak akan menjual gas, air mineral galon ataupun kuota internet... Karena ada beberapa tetangga yang sudah membuka usaha tersebut dengan modal yang lebih kecil seperti warung atau toko. Jadi Asti tidak ingin menghancurkan usaha para pedagang kecil itu yang merupakan tetangga dekatnya juga. Sebab di rumah mereka memang berada di depan jalan raya Simpangan. Jadi para tetangga berjualan apa pun dengan modal yang kecil untuk penyambung hidup.


Sedangkan di lantai dua, Asti akan khusus menjual berbagai barang untuk kado, hadiah dan suvenir untuk acara khusus. Di sana akan disediakan berbagai hadiah untuk ulang tahun dari anak kecil sampai orang dewasa. Juga berbagai barang untuk merayakan hari kelahiran bayi, buket bunga artifisial sampai menyiapkan jasa pembungkusnya kado yang unik dan bagus.


Di lantai bawah disiapkan dua meja kasir untuk melayani pembeli...Para pengunjung dilarang membawa tas berukuran besar. Jadi mereka menyiapkan tempat penitipan barang. Untuk semua barang di lantai atas sudah diberi stempel kode, jadi akan terdeksi bila tidak digesek pada meja kasir sebelum dibayar. Di lantai 3, ada satu petugas yang mengawasi monitor CCTV dari dua lantai tersebut. Sekaligus gudang, dan tempat para karyawan beristirahat. Karena sudah disediakan kamar tidur, kamar mandi dan dapur. Malah ada roof top, untuk sekedar menjemur pakaian atau berolahraga ringan.


Ternyata sudah ada dua orang yang melamar pekerjaan sebagai calon pramuniaga. Apalagi mereka pernah mempunyai pengalaman bekerja di minimarket serupa di kota lain.


Soal penjualan barang - barang di lantai dua adalah ide Ninuk... Karena ada seorang teman di kampusnya yang mempunyai usaha membuat berbagai sovenir. Maka terpikirkan untuk membuat toko yang menyediakan berbagai barang untuk pemberian hadiah atau kado, dengan memasarkan sebagian dari hasil pembuatan sovenir itu.


Beberapa pegawai mini market telah diseleksi secara ketat oleh pihak pengelola pusat. Mereka diberi waktu 3 bulan masa percobaan kerja. Asti memasukan dua gadis anak tetangganya dekat rumahnya. Sedangkan dua pekerja lelaki dari desa Sendang Mulyo... Jadi mereka diberi tempat tinggal di lantai atas.


Kegiatan pengisian barang - barang untuk isi mini market itu cukup menarik perhatian Akbar dan para pekerja warung tenda. Mereka para pekerja dari pusat itu segera menata barang dan display sesuai dengan draf yang disediakan.


Beberapa tetangga sudah minta izin pada Asti untuk berjualan di depan mini market itu. Ada yang ingin berjualan aneka minuman es kekinian dan jus buah, ada yang ingin berjualan kue basah dan satu lagi ingin berjualan ayam goreng ala fried chicken.


" Ibu itu truk tronton?" tanya Akbar antusias, sambil digendong Mas Danu. Sementara Bu Jum mendorong stroller dengan Qani yang terbaring nyaman di sana.


" Iya, Mas Akbar itu namanya truk tronton!" ujar Asti.

__ADS_1


Dalam sekejap barang - barang dalam dus- dus besar dinaikkan ke gudang di lantai 3 menggunakan alat hidrolik. Sebab lantai 3 sudah dibuat jendela besar untuk memasukkan barang-barang dari luar atau halaman ruko. Jadi tidak perlu digotong dengan tenaga manusia. Kecuali nanti untuk pengiriman barang - barang belanjaan akan mengunakan mobil boks yang lebih kecil ukurannya.


Para pekerja warung tenda ikut berjaga di depan ruko ketika kardus-kardus barang itu ditumpuk... Di sana ada 6 pekerja pusat yang segera mengisi display barang dalam toko. Pihak manajemen Berkah Mart memperbolehkan Joko memvideokan kegiatan itu karena digunakan sebagai dokumen bukan untuk dipublikasikan.


Ibu Musrifah dan wakilnya pun mengawasi para pekerja itu dengan cermat. Dalan waktu dua jam, truk tronton itu sudah mengeluarkan semua barang - barang tersebut.


" Mbak Asti makan siang sudah siap!" lapor Mbak Ning.


Asti mengajak para pekerja yang sedang mengisi barang itu beristirahat dan makan siang di rumahnya. Mereka cukup senang menerima tawaran itu. Sebab di daerah itu terlihat agak sulit mencari warung nasi yang memadai.


Mereka makan bersama anak buah Joko di halaman samping. Sedangkan Joko , Bu Musrifah dan wakilnya makan bersama Joko di meja makan.


Malah mereka terlihat akrab dengan Mas Danu dan Firman... Apalagi setelah tahu, mereka juga membuka usaha nasi goreng dan mie goreng dari sore sampai malam hari, di warung tenda sebelah ruko yang paling kanan.


Akbar sangat senang naik turun tangga di lantai dua itu. Dengan cepat anak laki -laki itu akrab dengan para pekerja yang akan menjaga mini market ini nanti.


" Yang!" tiba-tiba Asti dikejutkan dengan sebuah panggilan dari seorang pria, yang kedatangannya sudah mengejutkan orang - orang yang sedang sibuk bekerja di sana.


" Ayah!" panggil Akbar keras... Dia hampir berlari dari tangga demi menghampiri sang ayah. Dengan cepat Leon mengangkat Akbar masuk dalam gendongannya.


Mbak Wiwik dan beberapa orang di dalam ruko itu terpana dengan kehadiran pria yang cukup tampan itu. Tentu saja kehadiran dapat mengalihkan perhatian makhluk bernama para wanita.


" Iya, Mas?" Asti mendekat.

__ADS_1


" Kita ke kantorku, ya? Di sana ada orang tua Almira dan keluarga mantan suaminya..."


Asti sebenarnya malas mengurusi hal yang satu ini. Hidupnya sudah tenang tampa curhatan Almira yang ternyata bohong... Malas dia melihat wajah cantik Almira yang penuh dusta itu.


" Mbak Wiwik, saya tinggal dulu! Nanti langsung makan siang di rumah, ya! Mbak Ning sudah masak banyak. Saya pamit !"


Mereka melihat Asti yang kurang nyaman digandeng Leon keluar dari bangunan ruko. Mereka menuju sebuah Pajero milik Leon yang diparkir tidak jauh dari halaman ruko.


Begitulah Leon, satu sisi yang mulai dikenal Asti... Tak peduli hati istri dan anaknya hancur demi mempertahankan image baiknya.


Asti diam saja ketika mobil yang dikemudikan Leon meluncur menuju jalan ke proyek pembangunan perumahan tersebut. Akbar senang- senang saja dibawa ke kantor ayahnya kali ini. Dia sering ikut ke sana sesekali ketika Leon mengajaknya setelah selesai makan siang di rumah, juga dijaga Mbak Putri.


" Almira datang mau minta maaf..!" akhirnya tercetus juga kata-kata dari Leon itu.


" Kenapa nggak langsung datang ke rumah saja, sih. Mas! Urusanku dengan pihak pengelola mini market, belum selesai!"


" Iya, aku tahu, kamu juga banyak urusannya, " kata Leon dingin. " Apa kita akan terus seperti ini, Asti? Hanya diam- diaman terus begini..."


" Kamu nanyae, Mas? " ejek Asti dengan jargon yang sering muncul di sebuah aplikasi medsos, dan sering digunakan anak muda saat ini.


" Kamu memutuskan semua persolan Almira sendiri, seolah-olah dia tak bersalah saja! Padahal akulah korban dari perbuatan kalian berdua..." keluh Asti sedih.


" Kamu waktu itu belum pulih dari operasi sesar , Asti! ... Akan percuma menghadapi orang tua Almira, yang merasa kalau kita menjebaknya... Padahal perbuatan anaknya itu sudah mengancam pernikahan kita , juga membahayakan bayi yang sedang kamu kandung. Almira harus menerima balasannya!"

__ADS_1


__ADS_2