
Dalam dua hari ini semua para pekerja di rumah Asti selalu heboh membicarakan rencana jalan-jalan mereka itu. Semua cukup gembira dan mulai mempersiapkan segala sesuatunya, agar kepergian itu benar-benar terlaksana dengan baik. Apalagi mobil berjenis Elf yang disewa Pak Sarno Winangun dari temannya itu mempunyai kapasitas lebih dari 12 bangku.
Di sinilah peran guide tour utama yaitu, Ninuk Pratiwi Winangun. Gadis itu dengan cermat mengatur segalanya. Dari mulai menempatkan orang-orang yang akan duduk di mobil sewaan itu. Mengatur kamar yang sudah dibooking di sebuah resort di dekat pinggiran kota Madiun.
Catatannya juga sudah dilengkapi dengan beberapa nomor telepon penting. Dari beberapa penginapan atau hotel yang akan mereka singgahi nanti. Biasanya tempat itu tidak terlalu jauh dari destinasi tempat-tempat wisata yang akan mereka kunjungi. Apabila mereka harus tinggal di daerah itu atau terpaksa menginap karena kemalaman di jalan.
Kebanyakan dari mereka ingin ke kota Malang, Surabaya dan Banyuwangi. Syukur - syukur bisa menyeberang ke Bali atau melintasi Jembatan Suramadu yang ikonik itu. Tetapi karena membawa bayi, yaitu Qani. Ninuk mencari obyek wisata yang aman dan dapat dinikmati oleh semua peserta rombongan. Walaupun Bulek Ratih tidak menolak bila mereka akan berwisata ke Gunung Bromo untuk melihat sunrise katanya.
Pokoknya, bukan wisata ekstrim seperti arum jeram, ke objek wisata air terjun atau pantai yang susah ditempuh dengan kendaraan umum atau roda empat karena, objek wisata itu baru dipromosikan untuk umum. Atau ke beberapa wisata pantai di Jawa Timur ini yang ada di daerah Selatan. Biasanya pantai- pantai di daerah itu mempunyai ombak yang sangat besar, karena merupakan itu merupakan ombak samudera Indonesia atau samudera Hindia.
Konon mitosnya, daerah Pantai Selatan Pulau Jawa ini, dari ujung barat di Pelabuhan Ratu, Sukabumi sampai ujung Timur Banyuwangi itulah wilayah kekuasaan seorang ratu penguasaan Pantai Selatan, yaitu Nyai Roro Kidul. Dengan pantangan para pengunjung di pantai itu tidak boleh berbaju hijau bila tidak mau mendapatkan musibah atau celaka.
Sebenarnya ada banyak objek wisata alam maupun buatan manusia yang cukup menarik di daerah Jawa Timur ini. Namun ada beberapa tempat yang masih kurang diperhatikan oleh pihak terkait, yaitu masalah akses jalan sulit dilalui Juga kurangnya fasilitas umum yang memadai. Sehingga jarang dikunjungi wisatawan.
Mbak Nurul dan suaminya sudah datang dari desa sebelah. Mereka tampak sopan dan jujur. Tetapi Asti tetap mengunci pintu kamarnya, sebagai berjaga biar tetap aman. Selain ada banyak persediaan bahan makanan di kulkas untuk mereka makan, Asti juga memberi mereka uang pegangan untuk seminggu ke depan. Istilahnya uang jajan. Nanti Mbak Nurul dan suaminya hanya dimintai tolong untuk sekedar menyapu dan mengepel lantai rumah agar selalu bersih.
" Tenang, Mbak Asti. Kancil jaminannya!" seru pegawai warung tenda itu.
Pria muda itu selama ini dapat dipercaya untuk menghandle berbagai urusan rumah dan warung. Sejak Joko lebih fokus membantu Leon di kantornya, di lokasi pembangunan perumahan Sekarwangi.
Memang rumah Asti agak berbeda dengan rumah tetangganya di kampung itu. Sebagai generasi muda, Leon dan Asti hanya menyimpan uang mereka di rekening bank. Bukan di dalam lemari pakaian atau di bawah bantal. Kecuali uang belanja harian yang ada di safety boks.
Apalagi Asti hanya mempunyai sedikit koleksi perhiasan emas, itupun sebagian adalah pemberian mantan suami dan suaminya yang sekarang. Dia jarang menggunakan perhiasan emas karena Asti memakai hijab tertutup. Satu-satunya perhiasan adalah cincin pernikahannya yang diberikan suaminya itu dalam acara ijab- kabul.
Kalau di desa Sendang Mulyo, kekayaan seseorang dilihat dari banyaknya sapi yang dipelihara oleh keluarga itu sebagai investasi. Asti justru mengembangkan berbagai usaha, dari uangnya itu untuk menjadi usaha toko pakaian dan mini market.
Di rumah ini hanya tinggal dua kendaraan yang ada di garasi. Asti memperbolehkan Mas Danu menggunakan salah satu dari mobil itu untuk dipakai. Asalkan mereka berhati-hati dan dapat bertanggung jawab. Mau pakai Honda Jazz atau Inova, terserah... Biasanya Mas Danu menggunakan mobil untuk berbelanja kebutuhan warung atau mengantar ayahnya ke rumah sakit di kota untuk check up kesehatan.
" Mas, mengapa Pakde Muin dan Bude Mayang nggak sekalian bareng kita? Kata Lek No jumlah kursinya lebih dari 12, jadi bisa sama- sama berangkatnya, " kata Asti.
__ADS_1
" Pakde Muin masih ada kepentingan dengan salah satu anak Mbah Sanjaya. Katanya, anak beliau sangat mengenal pemilik tanah di sebelah warung tenda!" ujar Leon sambil mengayun-ayun Qani yang juga belum mau tidur.
" Apa mau dibeli tanah sebelah sama Pakde, Mas?"
"Mungkin, pemiliknya itu agak tahan harga sedikit. Karena beliau tahu, semakin tahun, harga tanah di daerah ini akan naik. Sebab daerah ramai dan terus berkembang pembangunannya!"
Bayi perempuan itu mulai kepo kalau melihat orangtuanya ngobrol di malam hari. Padahal matanya sudah lima watt. Sedangkan kakaknya sudah tidur setelah azan Isya tadi. Karena Akbar itu sudah bisa menggenjot pedal sepeda mininya. Jadi anak itu hampir seharian bermain di lapangan dekat rumah pak RT. Jadi dia agak kelelahan.
Di sana selain di jaga Putri, juga ada para ibu yang asyik ngobrol di bangku panjang di bawah pohon mangga. Mereka juga mengawasi anak- anaknya bermain. Sebab tidak sampai 400 meter dari lapangan itu, ada jalan simpangan sangat ramai dengan arus lalu lintasnya yang padat hampir setiap harinya.
Sejak Mbak Asti sakit, Bu Jum dan Mbak Ning jarang keluar rumah lagi. Selain menjaga ibunya Akbar itu. Mereka juga mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga, dari masak di dapur, membersihkan lantai juga mencuci dan menyetrika. Jadi para ibu tetangga juga jadi jarang mampir main ke sana.
Rencananya Pakde Muin ingin membuat usaha laundry rumahan. Karena daerah di depan ruko Asti itu sangat ramai. Ada berbagai tempat usaha di sana, dari warung - warung ala rumahan, lapak buah atau makanan , sampai beberapa bangunan rumah yang dikontrak untuk ditempati beberapa pekerja swasta dan pendatang baru.
Daerah yang ada di sekitar simpang tiga itu menjadi semakin ramai saja, dengan geliat ekonominya yang berkembang sangat pesat dibandingkan di wilayah lainnya.
" Air mineral perlu berapa dus, Mbak?" tanya Putri yang ikut membantu mencatat pada bagian konsumsi.
" 4 aja, Putri ... Nanti tolong diingatkan, kalau tinggal satu dus. Kita beli di mini market terdekat yang ada di pinggir jalan saja, ya!"
" Ini, segala lauk- pauk kering sudah siap, Mbak Ninuk !" Lapor Mbak Ning.
" Simpan di kantong merah, Bu! Nanti diberi tanda agar jangan disimpan di bagasi belakang. Itu khusus pakaian dan perlengkapan saja. Snack dan keperluan Qani dan Akbar taruh di Jok bangku belakang."
" Bu Jum, bawa magicom yang kecil sama beras 5 kg saja. Sabun cuci piring dan detergen juga!"
" Siap, Mbak!"
" Kita jadi ke Bromo kan, Mbak?" tanya Putri kurang yakin.
__ADS_1
" Jadi, tetapi Mbak Asti dan anak-anaknya sepertinya akan tinggal di penginapan terdekat! Nanti orang dewasa saja yang pergi. Kalau Bapak dan Ibu ikut, kita akan sewa dua jeep!"
" Oya, bawa jaket tebal, baju lengan panjang juga pakai sepatu kets, ya! Udara di sana dingin banget!" jelasnya lagi.
Asti dan Leon masih mendengar diskusi dan rapat dadakan di antara Ninuk dan ketiga ART di rumah ini. Tumben acara sinetron kesayangan mereka teralihkan oleh rencana kepergian mereka itu. Leon melarang Asti ikut kehebohan mereka. Sebab Bu Jum dapat diandalkan! Wanita itu sudah sangat bertanggung jawab dengan menyiapkan segala keperluan untuk dua anak mereka. Sebab semua pakaian Qani, pampers, peralatan mandi, susu dan obat - obatan sudah dikemas di tas yang cukup besar kapasitasnya.
" Pokoknya kamu harus lebih santai dan lebih fresh setelah acara jalan-jalan ini, ya?" ujar Leon memeluk istrinya penuh rasa sayang.
" Tetapi Mas Leon harus keluar uang lebih banyak untuk memboyong semua orang di rumah ini untuk sekedar jalan - jalan, Mas!" bisik Asti tak pasti.
" Nggak apa -apa. Kamu tenang saja. Orang - orang di rumah ini pun ikut senang, kok!" Ujar Leon tersenyum mesra. " Kapan-kapan kita rencanakan lagi piknik keluarga yang lebih besar lagi. Tunggu Papa sehat dan pulih, ya... Kata orang, jalan-jalan atau piknik itu lebih manjur untuk menghilangkan suntuk pikiran. Daripada ke psikiater yang bayaran juga mahal ... Karena stress dan menyebabkan seseorang menjadi depresi!"
***
Persiapan dimulai pagi harinya. Lek No dan Bulek Ratih datang dengan naik mobil Elf itu, sambil membawa satu koper besar berisi pakaian ganti mereka.
" Ibu bawa apa, itu ?" tanya Ninuk bingung. Sambil menunjuk pada kantong plastik transparan.
"'Lotis. Kemarin Asni ke pasar beli jambu, timun, sama mangga muda!"
Ninuk memukul dahinya pelan, " Ibu! ada-ada aja!"
Semua tertawa geli. Yah, siapa tahu mereka bosan di perjalanan. Rujak bisa menghilangkan rasa bosan itu. Apalagi sambel lotis bikinan Mbak Asni itu sedap dan mantap, dengan campuran cabe, terasi, gula merah dan sedikit air asam. Sambel rujak itu semakin sedap bila dicampur kacang tanah yang disangrai tetapi diulek tidak terlalu halus.
Asti sudah pesan satu kantong snack untuk dua supir di depan. Juga satu kantong untuk para penumpang. Tidak lupa membawa makanan kecil untuk kedua bocil kesayangannya itu.
Setelah selesai melaksanakan sholat Jumat di masjid bagi para pria, rombongan itu mulai masuk ke dalam mobil Elf. Para ART bertiga duduk jok belakang. Di belakang supir duduk lek No, Leon dan Akbar. Di tengah ada Asti, dan Bulek Ratih. Sementara Ninuk dengan baby Qani, tetap dengan car seat di belakang mereka. Nanti Akbar dan Qani bisa berpindah ke bangku manapun biar anak itu tidak bosan selama dalam perjalanan.
Lek No memimpin doa, sebelum mereka berangkat. Qani sudah anteng duduk bersama Ninuk. Perjalanan di mulai menuju ke arah Timur. Akbar masih dapat menikmati pemandangan dari samping jendela tempat dia duduk. Perjalanan itu memerlukan waktu tempuh dalam hitungan 3 atau 4 jam dari tempat ini menuju Kota Madiun. Kalau tidak terhalang macet. Lalu lintas di daerah ini yang termasuk padat dengan berbagai kendaraan besar. Sebab jalan raya itu sebagai jalur alternatif penghubung dua provinsi besar di Pulau Jawa ini.
__ADS_1