Asti Gadis Pembawa Kutukan

Asti Gadis Pembawa Kutukan
Bab 260. Cerita Tentang Masa Lalu


__ADS_3

" Ini Istri Kak Yusuf, Mbak Sarah. ini anaknya yang terkecil, Hafiz. Kedua anak laki-lakinya yang sudah besar juga belajar dan tinggal di sebuah pesantren juga!" jelas Ardi.


Segera mereka bersalaman dan saling berkenalan. Usia Mbak Sarah juga terlihat masih muda. Sebab dia menikah dengan Yusuf atas permintaan ayahnya, Pak Kromo Jati. Sebab perempuan yang berwajah manis itu pun baru lulus dari SMK. Wanita itu juga berjilbab apa adanya, walaupun ayahnya seorang Ustaz. Kerudung pashmina hitam hanya di tutupi di kepalanya dengan simpul di lehernya. Dia memakai setelan seperti daster biru katun motif abstrak dengan atasan berlengan anak.Juga bawahan seperti celana panjang piyama.


Merek segera bersiap - siap meninggalkan ruko itu. Ardi banyak berpesan kepada para pegawainya yang menjaga toko di sana. Terutama untu barang- barang yang sudah diturunkan dari mobil Kak Yusuf. Ada puluhan bal konveksi yang siap disablon dan dikirim ke pedagang yang memesan barang tersebut.


Di halaman ruko, Ardi akan ikut dengan mobil Leon. Pak Yusuf ternyata membawa supir sendiri. Karena perjalanan darat dari Surabaya ke Malang, termasuk perjalanan yang cukup jauh. Jadi dia memerlukan seorang supir untuk bergantian membawa mobilnya itu. Setelah beberapa hari sebelumnya, dia kurang tidur karena harus menjaga mertuanya yang dirawat di rumah sakit.


Lelaki paruh baya yang tadi sedang duduk santai sambil istirahat di depan ruko, cepat berdiri. Dia segeralah menghadap Pak Yusuf yang mengendong si bungsu. Bocah laki-laki itu masih terlihat agak mengantuk.


" Pak Jan! Kita langsung ke Batu, ya!" panggil Yusuf. Pria tua itu segera berlari menghampiri mobil inova berwarna navy blue itu.


" Siap, Pak!" Ternyata Pak Jan ini sudah lama ikut bekerja dengan Pak Yusuf dalam mengembangkan usaha konveksi tersebut. Mereka dulu yang harus mengantar sendiri barang - barang pesanan kepada para pelanggan ke berbagai kota di Jawa Timur. Kalau sekarang tinggal memanggilnya kurir dengan menggunakan jasa pengiriman barang untuk diantar ke alamat pembelinya. Jadi tidak terlalu repot lagi.


Para pedagang yang memesan kaos T-shirt dan hasil sablonan lain, biasanya menjual barang - barang itu secara eceran. Mereka membuka lapak dan toko - toko di beberapa tempat strategis. Seperti dekat lokasi wisata di wilayah Batu dan kota- kota lainnya.


Industri pariwisata mulai digiatkan di beberapa daerah untuk kemajuan ekonomi masyarakat setempat. Sehingga semakin banyak saja berdiri tempat -tempat wisata baru di beberapa daerah. Baik wisata alam maupun wisata edukasi untuk memberi pendidikan, pengetahuan juga sebagai sarana hiburan.


Sekarang Leon tinggal mengikuti mobil di depannya sebagai penunjuk jalan. Ardi duduk di samping Leon. Di belakang Asti duduk sambil termenung. Wanita itu merasa sedang di antara alam mimpi saja! Dia hampir tak percaya, sebab kedua orang saudara ibunya sudah berada bersamanya... Mampukah dia mendengar tentang kebenaran dari cerita tentang keberadaan ibunya itu?

__ADS_1


Seperti kata Pakde Muin... Emilia terjebak oleh suatu keadaan dan situasinya yang sangat rumit pada waktu yang bersamaan. Wanita itu juga sudah merasakan niat tidak tulus dari diri Pak Kushari. Ketika pria itu nekad ikut dengan mereka untuk pergi sampai ke kota Banjarmasin.


Buktinya keberadaan pria itu tidak banyak menolong mereka. Malah terlihat Pak Kushari lebih banyak kasak-kusuk mendengar pembicaraan orang - orang di sana. Dia bersekutu dengan orang tertentu hanya untuk mendapatkan keuntungan untuk dirinya sendiri.


Termasuk mendekati musuh-musuh Pak Jaffar yang dimata mereka terlalu alim dan agamais, sebagai seorang pemimpin para pedagang besar di sana. Padahal ada oknum yang mulai menjual barang-barang selundupan yang mereka dapatkan dari kedatangan perahu-perahu tongkang dari negara tetangga.


Barang - barang seperti itu sangat laku di pasaran, karena dapat dijual dengan harga murah, di bawah harga pasaran. Sebab tanpa membayar pajak. Tetapi para pedagang resmi mulai protes keras. Sebab mereka mempunyai barang - barang yang sejenis dan lebih resmi, tetapi harus dijual lebih mahal sehingga tidak laku dijual di pasaran.


Banyak orang beralih menjual barang - barang yang katanya datang dari kapal itu, yang berasal dari luar negeri. Sehingga para pedagang tak resmi itu mendapatkan keuntungan yang sangat tinggi. Kehadiran para pedagang abal- abal itu mulai menimbulkan perlawanan dari pedagang yang sudah lama berjualan di pertokoan itu.


Mereka akhirnya membentuk kelompok - kelompok yang saling berseteru. Apalagi ada kelompok yang lebih mengutamakan kepentingan dan keuntungan dirinya masing-masing.


Pada peristiwa kebakaran itu, Ardi masih sangat kecil. Baru berusia sepuluh tahun. Bahkan dia dalam keadaan tertidur ketika digendong sang Nenek untuk dibawa keluar dari rumahnya yang terbakar. Tahu-tahu, dia terbaring di luar rumah dengan kaki yang tertimpa sisa reruntuhan rumah. Sedangkan di dalam kobaran api masih terdengar neneknya berteriak meminta pertolongan.


Bahkan sebelum kejadian tersebut, kedua orangtuanya juga sudah dua hari tidak pulang ke rumah. Karena ayahnya harus mengambil barang dagangan dari sebuah gudang penyimpanan yang ada di dekat pelabuhan. Biasanya kepergian Pak Jaffar ke sana selalu ditemani oleh anak buahnya yang juga membantunya menjaga toko sembakonya. Tetapi di siang itu istrinya yang ikut, setelah menitipkan kedua anaknya kepada Ibu mertuanya yang tinggal di depan rumah.


Pada saat itu yang dapat diingat oleh Ardi adalah, dia berada dalam gendongan neneknya. Sebab Nenek Sami sering terbangun di tengah malam, dan mempunyai kebiasaan untuk sholat Tahajud, di sepertiga malam.


Wanita tua itu mendengar keributan di belakang rumahnya, yang merupakan gang dari sebuah lorong panjang, dari pemukiman padat penduduk. Kebanyakan rumah - rumah itu dibangun setengah permanen yaitu dari bata dan kayu. Malah banyak rumah - rumah gubuk lainnya yang dibangun di dekat jembatan di ujung sungai besar, dari kampung itu. Hunian itu lebih menyerupai gubuk karena terdiri dari kayu bekas, seng ataupun kardus pembungkus barang elektronik.

__ADS_1


Gubuk itu didirikan oleh para pemulung atau pedagang asongan. Sebab mereka membuat tempat itu, sekedar untuk berteduh dari panasnya suhu udara di siang hari. Juga dinginnya udara malam yang terasa menggigit tulang.


Wanita tua itu baru menyadari kalau suara ribut - ribut itu adalah bunyi api yang membakar rumah anaknya, Jaffar. Dua malam ini, kedua cucunya tidur di rumahnya, setelah menantu perempuannya menitipkan kepadanya.


Wanita itu panik segera mengendong Ardi , cucunya bungsunya yang tidur di dipan bersama dengannya. Tetap dia agak mendapat kesulitan membangun cucu satunya yang lebih besar, Jamal. Sementara di luar orang- orang berteriak-teriak memanggil orang yang masih terlelap. Sebagain lagi, adalah suara-suara perempuan yang panik menjerit - jerit dan meminta tolong. Juga tangis anak- anak yang ketakutan. Karena mereka baru mengetahui kalau pemukiman mereka itu sudah berubah menjadi lautan api.


Segala daya dan upaya telah dilakukan Nenek Sami untuk menyelamatkan dirinya dan kedua cucunya. Wanita itu tidak memperhatikan dirinya yang sudah tua. Sekuat tenaga dia membawa cucunya keluar dari rumah. Sayangnya, api dengan cepat merambat ke seluruh rumahnya yang tidak terlalu besar. Cucunya yang lebih besar baru terbangun , setelah mendengar jeritan neneknya. Api tidak hanya menyambar semua bagian rumah yang mudah terbakar. Juga membuat tiang-tiang kayu itu rapuh dan rubuh menimpa penghuninya yang tak sempat menyelamatkan diri .


Ardi dapat berlari melompat dan menghindari dari atap yang runtuh . Tetapi nenek dan kakaknya yang tertimpa rumah. Mereka terlempar dengan dahsyatnya.


Tiba -tiba saja datang sekelompok orang yang membantu mereka. Yaitu anak buah ayahnya yang bekerja di toko sembako. Mereka juga sudah dua hari kehilangan kontak dengan Pak Jaffar. Mereka membawa Ardi menjauh. Tetapi Nenek dan Jamal dalam keadaan terluka ketika dibantu keluar dari reruntuhan atap rumah itu. Naasnya dalam peristiwa itu jiwa Nenek Sami tidak tertolong. Beliau meninggal dunia saat dibawa ambulans menuju ke rumah sakit. Demikian Juga Jamal, yang tertimpa kayu besar di dadanya. Dia sudah dalam keadaaan tidak sadar, dan koma berhari-hari kemudian.


Justru yang hancur lebur adalah rumah Pak Jaffar yang sebenarnya sudah kosong, tanpa penghuni. Tetapi api kebakaran itu dengan cepat menyambar ke hampir semua rumah - rumah tetangga yang terdekat.


Sekarang pun Ardi masih sering terbangun di tengah malam, bila mendapatkan mimpi buruk. Akibat kejadian tersebut seringkali dia susah tidur atau mengalami insomnia. Sampai sekarang suara jeritan orang-orang yang meminta pertolongan terus mengiang di telinganya. Belum lagi suara gemeretak kayu terbakar. Udara malam yang menjadi sangat panas dan penuh kobaran api yang memerah. Ditambah suara sirene ambulans berpadu dengan suara mobil pemadam kebakaran...


" Om! Kita sudah sampai!" Panggil Leon sambil menepuk bahu pria itu pelan. Sepanjang jalan yang mereka tempuh dalam waktu kurang dari 30 menit tak ada suara percakapan. Udara malam membuat Qani minta dipeluk ibunya daripada duduk di car seat nya. Pria itu terbangun dari lamunan panjangnya.


Mereka berjalan sedikit lebih cepat, karena ditunggu di sudut restoran besar itu atas pesanan Pak Cakra. Kedatangan rombongan itu ternyata sudah dilihat oleh Lek No dan Bulek Ratih yang dulu pernah ditemui lelaki itu. Sebab Bulek Ratih yang mengurus Asti yang masih bayi, sebelum Emilia pamit pergi dengan kakaknya itu.

__ADS_1


Mereka saling menatap... Pak Yusuf, Bulek Ratih dan Lek No. Seakan - akan terlempar kembali ke waktu yang telah lewat hampir seperempat abad sebelumnya... Andaikan mereka tahu untuk menghadapi kehancuran seperti ini, tentu mereka akan mencegah kepergian Emilia!


Tentu mereka juga dapat mengantisipasi keterlibatan Pak Kushari dalam kepergian itu juga! Tetapi itu semua sudah suratan takdir! Tak ada manusia yang dapat mencegah segala ketentuan dari Allah, akan kejadian buruk juga kejadian baik dari- Nya. Hanya kita dapat berserah diri dan menjalani semua ujian dan kesulitan di dalam kehidupan di dunia yang fana ini.


__ADS_2