Asti Gadis Pembawa Kutukan

Asti Gadis Pembawa Kutukan
Bab 167. Aku Tidak Baik-baik Saja


__ADS_3

Keadaan di rumah Asti semakin ramai. Silih berganti tamu yang datang setiap jamnya... Mau bagaimana lagi. Ini akibat postingan yang dibuat Joko waktu itu. Jadi banyak orang yang tahu kalau Asti sakit dan mereka ingin menjenguknya.


Leon semakin bertambah perhatian. Dia menyadari kalau dirinya salah menghadapi perilaku Almira selama ini... Tidak semua wanita bisa diusir dengan halus dari kehidupannya saat ini.


Perempuan seperti Almira itu memang harus diancam dan dibuat takut! Agar dia tahu perbuatannya itu sangat salah dan merugikan orang lain. Apalagi hal itu dapat menghancurkan ikatan pernikahannya dengan Asti.


Asti harus bed rest kembali, karena dia ingin bayinya dilahirkan cukup pada bulannya. Walaupun pada zaman sekarang ilmu kedokteran sudah semakin canggih dengan kemajuan teknologinya. Bahkan para dokter mampu menangani kelahiran bayi dengan kelahiran prematur. Namun Asti selalu meminta pertolongan dari Allah SWT, dengan doa - dia yang selalu panjatkan dalam hatinya, di setiap waktunya.


Ada seorang perempuan muda yang dipekerjakan Leon untuk menjaga Akbar. Namanya Mbak Putri ... Sebab Bu Jum pun sudah tidak sanggup lagi berlari-larian di halaman kantor Leon atau mengejar Akbar dengan kelincahan bayi laki- laki berusia yang hampir mencapai usia 24 bulan.


Ada elusan lembut di kepala Asti... Leon berusaha menjaga istrinya sebaik-baiknya.. . Dia hampir mati berdiri pada saat ditanya tim dokter yang menangani perawatan Asti kemarin, tentang kemungkinan yang harus dipilihnya ketika Asti dalam kondisi yang sangat kritis.


Di hadapannya, dokter menanyakan, kepada Leon, siapa yang harus diselamatkan oleh team dokter terlebih dahulu. Saat itu sang dokter ahli kandungan sudah hampir menyerah... Jadilah dia membuat pilihan untuk suami pasien.


Ternyata Leon menginginkannya keduanya diselamatkan, Istri dan bayi di dalam rahimnya. Sekarang di sinilah Asti berada. Wanita itu tetap harus menjalani prosedur operasi Cesar untuk kelahiran bayinya nanti. Sebab dia banyak menghadapi berbagai resiko bila melahirkan secara normal. Terutama dari tekanan darahnya yang sangat tinggi.


Sehari-hari Asti berusaha hidup santai... Bayinya juga semakin aktif bergerak.. Selalu diminum obat dan vitaminnya secara teratur... Walau bagaimana pun, Asti wajib dan bertanggung jawab dengan kesehatan bayi ini. Yang beberapa waktu lalu terlupakan karena rasa kecewa pada ayah si bayi yang semakin mendalam.


Pak Usman Rasyid ternyata menerima permintaan Asti untuk menjadi bagian dari waralaba dari rangkaian usaha swalayan miliknya. Apalagi mereka mempunyai satu visi dalam menjual berbagai produk makanan secara islami, dengan moto makanan halal, bersih dan sehat.


Nanti, Asti hanya menyediakan modal dana sekian puluh juta sampai beberapa ratus juta. Tergantung tempat usaha dan besarnya usaha mini market yang diinginkan si pemilik modal. Pihak pemilik nama toko nanti yang akan mengatur dan menata barang, juga menyediakan satu kasir yang terlatih.


Keterangan dokter Eva semakin membuat Asti was-was. Sebab bayi yang ada di rahim Asti diperkirakan lahir lebih cepat dari waktu yang diperkirakan secara normal, yaitu 9 bulan 9 hari...Dokter itu menyebutkan tentang suatu keadaan yang dialami Asti itu dalam istilah kedokteran yang kurang dipahaminya.


Kepasrahan Asti menerima keadaan itu, justru membuat Leon ketakutan. Apalagi sejak Ibu Imelda datang dan menyerahkan surat wasiat dan surat warisan kepada Lek No yang menjadi walinya selama ini.

__ADS_1


Pria paruh baya itu menangis tergugu setelah membaca surat wasiat Asti itu beserta surat warisan seluruh harta Winangun... Bahkan Asti berpesan, agar keluarganya yang nanti menggurus Akbar, bila umurnya tidak panjang, karena kondisi kesehatan tubuhnya.


Rumah dan ruko diserahkan pengelolaannya pada Joko. Semua sawah dan kebunnya di desa Sendang Mulyo, diserahkan pengelolaannya pada Lek No.


Lek No pun tidak bisa juga menyalahkan Leon. Sebab Asti sudah kehilangan kepercayaan kepada lelaki itu hampir lima puluh persennya . Haruskah Asti yang membayar karma dari Leon karena kehidupan masa mudanya yang sangat liar. Selalu berganti-ganti pacar dan pasangan. Sehingga banyak para wanita yang sakit hati akibat tingkah laku Leon itu.


" Maaf!" Asti benci kata-kata itu yang semakin sering diucapkan Leon ketika melihat Asti bersedih.


" Jangan selalu bilang, maaf, maaf. Bertobatlah, Mas! Bagaimana kalau semua perempuan yang kamu sakiti hatinya itu membalas dendam lagi padaku. Bisa - bisa aku mati mereka bunuh. Juga anak ini!"


Kata-kata itu, terlalu mengejutkan buat Leon! Karena serangan Almira benar- benar seperti pisau bermata dua... Bagian yang sangat tajam menusuk hati Istrinya itu.


Keadaan juga semakin tidak nyaman buat Asti. Dari ke hari bayinya di dalam perutnya itu juga semakin aktif bergerak untuk mencari lubang lahirnya...


Sambil bersholawat, Asti mengusap - usap perut besarnya itu. Kadang dia menangis, karena bayinya ikut juga merasakan keresahan hatinya.


Kalimat-kalimat itulah yang didengar Leon, ketika Asti termenung, sendirian... Kesedihannya itu sekarang tidak mau dibagi lagi. Apalagi kepada pria yang berstatus suaminya. Percuma!


Saat Asti tertidur lelap itulah Leon memandanginya dengan segala rasa penyesalan yang ada. Dia akan mengusap perut besar istrinya dengan hati-hati, agar bayinya ikut terlelap....


Sekarang saat bekerja, Leon semakin tidak tenang.Takut terjadi sesuatu yang menimpa Asti saat dia tidak ada di rumah. Walaupun di sana ada Joko dan anak buahnya yang akan selalu siap menolong dan membantu Asti tanpa pamrih.


" Pak, ini soal rumah Mbak Almira!" Lapor seorang staff pemasaran yang bekerja di kantor depan sana.


" Kenapa? "

__ADS_1


" Pak Pram akan mengoper kredit rumah yang dia beli dengan saudara yang lainnya... Karena beliau akan dipindahkan tugaskan ke Palembang."


" Silahkan kamu urus, Rudi! Kalau nggak bisa, kamu tawarkan saja pada peminat yang lain!"


" Siap, Pak!"


Leon tersenyum miris mendengar berita ini. Enak saja, Almira kabur tanpa diberi sanksi atas perbuatannya yang lebih ke berbau tindak kriminal... Dia punya seseorang yang dapat diandalkan untuk menyadarkan pada lelaki mapan itu yang bernama Pramudya. Bagaimana watak dan perilaku perempuan yang telah dinikahinya dalam waktu lebih dari setahun ini!


Benci sekali Leon dengan cara licik Almira menghancurkan kepercayaan Asti kepadanya. Leon pun akan membalasnya! Siapa yang berani mengusik hidup seseorang Leon Narendra Murti? Dia akan cukup pahit mengingatnya!


Tak lama kemudian ada sebuah unggahan medsos di tok- tok tentang keberadaan Almira di CCTV rumah sakit. Juga sedikit perkataan yang keji perempuan itu di hadapan pasien yang terbaring sakit di sebuah ruang perawatan. Heboh lah berita itu. Apalagi wajah cantik Almira tampak jelas di sana....


Jangan tanya, pada para Netizen yang penciumannya lebih tajam dari sebilah pedang. Sepotong video yang dengan jelas mengumbar kebencian Almira pada pasien yang terbaring sakit tak berdaya, langsung dikulik sampai tuntas!


Lalu muncullah wajah asli Almira yang mempunyai akun aktif di FB, Ig juga tok-tok. Ramai juga berita tentang itu berseliweran setiap hari.


Foto- foto wajah Almira terus terpampang, karena dia banyak memamerkan segala pencapaiannya dalam kehidupan pernikahannya dengan seorang pria mapan. Mulai dia aktif dengan kegiatan organisasi di kantor sang suami, mejeng di mobil Fortuner suami... Yang kalau di daerah kampung sini, hanya dapat dimiliki oleh orang , kalau dihitung jumlah pemiliknya tak sampai sepuluh jari . Belum lagi berbagai karya dan hasil dekornya selama beberapa tahun dia menjadi seorang desain interior profesional.


Justru yang membuat Joko tertawa geli, Almira tidak berani memajang foto -foto ruangan di rumah Asti ini . Padahal penataan di setiap ruangan di rumah Asti ini, kata orang merupakan karya " Masterpiece" dari seorang Almira.


" Mas Leon yang ngirim foto dan rekaman itu?"


" Iya, Joko. Kalau orang sudah berhati jelek, pasti banyak musuhnya. Termasuk salah satu petugas monitor CCTV di rumah sakit itu, yang ternyata teman Almira sewaktu sekolah di SMA. Yah... kuberi uang dia sedikit, lalu sepotong informasi keberadaan Almira di kamar Asti. Hasilnya , bom!"


Kedua pria itu tertawa penuh kepuasan... Jangan ditanya lagi kalau sampai Almira membuat anak dan istrinya celaka! Akan dia kejar terus larinya perempuan muda yang lebih banyak mempunyai penyakit iri hati dan dendam!

__ADS_1


Ninuk terkaget-kaget, dengan ramainya permasalahan Mbak Almira ini. Apalagi dia tahu, wanita yang terbaring sakit itu adalah Mbak Asti , sepupunya. Gadis muda itu ikut kesal, ternyata cerita Bu Jum itu benar... Ada maksud terselubung dari kebaikan Mbak Almira selama ini. Dia tambahkan juga beberapa informasi tentang diri Almira, ada foto pernikahannya sekaligus rumahnya di desa dan profil kedua orangtuanya....


__ADS_2