Asti Gadis Pembawa Kutukan

Asti Gadis Pembawa Kutukan
Bab 220. Banyak Cerita dari Pakde Muin


__ADS_3

Pasangan itu sudah beristirahat di sebuah kamar di lantai atas. Mas Yanto yang dimintai tolong oleh Asti untuk membawakan koper milik pria itu dari bagasi Fortuner sampai ke lantai atas. Di kamar dengan ranjang yang paling besar, jendelanya pun menghadap ke jalan depan. Hanya di kamar Ninuk yang ada kamar mandi di dalam, jadinya kamarnya tidak begitu besar. Tetapi paling cantik penataannya.


Mobil itu akhirnya di parkir di garasi rumah itu, setelah Pakde Muin berbesar hati mau memindahkannya dari halaman ruko di depan jalan sana. Lagipula di depan rumah dan di samping rumah Asti, ada garasi yang dibuat dengan memberi atap dengan struktur penopang garasi itu dari bahan baja ringan sehingga terhindar dari panas dan hujan.


Pria itu tersenyum puas setelah memarkirkan mobil itu di garasi depan rumah Asti yang terbilang mewah dan modern. Karena gaya rumah Asti itu ternyata banyak digunakan pada perumahan yang ada di daerah perkotaan. Terlihat yang terlihat simpel, modern tetapi nyaman buat para penghuninya.


Di sebelahnya dia memarkirkan Fortuner itu, terlihat ada dua mobil milik Asti lainnya, yaitu Honda Jazz dan Innova terbarunya... Hidup Asti cukup makmur sekarang. Cucu dari Sri Sumiarsih, adik ibunya almarhum. Bayi itu dulu dilahirkan tanpa sempat ditunggui oleh ayahnya, karena meninggal sebulan lebih dahulu dalam kecelakaan lalu lintas yang sangat fatal.


" Suamimu ngurus apa to, di Madiun?" tanya Pria itu yang kini duduk di ruang keluarga sambil menikmati segelas kopi tubruk dan sepiring tahu isi yang dibuat Mbak Ning.


" Itu Pakde, masalah pembebasan tanah di sana..." jawab Asti ragu-ragu.


" Jadi benar yang diomongin Diah itu. Suamimu yang sekarang itu seorang pengusaha di bidang properti?"


"Hanya pegawai biasa, Pakde! Perusahaan tempatnya Mas Leon bekerja itu milik keluarganya yang berkantor pusat di Semarang. Kalau proyek perumahan yang ada di desa sebelah, Mas Leon yang dipercaya untuk mengelolanya."


" Alhamdulillah! Ternyata hidupmu lebih baik setelah bercerai dari Satrio. Sejak anaknya Widya itu dimutasi ke Purwokerto, keluarga di sana nggak ada yang berani cerita apa pun sama aku. Termasuk istrinya Cahyadi. Padahal si Lilis itu sudah berbesar hati mengasuh Satrio saat remaja, sampai membiayai pendidikannya dan mengikuti ikatan dinas. Cuma pas aku ketemu dengan istrinya Satrio yang sekarang, agak kaget juga ... Padahal aku dengar Satrio menikah dengan keponakannya Ayu. Bukan dengan perempuan muda yang bergaya seperti pelacur jalanan seperti begitu! Sukanya nongkrong di tempat hiburan malam..."

__ADS_1


Asti bingung menatap laki- laki itu. Mungkin Bude Widya dapat menutupi asal-usul pernikahan kedua anak kesayangannya itu. Tetapi wanita yang dipilih Satrio terlihat tidak dapat menjaga martabatnya sebagai istrinya dari suami yang menjadi seorang abdi negara.


Pria itu mengisyaratkan sesuatu untuk menahan kepergian Asti untuk menyiapkan makan malam. Asti kembali duduk di bangkunya.


" Dulu Pak Harjo Winangun banyak dibantu oleh Pak Kushari, kepala desa tetangga sebelah... Selain dia ikut membantu Mbahmu membuka hutan bambu menjadi jalan alternatif terdekat dari jalan provinsi, yang dulu mengisolasi wilayah desa Sendang Mulyo. Pria itu mengerahkan bantuan dari berbagai alat- alat berat berupa traktor dan alat pemotong kayu dari mesin. Ternyata beliau juga dan saudaranya yang mengantar kepergian ibumu dan kakaknya, yang datang ke desa ini karena ada hal penting. Mereka terpaksa pulang ke tanah kelahiran di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Karena keluarganya mengalami musibah yang sangat besar di kampung halamannya." Kata - kata pria paruh baya ini kembali mengingatkan masa kecil dan masa remajanya yang tidak punya orang tua. Hanya saja Bude dan kakeknya melimpahkan semua rasa cinta dan kasih sayangnya kepadanya.


" Di sini .. Pakde kurang mendapatkan informasi lain, apakah ibumu dan kakaknya berangkat ke sana dengan pesawat terbang atau naik kapal laut... Ternyata keluarga besar Emilia di kampungnya, sudah lama mengalami banyak konflik. Dari soal pembagian tanah warisan, perjodohan antar keluarga, sampai perkara pemilihan ketua adat dari keluarga siapa yang paling pantas memimpin masyarakat di sana. Sayangnya, Pakde belum sempat menyelidiki semua ... Pak Kushari sudah meninggal."


" Apa ada perjanjian antara Mbah Kakung Winangun dengan Pak Kushari itu, Pakde?"


" Masya Allah! Asti baru dengar soal itu, Pakde!"


" Bude Ayu itu bertekad untuk menggurus kamu, setelah lama tidak ada kabar selanjutnya dari ibumu itu ... Hanya Pak Kushari yang tahu! Akibat sengketa dan konflik itu rumah orang tua Emilia dan saudara lainnya dibakar orang tak dikenal ... Ada banyak korban di sana. Bukan hanya rumah dan harta mereka yang ludes. ...Tetapi Ibu dan Ayahnya Emilia tidak diketemukan.. Adik - adik dan neneknya mengalami luka bakar yang serius. Sampai neneknya itu meninggal saat mendapat perawatan di rumah sakit!"


" Pakde... Waktu itu saya sakit parah, saat mengalami komplikasinya setelah melahirkan Akbar ... Saya pernah bermimpi melihat wanita muda yang terlihat sangat menderita... Wajahnya mirip dengan Asti, Pakde!"


" Iya, mungkin itu ibumu... Kata orang-orang wajahmu sekarang sangat mirip dengan Ibumu ! Emilia punya kecantikan khas yaitu kulitnya putih mulus dengan mata bulat! Tetapi Asti dari semuanya kamu lebih menyerupai ayahmu dalam bersikap."

__ADS_1


" Apa soal sawah yang dikerjakan secara bagi hasil itu masih belum diselesaikan oleh Ayu?" Tambahnya.


" Sudah, Pakde! Tetapi anak-anaknya Pakde Kerto yang tidak terima dan mulai meneror rumah Asti yang di desa Sidodadi... "


" Kupikir, Ayu sudah menggurus surat perjanjian itu! Kerabat dan keluarga Kushari itu adalah orang-orang yang serakah dan tamak! Mereka sudah kaya raya dan hidup makmur. Tetapi hidup mereka seperti benalu yang melekat pada seseorang yang dianggapnya dapat dimanipulasi. Contohnya Mbah kamu itu, diibaratkan seperti pohon dan diambil semua keuntungan dari pohon itu sampai semuanya habis dan kering!"


Asti juga mendengar kalau ada adik atau kakak dari Pak Kushari yang secara terselubung juga menjalankan praktek rentenir, di desa tempat mereka tinggal.... Korbannya adalah para petani kecil yang butuh modal untuk membeli bibit atau pupuk sebelum sawah mereka mulai ditanami padi. Atau para buruh tani yang memerlukan sedikit dana untuk biaya sekolah anaknya, berobat atau sekedar merayakan pernikahan anak mereka dengan pesta secara sederhana.


Tampaknya segala kehebatan dan kedigdayaan keluarga Kushari itu sekarang malah hancur. Setelah Pak Kushari sendiri meninggal dunia, saat Asti kelas 11 SMK. Secara tak langsung, status Bude Ayu menjadi janda untuk keduakalinya dan kembali ke rumah Joglo... Tampaknya reputasi keluarga Kushari hancur walau dia berhasil menjadi kades saat menikahi Bude Ayu untuk menaikkan pamornya Tetapi semua perbuatan anak - anaknya yang mulai dewasa malah menjatuhkannya nama baik kedua orang tua dan keluarga besarnya itu.


Misalnya, Mas Timbul yang buron karena terlibat dengan perampokan dan perampasan kendaraan bermotor. Novelita yang hamil duluan, sedangkan suaminya, si Jago tewas ditembak polisi karena melawan saat akan ditangkap dalam perkara pembobolan toko di pasar. Juga beberapa tindakan kriminal lainnya. Sebab anak-anak dari Kushari dan kerabatnya, terbiasa hidup enak dengan kekayaan keluarga yang berlimpah ruah.


Sekarang beberapa usaha itu sudah diambil alih oleh sanak saudara yang lainnya, atau dijual untuk kebutuhan makan mereka sehari-hari. Anak - anak itu juga tidak mendapatkan pendidikan yang memadai. Bahkan tak ada satupun diantara anak-anak itu lulus dari SMA. Kebayangkan DO atau memang mereka lebih senang tidak bersekolah. Karena lebih banyak bolosnya dibandingkan belajar di dalam kelas.


Padahal banyak tetangga di desanya, yang hidupnya lebih miskin dari keluarga Pak Kushari itu. Namun sebagai orang tua mereka mampu menyekolahkan anak mereka sampai jenjang SMA atau SMK. Bahkan ada yang yang menguliahkan anaknya, walaupun dengan susah payah.


Sedangkan anak - anak dari para tetangganya itu, akan berani pergi merantau mencari lowongan pekerjaan ke daerah manapun.. . Bahkan ada anak perempuan dari tetangganya itu pun kadang nekat mau bekerja di luar negeri menjadi TKI. Semua karena ada tekad untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, dengan bekerja keras.

__ADS_1


__ADS_2