Asti Gadis Pembawa Kutukan

Asti Gadis Pembawa Kutukan
Bab 135. Urusan - urusan yang Belum Selesai


__ADS_3

Asti dibiarkan istirahat, dan tidur tanpa mendapat gangguan dari siapa pun di kamarnya. Itu semua atas permintaan Pak Leon. Sebab dia melihat semalam di rumah sakit, Asti sangat cemas, dan terus berjaga. Bagi seorang ibu, dia tidak akan dapat tidur nyenyak saat anaknya dalam keadaan sakit dan terus dipantau oleh dokter dan suster jaga.


" Makan, Nak Leon?" Tawar Bu Ratih.


" Bu Ratih masak apa?"


" Tadi ada sup ayam, daging bumbu pedas dan perkedel kentang. Ada sambel tomat ... "


" Sudah, Bu! Sudah! Iya ... saya mau makan. Dengar semua masakan yang ibu sebutkan tadi, saya sudah ngiler ini! Dari semalam Asti hanya minum teh hangat dan makan sedikit biskuit saja. Saya jadi ikut nggak makan, Bu! Untung Ninuk berinisiatif datang sambil membelikan bubur ayam untuk kami sarapan!"


Ninuk tersenyum dipuji oleh Pak Leon. Mereka masih agak kaku memanggil Pak Leon dengan sebutan ' Mas'. Sebab bagi Ninuk dan Joko, suami Asti itu sekarang adalah kakak laki-laki bagi mereka.


" Sejak kecil, Asti itu kuat puasa dan tirakatnya, Nak Leon. Itu saran Mbah Kakung Winangun, untuk menahan nafsu dan emosi... Kalau tidak dipaksa dokter untuk makan protein hewani sewaktu dia hamil Akbar. Mungkin dia sampai sekarang akan selalu makan dedaunan seumur hidupnya...."


"Ah, Ibu ini! Masa nyamain Mbak Asti kayak wedus aja!" Kata Ninuk mencela ejekan ibunya itu.


Mereka jadi tertawa geli oleh omongan konyol Bu Ratih. Sekarang Joko ikut menemani Pak Leon makan. Padahal mereka baru saja selesai menikmati es dawet buatan Bu Putri yang diberi potongan nangka yang wangi dan gurih.


Para perempuan sudah kembali ke kamar masing- masing. Kecuali Bulek Ratih yang segera menengok Asti yang sedang tertidur lelap. Wajah Asti sedikit tirus dan pucat.


Akbar sudah bangun menjelang. sore. Anak itu hanya diberi air putih dulu. Susunya distop sampai tiga hari ke depan. Juga untuk makanannya harus diperbanyak sayuran dan jus buah.


Sambil disuapi Bu Jum, Akbar memperlihatkan plester bekas infus yang ada di pergelangan tangannya. Cara berkomunikasi Akbar juga sudah mulai jelas. Joko terharu melihat Akbar sudah agak sehat, walaupun wajahnya masih kuyu.


" Kata Om Dokter, Adek nggak boleh jajan dulu. Makan yang Bu Ning masak, sama minum jus buah segar, ya?" Tambah Bu Jum meyakinkan bayi itu.


Sorenya, Akbar hanya dilap badannya dengan waslap dan air hangat. Duduk di stroller, bayi itu dibawa keluar ke taman samping. Ibunya masih agak kelelahan setelah semalam kurang tidur dan was-was karena Akbar jatuh sakit, setelah acara pernikahannya usai.


" Kamu baik- baik, Asti?" tanya Pak Leon yang sudah berada di kamarnya.


Hampir saja Asti menjerit kaget. Dia masih belum sepenuhnya terbangun. Dia hampir terjatuh, karena bergerak agak cepat. Sepasang tangan kokoh lelaki itulah yang menahan bahunya agar tidak terjungkal.

__ADS_1


" Kenapa? Mau disiapkan makan ?"


" Maaf. Maaf, Mas! Aku kaget..."


" Nggak nyangka, ya? Kita sudah menikah, menjadi suami -istri. Apalagi kita sudah honeymoon di rumah sakit tadi malam."


Ampun, deh! Ucapan Pak Leon yang cukup receh itu sudah membuat pipi Asti sedikit memanas. Dia perlahan duduk di tepi ranjang ... Kamar ini terasa lebih lapang setelah tempat tidur boks Akbar dipindahkan ke kamar sebelah. Sebaiknya dia nanti minta satu sofa dari ruang tengah, untuk diletakkan di kamarnya ini. Duduk berdua dengan Pak Leon di ranjangnya yang besar ini agak terlalu intim buatnya. Sehingga dia jadi kacau - balau.


Keramaian di meja makan setelah sholat Magrib membuat Asti terharu. Tadi Pak Leon izin keluar sebentar mengambil sebagian berkas- berkas dan pekerjaan di rumah Bu Ida. Lelaki itu kembali pulang sudah membawakan empat kardus berisi martabak. Masing- masing dua kardus berisi martabak telur dan martabak manis.


Akbar mau saja disuapi martabak telur. Takutnya Asti, coklat, susu dan keju yang menjadi toping pada martabak manis itu masih agak rentan di perut Akbar. Nyatanya yang laris manis diminati orang- orang di rumah ini adalah martabak manis. Dalam sekejap, dua kardus martabak manis itu ludes tak tersisa.


Semua orang ikut menikmati panganan itu yang cukup populer di rumah ini. Walaupun sebenarnya kedua jenis martabak itu, sejarahnya berasal dari negara Mesir. Tetapi bentuknya dan isinya sudah mengalami banyak perubahan karena sudah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia.


Akbar sudah ditidurkan Bu Jum di kamar sebelah. Tadi Joko mengantarkan ibunya pulang bersama Ninuk kembali ke desa. Tak lupa mereka membawa satu kardus martabak telur untuk Lek No.


Di dalam kamar, Asti sedang memindahkan sebagian pakaian Pak Leon dari koper ke rak dan laci kosong yang ada di dalam lemarinya. Lemari jenis model tanam ini adalah pesanan Asti pada seorang tukang kayu. Ide ini yang ditawarkan Mas Adam saat memberikan hasil rancangan rumah untuk Asti yang memilih tema yang lebih modern dan simpel.


Rumah modern itu banyak mempunyai ruang penyimpanan yang letaknya disembunyikan agar rumah tampak rapi dan tidak berantakan. Mas Adam memaksimalkan ruang di bawah tangga untuk tempat penyimpanannya dengan membuat Lemari atau rak- besar. dapur dengan laci penyimpanan di bawah kompor sampai lemari pakaian, yang menyatu dengan dinding.


Leon mengetahui dari cerita Bulek Ratih, kalau Asti itu sejak kecil sering dibawa bepergian oleh Kakek atau Budenya untuk mengunjungi sanak saudara yang tinggal di beberapa kota besar di Pulau Jawa dan Sumatra. Sayangnya, sejak Mbah Winangun tiada, para sanak saudara itu mulai jarang berkomunikasi dengan Asti dan Budenya.


Jadi istrinya ini sebenarnya adalah wanita yang berpandangan terbuka, kritis dan mudah beradaptasi. Hanya saja kehidupan di desa masih sangat kuat memegang adat istiadat dan tradisinya. Hal itulah yang membuat Asti tak mampu menolak perjodohannya dulu dengan Satrio. Sebab ajaran agamanya melarang dia dekat dengan lawan jenis, apalagi berpacaran!


Leon tidur sambil memeluknya erat- erat tubuh Asti. Namun dia tak berniat terburu-buru dan dengan terlalu memaksakan kehendaknya kepada wanita yang baru dinikahinya kemarin.


Dia sudah berusaha dalam beberapa bulan ini untuk dekat dengan Akbar dan orang- orang yang ada di sekeliling Asti. Untuk meyakinkan wanita itu, kalau dia adalah calon suami yang potensial.


Wanita muda itu akan menerima dirinya karena mencintainya. Seperti cintanya terhadap Asti sejak dia kagum melihat wanita muda itu bersikap bersahaja terhadap mantan istrinya. Pada Corinne adalah wanita yang keras hati dan suka bertindak nekat walaupun salah!


Ternyata kedewasaan seorang wanita itu bukan hanya dihitung dari banyaknya angka saja. Tetapi Asti lebih dewasa dari mantan istrinya, karena kehidupan berat yang telah menempanya sejak dia berusia remaja.

__ADS_1


Tengah malam, Leon terbangun karena merasa ada sisi yang kosong tadi teras hangat di sisinya diab berbaring. Sampai cahaya lampu kamar yang temaram, memperlihatkan sesosok Asti dalam balutan mukena putih duduk menjalankan sholat Sunnah Tahajud, di sepertiga malam.


Wajah wanita itu terkejut. Dia tidak menyadari kalau di kamar tidurnya ini, dia tidak lagi sendirian. Di ranjangnya sana, ada seorang lelaki yang telah menjadi suaminya. Tetapi rambut panjangnya sudah terurai sampai pinggang, ketika dia melepaskan hijab dan mukenanya.


" Jangan!" Larang Leon lembut.


Ketika Asti terburu- buru meraih hijab instannya... Wajah cantiknya bersemu merah. Sekarang kehadiran Pak Leon benar- benar membuatnya canggung dan serba salah


" Kenapa, jangan?" ujar Asti ragu-ragu. Cepat wanita itu merapikan kerudungnya.


" Kamu cantik, kalau rambut panjang mu terurai!" Bisik Leon. " Jangan malu memperlihatkan itu semua padaku. Kita telah menikah, kan?"


Tak ada jawaban dan penolakan dari Asti lagi. Sehingga lelaki itu meraih wanita itu ke dalam pelukannya. Ada rasa haru dan bangga saat wanita muda ini akhirnya mau menerima lamarannya hampir dua bulan yang lalu.


Sepertinya segala ucapan Mas Pandu, sang kakak ipar menjadi sebuah kebenaran. Dengan menikahi Asti, dia tampaknya diberi kesempatan lagi untuk memperbaiki kehidupannya agar menjadi manusia yang lebih baik lagi.


Dulu, kehidupan masa muda Leon Narendra Murti selalu berkelimpahan materi dan dihormati orang - orang. Ayahnya adalah seorang prajurit TNI dengan pangkat tertinggi, sehingga keluarga mereka cukup disegani.


Kedua kakaknya menikahi pria -pria mapan yang mempunyai usaha di bidang properti. Bisnis sang ibu pun lancar di bidang kuliner. Namun kehidupan rumah tangga Leon tak bahagia setelah dia menikahi Corinne. Walaupun wanita itu adalah pilihannya sendiri.


Corinne berasal dari keluarga kalangan menengah di Jakarta. Tetapi wanita itu menggunakan Leon sebagai jembatan untuk menjadikannya wanita pebisnis handal di bidang fashion dan kecantikan.


Awal menikah, mereka sudah mempunyai pendapat dan tujuan pernikahan yang sangat berbeda. Sampai Corinne bertemu seorang pria Indonesia yang cukup mapan dalam perjalanan bisnisnya di Thailand. Lalu mereka sering mengadakan perjanjian di beberapa kota lain, di beberapa negara di Asia. Sebab masing-masing sudah terikat dengan pernikahan sebelumnya. Sampai seorang kerabat dari Basuki Murti mengenali Corinne di Singapura bersama pria lain, pria itu bukan Leon!


" Boleh sekarang?" tanya Leon lembut.


Ada anggukan samar di wajah cantik Asti yang tampak lembut karena tersorot cahaya kamar yang temaram. Pelan lelaki itu mencium lembut dahi, pipi, dan bibir Asti. Inilah wanita yang telah dinikahinya, dengan niat yang paling tulus. Wanita muda yang terlihat rapuh dan pasrah dengan perceraiannya. Tetapi berjuang sangat keras untuk memberi anaknya itu kehidupan yang lebih baik.


"Kamu masih takut, Asti?" bisik Leon lagi.


Tubuh perempuan itu agak gemetaran saat dipeluknya penuh gairah. " Maaf, Mas. Asti masih agak takut!" Ucapnya pelan. " Takut kalau Asti bukan wanita yang pantas untuk menjadi pendamping hidup Mas Leon..."

__ADS_1


" Sayang, aku sangat bersabar, Lo.. Tetapi aku juga nggak mau kamu tidak percaya diri. Aku mencintaimu... Jangan tanyakan kapan? Tetapi di sinilah kita sekarang. Disatukan dalam ikatan pernikahan, karena kita berdua sama-sama bukan manusia sempurna.. . Kita akan banyak belajar dari kesalahan pada pernikahan sebelumnya."


Perlahan Leon mencumbui istrinya yang cantik dan masih muda itu. Ketakutan Asti menjadi kepasrahan... Kekuatan Leon adalah ucapan yang tegas, jujur dan mulai dipercayai saat ini.


__ADS_2