
Akbar sangat antusias ketika sore itu, Leon menceritakan tentang akan dibangunnya rumah baru di sebelah rumah mereka yang sekarang. Secara sederhana, Leon menjelaskan kepada anak sambungnya itu, kalau di rumah tambahan itu nantinya akan dilengkapi dengan sebuah kolam renang.
" Akbar boleh berenang, yah?" tanyanya lugu.
" Boleh, nanti ayah yang ajari Akbar dan adik Qani berenang. Kalau tidak ada orang dewasa di sana, Akbar nggak boleh main ke kolam, ya! Ayah akan buat pintu pagar untuk dikunci ... Sekarang Akbar harus makan banyak, biar cepat besar dan tinggi! " Begitu nasehat Leon.
" Ayah.. kata Tante Ninuk, kalau Akbar banyak makan jadi gendut, " ujarnya lugu. Karena sering diledek Ninuk setiap dia minta gendong kepada tantenya itu.
" Masa... Mana yang gendut?" tanya Leon pura-pura serius.
Akbar menunjukkan perutnya yang buncit... Leon tertawa sambil mengusap perut Akbar.
" Ini makannya berapa kali tadi, hmm?" tanya Leon lagi seperti kurang percaya.
Anak laki-laki yang hampir berusia 3 tahun itu menunjukkan jari tangannya, jempol dan telunjuk...
Asti terharu melihat betapa Akbar dan Leon sangat dekat dan menyayangi. Sebesar cinta Leon kepada Qani putri kandungnya sendiri. Kalau dia sedang menyusui Qani biar bayinya ini segera tidur... Leon pun akan mengajak Akbar bercerita tentang kesehariannya di rumah... Sampai putranya itu mulai tertidur lelap.
Dia juga melihat Asti sudah selesai menyusui Qani... Meskipun sudah mendapatkan tambahan makanan pendamping dan susu formula yang dianjurkan oleh dokter anak yang menangani kesehatan Qani. Asti tetap bertekad memberinya ASI sampai putrinya itu berusia 1 tahun.
Hati- hati , Asti memindahkan Qani ke boks kayu itu. Lalu mengunci pagar penutupnya. Bagi seorang ibu yang mempunyai anak bayi juga anak balita, terasa sangat melelahkan mengurus mereka, sehari- harinya. Tetapi masing - masing anak mempunyai perbedaan masa tumbuh kembangnya tersendiri. Sesuai penjelasan dari dokter, Asti tidak mau kehilangan untuk melihat pertumbuhan mereka pada masa Golden. Age.
__ADS_1
Hanya satu yang disesalinya sekarang, pertumbuhan Qani tidak secemerlang Akbar... Mungkin karena dia bayi perempuan... Tubuh Qanita lebih ringkih dan agak kurus.
" Kamu, kenapa sayang? " bisik Leon sambil memeluk Asti mesra. " Sejak tadi diam melamun di boks Qani.... Anak kita tidak sakit kan? Dia tadi seharian tidak rewel kan?"
" Dia nggak apa-apa, Mas!" Ujar Asti cepat. Berusaha menghilangkan rasa cemas suaminya itu... Yang dia tahu, Leon lebih sering keluar dari kantornya pada jam kerja di antar oleh Dimas. Sedangkan Pak Cakra dan Joko mulai mengurus kepentingan untuk pembebasan lahan yang ada di pinggiran kota Madiun itu.
Ternyata mereka di sana juga menghadapi beberapa kendala. Ada beberapa bagian dari lahan itu mulai disengketakan oleh ahli warisnya ... Sampai Lek No menyuruh Joko menemui salah satu orang kerabatnya. Pria itu dapat dimintai pertolongan, sebab saudara dari ayahnya Asti itu tinggal di kota tersebut dan mempunyai sebuah jabatan cukup penting di pemerintah daerah setempat.
Dua atau tiga kali, Joko dan Pak Cakra datang ke rumah saudaranya Ayahnya Asti almarhum.. .Sampai Pak Cakra menyadari. Ternyata beberapa kerabat dari Pak Harjo Winangun, menyebar dan tinggal di beberapa kota di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Rata-rata kehidupan perekonomian mereka juga sangat baik dan mapan. Kalau tidak memegang jabatan di daerahnya itu, satu atau dua orang dari mereka adalah pengusaha sukses dan terkenal.
Mereka semua masih mempunyai hubungan kekerabatan yang sangat dekat dengan Kakek Buyutnya Asti, Mbah Saidi Winangun. Pria yang mempunyai kekuasaan dan kemampuan untuk memimpin suatu masyarakat untuk membangun desa Sendang Mulyo, dan beberapa desa di sebelahnya.
Ada satu perbedaan yang nyata antara dua provinsi yang saling berdekatan itu... Masyarakat di daerah Madiun dan sekitarnya lebih fanatik dalam urusan ajaran agamanya... Hampir di sepanjang jalan utama yang mereka lewati, baik di daerah pedesaan dan perkotaan, akan sangat mudah menemui masjid atau musholla. Sehingga bagi para pengemudi, dapat singgah di tempat beribadah itu dengan tenang setelah waktu Azan seruan untuk sholat berkumandang.
Bahkan modal awal yang dikeluarkan Joko dalam bisnis warung tenda itu saja sudah dapat kembali, setelah usahanya baru berjalan dalam beberapa bulan saja! Tetapi malah banyak orang yang memandang sebelah mata pada pelaku usaha seperti Joko itu. Tentu Joko harus meneruskan rencana awalnya untuk membuka cabang warung tenda di tempat yang lain.
Pegawai baru dari warung tenda adalah anak tetangga depan rumah, namanya Rifki... Dia anaknya Bu Suti yang lulus tahun kemarin dari sebuah SMK di dekat Kecamatan. Sayangnya, dia tidak punya uang banyak untuk modal pergi merantau ke kota lainnya untuk mencari lowongan pekerjaan.
Sampai Lek No dan Bulek Ratih mampir ke rumah Asti di Sabtu sore itu. Mereka sebelumnya dikejutkan dengan kedatangan keluarga Almira ke desa Sendang Mulyo pagi tadi...Joko yang membuat laporan akan tindakan Almira yang menganggu ketenangan hidup Asti. Laporan Joko ini juga disertai dengan turut hadirnya seorang pengacara muda yang handal dan sangat terkenal di kota itu.
Pak Leon berusaha menjelaskan perkara itu kepada orang tua Joko tersebut. Mereka banyak melampirkan bukti yang diambil dari rekaman CCTV di rumah, kantor dan ruko termasuk WA percakapan Asti dan Almira itu.
__ADS_1
Lek No bersikap lebih bijak. Kalau memang perkara Almira dapat dimeja hijaukan itu lebih baik...Cara Almira menjatuhkan mental Asti sangat berbahaya, apalagi saat itu Asti sedang hamil. Apalagi Almira tidak merasa bersalah dengan semua perbuatannya itu...Malah menggunakan tangan orang lain untuk menyerang Asti, dengan cara dia bersilat lidah dengan merekayasa semua fakta dan berita yang menimpa dirinya yang disebabkan oleh Asti
" Jadi Nur dan orang tuanya itu tidak mau minta maaf kepada Asti,lagi ?"
" Mereka sudah terlanjur malu, Pak No. Mungkin, dengan mau menjadi saksi bila kasus Almira dapat disidangkan, itu sebagai tanda mereka meminta maaf!"
" Enak benar, Kalau begitu! Nggak mau minta maaf, padahal sudah menyerang Asti di rumahnya sendiri ... Koar-koar kepada semua tetangga di sini! Apa tidak malu itu? Almira kok, dibela!" Ujar Bulek Ratih gemas.
" Kapan kasus Almira disidangkan ? Ibu mau datang, Pak! Nggak peduli di kota Solo sekalipun ....Ibu mau melihat mukanya Almira itu seperti apa? Kalau dia akhirnya harus mendekam di penjara. Itu balasan yang setimpal dengan perbuatan-perbuatan wanita jahat itu!"
" Nggak usah, Bu Ratih! Biar pengacara, saya dan Joko saja yang hadir di sana... Kami tadinya melakukan hal ini, untuk memberi pelajaran bagi Almira! Biar dia kapok! Tetapi kalau dianya masih ngeyel dan berkelit. Saya akan menuntut hukuman penjara yang lama! Dalam hal ini nyawa Qani yang jadi taruhannya!"
Asti terdiam... Benar! Dalam hal ini biarlah suaminya yang maju! Asti sudah mau melupakan wajah busuk Almira itu. Kalau Bulek Ratih mau datang! Mungkin semua juga bisa ikut menyaksikan jalannya sidang itu dengan delik aduan yang panjang.
Dia yang akan di rumah bersama anak-anaknya, Qani dan Akbar. Lebih baik dia belajar menjadi wanita yang lebih kuat lagi! Wanita yang bermental baja. Sebab wanita yang seperti Almira itu masih banyak bertebaran di luar sana.
Tentu wanita yang akan bersiap menjadi duri bagi kebahagiaan wanita lainnya. Terkadang si wanita penggoda ini merasa dirinya lebih muda, lebih cantik mungkin juga lebih dicintai sehingga dapat dia akan menutup matanya... Kalau semua perbuatan ya g dilakukan itu salah!
Mereka, para wanita itu mempunyai banyak motivasi untuk bertindak menghancurkan pernikahan orang lain. Yang paling utama adalah ekonomi! Sebab suami orang ini tampak lebih mapan dan dapat memberinya kenyamanan hidup! Entah motif apa yang dimiliki oleh Almira ini yang agak berbeda dari perusuh lainnya!
Joko juga agak terkejut, ketika kasus Almira sudah dibawa ke ranah hukum... Kerja Mas Mahendra Suwondo ternyata cukup cekatan dan cepat!
__ADS_1
Pria itu malah datang ke rumah Asti dan berkenalan dengan keluarga mereka... Ternyata hampir semua orang di rumah ini dapat menjadi saksi kunci atas perbuatan Almira yang mengacaukan kehidupan rumah tangga Pak Leon dan Asti!
Joko menunda urusan di Madiun karena dia akan membawa keluarganya hadir di sidang perdana itu di kota Solo. Bermula dari kasus dilabraknya Asti di restoran atas dorongan dari Almira... Rekaman suara Almira itu didapat dari Putri yang iseng dan rasa kepo ala para remaja zaman sekarang.