
Ninuk semakin sering datang ke rumah Asti bila ada jam kosong pada perkuliahannya di hari Jumat... Seharian dia akan ikut membantu Bu Jum menggurus Qani yang sering dipanggilnya " Baby Qani"
Justru Bulek Ratih yang akan memarahi anak bungsunya itu dengan sebutan "sok kebarat-baratan". Karena biasanya mereka juga memanggil seorang bayi dengan namanya atau sering juga disebut " Dedek". Sedangkan Si Ninuk hanya nyengir saja ketika mendapat teguran ibunya itu. Dia malah sibuk mengambil foto-foto wajah Qani dari berbagi sudut dan dimasukan ke dalam Facebooknya.
" Nuk, mikir kuliah yang benar, ya! Selesaikan kuliahmu sampai sarjana, cari kerja, baru kawin!"
" Ih, Ibu... Aku hanya fotoin Baby Qani! Lucu banget, Bu. Ini yang disebut baby face asli. He, he!"
Melihat Ibunya ngomel terus, Ninuk jadi gerah. " Iya, Bu. Ninuk janji kuliah dengan baik. Sampai meraih gelar sarjana. Mana mau mikir kawin... Ini aja masih jomblo!"
Asti tertawa geli melihat Ninuk manyun begitu. " Biar Bulek, Kalau Ninuk nggak mau menyelesaikan kuliahnya dengan baik. Tak suruh jaga toko aja sama Pita!"
" Wah, ibu sama Mbak Asti sekongkol, nih! Mau menjatuhkan kredibilitas aku sebagai mahasiswa berprestasi!" Bela Ninuk mulai kesal.
" Gundul mu itu! " Seru Bulek Ratih. "Pokoknya nanti aku suruh Joko mengawasi kamu dengan ketat. Itu juga Nuk, Jangan ditinggal sholatnya walaupun kamu lagi sibuk banget !"
" Ya, Bunda Ratu!"
Yah, ada ketakutan tersendiri pada hati Bulek Ratih sejak peristiwa Almira dan video viral itu... Wanita paruh baya itu melihat betapa menyakitkan kata cacian yang ditujukan untuk Almira. Dia takut jika Ninuk berlaku demikian, disekolahkan cukup tinggi sampai bangku kuliah, dengan biaya yang tidak murah. Tetapi menganggap semua tindakannya akan selalu benar karena punya ijasah sarjana.
__ADS_1
Leon lebih sering ngobrol sehari-hari dengan Bu Jum, Mbak Ning atau Bulek Ratih. Tampaknya perubahan sikap Asti semakin nyata, rasa kepercayaan pada Leon belum juga pulih. Karena yakin akan ada beberapa perempuan lain di sana, yang akan segera bertindak sedemikian rupa, siap menghancurkan lagi komitmen pernikahan mereka.
Musim tanam atau tandur sudah dimulai di desa Sendang Mulyo. Jadi Bulek Ratih harus kembali ke rumahnya di desa. Wanita itu akan menyiapkan segala makanan untuk orang-orang yang bekerja di sawah mereka... Mungkin mereka akan menggunakan puluhan tenaga kerja lagi, alias buruh tani. Agar sawah yang cukup luas itu dapat ditanami padi secara bersamaan.
Akbar selalu menjadi kawan akrabnya Om Joko. Kemana pun si Omnya itu pergi, dia pasti akan ikut. Bahkan balita itu dapat duduk di depan , di samping Joko saat mengemudikan mobil Asti. Mobil yang sangat fleksibel karena gesit, lincah dan tahan banting.
Joko sering membawa Akbar bepergian, tentu dengan pengasuhnya Mbak Putri. Gadis manis itu sangat sederhana, patuh dan tidak neko-neko. Dia masih ada hubungan kekerabatan dengan Pak Rob. Sekolah Putri Masyitoh itu hanya sampai kelas 8 , dan tidak dilanjutkan lagi karena tidak ada biaya dari kedua orangtuanya.
Bayi perempuan mungil itu semakin gesit saja. Apalagi bila mendengar suara Asti yang sedang memanggilnya. Pasti akan mencari suara ibu dengan mengumbar senyum manisnya.
Bu Jum juga banyak mengeluarkan barang-barang milik Akbar dulu. Sebagian sudah dibersihkan dan akan digunakan. Mulai dari baby swing, stroller, sampai car seat..Semua itu untuk bayi perempuan itu yang sudah dapat diajak bepergian keluar rumah, setelah usianya lebih dari 40 hari.
Diam - diam Leon sudah memesan mobil baru untuk Asti sebagai hadiah untuk kelahiran putrinya. Dia tahu mobil yang disukai istrinya tersebut. Sebuah kendaraan yang tidak terlalu mewah, mampu menampung anak-anak beserta pengasuhnya dalam sekali angkut.
Sehari-hari Asti mulai menjalani perannya sebagai ibu rumah tangga. Dia mengatur menu untuk makan siang dan malam. Membantu Mbak Ning di dapur. Mbak Putri dan Bu Jum sering membawa anak-anak bermain di taman samping yang rindang dan sejuk.
Akbar pun tampak senang karena seharian ibunya ada di rumah. Dia suka menunggui, kalau adik perempuannya disusui oleh ibunya atau dimandikan Bu Jum. Tanpa Leon menyadari kalau bayinya telah berusia 2 bulan. Tetapi Asti masih memakai korset perut atas izin dari Dokter Eva.
Pada zaman dahulu perempuan Jawa harus memakai kain bebat panjang agar peranakannya tidak turun dan bentuk perutnya langsung. Jadi tidak buncit setelah punya anak. Tetapi Bu Jum menerapkan ajaran dari salah satu majikannya yang keturunan Cina saat mengurus menantu perempuan yang baru saja melahirkan. Sehingga menantunya perempuannya itu cepat pulih dengan badan langsing dan tidak kendur. Malah seperti gadis kembali. Waktu itu Bu Jum itu bekerja pada seorang pengusaha kuliner di Jakarta. Atas Izin Leon juga, Bu Jum mengurus Asti seperti yang dilakukan mantan majikannya dulu.
__ADS_1
Oleh karena itulah, Leon mengalah tidur bersama Akbar di kamar sebelah. Sekarang Bu Jum tidur di kamar lantai dua. Di kamar Akbar, mereka menggelar dua kasur spring bed di lantai yang sudah dialasi tikar.. Ini berguna menjaga agar Akbar tidak terjatuh kalau tidur di atas tempat tidur yang berkaki tinggi.
Boks bayi diletakkan kembali lagi ke kamar utama.. Sebelum Asti tidur, Bu Jum akan mengurut kedua kaki Asti dengan ramuan tertentu dan menyejajarkan kedua kakinya dengan posisi tidur Asti lurus. Tidak miring ke kiri dan ke kanan. Kedua badannya ditopang oleh bantal besar, di kedua sisi tubuhnya.
Hal inilah yang membuat Asti sangat menghargai Bu Jum. Dia sangat menjaga dirinya layaknya seorang ibu menggurus putrinya sendiri.
Kehidupan terus berjalan... Joko dan Leon masih menunggu itikad baik Almira untuk datang ke rumah ini dan meminta maaf kepada Asti. Ternyata Almira tidak punya nyali sebesar itu untuk mengakui kesalahannya...
Sampai ada berita kalau ada tetangga Mas Danu melihat Almira dan Mas Pram berada di pengadilan Agama. Perceraian mereka sudah sampai keputusan akhir, sampai pria itu membacakan ikrar talaknya.
Joko tersenyum culas! Salahnya juga, kalau dia dulu sangat mengagumi wajah gadis cantik itu dengan pakaiannya yang tertutup rapi. Ternyata ambisinya telah membuatnya menjadi wanita yang pendengki dan iri hati!
Tim pusat dari Berkah Mart mendatangi Asti di pagi itu. Kebetulan ruko sudah dikosongkan minggu lalu. Asti telah menyelesaikan urusan kontrak franchise itu dibantu satu orang dari kantor Ibu Imelda S.H.
Para pria muda itu kagum dengan penataan ruang ruko yang modern dan multifungsi. Apalagi toko itu berlantai tiga . Jadi lantai atas bisa digunakan sebagai gudang dan tempat tinggal karyawan laki-laki.
Mereka segera kembali dari ruko setelah melakukan pengukuran dan pemotretan, sambil menyerahkan berkas- perjanjian kerjasama mereka... Empat hari yang lalu Asti sudah menyampaikan hal ini. Namun Leon hanya mendengarkannya sekilas saja. Dia membebaskan Asti mempunyai usaha dengan uang simpanannya sendiri. Sebab Asti tidak pernah memakai satu rupiah pun uang belanja bulanan yang diberikan Leon untuk kepentingannya pribadi. Sebagian sisa uang bulanan itu dia masukan ke dalam kotak peti besi tabungan untuk dana cadangan rumah tangga.
Pada hal seperti itulah, Asti hanya meminta pendapat pada Joko dan Lek No... Memang belajar dari sebuah pengalaman pahit itu baik.
__ADS_1
Hanya saja saat ini Leon merasakan ketidaknyamanan itu. Benar juga nasehat dari Mas Pandu, Leon akan kehilangan keluarganya kalau dia masih berkaca pada masa lalunya. Dia merasakan ketidakbahagiaan itu, walaupun Asti masih menggurus semua keperluannya. Wanita itu masih menghormati sebagai suaminya. Namun Asti tidak lagi mempercayakan hatinya lagi!