
"Baik, Sayang. Mau kapan ke rumah bundanya?" tanya Sam.
Ayaka tersenyum hangat ke arah Sam, Ayahnya itu kini nampak begitu perhatian. Senang sekali rasanya, Ayaka lalu menatap wajah Sam dengan lekat.
"Terserah Ayan Sam saja," jawab Ayaka.
Sam tersenyum seraya mengusap puncak kepala putrinya, lalu dia mencubit dengan gemas pipi putrinya tersebut.
"Baiklah, selepas makan malam kita akan menemui bunda kamu," ujar Sam pada akhirnya.
"Terima kasih, Ayah. Karena sudah mau menuruti keinginan dari Aya," ujar Ayaka dengan begitu tulus.
Sam tersenyum lalu menganggukkan kepalanya, tentu saja dia akan mengantarkan putrinya itu ke rumah Angel. Karena walau bagaimanapun juga Ayaka terlahir dari rahim Angel, wanita yang sempat menjadi selingkuhannya selama 5 tahun lamanya.
"Ya, Sayang. Untuk makan malam mau dibikinin apa? Ayah Sam sekarang sudah pandai memasak," tawar Sam.
"Apa pun yang Ayah Sam masak pasti Aya makan," jawab Ayaka.
Sam adalah ayah kandungnya, Ayaka berjanji akan menghormati dan menyayangi pria itu dengan setulus hatinya.
"Baiklah, Ayah akan memasak makanan kesukaan Aya," ujar Sam pada akhirnya.
Kini putrinya memilih untuk tinggal bersama dengan dirinya, tentunya Sam harus pandai mengurus putrinya. Sam juga harus pandai memasak apa yang disukai oleh putrinya, karena kini Sam harus menjadi ayah dan juga Ibu bagi Ayaka.
Walaupun pada kenyataannya Ayaka akan mengunjungi Angel untuk sesekali, tetapi tetap saja Sam harus berusaha untuk menjadi pria paket komplit.
Karena Ayaka tinggal bersama dengan dirinya, Sam harus bisa menjadi ayah dan juga Ibu di dalam satu waktu.
Beberapa jam kemudian.
Ayaka dan juga Sam terlihat sudah bersiap untuk pergi ke rumah Angel, Ayaka sudah terlihat begitu cantik dan Sam juga terlihat sudah tampan.
Walaupun tidak memakai baju mahal seperti dulu lagi, tetapi ketampanan pria itu masih tetap terlihat di usianya yang semakin matang.
__ADS_1
"Aya sudah siap ketemu sama bunda?" tanya Sam ketika dia menyalakan mesin motornya.
Ya, Sam kini lebih memilih untuk membeli motor matic untuk dia berkendara setiap harinya. Tentunya agar dia lebih mudah ketika belanja dan mengantarkan putrinya ke sekolah.
Walaupun Aruna sempat menawarkan kepada Sam untuk mengantar jemput putrinya, tetapi rasanya Sam lebih memilih untuk mengantar jemput putrinya sendiri.
Bukan karena tidak menghormati tawaran dari Aruna, tetapi rasanya sudah cukup Sam merepotkan selama ini. Dia tidak ingin merepotkan mantan istrinya lagi, malu rasanya.
Walaupun dia terlihat begitu tinggi dan terasa jomplang saat menggunakan motor matic, tetapi Sam tidak malu karena memang pada kenyataannya dia hanya bisa membeli motor tersebut.
Karena memang mobil miliknya yang dulu sudah dijual oleh Angel ketika melakukan pelarian, sedangkan mobil milik Almira tetap ada di kediaman lama wanita itu. Akan tetapi Sam sudah bertekad tidak akan menggunakan mobil tersebut.
Dia sudah bertekad akan memulai kehidupannya dari awal, dia ingin menjadi sosok manusia lebih baik dan disayangi oleh putrinya.
"Sudah, Ayah," jawab Ayaka seraya memeluk ayahnya dan menyadarkan kepalanya di punggung pria itu.
Sam tersenyum mendapatkan perlakuan seperti itu dari putrinya, Sam lalu mengusap tangan putrinya yang terasa begitu dingin dan berkata.
"Jangan gugup," ucap Sam seraya melajukan motornya.
Setelah Sam melajukan motornya, tidak ada obrolan lagi di antara keduanya. Baik Sam ataupun Ayaka terlihat fokus dalam pikirannya masing-masing.
Setelah 15 menit melajukan motor maticnya, Sam memberhentikan motor itu tepat di pelataran rumah Angel. Lalu, keduanya terlihat turun dari motor dan mengetuk pintu rumah tersebut.
"Siapa?" tanya Angel seraya membuka pintu rumahnya.
Angel terlihat kaget ketika melihat Sam yang berada di hadapannya bersama dengan seorang anak kecil, mau apa pikirnya pria itu datang. Karena keduanya sudah sepakat untuk tidak hidup bersama lagi.
Walaupun dalam ikatan pernikahan sekalipun, keduanya sudah memutuskan untuk tidak bersatu. Karena tetap saja akan ada bayang-bayang di masa lalu, bayangan yang begitu kelam yang pernah mereka lalui.
"Maaf jika aku mengganggu waktumu, ada yang ingin aku bicarakan. Aku hanya ingin meminta waktumu sebentar saja, boleh?" tanya Sam dengan begitu sopan.
Awalnya Angel terdiam mendengar permintaan dari Sam, tetapi tidak lama kemudian dia menganggukkan kepalanya tanda memperbolehkan pria itu untuk masuk.
__ADS_1
"Tentu saja boleh, silakan masuk," jawab Angel seraya melebarkan pintu agar Sam bisa masuk ke dalam rumah tersebut.
"Terima kasih," ujar Sam yang langsung masuk ke dalam rumah tersebut dan duduk di dalam ruang tamu.
Begitupun dengan Ayaka yang langsung duduk tepat di samping Sam, anak itu masih terdiam seraya menatap wajah Angel dengan lekat.
"Katakanlah-kata apa yang ingin kamu katakan!" ucap Angel seraya duduk tepat di hadapan Sam.
Sam menolehkan wajahnya ke arah Ayaka, lalu dia tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Ayaka yang paham Langsung tersenyum lalu dia menolehkan wajahnya ke arah Angel.
"Selamat malam, Bunda. Maaf jika Aya mengganggu waktu Bunda, Aya cuma mau bilang kalau Bunda tidak usah mencari Aya lagi. Karena nyatanya Aya memang tidak hilang," ujar Ayaka mengawali pembicaraan.
Angel terlihat kebingungan mendengar apa yang dikatakan oleh gadis kecil yang ada di hadapannya, karena jujur saja Angel tidak mengenal gadis kecil itu.
Namun, ketika melihat sorot mata gadis itu Angel merasa begitu mengenal dengan tatapan mata itu.
"Maksudnya bagaimana? Aku tidak paham," ujar Angel dengan wajah bingungnya.
"Aku adalah Aya, Bun. Anak Bunda yang Bunda tinggalkan ketika tertabrak mobil sampai muka Aya hancur, Bunda tahu... setelah kepergian Bunda, Aya begitu sengsara. Karena orang yang menabrak Aya memperlakukan Aya dengan sangat tidak baik dan juga tidak layak."
Ayaka terlihat menghela napas panjang, dia berusaha untuk menenangkan hatinya. Namun, tetap saja air matanya terlihat luruh di kedua pipinya tanpa permisi.
Angel terdiam seraya mendengarkan apa yang dikatakan oleh gadis kecil itu, Angel bahkan ikut menangis karena merasa begitu sedih. Namun, dia belum bisa mengatakan apa pun. Karena bibirnya terasa begitu kelu.
"Tetapi setelah satu tahun Aya hidup dengan wanita jahat itu, Aya begitu bersyukur karena ditemukan oleh tante Aruna. Tante Aruna begitu baik sekali kepada Aya, dia membawa Aya berobat dan akhirnya Aya dioperasi. Alhamdulillah wajah Aya bisa kembali normal, walaupun wajah Aya tidak bisa seperti dulu lagi."
Setelah menceritakan hal itu Ayaka nampak memeluk Sam dengan begitu erat, dia menangis di dalam pelukan ayahnya itu. Sam membalas pelukan putrinya, lalu mengelus punggung putrinya dengan begitu lembut.
Angel yang melihat akan hal itu langsung menghampiri Ayaka, lalu dia menarik lembut tubuh gadis kecil itu ke dalam pelukannya.
"Jadi kamu adalah Aya?" tanya Angel seraya mengelus lembut punggung putrinya.
"Hem!" jawab Ayaka yang tidak mampu berkata-kata karena air matanya terus saja mengalir.
__ADS_1
"Maafkan Bunda, karena dulu Bunda sudah meninggalkan kamu. Bunda terlalu takut akan ditangkap oleh polisi, Bunda terlalu takut akan hidup sengsara. Maaf," ucap Angel penuh sesal.