
"Ada apa? Kenapa kembali pulang? Tidak jadi kerja?" tanya Angel.
"Tidak apa-apa, aku hanya ingin bertanya. Apakah kamu merekam percintaan panas kita tadi malam?" tanya Sam dengan ragu, karena takut Angel akan marah.
Bukannya menjawab pertanyaan dari Sam, Angel malah memperhatikan wajah Sam yang nampak memerah. Dia juga memperhatikan baju Sam yang sudah berganti, Angel menjadi aneh dibuatnya.
"Sam, ada apa dengan wajah kamu? Kenapa seperti terkena siraman air panas? Terus, baju kamu juga jadi lain. Ada apa sebenarnya?" tanya Angel.
Angel menatap Sam dengan tatapan penuh selidik, dia benar-benar merasa heran saat melihat gelagat Sam yang terlihat berbeda dari biasanya.
Sam kebingungan harus menjelaskan apa kepada Angel, haruskah dia berkata jujur kepada wanita itu atau berbohong, pikirnya.
"Jawab, Sam!" bentak Angel karena tidak sabar saat melihat Sam yang diam saja.
"Aku, maksudnya, ini semua karena--"
Belum sempat Sam menjelaskan semuanya kepada Angel, ponsel milik Sam berdering dengan begitu kencang. Dengan cepat dia mengambil ponselnya dari dalam sakunya, lalu dia melihat siapa yang melakukan panggilan kepada dirinya.
Sam terlihat mengernyitkan dahinya karena panggilan tersebut merupakan panggilan masuk dari pelayan, tidak biasanya pelayan di rumahnya menghubungi dirinya.
"Siapa?" tanya Angel dengan raut wajah cemburu karena dia mengira jika yang menelepon Sam adalah Aruna.
''Bibi di rumah," jawab Sam.
"Angkat!" ujar Angel.
Sam menuruti apa yang dikatakan oleh Angel, dia mengangkat panggilan telepon yang berasal dari pelayannya tersebut. Angel dengan cepat menyalakan loudspeaker, karena dia takut jika nama Aruna diganti dengan nama pelayan.
"Halo, Bi! Ada apa?" tanya Sam dengan perasaan was-was karena bibi tidak pernah menelepon Sam jika tidak ada keperluan.
Almira belum lama keluar dari rumah sakit, tentu saja yang terlintas di dalam pikirannya adalah tentang kesehatan ibunya.
"Anu, Den. Nyonya pingsan, tadi ada polisi ke rumah. Nyariin Tuan," jawab Bibi.
Deg!
Jantung Sam berdetak dengan begitu kencang, inilah yang dia takutkan. Dia takut jika dia akan terkena pasal undang-undang IT dan akan terancam hukuman selama 6 tahun penjara.
__ADS_1
Karena walau bagaimanapun juga, ada orang yang sudah menyebarkan video percintaan panasnya dengan angel dalam durasi waktu yang lama di sosial medianya sendiri.
"Lalu, bagaimana keadaan Mom saat ini?" tanya Sam dengan begitu khawatir.
"Saya sudah menelpon dokter, terus katanya pak polisinya mau pergi ke perusahaan Siregar buat jemput Tuan. Karena apa ya tadi, Bibi kurang paham."
Oh, oh, oh. Tubuh Sam langsung gemetaran mendengar apa yang dikatakan oleh bibi, sungguh dia takut akan dijebloskan ke dalam penjara.
Angel yang mendengar akan hal itu terlihat begitu syok, dia bahkan sampai tidak bisa berkata-kata. Angel memegangi dadanya yang terasa sesak dengan napas yang mulai tidak beraturan.
"Nanti aku akan pulang, tolong jaga Mom."
Setelah mengatakan hal itu, Sam langsung memutuskan sambungan teleponnya. Lalu, dia menatap wajah Angel yang kini terlihat begitu pucat.
Sam menggenggam tangan wanita itu, lalu dia berusaha untuk menjelaskan apa yang sebenarnya sudah terjadi.
"Apakah kamu benar-benar tidak menyebarkan video percintaan panas kita?" tanya Sam sekali lagi.
Angel langsung menggelengkan kepalanya mendengar apa yang dipertanyakan oleh pria yang begitu dia cintai itu, dia juga terlihat kecewa karena Sam seolah tidak percaya kepada dirinya.
"Aku memang begitu mencintai kamu, Sam. Aku ingin menjadikan kamu sebagai suami aku, aku ingin menjadikan kamu sebagai ayah dari anak-anak aku. Tapi, aku tidak mungkin melakukan hal yang bisa merugikan diri aku sendiri," jawab Angel.
Terlebih lagi di yakin sedang diincar oleh polisi, dengan bukti yang kuat seperti itu sudah dapat dipastikan jika Sam akan masuk ke dalam penjara. Sungguh dia tidak ingin mati membusuk di penjara.
"Lalu, Kenapa video itu bisa tersebar? Padahal, hanya aku dan kamu yang tahu akun media sosial aku," ujar Sam.
"Entahlah, aku tidak paham." Angel beringsut, dia berusaha untuk menjauh dari Sam.
Jika pada awalnya dia begitu ingin bersama dengan Sam, ini rasanya dia ingin pergi ke tempat yang begitu jauh asal tidak bertemu dengan pria yang ada di hadapannya.
"Angel, tolong bantu aku. Sebentar lagi pasti akan ada polisi yang datang ke sini, tolong sembunyikan aku." Sam berbicara dengan mengiba.
Bukan tanpa sebab Sam berkata seperti itu, setahunnya Angel memiliki rumah di kampung halaman ayah dan juga ibunya. Setidaknya Sam ingin bersembunyi terlebih dahulu di sana untuk sementara waktu.
"Tidak mau, aku tidak mau menyembunyikan seorang buronan."
Sam terlihat begitu geram mendengar apa yang dikatakan oleh Angel, Sam melakukan hal itu dengan Angel tentunya bukan hanya dia yang akan terjerat hukum tetapi Angel juga pastinya akan ikut mendekam di penjara bersama dengan dirinya.
__ADS_1
"Dasar wanita sialan! Jika aku terancam hukuman penjara, tentunya kamu juga akan terkena imbasnya Angel. Karena kita bercinta berdua, bukan aku yang memperkosa kamu."
Sam yang begitu geram tanpa sadar bahkan langsung mencekik leher Angel, Angel begitu kelabakan dan berusaha untuk mendorong dada pria yang begitu dia cintai itu.
"Le--lepaskan!" ujar Angel dengan napas yang terdekat.
Sam yang menyadari kesalahannya langsung melepaskan tangannya dari leher Angel, lalu dia mendorong dada wanita itu dengan cukup kasar.
''Jika polisi datang, sudah dapat dipastikan jika yang akan dipenjara bukan hanya aku saja Angel. Kita berdua akan membusuk di penjara," ujar Sam dengan suara tertahan tetapi penuh dengan penekanan.
"Aku tidak mau dipenjara!" pekik Angel.
Wajah Angel terlihat begitu ketakutan, sungguh dia tidak ingin masuk ke dalam ke penjara dan membusuk di sana.
"Diamlah! Sekarang cepat kita pergi dari sini, karena pasti sebentar lagi polisi akan datang untuk menemui kamu juga," ujar Sam.
"Tapi, tapi aku---"
"Berisik! Cepat benahi barang yang penting-penting saja, karena kita harus secepatnya pergi," ujar Sam seraya menyeret tubuh lemah Angel.
Wanita itu berjalan dengan terseok-seok, karena lututnya terasa kopong dan begitu sulit untuk berjalan. Sam yang sedang marah dan juga takut merasa tidak peduli dengan keadaan Angel, justru saat ini yang dia inginkan adalah cepat pergi dari sana karena takut polisi akan segera datang.
"Ayah, Bunda! Kita akan pergi ke mana?" tanya Ayaka ketika Sam sudah mulai melajukan mobilnya dengan begitu kencang.
"Kita akan berlibur," jawab Sam.
Sam yang begitu takut polisi akan segera datang langsung pergi dengan hanya membawa barang berharga saja, tentu saja hal itu dia lakukan karena tidak mau mengambil resiko.
"Yey! Akhirnya kita pergi berlibur," ujar Ayaka dengan raut wajah senang.
Di lain tempat.
Dokter sudah datang untuk memeriksa keadaan dari Almira, dokter menyatakan jika keadaan Almira sangatlah lemah. Wanita itu harus segera dibawa ke rumah sakit.
"Tapi, Dok. Tuan Sam belum pulang," jelas Bibi.
"Tidak perlu menunggu tuan kalian terlebih dahulu, ini adalah keadaan darurat. Saya yang akan mengantarkan nyonya Almira ke rumah sakit, karena beliau harus segera mendapatkan perawatan." Dokter berkata dengan begitu serius, dia bahkan langsung menggendong Almira.
__ADS_1
Bibi yang melihat akan hal itu hanya bisa paksa pasrah, dia benar-benar tidak menyangka jika hal ini akan terjadi kepada Almira.
"Ya Tuhan! Nyonya Almira adalah orang yang baik, semoga saja Engkau memberikan keselamatan kepada beliau." Bibi terlihat menangis setelah dokter membawa Almira ke rumah sakit.