Balasan Untuk Sang Mantan 2

Balasan Untuk Sang Mantan 2
Bab 32


__ADS_3

Sam yang terjatuh berusaha untuk bangun, lalu dengan cepat dia masuk ke dalam mobilnya. Dia berusaha untuk mengejar mobil Satria yang sudah melaju dari tadi, sayangnya Sam kehilangan jejak.


"Sial!" umpat Sam dengan begitu kesal karena sudah kehilangan jejak dan tidak bisa mengejar mobil Satria.


Pria itu berusaha untuk mencari istrinya dengan raut wajah kebingungan, dia begitu bingung harus mencari istrinya ke mana. Dia tidak tahu tempat favorit yang selalu dikunjungi oleh istrinya, dia bahkan tidak tahu ke mana saja Istrinya selalu pergi selama ini.


Bukan hanya itu saja, selama menikah dengan dirinya, Sam tidak pernah mengajak Aruna untuk jalan-jalan ke mana pun.


Bahkan, hanya untuk nongkrong di Kafe atau makan lesehan di pinggir jalan saja Sam tidak pernah melakukan hal tersebut. Sedangkan di saat hari libur tiba, dia akan sibuk dengan dirinya sendiri.


Lebih tepatnya dia akan sibuk menghabiskan waktu untuk melakukan video call dengan Angel dan juga putrinya, Ayaka. Gadis kecil yang hanya beda usia 9 bulan saja dengan Ayana, putri pertamanya.


Hal itu tentu saja membuatnya tidak mengetahui banyak hal tentang Aruna, karena selama ini dia memang berumah tangga dengan Aruna dan melakukan hal yang monoton dalam setiap harinya.


Dia akan bekerja dan memberikan uang jatah bulanan kepada Aruna, jika ada waktu luang dia akan bermain dengan Ayana. Walaupun Sam sempat tidak mengakui dan meminta Aruna untuk menggugurkan kandungannya, tetapi Sam tetap saja begitu mencintai putrinya tersebut.


Terlebih lagi putrinya itu memiliki wajah yang sama dengan dirinya, bahkan Ayana memiliki banyak kesamaan dengan dirinya. Dalam hobi ataupun dalam cara makan.


Di saat malam tiba, ketika dia menginginkan Aruna, dia akan meminta haknya sebagai seorang suami. Dia akan bercinta dengan penuh gairah bersama istrinya tersebut, karena memang tubuh Aruna selalu terlihat seksi.


Dari pertama bertemu dengan Aruna, wanita itu tetap saja bisa mengurus dan merawat tubuhnya. Tentu saja hal itu tidak lepas dari bantuan sang mertua, Almira. Karena Almira begitu menyayangi Aruna seperti putrinya sendiri.

__ADS_1


"Ke mana aku harus mencari Aruna?" tanya Sam dengan putus asa.


Tidak lama kemudian dia teringat akan ponsel Aruna yang masih aktif ketika dihubungi, senyum di bibir Sam langsung terbit ketika dia mengingat jika dirinya bisa mencari jejak istrinya melalui GPS.


"Astaga! Kenapa aku begitu bodoh?" ucap Sam seraya tertawa konyol.


Karena kepanikannya dia benar-benar lupa harus mencari istrinya dengan cara seperti apa, dengan cepat Sam menepikan mobilnya. Lalu, dia berusaha mencari keberadaan istrinya melalui GPS.


Dahi Sam sampai berkerut dengan dalam ketika mengetahui istrinya masih berada di rumah sakit, padahal Ayana sudah pergi bersama dengan pria dan juga wanita yang mengaku sebagai kakek dan juga neneknya Ayana.


Menurutnya, jika Ayana pergi dengan pria dan juga wanita paruh baya itu. Pastinya Aruna juga ada di rumah mereka, rumah kedua orang tuanya.


Sam benar-benar merasa khawatir jika kini Aruna yang sedang sakit, dengan cepat dia melajukan mobilnya kembali ke rumah sakit. Karena dia ingin segera bertemu dengan istrinya.


"Di mana dia? Ah, sepertinya aku harus bertanya terlebih dahulu," ujar Sam ketika dia sampai di rumah sakit


Dengan cepat Sam menghampiri meja resepsionis dan segera menanyakan keberadaan istrinya, Sam bertanya dengan begitu sopan kepada wanita yang bekerja di sana. Tidak lama kemudian, wanita yang bekerja di balik meja resepsionis itu nampak tersenyum dan berkata.


"Maaf, Tuan. Data tentang nyonya Aruna tidak ditemukan," jawab wanita tersebut.


"Tapi, Nona. Di sini jelas-jelas terlihat bahwa istri saya berada di rumah sakit ini," ujar Sam seraya menunjukkan lokasi tempat di mana istrinya berada.

__ADS_1


"Ya, anda benar jika posisi istri anda memang sekarang saat ini sedang berada di rumah sakit ini. Tapi tidak ada data yang ditemukan tentang istri anda," ucap wanita itu membenarkan.


Sam merasa kesal sekali dengan jawaban yang dilontarkan oleh wanita itu, dengan cepat dia melangkahkan kakinya untuk mencari Aruna. Karena entah kenapa kini hatinya benar-benar terasa sangat was-was.


Setelah berkeliling dengan cukup lama, Sam duduk di bangku tunggu yang ada di rumah sakit tersebut. Lalu, dia kembali mengecek ponselnya ternyata. Teranyata keberadaan Aruna sudah tidak ada lagi di sana.


Aruna telah meninggalkan rumah sakit dan Sam tidak tahu ke mana kini Aruna akan pergi, tetapi walaupun seperti itu Sam segera pergi dari sana. Dia akan berusaha untuk menyusul dan mencari di mana istrinya berada.


Sam terus saja mencari titik di mana keberadaan istrinya, hingga tidak lama kemudian dia berhenti tepat di depan rumah mewah dan juga megah.


Rumah mewah itu memiliki gerbang yang menjulang dengan begitu tinggi, Sam menjadi bertanya-tanya di dalam hatinya. Rumah siapa ini, karena tidak mungkin orang sembarangan yang mempunyai rumah seperti ini.


Bahkan, Sam juga bisa melihat jarak dari gerbang menuju pintu utama itu sangatlah jauh. Karena ada taman bunga, ada area taman bermain anak-anak dan juga ada tempat untuk berkumpul orang-orang dewasa sebelum menuju ke pintu utama.


"Rumah siapa ini?" tanya Sam dengan rasa kagum yang luar biasa.


Pada awalnya, Sam hanya terdiam seraya memperhatikan rumah megah tersebut. Dia seolah ingin segera masuk ke dalam rumah itu, tetapi tidak berani.


Cukup lama dia memperhatikan rumah megah tersebut, karena merasa penasaran, akhirnya Sam turun dari dalam mobilnya dan segera menghampiri security yang berjaga di sana.


"Permisi, Pak. Bolehkah saya bertanya?" tanya Sam dengan begitu sopan.

__ADS_1


"Boleh, Tuan. Silakan, anda mau bertanya tentang apa?" jawab security tersebut.


"Itu, Pak. Apakah istri saya berada di sini? Soalnya setelah saya melacak keberadaan istri saya melalui ponsel, ternyata dia berada di sini," ucap Sam seraya menunjukkan letak titik di mana keberadaan Aruna.


__ADS_2