
Rencana setelah menikah tentulah berbulan madu, menghabiskan waktu di dalam kamar untuk bercinta. Mencoba berbagai gaya dari berbagai sisi, tetapi nyatanya tidak semuanya seperti itu.
Kenzo tidak bisa menikmati madu yang selalu terasa manis dan ingin terus dia hisap seperti pasangan pengantin baru lainnya, dia harus mampu menahan hasratnya karena Anaya nyatanya sedang datang bulan.
Maka dari itu Kenzo malah mengajak Anaya untuk menghabiskan waktu dengan jalan-jalan, karena rasanya itu lebih baik. Daripada di dalam kamar pengantin, yang ada malah dia tidak akan tahan untuk meminta haknya.
"Memangnya mau jalan-jalan ke mana? Perut aku lagi sakit loh," ujar Anaya ketika mereka hendak pergi.
Anaya baru saja datang bulan, tentu saja perutnya terasa sakit. Karena itu adalah hal yang wajar dirasakan, dia juga merasa lemas dan malas.
"Ke mana saja, yang penting menyenangkan," jawab Kenzo yang langsung meminta pak sopir untuk membawa mereka jalan-jalan ke tempat-tempat yang menarik dan menyenangkan.
Tentunya dia akan membawa istrinya pergi ke tempat yang membuat wanitanya nyaman, tempat indah dengan sejuta pesona.
Di lain tempat.
Anisa terlihat sudah bersiap untuk pergi ke ibu kota, karena memang kini dia tinggal di perkampungan. Maka dari itu, sebelum dia pergi ke kota Sorong, dia harus pergi terlebih dahulu ke ibu kota. Agar bisa pergi ke kota Sorong melewati jalur udara.
Setelah en jam melakukan perjalanan menuju ibu kota, ahirnya Anisa memutuskan untuk menginap selama satu malam di hotel sebelum dia pergi ke kota Sorong.
Padahal, awalnya dia berencana akan langsung pergi ke kota Sorong. Akan tetapi, dia malah merasa lemas. Mungkin karena dia sedang mengandung, maka dari itu dia lebih gampang merasa lemas.
Anisa sengaja memilih untuk menginap di hotel dekat Bandara, hal itu dilakukan agar keesokan paginya dia bisa langsung berangkat di kota Sorong.
"Kita istirahat dulu, setelah itu besok kita ketemu calon ayah kamu. Sepertinya menggunakan kehamilan ini untuk menghasut istri dari Kenzo, pasti akan lebih baik," ujar Anisa.
Wanita itu tersenyum penuh kelicikan, bayi yang ada di dalam kandungannya, yang rencananya akan ia gugurkan, malah dia urungkan. Anisa berpikir jika bayi yang ada di dalam kandungannya bisa menjadi berkah tersendiri untuk dirinya.
__ADS_1
Anisa yang telah tiba di dalam kamar hotel langsung merebahkan tubuhnya, lalu dia mengambil ponselnya dan menatap wajah Kenzo yang ada di layar ponselnya tersebut.
"Kamu terlalu sulit untuk aku lupakan, Ken." Anisa mengusap layar ponselnya, lalu dia tersenyum penuh arti.
Dia sudah merencanakan banyak hal, hal yang pastinya dia rasa akan berhasil. Dia sudah tidak sabar untuk segera pergi ke kota Sorong, dia ingin segera mendapatkan Kenzo kembali.
Sesuai dengan apa yang sudah Anisa rencanakan, pagi harinya wanita itu pergi ke Bandara. Dia mengambil pemberangkatan paling pagi, karena sudah tidak sabar untuk segera bertemu dengan Kenzo.
Bahkan, Anisa sudah memesan satu kamar di resort tempat Kenzo berada. Hal itu dia lakukan agar bisa cepat menghasut Anaya dan segera mendapatkan Kenzo.
Saat tiba di Bandara, Anisa berjalan dengan begitu bersemangat sekali. Hingga tanpa sengaja dia bertabrakan dengan seorang punya yang berjalan dari arah berlawanan.
"Aduh! Maaf, Nona. Saya--"pria itu terdiam seraya menatap Anisa"--Anisa!"
"Sofyan!" kaget Anisa.
Sofyan sempat tersenyum karena kini anisa terlihat lebih berisi, lebih cantik dan lebih menarik. Bahkan, walaupun wanita itu memakai baju syar'i, tetapi Sofyan bisa melihat jika dada wanita itu terlihat lebih berisi.
Setelah kejadian malam itu, Sofyan tidak tahu lagi apa yang terjadi terhadap Anisa. sofyan kehilangan kontak wanita itu, karena memang Anisa mengganti nomor ponselnya.
"Aku mau pergi," jawab Anisa yang dengan cepat meninggalkan sofyan
Baginya, Sofyan adalah masa lalu yang harus dia lupakan. Dia tidak mau ada hubungan apa apa lagi dengan pria itu, walaupun kini di dalam rahimnya ada benih dari pria itu.
Anisa berjalan dengan begitu cepat, karena memang pesawat menuju kota Sorong juga akan segera mengudara.
Sofyan terbengong, dia menatap kepergian Anisa dengan penuh kebingungan. Pria yang baru saja tiba di Bandara itu segera duduk di salah satu bang kutunggu.
__ADS_1
"Apa mungkin Anisa akan pergi untuk menyusul suaminya? Tapi, kenapa dia tidak pernah menghubungiku? Bukankah dulu dia berkata ingin mengajak aku untuk menjebak Kenzo?" tanya Sofyan.
Karena terlalu sibuk bekerja dan juga menjual obat-obatan yang membuat dompetnya semakin gemuk, Sofyan sampai lupa dengan rencananya bersama Anisa.
Walaupun perasaan pria itu kepada Anisa masih tetap sama, sampai saat ini dia masih begitu mencintai Anisa. Bahkan, dia tidak pernah pergi dengan wanita mana pun.
Karena begitu merasa penasaran, akhirnya Sofyan mencari tahu tentang keluarga Dinata lewat mesin pencarian. Karena memang keluarga Dinata adalah keluarga terpandang, salah satu pengusaha terbesar di negaranya.
Tentunya akan sangat gampang untuk mencari tahu tentang keluarga besar tersebut. Saat dia mencari nama Kenzo pada mesin pencarian, Sofyan begitu kaget karena ternyata Kenzo baru saja menikah.
"Jangan-jangan Anisa sudah diceraikan, makanya Kenzo kini menikah kembali dengan wanita yang dia cintai," ucap Sofyan.
Karena dia bisa melihat senyum yang begitu lebar di bibir Kenzo ketika berfoto dengan istrinya, dia bisa menebak jika pria itu pasti sangat mencintai istrinya.
Terlihat sekali dari bagaimana cara kedua memandang, terlihat juga dari cara Kenzo memeluk pinggang istrinya dengan posesif.
"Jangan-jangan, Anisa pergi untuk mencoba merusak pernikahan Kenzo?" ujar Sofyan. "Sepertinya aku harus melakukan sesuatu," imbuhnya.
Jika Sofyan sedang berfikir dengan begitu keras berbeda dengan Anisa yang kini sudah mengudara. Dia nampak memilih untuk tidur selama perjalanan menuju kota Sorong, karena sepertinya itu akan lebih baik.
"Bobo yang nyenyak, Dek. Kita akan segera bertemu dengan calon ayah kamu," ujar Anisa sebelum dia memejamkan matanya dengan tangan yang terus saja mengusap perutnya.
Setelah melakukan perjalanan selama hampir tujuh jam, akhirnya Anisa tiba juga di Bandara kota Sorong. Setelah keluar dari Bandara, dia langsung memesan taksi dan meminta pakl sopir untuk mengantarkan dirinya menuju resort tempat di mana Kenzo dan keluarga besarnya berada.
"Sebentar lagi kita akan bertemu lagi, Sayang. Aku sudah tidak sabar ingin kembali memiliki kamu," ucap Anisa dengan begitu percaya diri.
Anisa tersenyum penuh arti, tidak lama kemudian dia menyeringai licik karena teringat akan rencana yang sudah dia susun dan akan segera direalisasikan.
__ADS_1
"Tunggu aku, Ken," ujar Anisa.