Balasan Untuk Sang Mantan 2

Balasan Untuk Sang Mantan 2
Bab 56


__ADS_3

Sam kebingungan karena ternyata dirinya dan juga Ayaka ditinggalkan di penginapan tersebut oleh Angel, angel bukan hanya tega meninggalkan dirinya dan juga putrinya. Akan tetapi, Angel membawa uang serta kartu sakti miliknya.


Kini pria itu tidak memiliki uang sepeser pun, beruntung kamar yang dia tempati sudah dibayar saat dia sampai. Namun, kini saat dia ingin membelikan sarapan untuk dirinya dan juga Ayaka, dia tidak mempunyai uang sama sekali.


"Sial! Kenapa Angel melakukan hal ini kepadaku? Apakah dia tidak merasa kasihan terhadap diriku dan juga putrinya?" tanya Sam dengan tidak habis pikir.


Jika Angel tidak memedulikan dirinya, mungkin itu adalah hal yang masih bisa dipertimbangkan. Akan tetapi, jika Angel tidak memedulikan putrinya, rasanya itu benar-benar sangat keterlaluan.


Terlebih lagi Angel adalah seorang ibu, sepatutnya dia merasakan kasih sayang yang begitu besar terhadap putrinya, Ayaka. Bukan malah meninggalkannya begitu saja.


Padahal, selama ini dia selalu lebih mementingkan Angel daripada Aruna dan juga ibunya. Apa pun yang diminta oleh Angel, selalu dia turuti.


Bahkan, dia selalu mengeluarkan uang yang lebih banyak untuk Angel, sedangkan Aruna hanya cukup untuk biaya rumah tangga saja. Untuk jajan pun Sam tidak pernah memberikan uang lebih kepada wanita yang sudah menikah enam tahun dengannya itu.


"Oh Tuhan! Apakah ini hukuman untukku? Tetapi, kenapa terasa begitu berat?" tanya Sam dengan frustasi.


Tidak lama kemudian, Ayaka terbangun dari tidurnya. Dia mengerjapkan matanya seraya mengedarkan pandangannya, tidak lama kemudian dia nampak tersenyum ketika dia melihat Sam yang sedang duduk di tepian tempat tidur.


"Selamat pagi, Ayah," ucap Ayaka seraya bangun dan memeluk ayahnya dengan begitu erat.


Terlihat sekali jika dia begitu bahagia karena ayahnya ada di sampingnya, Ayaka tidak tahu jika Angel baru saja meninggalkan mereka dan kini Sam sedang ada dalam kebingungan.


Namun, walaupun dia kini sedang bingung dan juga kesal terhadap Angel, dia tidak menunjukkan sikap itu di hadapan anaknya. Karena walau bagaimanapun juga Ayaka belum tahu apa-apa, dia hanya anak kecil yang harus diperlakukan dengan baik.


"Selamat pagi juga, Sayang. Apakah kamu lapar?" tanya Sam.


Ayaka tersenyum seraya menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan, putri cantiknya itu terlihat begitu menggemaskan sekali. Wajah bantalnya bahkan membuat Sam ingin mengecup pipi gembil ya.


"Lapar, Ayah. Tapi Ayah, aku mau mandi dulu. Habis itu baru sarapan," jawab Ayaka.


"Baiklah, kamu mandi sendiri ya? Ayah mau nyari sarapan," ujar Sam seraya mengelus lembut puncak kepala putrinya.


Walaupun saat ini dia merasa kesal dan juga benci kepada Angel karena sudah meninggalkan dirinya dan juga Ayaka, tetapi rasa cintanya terhadap putrinya tidak luntur. Karena walau bagaimanapun juga Ayaka adalah putri kandungnya.


Ya, Ayaka adalah putri kandung dari Sam, karena tanpa sepengetahuan Angel pria itu langsung melakukan tes DNA ketika Angel melahirkan Ayaka.

__ADS_1


Maka dari itu, sebisa mungkin Sam selalu memberikan perhatian yang lebih ketika mereka bertemu. Bukan tanpa alasan Sam melakukan tes DNA, hal itu dia lakukan karena Sam pernah melihat Angel pergi dengan pria lain.


"Iya, Ayah," jawab Ayaka dengan patuh.


Ayaka terlihat keluar dari dalam kamar seraya membawa baju ganti dan juga handuk, setelah melihat putrinya masuk ke dalam kamar mandi dan menutup pintunya, Sam langsung menghampiri seorang wanita yang sedang duduk di dekat pintu keluar.


"Selamat pagi, Nona. Saya mau minta tolong boleh?" tanya Sam.


Wanita itu nampak menganggukan kepalanya seraya tersenyum hangat ke arah Sam, lalu dia pun berkata.


"Selama permintaan anda bisa kami turuti, tentu saja saya akan membantu anda," jawab wanita tersebut.


Sebenarnya Sam merasa malu sekali untuk meminta tolong kepada wanita itu, terlebih lagi untuk menjual barang berharga satu-satunya miliknya itu.


"Ehm! Begini, Nona. Saya ingin menjual jam tangan saya, apakah bisa dijual di sini atau harus di tempat lain?" tanya Sam dengan sopan.


Pria itu kini tidak mempunyai uang sepeser pun, hanya ada jam tangan miliknya dan selembar cek yang diberikan oleh Sigit. Beruntung dia menyimpan ceknya di dalam saku celananya, jika disimpan di dalam dompet sudah dapat dipastikan jika Angel pasti akan membawanya.


"Bisa saya lihat dulu jam tangan milik anda, Tuan?" tanya wanita itu dengan sopan.


"Sepertinya ini jam yang mahal, anda bisa pergi ke toko jam yang jaraknya sekitar 3km dari sini. Bisa naik angkot kok, kalau nggak mau naik angkot, naik ojek juga bisa," ujar perempuan itu.


Jam yang Sam pakai memang jam yang dia beli ketika pergi ke luar negeri bersama dengan Steven, waktu itu Sam bisa membantu Steven dalam memenangkan tender besar. Maka dari itu Sam diberikan uang yang sangat besar oleh Steven.


Sebagai kenang-kenangan dia membeli jam tersebut dengan harga 100 juta, dia berpikir itu adalah hal yang patut dia lakukan. Karena selain untuk kepuasan, tentunya untuk menunjang penampilan dirinya juga.


Mendengar apa yang dikatakan oleh wanita itu, Sam nampak berpikir keras. Jika dia pergi menggunakan angkot, dia sama sekali tidak mempunyai uang. Mungkin dia akan meminta tukang ojek untuk mengantarkan dirinya terlebih dahulu, pikirnya.


Sam masuk ke dalam kamar penginapan, dia duduk dan berpikir dengan keras. Setelah cukup lama berpikir, Sam pada akhirnya mengambil keputusan.


Awalnya Sam memang ingin menjual jam tersebut, tetapi niatnya dia urungkan. Dia malah memutuskan untuk mencairkan cek yang diberikan oleh Sigit, karena menurutnya uangnya juga lebih besar daripada hasil penjualan jam tangannya.


"Semoga saja ini adalah keputusan yang tepat, dengan uang itu aku bisa menyewa tempat bersama dengan Aya untuk sementara waktu," ujar Sam.


Pada akhirnya Sam mencairkan sejumlah uang yang dituliskan dalam cek yang diberikan oleh Sigit, dengan seperti itu Sam memang mendapatkan uang. Namun, hal itu merupakan kebodohan yang Sam tidak sadari.

__ADS_1


Karena atas apa yang dia lakukan, kini polisi bisa menemukan di mana keberadaan Sam. Polisi yang ada di ibu kota bahkan dengan cepat langsung menghubungi polisi yang ada di daerah tersebut.


Jika Sam kirim sedang ada di dalam incaran polisi, berbeda dengan Almira. Wanita itu kini sudah mulai sadarkan diri, betapa bahagianya Almira saat membuka mata. Karena yang pertama kali dia lihat adalah wajah Aruna.


"Aruna, Sayang. Kamu ada di sini?" tanya Almira dengan raut wajah yang berbinar.


Rasa bahagia, rasa bersalah dan juga rasa rindu bercampur aduk menjadi satu. Wanita yang sudah menceraikan Sam itu terlihat semakin cantik saja, Almira sampai pangling dibuatnya.


"Yes, Mom. Aku menunggui Mom, bagaimana keadaan Mom sekarang? Apakah sudah lebih baik?" tanya Aruna dengan begitu lembut seraya menggenggam tangan mantan mertuanya tersebut.


"Sangat baik Aruna, Sayang. Karena ada kamu di samping Mom, rasanya Mom begitu bahagia. Kesehatan Mom bahkan rasanya langsung pulih," jawab Almira.


Ah! Andai saja waktu bisa diputar kembali, rasanya Almira ingin sekali menghentikan kebodohan Sam yang berselingkuh dengan wanita lain. Karena bagi Almira, tidak ada menantu yang lebih baik daripada Aruna.


"Mom terlalu berlebihan, sekarang sarapan dulu ya, Aruna suapi. Setelah itu Mom minum obat," ujar Aruna dengan begitu lembut.


"Iya, Sayang. Kalau kamu yang nyuapin Mom mau, Mom mau makan dan mau minum obat. Mom mau sembuh," ujar Almira semangat.


Aruna tersenyum, lalu dia membantu Almira untuk duduk. Setelah itu, dia menyuapi Almira dengan begitu telaten. Setelah habis separuhnya, Almira berkata jika dia sudah kenyang dan ingin meminum obat saja.


Tentu saja Aruna menuruti apa yang diinginkan oleh mantan mertuanya tersebut, karena yang terpenting sudah ada makanan yang masuk ke dalam perut mantan mertuanya itu.


"Trima kasih, Sayang. Terima kasih karena sudah menyuapi Mom, di mana Ay? Apakah dia tidak ikut?" tanya Almira.


"Ay sedang sekolah, nanti selepas pulang sekolah aku akan mengajak Ay ke sini," jawab Aruna.


Almira begitu senang sekali, karena walaupun Aruna sudah menjadi mantan menantunya, tetapi wanita itu masih saja bersikap baik kepadanya.


Saat sedang asyik mengobrol dengan Almira, ponsel milik Aruna berdenting. Aruna dengan cepat mengambil ponselnya dan membaca pesan chat masuk yang ternyata dari Sagara, adiknya.


Adiknya itu berkata jika saat ini Sam sudah tertangkap polisi, pria itu sedang diinterogasi. Sagara juga mengatakan jika Sam ditangkap di sebuah daerah terpencil bersama dengan putrinya, Ayaka.


Sedih sekali rasanya mengetahui akan hal itu, terlebih lagi ketika dia mendengar Angel sudah meninggalkan Sam. Namun, walaupun seperti itu ada sebuah kepuasan di dalam diri Aruna.


Karena Aruna merasa jika Sam sudah mendapatkan balasan yang setimpal, Sam pastinya akan merasa begitu menderita saat ini. Dia sudah cukup tersiksa dengan apa yang kini dia dapatkan.

__ADS_1


"Ada apa? Apakah ada hal yang penting?" tanya Almira ketika melihat Aruna yang begitu fokus ke dengan ponselnya.


__ADS_2