Balasan Untuk Sang Mantan 2

Balasan Untuk Sang Mantan 2
Bab 48


__ADS_3

Di kediaman Dinata.


Aruna baru saja selesai menidurkan Ayana, gadis kecilnya itu terlihat begitu kelelahan. Setelah belajar mengaji dan shalat, Ayana mengajak dirinya untuk menjenguk Sayaka.


Adik kembar Sagara itu masih harus menjalani perawatan selama 2 bulan di rumah sakit, akhirnya encus yang biasa ditugaskan untuk mengurusi Ayana kini ditugaskan untuk mengurusi Sayaka.


Bukannya Rachel atau Satria tidak mau mengurusi putranya tersebut, tetapi sengaja dia meminta Aisyah untuk menjaga dan mengurusi semua keperluan Sayaka.


Karena Rachel dan juga Satria ingin menghabiskan banyak waktu dengan Aruna dan juga Ayana, tetapi mereka juga akan tetap menyempatkan waktu dalam setiap harinya untuk mengunjungi Sayaka.


"Selamat tidur putri Bunda," ucap Aruna dengan begitu pelan.


Aruna turun dari tempat tidur dengan begitu perlahan, lalu dia duduk di atas sofa seraya mengambil ponselnya. Aruna tersenyum kecut ketika dia membaca pesan yang dikirimkan oleh Sam, lalu Aruna memotret putrinya yang sedang tertidur dan mengirimkannya kepada Sam.


"Urusan di antara kita akan tetap ada Sam, tapi hanya urusan Ay."


Walaupun mulutnya berkata seperti itu, Aruna masih saja penasaran dengan apa yang kini sedang dilakukan oleh mantan suaminya itu. Terlebih lagi ketika mengingat kondisi Sam yang katanya baru baik dan baru pulang dari rumah sakit.


"Apakah Sam ada di rumahnya? Atau di rumah--"


Aruna tidak meneruskan ucapannya, tetapi Aruna malah mengecek rekaman CCTV yang ada di rumah Angel. Karena dia benar-benar ingin tahu apakah Sam ada di kediaman Rahardi atau di kediaman Angel.


Jika Sam berada di kediaman Angel, itu artinya Sam benar-benar merupakan pria yang begitu brengsek. Pria itu berkata masih mencintai dirinya dan ingin mengejar cintanya kembali, tetapi jika dia masih berhubungan dengan Angel, itu artinya semua yang dikatakan oleh Sam tidak lebih dari sampah.


Saat Aruna membuka rekaman CCTV yang berada di rumah Angel, Aruna terlihat begitu kaget. Karena dia bisa melihat dengan jelas jika Sam kini sedang asik memompa tubuh Angel dari belakang.


Angel menumpukan tubuhnya pada meja makan, sedangkan Sam menahan bokong Angel dan memaju mundurkan pinggulnya. Sesekali Sam terlihat menunduk lalu mengecupi punggung polos Angel.


"Dasar brengsek! Sam sialan! Dasar lelaki hina! Ini yang kamu bilang masih cinta aku? Ini yang kamu bilang ingin meninggalkan Angel dan memperjuangkan aku dan Ay?" tanya Aruna dengan air mata yang berderai di kedua pipinya.


Aruna merasa sangat marah sekali, karena dia bisa melihat jika Sam begitu bergairah saat menggempur inti tubuh Angel. Aruna tersenyum kecut dengan air mata yang berurai di kedua pipinya.


Sam adalah pria pertama yang membuat dia jatuh cinta, Sam adalah pria pertama yang menyentuh tubuhnya. Sam adalah pria pertama yang membuat dirinya merasa bahagia dengan semua sikap manis yang ditampilkan oleh pria itu.


Namun, kini Sam merupakan pria pertama yang juga menyakiti dirinya. Sam adalah pria pertama yang menorehkan luka yang begitu dalam di hatinya.

__ADS_1


"Saatnya kita bermain Sam," ujar Aruna.


Aruna yang memang sudah meretas akun sosial media milik Sam langsung membukanya, lalu dia menyambungkan rekaman CCTV tersebut pada acara live di IG dan juga FB.


"Nikmati kehancuran kamu setelah ini Sam," ujar Aruna.


Aruna membiarkan ponselnya menyala menayangkan adegan intim yang sedang dilakukan oleh Sam dan juga Angel, dia bahkan menonton adegan itu dengan senyuman yang begitu sulit untuk diartikan.


Tidak lama kemudian, grup chat perusahaan Siregar begitu ramai membicarakan apa yang terjadi. Sigit yang memang belum tidur dan sedang bermain dengan ponselnya langsung mengecek apa yang sebenarnya sedang dibicarakan di dalam grup chat perusahaan.


"Wow! Sam dan Angel--"


Sigit tidak berani meneruskan ucapannya, dia malah langsung membuka akun sosial medianya karena dia begitu penasaran dengan acara live streaming yang dibicarakan oleh para karyawannya.


"Astagfirullah!" pekik Sigit ketika dia melihat Angel yang sedang bergoyang dengan begitu lihainya di atas tubuh Sam.


Sam terlihat sedang duduk di atas kursi yang ada di ruang makan tersebut, Angel sedang bergoyang seraya mencengkram kuat pundak Sam.


"Ya ampun! Mereka sangat hot!" seru Sigit dengan mata yang membulat dengan sempurna.


"Astagfirullah! Maafkan Sigit ya Allah, Sigit udah dosa liat kaya gituan. Astagfirullah!" ucap Sigit.


Pria muda itu bahkan mengucap istighfar beberapa kali, dia merasa berdosa karena sudah menonton hal yang tidak sepatutnya dia lihat.


Setelah berusaha untuk menetralkan perasaannya yang tidak karuan, Sigit langsung melangkahkan kakinya keluar dari dalam kamarnya.


Lalu, Sigit dengan cepat melangkahkan kakinya menuju kamar ayahnya. Pria tua yang sedang beristirahat itu begitu kaget karena melihat Sigit yang masuk ke dalam kamarnya begitu saja.


Beruntung dia dan juga istri tercintanya tidak sedang bermain kuda-kudaan, jika iya, maka mereka akan sangat malu dilihat oleh putranya sendiri.


"Astagfirullah, Nak! Bisakah kamu mengetuk pintu dulu sebelum masuk?" tanya Steven yang langsung bangun dan menyandarkan tubuhnya pada sandaran tempat tidur.


Anjana sang Istri ikut bangun dan duduk di samping suaminya, lalu dia mengusap dada suaminya agar tidak marah-marah terhadap putra mereka.


"Salah Ayah sendiri, kenapa Ayah tidak mengunci pintu. Lagi pula ada hal penting yang harus dibicarakan dan tidak bisa ditunda-tunda," ucap Sigit.

__ADS_1


Sigit memberikan ponselnya kepada Steven, dengan cepat Steven menerima ponsel milik putranya tersebut. Steven begitu kaget ketika melihat adegan live streaming yang dilakukan oleh Sam dan juga Angel.


"Astagfirullah! Ada apa dengan Sam? Kenapa dia melakukan hal ini? Bukankah Sam adalah suami dari Aruna?" tanya Steven yang ketinggalan informasi.


"Aruna sudah menceraikan Sam, Aruna bahkan meminta tolong kepadaku untuk memecat Sam dan mem-blacklist namanya dari setiap perusahaan. Ayah mau bantu aku, tidak?" tanya Sigit.


"Tentu, Nak. Besok kita pecat dia, ini sangat memalukan." Steven mematikan ponselnya, lalu memberikan ponsel itu kepada Sigit.


"Alhamdulillah!" ujar Sigit bahagia.


"Tunggu sebentar deh, kamu kok bisa tahu tentang Aruna? Jangan bilang kalau kamu masih mengejar cinta Aruna?" tanya Steven dengan mata yang memicing.


"Ehm! Tentu saja, Ayah. Aku sangat mencintai Aruna, aku tidak peduli walaupun dia sudah menjadi janda dan memiliki satu putri. Aku akan berusaha untuk mendapatkan hati pujaan hatiku, Ayah tidak keberatan, kan?" tanya Sigit.


"Tunggu sebentar, Ayah tidak paham. Coba jelaskan apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Steven.


Semenjak Sigit pulang, Steven langsung menyerahkan perusahaan Siregar kepada putra ketiganya. Karena putra pertama dan keduanya sudah memiliki perusahaan sendiri, mereka menikahi anak tunggal dan diwarisi perusahaan dari keluarga sang istri.


Steven yang memang sedang sakit hanya fokus untuk melakukan penyembuhan, dia sama sekali tidak memperhatikan apa yang terjadi dengan anak buahnya.


"Jadi gini, Yah. Sebentar Sam itu--"


Sigit pada akhirnya menceritakan Sam yang sudah berselingkuh selama 5 tahun lamanya, Aruna yang sakit hati langsung menceraikan pria itu. Sigit juga tidak lupa menceritakan identitas asli Aruna, Steven sampai merasa tidak percaya dengan apa yang diceritakan oleh putranya tersebut.


"Jadi Sam menyelingkuhi Aruna selama 5 tahun?" tanya Steven dengan kesal.


"Ya Ayah," jawab Sigit.


"Dia, Aruna--maksud Ayah dia anak dari Satria?" tanya Steven dengan tidak percaya.


"Ya, Ayah. Aruna anaknya om Satria, ayahnya Sagara. Aruna adalah kakaknya Sagara dan Sayaka," jawab Sam.


"Ya Tuhan! Pasti Aruna selama ini sangat menderita," ucap Steven dengan sedih.


"Maka dari itu aku ingin secepatnya menjadikan dia sebagai istriku, aku Ingin secepatnya membahagiakan Aruna dan juga Ayana. Ayah dan Ibu setuju, kan?" tanya Sigit.

__ADS_1


__ADS_2