
Jika Sigit sedang begitu bahagia karena akhirnya sebentar lagi akan menikah dengan Aruna, berbeda dengan Angel. Wanita itu nampak terpuruk dan juga berada di dalam penyesalan.
Bukan hanya tentang apa yang sudah dia perbuat dengan Sam, tetapi apa yang sudah dia lakukan terhadap putri semata wayangnya.
Malam ini Angel sedang menangis, dia teringat akan putrinya yang sudah dia tinggalkan. Bukan hanya satu kali dia meninggalkan Ayaka, tetapi dua kali dia meninggalkan putrinya.
Putri yang terlahir karena hubungan gelapnya dengan Sam, gadis kecil tidak bernasab yang tidak memiliki dosa. Jika mengingat akan hal itu, Angel benar-benar merasa menyesal karena sudah melakukan dosa besar.
"Aku bukanlah ibu yang baik, aku benar-benar wanita yang tidak pantas disebut seorang ibu." Angel menangis sesenggukan, hal ini sudah terjadi selama 1 tahun lamanya.
Setiap malam sebelum dia tidur, dia akan menangis karena menyesali perbuatannya. Terlebih lagi ketika dia mengingat apa yang sudah dia lakukan terhadap Ayaka, meninggalkan putrinya untuk kedua kalinya.
Hatinya benar-benar terasa disayat sembilu, jika dia bisa mengulang waktu, rasanya dia ingin kembali ke masa itu dan membawa Ayaka pergi bersama dengan dirinya.
"Maafkan, Bunda, Sayang. Maafkan Bunda," ujar Angel seraya memukul-mukul wajahnya.
Satu tahun yang lalu.
"Aya duduk manis sama teman-teman yang lainnya ya," ujar Ibu Panti.
Ayaka mengangguk patuh, anak kecil yang sedang bersedih itu tidak banyak bicara. Dia terlihat berusaha untuk menahan kesedihannya, ibu panti sampai merasa iba dibuatnya.
"Iya, Bu," jawab Ayaka.
Ayaka duduk bersama dengan anak-anak panti lainnya, dia duduk anteng sambil mendengarkan seorang ustadz yang sedang berceramah. Walaupun dia tidak paham dengan apa yang dibahas oleh ustadz tersebut, karena Ayaka memang beragama non muslim. Sama seperti ayah dan juga ibunya.
Sesekali dia akan mengedarkan pandangannya, dia tersenyum dengan senang karena di sana banyak makanan yang dia sukai.
"Kamu mau apa, Nak?" tanya Ibu Panti saat melihat Ayaka yang terus saja menolehkan kepalanya ke arah makanan manis yang tidak jauh dari sana.
__ADS_1
"Aya mau kue coklat," jawab Ayaka.
Gadis kecil itu menunjuk beberapa makanan manis yang berjajar dengan sangat rapi, terlihat begitu menggiurkan dan membuat air liurnya hampir menetes.
"Ambil saja, ngga ada yang larang." Ibu panti tersenyum hangat setelah mengatakan hal itu.
Ayaka langsung mendongakkan kepalanya, dia menatap wajah ibu panti dengan tatapan penuh pertanyaan.
"Memangnya boleh, Bu? Kan, acalanya belum selesai," ujar Ayaka.
Ayaka berbicara dengan begitu polos, ibu panti sampai terkekeh dibuatnya. Dia bahkan langsung mengusap punggung Ayaka dengan begitu lembut dan dengan penuh kasih.
"Boleh, Sayang. Kuenya memang disediakan untuk kalian, kamu boleh mengambil sepuasnya. Tapi jangan lupa sisain buat temannya," jawab Ibu Panti.
Wajah Ayaka nampak berbinar mendengar apa yang dikatakan oleh ibu panti tersebut, dia terlihat tidak sabar untuk segera mencicipi kue yang terlihat menggoda itu.
"Ya," jawab Ibu Panti.
Ayaka bangun dari tempat duduknya, lalu dia melangkahkan kakinya menuju tempat prasmanan. Dia mengambil piring kecil dari bahan plastik dan mengambil beberapa kue yang dia suka.
Namun, saat dia hendak kembali ke dekat ibu panti, dia melihat Angel yang sedang menyeberangi jalan. Ayaka langsung menaruh kue yang dia ambil, lalu dengan cepat dia berlari ke arah jalanan untuk mengejar ibunya.
"Bunda! Jangan pelgi, Bunda. Jangan tinggalkan Aya!" teriak Ayaka ketika dia hendak menyeberangi jalan tetapi takut karena banyak kendaraan yang lewat.
Angel menolehkan wajahnya ke arah Ayaka, dia merasa kaget melihat wajah putrinya yang berada di seberang jalan. Angel bahkan menolehkan wajahnya ke kanan dan ke kiri, dia takut ada yang mengenali dirinya.
Dia takut jika di sana ada pihak kepolisian, dia takut ada pihak kepolisian yang sengaja menjebak dirinya menggunakan putrinya sendiri.
"Bunda! Jangan pelgi, tunggu Aya!" teriak Ayaka ketika melihat Angel yang malah mencegat taksi dan masuk ke dalam taksi tersebut.
__ADS_1
Ayaka menangis dengan begitu kencang, sungguh anak kecil itu benar-benar ketakutan akan ditinggalkan oleh ibunya.
Ayaka yang takut kehilangan ibunya langsung berlari dengan begitu kencang, dia ingin mengejar ibunya. Sayangnya, karena tidak melihat ke kanan dan ke kiri tiba-tiba saja tubuh Ayaka tertabrak mobil.
Tubuh Ayaka terseret sejauh 5 meter, Ayaka berguling-guling dan wajahnya bergesekan dengan aspal. Kulit wajahnya mengelupas, lukanya terlihat begitu lebar di kedua pipinya.
"Bunda, jangan tinggalkan Aya sendilian. Aya mau Bunda, Bunda," panggil Ayaka dengan suara lirih.
Rasa sakit benar-benar terasa luar biasa, bukan hanya sakit di wajah dan di tubuhnya, tetapi sakit hati yang begitu luar biasa ketika Angel meninggalkan dirinya begitu saja.
Dia tidak menyangka jika ibunya akan kembali meninggalkan dirinya, padahal saat melihat wajah ibunya, Ayaka terlihat benar-benar begitu bahagia.
Seorang wanita turun dari mobil, wanita itu menatap Ayaka dengan takut-takut. Lalu, wanita itu mengangkat tubuh Ayaka yang penuh dengan darah ke dalam mobil dan membawanya pergi kamu takut ketahuan orang lain jika dia sudah menabrak dan akan dilaporkan ke polisi.
"Merepotkan! Aku ini sedang buru-buru, dasar anak pembawa sial! Kenapa juga kamu harus lari-lari seperti itu? Jadinya aku nabrak kamu, sial!" umpat wanita itu.
Ayaka masih mendengar apa yang dikatakan oleh wanita itu, tidak lama kemudian dia tidak sadarkan diri.
Angel sungguh menyesal karena sudah meninggalkan putrinya untuk yang kedua kalinya, dia bahkan melihat dengan jelas saat tubuh mungil Ayaka terpental dan berguling-guling di atas aspal.
"Astaga! Maafkan aku, Tuhan! Aku memang wanita brengsek, aku adalah ibu yang tidak berguna. Di mana kamu Aya? Apa kabarnya kamu? Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Angel dengan air matanya yang berurai di kedua pipinya.
Menyesal sungguh menyesal, itulah yang dia rasakan saat ini. Jika saja dia tidak berada di dalam penjara, rasanya dia ingin mencari putrinya tersebut.
Sungguh dia berjanji jika keluar dari penjara nanti, yang pertama kali dia lakukan adalah mencari putrinya. Dia ingin memulai kehidupannya yang baru dan lebih baik, dia ingin menghabiskan waktunya bersama dengan putrinya.
Membesarkan Ayaka dengan penuh cinta walaupun kekurangan harta, dia berjanji akan berusaha untuk bekerja dengan begitu keras untuk menghidupi Ayaka jika dia bertemu kembali dengan putrinya.
"Tunggu Bunda, Sayang. Bunda janji, Bunda akan mencari kamu. Semoga saat ini kamu berada di tangan orang yang tepat, semoga kamu bahagia, Sayang. Bunda sayang Aya," ujar Angel seraya terisak.
__ADS_1