
Kini Ayaka sudah sampai di kediaman Angel, Stefano langsung membawa Ayaka ke dalam kamar mereka. Hal itu dia lakukan agar istrinya bisa istirahat dengan tenang.
Setelah itu, barulah Stefano kembali keluar untuk memberitahukan keadaan Ayaka kepada Surya, Angel, Sam dan juga Anaya.
"Bagaimana keadaan putriku yang sebenarnya?" tanya Angel.
Angel sangat takut jika Ayaka memiliki riwayat penyakit lain, jika itu benar adanya maka Angel akan merasa sangat bersalah.
"Sangat baik, Bun. Calon buah hati kami juga sangat baik," jawab Stefano.
"Tapi, Bunda ingin memastikan keadaan Aya. Apakah Bunda boleh masuk?" tanya Angel kepada Stefano.
Walaupun Ayaka adalah putrinya, tetapi kini putrinya itu sudah mempunyai suami. Rasanya dia perlu meminta izin kepada suami dari putrinya tersebut.
"Tentu saja Bunda boleh masuk, masuklah. Aku mengajak Aya masuk ke dalam kamar bukannya nggak boleh ngobrol sama kalian, dokter bilang dia harus istirahat agar kondisinya cepat pulih. Karena pada kenyataannya dia hanya bersedih saja dan pada dasarnya tidak ada penyakit apa pun yang kini diderita oleh istriku," jawab Stefano.
"Syukurlah, kalau begitu Bunda masuk, ya?" izin Angel.
"Iya," jawab Stefano.
Stefano, Surya, Sam dan juga Anaya nampak mengobrol di dalam ruang keluarga. Sedangkan Angel terlihat masuk ke dalam kamar Ayaka, Angel duduk di tepian tempat tidur lalu dia pandang wajah putrinya dengan begitu penuh kasih sayang.
Angel benar-benar merasa bahagia karena putrinya kini sudah mendapatkan kebahagiaan, setelah menikah dengan pria yang begitu mencintainya, Ayaka kini sedang mengandung calon cucunya.
"Bagaimana keadaan kamu, Sayang?" tanya Angel.
"Sangat baik, Bunda. Bunda tidak usah khawatir," jawab Ayaka.
Walaupun Ayaka berkata seperti itu, tetapi tetap saja Angel merasa khawatir. Ibu mana yang tidak merasa khawatir melihat anaknya tiba-tiba saja sesak napas.
__ADS_1
Tentunya Angel sangat ketakutan, Angel takut akan kehilangan Ayaka. Terlebih lagi kini dia akan pergi jauh dari putrinya, dia takut jika suatu saat nanti akan terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan dengan Ayaka dan juga kandungannya.
Lalu, dia tidak bisa langsung untuk menemui putrinya. Angel juga jadi berpikir, bagaimana kalau nantinya putrinya menginginkan sesuatu, dia jadi tidak bisa menuruti ngidam putrinya tersebut.
"Tapi, Sayang. Karena kamu sedang hamil seperti ini, apakah Bunda tidak jadi pindah saja?" tanya Angel.
Ayaka langsung menggelengkan kepalanya, hal itu dia lakukan bukan karena Ayaka ingin berjauhan dengan Angel. Atau karena membenci wanita itu, justru dia ingin Angel segera pergi karena memang sudah sesuai dengan kesepakatan mereka dari awal.
"Bunda kalau mau pindah ya pindah saja, Bun. Ini demi kepentingan kita semua, bukannya kita berniat menjauhkan Naya dengan Kenzo yang nyatanya memang mereka tidak bisa bersatu? Jadi, lebih baik dipisahkan agar nantinya tidak lebih sakit lagi," ujar Ayaka.
Kalau ditanya mau dekat atau jauh dari ibunya, tentu saja Ayaka ingin selalu berdekatan dengan Angel. Akan tetapi, hal itu tidak bisa terlaksana karena memang ada hal yang harus dilakukan oleh Angel.
"Kamu benar, terima kasih atas pengertiannya, Sayang. Bunda, sayang Aya," ucap Angel yang langsung memeluk putrinya.
Walaupun rasanya begitu berat jika dia harus meninggalkan putrinya, tetapi Angel yakin jika Stefano akan memperlakukan Ayaka dengan baik.
Angel juga sangat yakin jika Sam akan menjaga putri mereka, melindungi Ayaka. Apalagi rumah mereka sangat dekat, kalau ada apa-apa pasti Sam langsung tahu.
Di saat mereka sedang saling memeluk, tiba-tiba saja pintu kamar terbuka. Ayana datang dan langsung menghampiri Ayaka, wanita itu nampak ikut saling berpelukan dengan Angel dan juga Ayaka.
Dia seolah tidak ragu untuk melakukan hal itu, dia bahkan terlihat begitu antusias memeluk Ayaka, adik tersayangnya.
"Ya ampun adikku, katanya kamu hamil ya? Selamat ya, Kakak ikut senang." Ayana memeluk Ayaka dan juga Angel dengan begitu posesif.
Dia bahkan sampai menitikan air matanya karena ikut bahagia, dia tidak menyangka jika adiknya akan cepat hamil. Ayaka dan juga Angel sempat kebingungan karena kedatangan Ayana.
Setahu mereka tidak ada yang memberitahukan tentang kehamilan Ayaka, terlebih lagi ini sudah sangat larut. Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam, bisa-bisanya Ayana datang ke sana selarut itu.
"Kakak tahu dari mana kalau aku hamil?" tanya Ayaka seraya melerai pelukannya.
__ADS_1
Karena seingatnya dia belum memberitahukan kehamilannya kepada kakaknya itu, karena dia belum sempat menghubungi Ayana.
"Tadinya Kakak mau ke rumah ayah Sam, tetapi pas kakak telepon ayah Sam, ayah Sam katanya lagi di rumah sakit. Lagi nungguin kamu periksa, jadinya aku tahu kamu hamil dari ayah Sam," jawab Ayana.
"Ngapain Kakak malam-malam ke rumah ayah Sam? tanya Ayaka dengan curiga.
Karena Ayaka bisa melihat wajah Ayana yang lain ketika Ayana berkata ingin pergi ke rumah Sam, wajah Ayana benar-benar berbeda.
"Kangenlah, emang kenapa?" tanya Ayana dengan wajah cemberut.
Ayaka langsung terkekeh mendengar penuturan dari kakaknya, karena jika sudah seperti itu, dia sangat paham jika kakaknya itu sedang kesal. Bukan sedang kangen, tapi dia tidak tahu kesal dengan siapa.
Namun, tidak lama kemudian Ayaka yang merasa lucu malah tertawa. Lalu, dia menepuk pundak kakaknya dan berkata.
"Kakak itu mau pergi ke rumah ayah Sam karena benar-benar kangen atau karena mau menghindari kak Sandi? Pasti kak sandi minta mulu ya?" ujar Ayaka seraya menaik turunkan alisnya.
Ayana langsung cemberut karena pada kenyataannya itulah hal yang sebenarnya terjadi, Sandi terus saja meminta haknya. Ayana menjadi sebal dibuatnya.
Walaupun pada kenyataannya dia juga yang merasa keenakan kalau Sandi melakukannya, tetapi tetap saja dia merasa lelah. Karena Sandi meminta haknya hampir setiap malam dan juga setiap pagi ketika mereka bangun tidur.
Pria itu seolah tidak ada capeknya, padahal terkadang selepas shalat subuh Sandi akan berangkat bekerja karena saat ini restoran Sandi sedang sangat ramai.
"Ck! Kamu tuh ngga usah nanya kaya gitu!" ujar Ayana sedikit kesal.
Ayaka dan juga Angel langsung menertawakan tingkah Ayana, karena wanita itu ketahuan ingin menginap di rumah Sam bukan karena rindu.
"Jangan gitu, Kak! Nanti kak Sandi selingkuh loh, kalau Kakak tidak memberikan jatahnya." Ayaka nampak menakut-nakuti Ayana, wanita itu sampai memelototkan matanya.
Ayana langsung memelototkan matanya mendengar apa yang dikatakan oleh Ayaka, karena bisa-bisanya adiknya itu mengatakan hal seperti itu. Hal yang sangat dia takuti.
__ADS_1
"Dek! Jangan nakut-nakutin Kakak!" pekik Ayana penuh protes.
Ayaka dan Angel kembali tertawa, mereka merasa lucu dengan kekesalan dari wajah Ayana.