Balasan Untuk Sang Mantan 2

Balasan Untuk Sang Mantan 2
Bab 194


__ADS_3

Beberapa saat sebelumnya.


Kenzo dan teman-teman lainnya sedang berkumpul di sebuah Kafe untuk merayakan kelulusan mereka, mereka juga berkumpul untuk membicarakan tentang di mana mereka akan kuliah nanti.


Mereka sengaja memilih berkumpul di sebuah Kafe yang ada di pusat kota, karena Kafe tersebut memang luas dan bisa menampung mereka semua.


Sudah setengah jam Kenzo berada di dalam Kafe tersebut dengan teman-temannya, tetapi tidak juga dia melihat kedatangan dari Anaya.


Padahal, dia sengaja menunggu kedatangan wanita itu. Karena ternyata Anaya lulus dengan nilai tertinggi sama seperti dirinya, dia ingin memberikan kado kepada wanita itu.


Karena merasa tidak sabar menunggu, akhirnya Kenzo menghampiri salah satu teman dari Anaya. Karena dia ingin bertanya tentang keberadaan Anaya di mana, kenapa sampai saat ini Anaya tak kunjung datang.


"Ami, Naya mana?" tanya Kenzo yang langsung duduk di samping wanita dengan rambut sebahu itu.


"Naya? Elu nanya sama gue Naya mana? Dia kan' hari ini mau pergi, emang ngga pamitan sama elu?" tanya Ami dengan tidak percaya.


Dilihat dari sisi mana pun hubungan keduanya terlihat begitu dekat, semua siswa bahkan sempat menyangka jika Kenzo dan juga Anaya memang sudah jadian.


Karena keduanya kerap kali jalan berduaan, terkadang Kenzo dan juga Anaya terlihat duduk berduaan di taman sekolah.


"Pergi? Pergi ke mana?" tanya Kenzo.


Wajahnya memang terlihat datar, tetapi hatinya sudah berdetak dengan tidak karuan. Sungguh dia takut jika Anaya pergi ke tempat yang jauh, dia takut tidak akan bisa bertemu lagi dengan Anaya.


"Pergi ke kampung halaman ayahnya, dia mau lanjut kuliah kedokteran di sana. Masa sih elu ngga tau?" tanya Ami.


Ah! Rasanya tubuh Kenzo benar-benar lemas mendengar jawaban dari Ami, terlebih lagi mendengar jika Anaya pindah ke kampung halaman ayahnya.


Itu artinya kini jarak antara dirinya dan juga Anaya sangatlah jauh, dari tanah air bagian barat ke tanah air bagian timur.


"Ck! Kalau gue tahu, gue ngga bakal nanya!" ketus Kenzo.


Setelah mengatakan hal itu, Kenzo langsung mengambil ponselnya. Dia mencoba untuk menghubungi nomor ponsel milik Anaya, sayangnya nomor ponselnya tidak aktif.


Kenzo terlihat begitu gelisah, dengan cepat dia berpamitan karena ingin segera bertemu dengan Anaya. Dia meminta maaf kepada teman-temannya karena tidak bisa berlama-lama di sana, dia ingin segera pergi ke kediaman Angel.


Kenzo yang tidak sabar ingin bertemu dengan Anaya, terlihat melajukan motor sport miliknya dengan kecepatan tinggi. Pria muda itu berkali-kali menyalip kendaraan yang lain.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, Kenzo memberhentikan motornya tepat di gerbang rumah Angel. Lalu, pria itu turun dari motornya dan berteriak memanggil nama Ayaka, karena di sana memang ada Ayaka dan juga Stefano.


"Kak Aya!" teriak Stefano.


Stefano dan juga Ayaka langsung menolehkan wajahnya ke arah suara, Kenzo dengan cepat berlari untuk menghampiri Stefano dan juga Ayaka.


"Naya mana, Kak? Naya beneran pergi? Naya mau ninggalin aku? Naya ada kan, Kak?" tanya Kenzo beruntun dengan napas yang masih tersenggal.


Yaelah, bang Kenzo kaya habis olahraga kasur aja. Napasnya sampai tersenggal-senggal, bikin pikiran Mama traveling aja.


Ayaka dan juga Stefano terlihat saling pandang mendengar pertanyaan dari Kenzo, mereka merasa kasihan sekali saat bersitatap mata dengan pria muda itu.


Namun, menurut mereka keputusan Anaya untuk pergi adalah jalan yang terbaik. Karena jika mereka tetap bersama, keduanya hanya akan saling menyakiti.


"Kakak, jawab!" ujar Kenzo setengah membentak, Ayaka sampai kaget dibuatnya.


"Naya sudah berangkat, Ken. Belum lama dia berangkat menuju pelabuhan, karena mereka akan naik kapal laut," jawab Ayaka.


"Oh, oke! Terima kasih," ujar Kenzo.


"Tunggu, Ken!" teriak Ayaka yang melihat Kenzo hendak menaiki motor sport miliknya.


"Ada apa?" tanya Kenzo.


"Ada titipan dari Naya," ujar Ayaka.


Ayaka nampak melangkahkan kakinya untuk menghampiri Kenzo, kalau dia memberikan surat yang memang dititipkan oleh Anaya kepada Ayaka.


"Ini apa?" tanya Kenzo.


"Surat dari Naya," jawab Ayaka.


"Terima kasih," jawab Kenzo yang dengan cepat pergi dari sana, karena dia ingin segera pergi ke pelabuhan.


Sungguh Kenzo berharap semoga dia tidak telat. Karena setidaknya dia ingin melambaikan tangannya sebelum kepergian Anaya.


Saat tiba di pelabuhan, Kenzo nampak mencari-cari keberadaan Anaya. Namun, dia tidak kunjung menemukan gadis itu.

__ADS_1


Tidak lama kemudian Kenzo nampak melihat Anaya yang sudah menaiki kapal, gadis itu nampak berdiri seraya menatap lautan.


"Naya!" teriak Kenzo.


Anaya langsung menolehkan wajahnya ke arah Kenzo, dia langsung menangis saat melihat wajah pria itu. Sungguh dia merasa sedih karena sebentar lagi akan berpisah dengan Kenzo.


Terlebih lagi kini kapal yang dia tumpangi sudah mulai bergerak untuk pergi dari pelabuhan, Anaya tidak bisa berkata-kata. Dia hanya mampu melambaikan tangannya kanannya, sedangkan tangan kirinya terlihat melipatkan jari telunjuk dan juga jari jempolnya.


Dia seolah mengatakan jika dirinya begitu mencintai Kenzo, sama seperti yang sering dilakukan oleh aktor-aktor Korea yang dia tonton.


"Naya! Jangan tinggalin Ken!" teriak Kenzo.


Anaya tertawa dengan lelehan air mata yang semakin deras di kedua pipinya, Kenzo yang melihat akan hal itu ikut menangis dibuatnya, ini adalah air mata kesedihan pertama yang keluar dari matanya.


"Ken sayang Naya!" teriak Kenzo lagi.


Anaya hanya menganggukkan kepalanya, dia tidak sanggup untuk berkata-kata. Orang-orang yang ada di sana nampak memperhatikan Kenzo, dia sudah seperti orang gila yang terus saja berteriak-teriak memanggil nama Anaya.


Namun, pria muda itu seolah tidak peduli. Dia terus saja mengucapkan apa yang ada di benaknya, dia mengucapkan semua isi hatinya. Hingga kapal itu menjauh dan tidak terlihat lagi, barulah Kenzo terdiam.


Pria itu diam dengan segala kekecewaannya, dia masih belum percaya jika Anaya tega meninggalkan dirinya. Padahal, selama satu bulan ini mereka sangatlah dekat. Dekat sekali.


"Kenapa kamu pergi?" tanya Kenzo lirih.


Pria itu duduk di tepian, lalu dia mengambil surat yang dititipkan oleh Anaya kepada Ayaka. Dengan tangan yang bergetar pria itu membuka surat dari Anaya, lalu Kenzo membaca surat itu.


**Hai Kenzo!**


**Maaf jika aku pergi tanpa berpamitan, aku ingin melanjutkan kehidupanku di tempat yang jauh. Maaf jika keputusan aku membuat kamu sakit, karena aku pun merasakan hal yang sama. **


**Baik-baik di sini, karena aku akan merasa sakit jika kamu dalam keadaan tidak baik. Semoga kamu sukses dengan kehidupan kamu, jika suatu saat kita bertemu kembali, aku harap kamu sudah bahagia dengan kehidupan kamu.**


**Naya sayang Kenzo, selamat tinggal, Ken**.


Kenzo langsung memeluk erat selembar kertas yang bertuliskan tangan dari Anaya, sedih sekali rasanya berpisah dengan Anaya. Kenzo sampai menangis sesenggukan, dia tidak menyangka jika Anaya mampu meninggalkan dirinya.


"Kamu tega, Naya!" ujar Kenzo lirih.

__ADS_1


__ADS_2