
Kini Kenzo dan juga Anaya sedang duduk di atas sofa yang ada di dekat jendela, keduanya nampak saling memeluk dengan penuh kasih. Terlebih lagi dengan Anaya, dia nampak memeluk Kenzo dengan posesif.
Setidaknya dia bisa memberikan pelukan hangat untuk suaminya, walaupun tidak bisa menuruti keinginan dari suaminya. Karena memang, kini tamu bulanan dia dengan tidak tahu dirinya datang begitu saja.
Tamu bulanannya datang satu minggu lebih cepat dari biasanya, mungkin karena dia terlalu cape dan terlalu banyak pikiran. Sehingga tamu bulanannya bisa cepat datang.
"Yang, aku boleh nanya ngga?" tanya Anaya seraya mengusap-usap dada suaminya.
Beberapa hari ini Anaya kepikiran dengan apa yang dulu pernah Kenzo katakan, maka dari itu hari ini dia ingin menanyakannya. Agar hatinya merasa tenang.
Kenzo menangkap tangan istrinya yang dia rasa nakal, lalu dia mengecup punggung tangan istrinya itu dengan penuh cinta dan menggenggamnya.
"Nanya aja, mau nanya apa?" ucap Kenzo dengan penuh perhatian.
"Kayaknya kamu dulu pernah bilang deh, kalau kamu itu adalah seorang duda. Duda ori, memangnya kamu pernah nikah pas aku ngga ada?" tanya Anaya.
Anaya bertanya dengan was-was, karena dia takut jika Kenzo akan merasa kesal dengan pertanyaannya tersebut. Karena memang, seharusnya pengantin baru tidak membicarakan hal seperti itu.
Namun, jika tidak bertanya, takutnya dia akan tetap merasa penasaran. Maka dari itu, lebih baik dibicarakan dengan baik baik, menurut Anaya.
Kenzo menunduk, lalu dia mengecup bibir istrinya. Sepertinya istrinya itu kini ada dalam mode cemburu, terlebih lagi wanita itu sedang datang bulan. Kenzo merasa harus berhati-hati dalam berucap.
"Ya, dulu aku sempat menikah. Tapi hanya beberapa hari saja," jawab Kenzo.
Anaya langsung mengurai pelukannya dengan Kenzo, lalu dia menatap mata pria itu dengan tatapan menyelidik. Dia seolah-olah ingin mengetahui apa yang terjadi lewat sorot mata suaminya.
"Kamu nikah sama dia karena kesalahan satu malam, ya?" tanya Anaya yang mulai teringat akan novel novel yang sering dia baca seperti one night stand.
Kenzo langsung tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh wanita itu, karena pada kenyataannya dia menikah dengan Anisa memang karena kesalahan satu malam.
Namun, masalahnya dia menikah dengan Anisa bukan karena sudah bercinta dengan panas bersama wanita itu. Akan tetapi, karena Kenzo dijebak oleh Anisa.
"Iya, aku menikah dengan Anisa karena kesalahan satu malam," jawab Kenzo.
Wajah Anaya langsung ditekuk mendengar ucapan dari suaminya, karena itu artinya percintaan panas yang mereka lakukan tadi malam bukanlah yang pertama bagi Kenzo.
"Kalau gitu kamu ga ori dong? Kamu ngapain juga nidurin cewek lain? Katanya kamu cintanya sama aku doang! Naya sebel," ujar Anaya.
__ADS_1
Mood Anaya tiba-tiba saja berubah, wanita itu terlihat marah dan juga sedih dalam waktu bersamaan. Kenzo dengan cepat mengangkat tubuh istrinya dan mendudukannya di atas pangkuannya.
"Dengarkan aku, Sayang. Aku mau bertanya sama kamu, kamu percaya ngga sama aku?" tanya Kenzo.
Anaya terdiam mendengar pertanyaan dari Kenzo, karena pada kenyataannya dia begitu memercayai pria itu. Akan tetapi, tetap saja ada rasa curiga di dalam hatinya. Ada rasa kesal dan juga marah.
"Jika kamu benar-benar mencintai Ken, kamu pasti akan percaya dengan apa yang akan Ken ceritakan."
Kenzo mengusap pipi istrinya dengan sangat lembut, lalu dia mengecup kening istrinya dengan penuh kasih.
"Coba ceritakan, Naya mau dengar."
Anaya tersenyum, lalu dia memgecup bibir suaminya. Bibir yang tadi malam sudah membuat dia mengerang penuh nikmat ketika bibir itu bermain pada inti tubuhnya.
"Jadi gini, Yang. Waktu itu Ken baru pulang kuliah dan malam itu--"
Kenzo akhirnya menceritakan apa yang terjadi kepada Anaya, karena kini dia sudah menikah dengan Anaya. Tidak boleh ada yang ditutup tutupi sedikit pun.
Pada akhirnya Kenzo menceritakan semuanya, mulai dari Anisa yang dengan beraninya menjebak dirinya menggunakan jus buah yang sudah dicampurkan dengan obat tidur dan juga obat perangsang.
Dia juga menceritakan tentang semua yang terjadi tanpa ada yang ditutup tutupi, Anaya nampak mengangguk-anggukan kepalanya seraya menatap mata Kenzo tanpa berkedip.
"Ya Tuhan, kenapa wanita itu tega sekali menjebak kamu dengan cara keji seperti itu?" tanya Anaya.
"Mungkin karena dia terlalu terobsesi untuk memiliki Ken, Naya percaya kan' sama Ken?" tanya Kenzo.
"Ya, Naya percaya," jawab Anaya.
"Kalau begitu, Naya harus berjanji sama Ken. Jika suatu saat nanti ada godaan yang datang dari perempuan mana pun, tolong kamu tetap percaya sama Ken. Karena Ken tidak akan mengkhianati Naya, cuma ada Naya di dalam hati Ken."
Anaya tidak menjawab pertanyaan dari Ken, tetapi dia tersenyum seraya menganggukan kepalanya. Sungguh Anaya yakin jika Kenzo benar-benar mencintai dirinya, tidak ada kebohongan sedikit pun di sana.
Dari cara dia berucap, dari cara dia menatap dan dari cara Kenzo memperlakukan Anaya, Anaya yakin jika Kenzo hanya mencintai dirinya. Tidak ada wanita lain lagi yang Kenzo cinta.
"Terima kasih, Sayang. Ayo kita sarapan, kita gabung sama keluarga besar kita," ajak Kenzo.
"Ya, Sayang," jawab Anaya.
__ADS_1
Akhirnya sepasang pengantin baru itu keluar dari dalam kamar pengantin menuju Resto yang ada di resort tersebut, mereka bergabung dengan keluarga besar Siregar dan juga keluarga besar Dinata.
Di sana bahkan masih ada Aman dan juga ada Alan, karena memang Satria menyiapkan kamar untuk kedua orang tersebut. Sedangkan ayah dari Aman tidak ikut andil, karena sedang mengembangkan usahanya dan tidak bisa ditinggalkan.
"Makan yang banyak ya, Nak. Biar kuat," ujar Steven seraya memberikan sepiring udang selingkuh kesukaan Anaya.
"Kalau kamu harus makan kerang, biar lebih kuat." Satria nampak memberikan sepiring besar kerang saus tiram kepada Kenzo.
"Buna juga sudah menyiapkan minuman herbal, biar ngga lemes." Aruna memberikan segelas minuman berwarna kuning pekat kepada Kenzo.
"Ya ampun! Kenapa kalian repot sekali? Naya sedang datang bulan, tidak usah kalian memberikan aku makanan ataupun minuman yang aneh-aneh," ujar Kenzo.
Aman yang mendengar ucapan Kenzo langsung tersenyum penuh arti, lalu pria itu menghampiri Kenzo dan berdiri tepat di samping sahabatnya itu.
"Alhamdulillah, rasain! Sombong sih jadi orang, makanya--"
"Berisik!" ujar Kenzo yang langsung mengambil udang dan memasukannya ke dalam mulut Aman.
Sontak saja semua orang yang ada di sana langsung tertawa, mereka tertawa karena Kenzo tidak bisa bersenang-senang bersama dengan istrinya. Mereka juga tertawa karena merasa lucu dengan Aman.
"Sabar ya, Ken. Ini ujian," goda Ayana.
"Ya, lagi pula masa tamu bulanan itu datangnya hanya seminggu. Hanya sebentar," ujar Kenzo seolah sedang menghibur diri
Padahal, dalam hatinya dia merasa sedih karena tidak bisa bermain kuda-kudaan bersama dengan istrinya.
Dia harus berusaha mati-matian menahan hasratnya selama satu minggu, padahal tadi malam dia baru saja merasakan yang namanya nikmatnya bercinta.
Rasanya sangat nikmat dan begitu sulit diutarakan dengan kata-kata, Kenzo ingin sekali merasakan hal itu kembali. Sayangnya tidak bisa untuk saat ini.
"Kamu benar, Ken. Hanya satu minggu, selama satu minggu itu kamu harus bersiap untuk tersiksa," goda Sigit.
Bagaimana tidak tersiksa jika Kenzo bisa bersama dengan Anaya, bisa melihat tubuh polos wanita itu dan bahkan bisa menyentuh tubuh istrinya.
Namun, dia tidak bisa memasukki inti tubuh istrinya yang sedang berdarah itu. Sungguh itu adalah sebuah siksaan terbesar bagi Kenzo.
"Papa!" pekik Kenzo.
__ADS_1
Sigit dan juga semua orang yang ada di sana langsung menertawakan Kenzo, Anaya bahkan ikut tertawa karena merasa lucu saat melihat wajah Kenzo.
"Yang! Jangan ikut tertawa," kesal Kenzo.