Balasan Untuk Sang Mantan 2

Balasan Untuk Sang Mantan 2
Bab 97


__ADS_3

Ayana, Ayaka dan juga Sam langsung menolehkan wajahnya ke arah suara. Ayaka yang melihat siapa wanita yang ada di hadapannya terlihat begitu kesal, dia bahkan langsung menolehkan wajahnya ke arah lain.


Berbeda dengan Sam dan juga Ayana yang nampak biasa saja, Sam merasa tidak ada yang harus di permasalahkan lagi di antara dirinya dan juga wanita itu.


Karena apa pun yang terjadi di antara mereka berdua, itu hanyalah masa lalu. Kesalahan di masa lalu yang harus diperbaiki di masa sekarang, tidak boleh diungkit dan tidak usah dipermasalahkan lagi.


Ayana tidak berpikiran buruk ketika bertemu dengan wanita itu, walaupun dia tahu jika wanita itu adalah ibu dari Ayaka, Ayana sudah berlapang dada menerima apa pun yang terjadi di masa lalu.


Kini, tinggal bagaimana caranya dia menjalani masa depan. Justru saat ini Ayana ingin bertemu dengan Ayaka dan berdamai dengan anak itu, karena Ayaka dan Ayana sesungguhnya hanyalah anak kecil yang tidak patut bermusuhan.


"Kalau kamu mau bergabung silakan," jawab Sam.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Sam, Ayaka terlihat menatap Sam dengan tatapan tidak suka. Lalu, Ayaka menatap wajah wanita itu dengan tatapan tajamnya.


"Tidak mau, aku tidak mau makan bersama dengan wanita itu!" ujar Ayaka dengan tidak senang hati.


Ayana terlihat begitu kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Ayaka, karena tidak biasanya anak itu mengatakan hal yang tidak sopan seperti itu.


"Dek, kamu nggak boleh loh ngomong kaya gitu. Bukannya kamu sendiri yang bicara kita itu tidak boleh--"


"Ya, silakan bergabung," pungkas Ayaka yang tidak mau ada perdebatan antara dirinya dan juga Ayana.


Melihat Ayaka dan juga Ayana yang berdebat, Angel merasa tidak enak hati dibuatnya. Dia tersenyum kecut ke arah Ayaka dan berkata.


"Maaf jika aku mengganggu waktu kalian, aku hanya kebetulan lewat sini setelah mencari Aya. Tapi sayangnya aku lagi-lagi tidak menemukannya, padahal dulu dia tertabrak di sekitar sini."


Angel terlihat begitu sedih setelah mengatakan hal itu, lalu dia pergi dari sana dengan langkah tergesa. Ayaka hanya bisa menatap nanar kepergian ibunya tersebut.


Ya, wanita itu adalah Angel. Dalam setiap harinya dia akan berkeliling untuk mencari putrinya, putri yang sudah dia tinggalkan dulu.


Wanita itu berharap agar bisa bertemu dengan putri tersayangnya, dia ingin meminta maaf dan ingin mengasuh putrinya itu dengan penuh kasih. Dia ingin menebus kesalahannya di masa lalu.

__ADS_1


Melihat kepergian Angel, Ayaka langsung mengedarkan pandangannya. Dia tersenyum kecut saat melihat ke arah jalanan, tidak jauh dari sana dulu Andin menabraknya.


Ayaka saat itu mengira jika dirinya akan mati, karena tubuh mungilnya terseret dan wajahnya sampai mengelupas hingga mengeluarkan banyak darah.


Setelah Angel benar-benar menghilang dari pandangan, Ayana langsung mengelus lembut punggung Ayaka dan berkata.


"Lain kali kamu nggak boleh kayak gitu ya, Dek. Walau bagaimanapun juga dia adalah orang tua, kita harus sopan."


Ayaka menunduk saat mendengar apa yang dikatakan oleh Ayana, tetapi tetap saja hatinya merasa kesal saat menatap wajah Angel.


"Maaf, abis aku sebel aja liat mukanya dia." Ayaka mengerucutkan bibirnya.


"Aih! Jangan kaya gitu, ngga boleh."


Ayana kini yang mengingatkan adiknya, padahal biasanya Ayaka yang selalu mengingatkan Ayana untuk berbuat baik.


"Sudah jangan berdebat, mending kita makan aja. Lagian hari ini itu adalah hari di mana dulu Ayah menikahi buna kamu, itung-itung memperingati hari pernikahan Ayah sama buna. Walaupun memang pernikahan kami sudah kandas 6 tahun yang lalu," ujar Sam.


Ayana tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh ayahnya, walaupun keduanya sudah berpisah, tetapi Ayana bertekad akan tetap menyayangi keduanya. Karena benar apa yang dikatakan oleh Ayaka, dia tidak akan ada di dunia ini jika tidak ada Sam dan juga Aruna.


"Kalau Ayah masih bersatu dengan buna, ini merupakan ulang tahun pernikahan yang ke berapa Yah?" tanya Ayana.


"Tiga belas tahun, sayangnya Ayah terlalu bodoh. Jadinya pernikahan Ayah sama buna malah kandas, tapi sekarang ini bukan saatnya Ayah untuk menyesali semuanya. Kini Ayah akan berusaha menjadi manusia yang lebih baik lagi," ujar Sam.


''Hem, Ay setuju. Ayo kita makan," ajak Ayana dengan perasaan campur aduk.


Saat ini usia Ayana menginjak dua belas tahun lima bulan, jika memang benar hari ini Sam menikahi Aruna tiga belas tahun yang lalu, itu artinya Ayana sudah ada di dalam perut ibunya selama dua bulan.


'Astagfirullah! Jangan bilang kalau aku adalah anak haram juga, sama kaya Ayaka dong?' keluh Ayana di dalam hati.


Sam dan juga Ayaka terlihat kembali memakan bakso dengan begitu lahap, berbeda dengan Ayana yang malah melamun. Sam yang melihat putrinya melamun langsung mengelus lembut punggung putrinya tersebut.

__ADS_1


"Ada apa, hem?" tanya Sam dengan lembut.


"Ayah, Ay mau tanya. Tapi, Ay mohon Ayah harus menjawabnya dengan jujur." Ayana menatap Sam dengan tatapan sedihnya.


"Iya, Sayang. Tanyakan saja, ada apa?" tanya Sam.


Tiba-tiba saja Sam merasakan perasaan yang tidak enak, terlebih lagi ketika melihat tatapan mata dari putrinya tersebut.


"Apakah Ayah menikahi buna karena buna sudah hamil Ay?" tanya Ayana.


Raut wajah Sam berubah pias, saat itu dia memang terpaksa menikahi Aruna. Karena selain wanita itu sudah hamil duluan, Almira memaksa dirinya untuk menikahi wanita itu.


Sam kini menjadi serba salah dibuatnya, haruskah dia berkata jujur kepada putrinya, atau tidak. Karena takutnya hati Ayana akan terluka.


"Ayah, tolong jawab dengan jujur. Jangan bohongin Ay, sekarang Ay sudah besar." Ayana menatap Sam dengan sedih.


Selama ini dia selalu saja membenci Ayaka, karena selain anak itu terlahir dari rahim seorang pelakor, Ayaka juga terlahir sebagai anak haram.


Jika Sam menikahi Aruna setelah mengandung Ayana, itu artinya dia juga terlahir sebagai anak haram. Anak yang tidak bernasab, itulah yang sering dia dengar ketika pak ustadz sedang berceramah.


"Ya, Sayang. Ayah menikahi buna karena buna sudah hamil 2 bulan, Ayah salah. Maafkan Ayah, Sayang. Dulu Ayah minum terlalu banyak, jadi Ayah--"


"Stop, Yah. Ay paham, Ay sama saja dengan Ayaka. Sama-sama anak haram," ujar Ayana kecewa.


''Ngga, Sayang. Ngga kaya gitu, Ayah yang melakukan kesalahan. Ayah yang melakukan hal yang haram, Ay dan Aya tetaplah anak yang suci. Maafkan Ayah," ujar Sam penuh sesal.


Dua anak cantik Sam dapatkan dari dua wanita berbeda, mirisnya dua-duanya terlahir sebagai anak di luar nikah. Jika mengingat akan hal itu, Sam merasa jika dirinya benar-benar bejat.


Ayana tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia langsung memeluk Sam dan menangis di dalam pelukan ayahnya. Ayaka ikut menangis, karena nasibnya dan juga nasib Ayana tidak jauh beda.


"Maafkan Ayah," ujar Sam penuh sesal.

__ADS_1


__ADS_2