Balasan Untuk Sang Mantan 2

Balasan Untuk Sang Mantan 2
BUSM2 S2. Bab 40


__ADS_3

Kenzo tersenyum seraya menangis, karena dia merasa bahagia dengan apa yang baru saja dia ketahui. Asmara adalah Anaya, itu adalah benar-benar hal yang membuat dirinya begitu terharu dan bahagia tiada tara.


Kenzo memang sangat percaya jika kuasa Tuhan itu pasti ada, terlebih lagi memang jenazah Anaya kala itu tidak ditemukan. Masih ada kemungkinan untuk Anaya masih hidup.


Namun, Kenzo tidak ingin berharap banyak. Takutnya dia akan merasa kecewa dan juga sakit hati, jika memang benar Anaya sudah pergi untuk selama-lamanya.


"Semoga di saat kamu siuman, kamu bisa mengingat aku!" ujar Kenzo seraya memasangkan kalung milik Anaya di leher Asmara.


Di kampung nelayan.


Ketika Alan mendapatkan telepon dari Sigit tentang keadaan Asmara, pria itu sangat khawatir sekali. Terlebih lagi ketika mendengar kalau Asmara merasa ketakutan karena mendengar sebuah ledakan kecil.


Dokter dulu pernah berkata jika trauma akan kembali terjadi jika Asmara mengalami sesuatu hal yang sama dengan apa yang dia alami dulu, oleh karena itu Alan dengan cepat pergi dari kediamannya menuju klinik.


Lalu, dia mengajak salah satu dokter yang ada di klinik tersebut untuk pergi ke kediaman Kenzo. Dia ingin segera sampai di sana dan ingin agar putrinya segera mendapatkan penanganan.


"Di mana putriku?" tanya Alan ketika dia sampai di kediaman Kenzo.


Wajah pria itu terlihat begitu was-was dan juga gelisah, Alan benar-benar mengkhawatirkan putrinya. Gadis yang sudah dia urus selama lima tahun lamanya.


"Di dalam kamar tamu," jawab Sigit yang memang menunggu kedatangan dari Alan.


"Tolong antarkan aku ke sana, biar dokter bisa segera menangani keadaan Ara," ujar Alan.


"Silakan!" ujar Sigit seraya menuntun Alan dan juga dokter untuk masuk ke dalam kamar tamu.


Saat Alan masuk, dia melihat Kenzo yang sedang duduk di samping Kanaya seraya mengusap punggung tangan Asmara dengan begitu lembut.


Tatapan mata pria itu menyiratkan penuh cinta, penuh damba dan juga penuh kasih. Rasanya tidak salah jika dia mengizinkan Kenzo untuk berdekatan dengan Asmara, pikirnya.


"Nak Kenzo, bagaimana keadaan putri saya?" tanya Alan seraya menghampiri Kenzo dan menepuk pundak pria itu.


Kenzo yang sedang fokus menatap wajah pujaan hatinya langsung menolehkan wajahnya ke arah Alan, dia tersenyum hangat lalu bangun dan meminta pria itu untuk duduk di samping putrinya.


"Sudah lebih tenang dan lebih baik, tapi dokter boleh memeriksa keadaan Ara lebih lanjut." Kenzo memberi ruang untuk dokter agar bisa memeriksa kondisi dari Asmara.


"Saya periksa dulu, ya, Tuan," ujar Dokter.

__ADS_1


Dokter nampak memeriksa keadaan dari Asmara, Kenzo dan semua orang yang ada di sana nampak terdiam seraya memperhatikan apa yang dilakukan oleh dokter.


"Keadaanya sudah stabil, tinggal menunggu nona Ara untuk bangun saja," ujar Dokter menjelaskan.


Lega sekali rasanya mendengar apa yang dikatakan oleh dokter, karena itu artinya keadaan wanita itu sudah lebih baik dari sebelumnya.


"Tadi, dia sempat ketakutan karena melihat ledakan kecil, Dok." Kenzo mengutarakan apa yang dia lihat ketika Asmara benar-benar ketakutan saat berada di taman wisata alam.


"Itu adalah kalau wajar yang dialami oleh orang yang pernah mengalami trauma," jelas Dokter karena memang sudah diceritakan di perjalanan menuju kediaman Kenzo oleh Alan.


"Gitu ya? Apa nanti Ara perlu dibawa ke klinik untuk melakukan terapi?" tanya Kenzo.


Biasanya orang yang mengalami trauma akan sembuh dengan terapi, maka dari itu Kenzo menanyakan hal tersebut.


"Tidak perlu, cukup biarkan dia beristirahat. Jangan mengingatkan dia akan hal yang akan membuat dia kembali trauma, ajaklah dia ke tempat yang membuat hatinya senang. Jika perlu, lakukanlah hal yang dulu sering dia lakukan agar ingatannya kembali pulih," ujar Dokter.


Kenzo langsung menolehkan wajahnya ke arah Alan, pria itu tersenyum lalu menganggukkan kepalanya. Selama perjalanan menuju kediaman Kenzo pria itu menceritakan riwayat kesehatan Asmara.


"Jadi, Ara beneran Naya? Dia hilang ingatan? Dia Naya-nya, Ken?" tanya Kenzo beruntun.


Walaupun Aruna sudah menjelaskan jika Asmara adalah Anaya, bahkan dia juga sudah melihat kalung milik wanita itu, tetapi tetap saja Kenzo rasanya belum merasa percaya.


"Ya, aku menemukan Ara di tengah lautan. Banyak orang yang berkata jika Ara adalah korban ledakan dari kapal yang gagal mendarat," jawab Alan.


Dulu dia memang sering mendengar dari orang-orang jika Asmara kemungkinan besar adalah korban dari kapal yang meledak, tetapi pertama kali dia melihat Asmara, Alan jatuh cinta kepada Asmara.


Jatuh cinta sebagai seorang ayah kepada putrinya, pria itu tidak memiliki anak. Ketika melihat Asmara, jiwa kebapakannya langsung keluar.


Dia merasa, sayang dan juga ingin mengurusi gadis itu. Walaupun banyak orang yang meminta dia untuk melaporkan Asmara sebagai orang hilang, tetapi dia tidak mau melakukan hal itu.


Alan bertekad akan mengurus Asmara dengan penuh kasih, dia berjanji akan memperlakukan Asmara selayaknya putri kandungnya sendiri.


"Ken sangat senang, terima kasih sudah menjaga Naya selama ini. Terima kasih karena sudah menyayangi Naya," ujar Kenzo seraya meluruhkan tubuhnya ke atas lantai.


Lalu, pria itu menggenggam kedua tangan Alan. Dia mencium punggung tangan kanan pria itu, Alan malah menangis dibuatnya.


"Aku tulus mencintai Ara sebagai putriku, jika kamu memang mencintai putriku. Tolong perlakukan dia dengan penuh cinta, tolong jangan pisahkan dia dari aku." Alan nampak menangis.

__ADS_1


Alan benar-benar sudah menganggap Anaya sebagai putrinya, rasanya dia tidak ikhlas jika harus berpisah begitu saja dengan wanita muda itu.


"Jangan menangis, aku akan tinggal di sini bersama dengan anda. Aku tidak akan pergi ke mana-mana, walaupun suatu saat nanti aku menikahi Naya. Aku harap anda mau tinggal bersama kami," ujar Kenzo.


Tentu saja Alan mau tinggal bersama dengan Kenzo dan juga Anaya, karena dengan seperti itu dia akan tetap bisa melihat putri cantiknya. Dia tidak akan berpisah begitu saja dengan Anaya.


"Pasti," ujar Alan.


Pada akhirnya, dokter nampak berpamitan setelah memeriksa kondisi kesehatan dari Asmara. Semua orang yang ada di sana nampak bisa menghela napas lega, karena dokter menyatakan jika kondisi dari Asmara baik-baik saja.


Setelah kepergian dokter, Aruna dan juga Sigit nampak keluar dari dalam kamar tamu tersebut. Karena mereka ingin membantu bibi menyiapkan makan malam, Alice juga nampak pergi ke dalam kamarnya.


Wanita itu ingin memberitahukan Ayaka dan juga Ayana bahwa Anaya sudah ditemukan, Anaya dalam keadaan sehat dan tanpa kurang satu hal pun. Alice juga tidak lupa ingin memberitahukan kabar bahagia itu kepada keluarga Siregar dan keluarga Dinata.


Lalu, bagaimana dengan Kenzo dan juga Alan?


Keduanya nampak anteng menunggu Anaya, keduanya duduk sambil mengobrolkan apa saja yang sudah dilakukan selama ini oleh Anaya.


Kenzo dengan senang hati mendengarkan apa yang selalu dilakukan oleh wanita yang dia cintai itu, sesekali dia akan tersenyum ketika Alan menceritakan kekonyolan dari kekasih hatinya itu.


Di saat mereka sedang asyik mengobrol, tiba-tiba saja keduanya dikagetkan oleh suara dari bibir Asmara yang menyebut-nyebut nama Kenzo.


"Ken! Tolong Naya, Ken! Naya takut, tolong selamatkan Naya!" ujar wanita itu dengan keringat dingin yang membasahi dahinya, tetapi mata wanita itu masih dalam keadaan terpejam.


Kenzo terlihat begitu khawatir dengan keadaan Anaya, dengan cepat dia mengusap-usap puncak kepala wanita itu. Bahkan, dia berusaha untuk memanggil wanita itu agar segera sadar.


"Bangun, Naya! Ken rindu, jangan bikin Ken takut. Cepat bangun," ujar Kenzo dengan sedih.


Aman merasa terenyuh melihat Kenzo yang terlihat begitu mencintai putrinya, jika saja dia tahu ada yang begitu mencintai Anaya seperti Kenzo. Setelah Anaya sembuh, pasti Alan akan melaporkan Anaya sebagai orang hilang kala itu.


Melihat akan hal ini, Alan merasa berdosa karena tidak sejak dulu mempertemukan keduanya. Alan nampak menggenggam tangan Anaya, laku dia memijat ujung jari wanita muda itu.


Tidak lama kemudian, Anaya nampak bangun. Dia terlihat begitu kaget karena di sana ada Kenzo dan juga bapaknya, Anaya dengan cepat memeluk Alan dan berkata.


"Ara kenapa, Pak? Kenapa Ara ada di sini?" tanya Anaya.


Kenzo terlihat begitu kecewa sekali, Karena wanita itu memanggil dirinya dengan sebutan Ara. Itu artinya wanita itu belum pulih ingatannya, Itu artinya Kenzo masih harus bersabar lagi.

__ADS_1


***


Untuk yang ikut Kuis, Mamak PC ya. Jangan lupa follow aku Mamak, biar bisa kirim no ponsel.


__ADS_2