Balasan Untuk Sang Mantan 2

Balasan Untuk Sang Mantan 2
Bab 27


__ADS_3

"Adik kamu kritis, kalau tidak segera melakukan operasi--"


Satria begitu sedih setelah mendengar apa yang dikatakan oleh dokter, dia bahkan sampai tidak bisa meneruskan ucapannya. Aruna menjadi was-was dibuatnya, dengan cepat dia bertanya kepada ayahnya.


"Ada apa dengan adikku? Dia sakit apa?" tanya Aruna dengan was-was.


Satria malah terdiam dan seolah tidak bisa berkata apa pun, Sagara yang melihat akan hal itu langsung mengusap punggung Satria dengan begitu lembut. Lalu, dia menolehkan wajahnya ke arah Aruna.


"Kanker leukimia," jawab Sagara.


Aruna begitu kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Sagara, tetapi tidak lama kemudian terlintas di pikirannya untuk segera menolong Sayaka.


Karena jika memang Aruna adalah anak dari Satria, itu artinya dia bisa menjadi pendonor untuk Sayaka. Dia bisa menyelamatkan nyawa adiknya.


"Ajak aku untuk bertemu dengan dokter, aku ingin melakukan pemeriksaan. Aku mau menjadi pendonor untuk adikku, cepat antarkan aku." Aruna menarik-narik tangan Satria.


"Tapi, Sayang. Kamu--"


"Kalau aku beneran anak Ayah, aku yakin pasti bisa jadi pendonor bagi Sayaka," ujar Aruna.


Rasanya Satria menjadi tidak enak hati terhadap putrinya tersebut, mereka baru saja bertemu kembali setelah berpisah sekian lamanya. Namun, di hari pertama mereka bertemu Aruna malah harus menjadi pendonor untuk adiknya sendiri.


Akan tetapi, jika Satria tidak mengiyakan, maka Sayaka tidak akan bisa diselamatkan. Satria pada akhirnya menyetujui keinginan dari Aruna.


"Baiklah, pergilah dengan Saga. Ayah harus membawa Bunda," ujar Satria.


Aruna menganggukkan kepalanya, lalu dia menolehkan wajahnya ke arah babysitter Ayana. Aruna tersenyum lalu berkata.


"Tolong jaga Ay, karena aku harus melakukan pemeriksaan," ujar Aruna.


"Iya, Nyonya," jawab Encus.


Aruna merasa beruntung karena babysitter putrinya ikut ke rumah sakit, jika tidak dia tidak tahu siapa yang akan menunggui putrinya. Karena terus terang saja dia kurang percaya kepada suster yang ada di sana.

__ADS_1


"Jaga Ay dengan baik," pinta Aruna sebelum dia pergi dengan Sagara.


Walaupun babysitter Ayana merasa begitu bingung, tetapi dia mengagukkan kepalanya dengan patuh. Dia merasa heran karena tiba-tiba saja Aruna mempunyai keluarga.


Karena setahunya selama ini Aruna hanya mempunyai Sam dan juga Almira, tidak pernah ada orang yang datang dan mengaku sebagai keluarga Aruna.


Setelah bertemu dengan dokter, akhirnya Aruna melakukan pemeriksaan. Dokter dan juga Sagara sangat senang karena Aruna bisa menjadi pendor bagi Sayaka.


Selesai melakukan pemeriksaan, operasi transplantasi tulang sum-sum pun dengan cepat dilakukan. Aruna dengan tenang menghadapi operasi tersebut, Sagara dengan setia menunggui Aruna di depan ruang operasi.


Di saat Aruna sedang menjadi pendonor bagi adiknya sendiri, berbeda dengan Sam yang sampai saat ini masih asik bergulat di atas ranjang dengan wanita simpanannya.


Ya, Angel hanya dijadikan sebagai wanita simpanan oleh Sam. Karena walaupun dia mencintai wanita itu, tetapi Sam tidak pernah berniat untuk menceraikan Aruna.


Setelah berumah tangga selama 6 tahun dengan Aruna, wanita yang menjadi istrinya itu selalu saja patuh terhadap dirinya. Aruna bahkan terlihat begitu menyayangi ibunya, di kala ibunya sakit malah Aruna yang sangat bersedih dan kerepotan dalam mengurusi ibunya.


Wanita itu bahkan memperlakukan anaknya dengan penuh kasih sayang, mana mungkin Sam melepaskan wanita seperti Aruna, walaupun ada Angel di sisi hati yang lainnya.


"Ouch! Sayang, ini enak banget. Cepetin, Yang." Angel kini sedang berdiri seraya menempelkan tubuh bagian atasnya pada tembok, sedangkan Sam sedang menghentak inti tubuh Angel dari belakang.


Angel yang merasa kesal langsung melepaskan penyatuan mereka, lalu dengan cepat dia mendorong tubuh Sam hingga terhempas ke atas tempat tidur.


Tanpa ragu wanita itu dengan cepat merangkak naik ke atas tubuh suami dari Aruna tersebut. Lalu, dia memosisikan milik Sam untuk dia masukkan ke dalam inti tubuhnya.


"Ouch! Sam, penuh!" jerit Angel yang dengan cepat langsung menaik turunkan tubuhnya.


"Kamu selalu pandai, Sayang!" puji Sam.


Kedua manusia berbeda jenis kelamin itu seakan tidak ada puasnya untuk bercinta, bahkan keduanya selesai melakukan percintaan panas itu sampai hampir pagi menjelang.


Angel sepertinya memang sengaja menahan Sam, agar pria itu tidak pulang ke kediaman Rahardi. Karena Angel seakan tidak ingin Sam berduaan dengan istrinya.


Keesokan harinya.

__ADS_1


Sam yang kelelahan terbangun di saat matahari sudah sangat tinggi, Sam merasakan tubuhnya begitu pegal. Dengan perlahan dia mengucek matanya seraya menyandarkan tubuhnya pada sandaran tempat tidur.


"Astaga! Jam berapa ini?" tanya Sam seraya mengedarkan pandangannya.


Saat dia melihat jam digital yang bertengger cantik di atas nakas, Sam terlihat begitu kaget karena waktu menunjukkan pukul 1 siang. Walaupun ini adalah hari libur, tetapi dia seharusnya menyempatkan waktu untuk bisa bersama dengan Aruna dan juga Ayana.


"Astaga! Kenapa Angel tidak membangunkan aku?" tanya Sam.


Sam yang merasa was-was langsung berlari ke kamar mandi, dia dengan cepat membersihkan tubuhnya. Lalu, dia memakai pakaiannya dan segera keluar dari dalam kamar tersebut.


Sam tersenyum ketika melihat Ayaka yang sedang bermain dengan Angel di ruang keluarga, dia menghampiri keduanya lalu berkata.


"Kalian sedang main apa?" tanya Sam.


Bukannya menjawab pertanyaan dari Sam, Ayaka malah menghambur ke dalam pelukan Sam. Dia seolah tidak ingin ditinggalkan oleh ayahnya tersebut.


"Ayah! Kata Bunda mau kerja lagi ya? Mau pergi ke luar kota lagi, ya? Sebelum Ayah pergi, Aya mau makan bareng sama Ayah di luar boleh?" tanya Ayaka.


"Boleh, Sayang. Ayo," ucap Sam menyanggupi.


Walaupun pada awalnya Sam ingin pulang, tetapi dia tidak berani untuk menolak keinginan dari putrinya. Sam pada akhirnya membawa Ayaka dan juga Angel ke Resto yang ada di pusat kota.


Saat Sam masuk ke dalam Resto tersebut, tanpa Sam sadari di sana ada Almira yang sedang memesan makanan untuk di bawa pulang. Di sana ada satu menu makanan yang sangat disukai Ayana, tentu saja Almira membeli makanan tersebut untuk menyenangkan hati cucunya.


Dia baru saja pulang dari puncak bersama dengan sahabatnya, agar tidak terkena omelan dari Ayana karena semalaman tidak pulang, wanita paruh baya itu berniat menyogok Ayana dengan makanan kesukaannya.


Saat Almira melihat Sam sedang bersama dengan Angel dan juga Ayaka, Almira benar-benar syok dibuatnya. Dia bahkan hampir saja terjatuh jika saja sahabatnya tidak menahan tubuh Almira.


"Ada apa?" tanya sahabat dari Almira.


Almira menatap wajah sahabatnya dengan lekat, ingin sekali rasanya dia berkata jika saat ini Almira merasa kaget karena melihat putranya bersama dengan wanita lain. Bahkan, Sam terlihat menggendong Ayaka dan sesekali Sam terlihat mengecup kening Ayaka.


Namun, rasanya dia akan sangat malu jika mengatakan hal tersebut. Dia takut jika sahabatnya itu akan mengetahui putranya tukang selingkuh, dia takut reputasi keluarganya akan hancur.

__ADS_1


"Aku---"


__ADS_2