
Sam memeluk Aruna dengan begitu posesif, dia seakan begitu takut kehilangan wanita itu lagi. Bahkan, sesekali pria itu terlihat menunduk dan mengecup kening dari Aruna. Aruna hanya terdiam membiarkan apa pun yang Sam lakukan terhadap dirinya.
Almira yang melihat pemandangan itu malah terdiam, dia menyembunyikan dirinya di balik tembok seakan ingin memperhatikan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Karena terus terang saja hatinya merasa was-was, entah kenapa dia merasa akan terjadi sesuatu hal yang besar kepada putranya tersebut.
"Sayang, kamu ke mana aja? Terus, Ay mana? Kenapa dia nggak ikut sama kamu? Aku kangen kalian, hari ini kita jalan-jalan aja. Aku ngga masuk kerja dulu," ujar Sam seraya melerai pelukannya.
Sam tersenyum dengan sangat lebar melihat wajah cantik Aruna, lalu dia menuntun Aruna untuk duduk di atas sofa yang ada di ruang tamu.
"Penampilan kamu beda banget, kamu makin cantik. Aku sangat suka," ujar Sam memuji.
Aruna terlihat memakai kemeja berwarna dusty pink dipadupadankan dengan celana panjang bahan berwarna pastel, rambutnya dikuncir kuda dan Aruna terlihat memoles wajahnya dengan make up tipis.
Bahkan, Sam melihat jika Aruna memoles bibirnya dengan lipstik berwarna nude. Aruna terlihat sangat cantik dan lebih dewasa, Sam baru menyadari jika wanita yang berada di sampingnya benar-benar luar biasa.
Angel bahkan dirasa tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Aruna, lantas Sam sempat berpikir kenapa dia bisa tergila-gila dengan Angel dan bahkan selingkuh dengan wanita itu.
"Kamu juga sangat tampan, dasinya kenapa ngga dipake?" tanya Aruna seraya mengusap rahang tegas pria itu.
Sam sempat memejamkan matanya mendapatkan sentuhan dari tangan istrinya, dia bahkan menangkap tangan Aruna dan mengecup punggung tangan itu dengan begitu mesra.
Tidak lama kemudian Sam tertawa mendengar apa yang dipertanyakan oleh istrinya, selama ini Aruna selalu mengurus dirinya dengan begitu baik. Selama 6 tahun Aruna memasangkan dasi di lehernya, Sam bahkan sampai lupa bagaimana caranya memakai dasi.
"Selama ini kamu yang selalu mengurusku, maafkan aku karena tidak pernah berterima kasih. Kamu tahu, baru ditinggal dua hari saja aku bahkan tidak bisa memakai dasi. Aku terlalu bergantung kepadamu," jawab Sam.
__ADS_1
Aruna tersenyum kecut mendengar apa yang dikatakan oleh Sam, jika saja mereka masih berstatus sebagai suami istri, rasanya dia pasti akan sangat bahagia mendengar pujian dari Sam.
Namun, setelah mengetahui Sam berselingkuh, bahkan setelah mengetahui jika Sam memiliki anak dari wanita lain, rasanya kata-kata yang terlontar dari bibir Sam sudah tidak ada artinya.
"Sama-sama, lalu mana dasinya. Biar aku pakaikan," ujar Aruna.
"Sebentar," jawab Sam seraya berlari menuju kamarnya dan mengambil dasi.
Lalu, dengan secepat kilat pria itu datang kembali dengan membawa dasi di tangannya. Almira yang melihat akan hal itu masih setia bersembunyi, karena belum ingin menampakan dirinya.
"Ini, Sayang. Tolong pakaikan," pinta Sam seraya memberikan dasi kepada Aruna.
Aruna tersenyum seraya menerima dasi yang diberikan oleh Sam, lalu dia memakaikan dasi di leher Sam seperti biasanya. Sam tersenyum dengan begitu lebar, bahkan dia langsung menunduk dan mencium bibir Aruna.
"Sam, aku ke sini tidak bisa lama. Aku hanya ingin memberikan--"
Belum juga Aruna menyelesaikan ucapannya, dari arah luar terdengar ada mobil yang masuk ke kediaman Rahardi dan tidak lama kemudian terdengar bunyi klakson dengan begitu kencang.
Tentu saja baik Sam ataupun Aruna langsung keluar dari rumah tersebut, mereka ingin tahu siapa yang datang dan membunyikan klakson berkali-kali seperti orang yang tidak sabar.
Sam langsung membulatkan matanya dengan sempurna ketika mobil milik Angel berhenti di kediaman Rahadi, tidak lama kemudian bahkan Sam melihat Angel yang turun dari mobil tersebut dan langsung menghampiri dirinya.
"Ini gara-gara kamu, Sam. Sekarang anak aku kritis di rumah sakit karena mencoba bunuh diri, dia kecewa karena kamu ternyata bukan hanya milik dia. Cepat temui anak kita, kalau tidak, Jangan sampai aku melaporkan kamu ke polisi."
Angel tiba-tiba datang dan mengancam Sam, tentu saja hal itu membuat Sam sangat kesal. Walaupun jauh di dalam lubuk hatinya dia merasa kasihan terhadap Ayaka, karena walau bagaimanapun juga anak itu adalah darah dagingnya.
__ADS_1
"Maaf, Angel. Aku tidak bisa, selama ini aku sudah salah karena berselingkuh dengan kamu. Tapi, mulai hari ini aku tidak bisa lagi datang untuk menemui kamu dan juga putri kita. Tapi, untuk urusan anak kita, aku tidak akan lepas tanggung jawab begitu saja."
Sam berkata dengan raut wajah yang begitu serius, Angel terlihat begitu marah dan langsung menghampiri Sam. Tanpa ragu Angel langsung memukuli dada Sam dengan begitu kencang.
"Dasar bedebah sialan! Bisa-bisanya kamu berkata seperti itu setelah kita bersama setelah 5 tahun, apakah kamu lupa jika kamu pernah berjanji akan selalu ada untuk aku dan juga untuk Ayaka?" tanya Angel dengan tangannya yang terus saja memukuli dada Sam.
"Aku sangat ingat, tapi maaf. Aku lebih memilih untuk melanjutkan rumah tanggaku dengan Aruna," jawab Sam.
"Tidak bisa seperti itu, Sam. Kamu sudah berjanji akan menceraikan wanita sialan itu, wanita yang merebut kamu dari aku. Ayo kita pergi, Sam. Cepat ceraikan wanita itu," ujar Angel.
Sam yang terlihat begitu kesal terus saja membantah apa yang dikatakan oleh Angel, Angel yang juga merasa kecewa terhadap Sam terus saja mengoceh seraya memukul pria itu.
Aruna yang melihat keributan di antara keduanya terasa begitu pusing, dia bahkan langsung berteriak dan mendorong Sam dan juga Angel dengan cukup kencang.
"Stop! Kalian itu sudah dewasa, bisakah kalian bersikap selayaknya orang dewasa?" tanya Aruna.
"Tidak usah banyak bicara kamu! Kamu senang bukan karena bisa melihat aku menderita seperti ini?" tanya Angel dengan tidak suka.
Bahkan, Angel terlihat menghampiri Aruna dan hendak menampar pipi wanita itu. Namun, dengan cepat Sam mendorong Angel sampai wanita itu jatuh tersungkur.
"Jangan pernah menyentuh istriku! Apalagi kalau kamu sampai menyakitinya!" bentak Sam.
Angel yang mendengar ucapan yang keluar dari bibir Sam terlihat begitu marah dan juga kecewa, dia terlihat bangun dan menunjuk dada Sam dengan penuh emosi.
"Ingat, Sam. Jika kamu tidak menemui putri kita dengan cepat, maka aku akan--"
__ADS_1