Balasan Untuk Sang Mantan 2

Balasan Untuk Sang Mantan 2
BUSM2 S2. Bab 27


__ADS_3

"Gue rela deh jadi sopir elu selama dua minggu, gimana?" tanya Asmara.


Kenzo merasa begitu senang sekali mendengar apa yang dikatakan oleh Asmara kepada dirinya, tetapi pria itu tetap saja berpura-pura jual mahal.


Dia seolah ingin mendapatkan hal yang lebih dari itu, karena menurutnya kini Asmara sedang kesusahan. Biasanya orang yang sedang kesusahan akan mau menerima penawaran apa pun, walaupun itu akan menyulitkan bagi dirinya.


"Gimana, ya? Bagaimana kalau selain jadi sopir gue, elu juga harus jadi asisten pribadi gue?" ujar Kenzo mengajukan sarat.


Kenzo benar-benar menjadi orang yang membuat Asmara kesal saat ini, tetapi sayangnya dia tidak bisa marah sama sekali. Justru saat ini dia ingin bertanya kepada Kenzo tentang apa yang dimaksudkan oleh pria itu.


"Asisten pribadi? Bagaimana maksud elu? Gue ngga paham," ucap Asmara.


"Elu kerja sebagai asisten pribadi gue, Asmara!" ulang Kenzo.


Asmara nampak mengerutkan dahinya mendengar apa yang dikatakan oleh Kenzo, karena pada kenyataannya jabatan sebagai asisten pribadi sudah dipegang oleh Aman.


Pria yang tidak lain dan tidak bukan adalah kakak sepupunya sendiri, mana mungkin dia mengambil pekerjaan dari kakak sepupunya tersebut, pikirnya.


Lagi pula Asmara tidak kuliah, setelah sadar dari koma, bahkan setelah dia sembuh, Asmara memutuskan untuk les bahasa Inggris karena dia ingin menjadi tour guide.


Takutnya nanti dia akan bertemu dengan turis asing, agar dirinya tidak kesusahan dalam berkomunikasi dengan turis asing tersebut.


"Lah! Kan ada Kak Aman," ujar Asmara.


Kenzo menggedikkan kedua bahunya, lalu dia tersenyum hangat ke arah Asmara.


"Itu lain, Aman jadi asisten pribadi gue di kantor. Sedangkan elu jadi asisten pribadi gue di rumah, jadi setelah mengantar jemput gue, sore harinya elu harus ikut pulang sama gue ke rumah. Elu harus ngelakuin apa yang gue minta," jelas Kenzo.


Syarat yang diajukan oleh Kenzo rasanya sangat berat, jika untuk mengantar jemput pria itu Asmara masih sanggup. Namun, jika untuk ikut ke dalam rumah pria itu rasanya Asmara merasa keberatan.


Lagi pula dia harus melakukan pekerjaan yang lain, misalnya ikut melaut dengan sang ayah. Jika dia harus ikut dengan Kenzo, dia takut tidak akan mendapatkan uang dan tidak bisa memberikan penghasilannya lagi kepada sang ayah.

__ADS_1


"Loh, kok begitu? Tapi permintaannya ngga aneh-aneh, kan?" tanya Asmara memastikan.


Kenzo tersenyum manis seraya menggelengkan kepalanya, karena memang tujuannya bukan untuk melakukan hal yang tidak tidak terhadap wanita itu.


Akan tetapi, dia hanya ingin mendekatkan diri kepada Asmara. Dia ingin Asmara tahu jika dirinya benar-benar menyukai wanita itu dan bersungguh-sungguh ingin menjadikan Asmara sebagai istrinya.


"Enggalah! Masa gue ngelakuin hal yang aneh-aneh, emangnya gue cowok apaan!" kesal Kenzo.


Menurut Asmara, benar juga apa yang dikatakan oleh pria itu. Lagi pula jika Kenzo melakukan hal yang tidak tidak terhadap dirinya akan beresiko besar, karena pria itu merupakan pengusaha yang terbilang sukses.


Walaupun memang dia baru satu bulan menjalankan usahanya, tetapi nyatanya perusahaan yang dia pimpin sudah berkembang dengan begitu pesat.


Jika pria itu melakukan hal yang tidak tidak kepada dirinya, pasti akan berimbas buruk pada karirnya. Karena tentunya Asmara juga tidak akan tinggal diam jika pria itu memperlakukan dirinya dengan tidak senonoh.


"Oke oke, gue mau jadi sopir sekaligus asisten pribadi elu. Sekarang tolong anterin gue," sanggup Asmara.


Ah! Rasanya Kenzo benar-benar bahagia mendengar apa yang dikatakan oleh Asmara, bahkan jika tidak malu, rasanya Kenzo ingin bersorak.


Namun, dia takut jika wanita itu akan marah. Dia bahkan berusaha untuk menyembunyikan rasa bahagianya, dia berpura-pura menampilkan wajah datar tanpa ekspresinya.


Apa yang dia tunjukkan saat ini terhadap Asmara benar-benar bertolak belakang dengan perasaannya, Kenzo sudah mulai pandai memainkan peran.


"Siap, Cantik!" jawab Kenzo.


Pada akhirnya Kenzo menuruti keinginan Asmara untuk mengantarkan ikan yang sudah dipesan, tentunya sebelum pergi Kenzo berpamitan dengan begitu sopan kepada ayah dari Asmara.


Pria yang juga merupakan paman dari Aman itu menitipkan Kanaya kepada Kenzo, pria itu berkata kepada Kenzo agar mau menjaga Asmara dengan baik.


Tentu saja Kenzo mengiyakan, karena dia begitu menyukai Asmara. Rasanya tidak mungkin jika dirinya memperlakukan Asmara dengan hal yang aneh-aneh.


"Maksih udah ngaterin gue, sekarang tugas gue apa?" tanya Asmara setelah dia selesai dengan pekerjaannya.

__ADS_1


"Sekarang tugas elu jadi sopir gue," jawab Kenzo yang langsung menggeser letak duduknya.


Pria itu langsung duduk tepat di samping kemudi, Asmara yang paham langsung duduk di balik kemudi dan menyalakan mesin mobilnya.


"Sekarang kita mau ke mana?" tanya Asmara.


"Ke kantor, tolong anterin gue ke kantor. Bisa kan?" tanya Kenzo.


"Bisa, Tuan,'' jawab Asmara seraya melajukan mobil milik pria itu.


Selama perjalanan menuju kantor keduanya hanya saling diam, sepertinya mereka begitu larut dalam pikiran masing-masing. Hingga tidak lama kemudian Asmara memberhentikan mobil milik Kenzo tepat di depan perusahaan pria itu.


"Gue kerja dulu, elu pulang aja. Mobil gue biar elu yang bawa, kalau ada apa-apa cepat telepon gue," ucap Kenzo.


Asmara benar-benar heran dengan pria yang ada di hadapannya, karena dengan mudahnya pria itu memercayai dirinya. Bisa saja Asmara membawa kabur mobil pria itu bukan, tetapi pria itu tidak pernah berpikir ke arah sana.


"Tapi ini kan' mobil elu, masa gue yang bawa Bos?" tanya Asmara.


"Ngga apa-apa, mobil elu kan' bannya kempes. Kalau elu mau ke mana-mana jadi gampang, soalnya ada mobil gue," jawab Kenzo.


"Emang elu ngga bakalan marah kalau mobil elu bau ikan?" tanya Asmara.


"Enggalah, cuma bau ikan doang. Kan' nanti elu bisa cuciin mobil gue, gampang dong! Dahlah, gue pamit kerja dulu. Udah telat soalnya," ucap Kenzo.


"Oke, terima kasih atas kepercayaannya," ucap Asmara.


"Sama-sama," jawab Kenzo seraya mengecup pipi Asmara.


Setelah melakukan hal itu, Kenzo dengan cepat turun dari dalam mobilnya. Lalu dia masuk ke dalam kantor dengan tergesa, Asmara terlihat begitu syok dengan apa yang dilakukan oleh pria itu. Karena dia merasa jika pria itu benar-benar sangat keterlaluan.


"Dasar vangke! Awas aja nanti, gue baka ngerjain elu!" teriak Asmara tanpa peduli orang-orang yang menatap ke arahnya dengan tatapan penuh pertanyaan.

__ADS_1


Asmara terlihat begitu kesal sekali kepada Kenzo, dia bahkan berjanji akan membalas perbuatan dari pria itu ketika dia menjemput pria itu nanti sore.


__ADS_2