Balasan Untuk Sang Mantan 2

Balasan Untuk Sang Mantan 2
BUSM2 S2 Bab. 5


__ADS_3

Sigit merasa jika istrinya terlalu lama meninggalkan dirinya, padahal Aruna berkata hanya ingin memanggil Kenzo dan juga Anisa.


Akan tetapi, nyatanya sudah lima belas menit berlalu dan Aruna tidak kunjung datang karena merasa khawatir akhirnya Sigit memutuskan untuk mencari keberadaan Aruna di dalam kamar putranya.


Saat tiba di dalam kamar Kenzo, Sigit benar-benar merasa kaget karena istrinya tergeletak tidak sadarkan diri di atas lantai dekat kaki ranjang.


Satu hal lagi yang membuat Sigit begitu kaget putranya kini sedang tertidur dengan begitu lelap di dalam pelukan Anisa. Wanita muda yang sudah dia anggap sebagai putrinya sendiri.


"Apa yang telah terjadi?" tanya Sigit dengan lemah.


Kecewa, sedih, marah dan juga kesal. Semua rasa bercampur aduk menjadi satu, tetapi saat ini yang perlu dia lakukan adalah menolong istrinya terlebih dahulu.


Dengan cepat Sigit menggendong tubuh lemah Aruna, lalu dia tatap wajah putranya yang begitu lelap di dalam tidurnya.


"Ken, sebenarnya apa yang terjadi? Kamu itu. ngapain, Ken?" tanya Sigit dengan bingung.


Karena rasanya tidak mungkin Kenzo meniduri seorang wanita, terlebih lagi wanita yang selama ini mereka asuh dan tentunya dianggap adik oleh Kenzo.


"Sepertinya aku harus meminta bantuan bunda," ujar Sigit seraya keluar dari dalam kamar putranya, karena ingin menyadarkan istrinya.


Sigit ingin meminta bantuan dari Rachel, karena tidak mungkin rasanya dia meminta bantuan dari Steven dan juga ibunya. Karena ibunya memiliki riwayat penyakit jantung.


Tentunya hal yang pertama Sigit lakukan adalah masuk ke dalam kamar utama, lalu dia merebahkan tubuh istrinya di atas tempat tidur dengan sangat hati-hati.


Setelah itu, dia meminta pelayan untuk mengurusi Aruna terlebih dahulu. Karena dia ingin menemui Rachel dan juga Satria.


Kedua pelayan yang dipanggil oleh Sigit nampak membawa air putih dan juga minyak hangat, setelah memastikan istrinya mendapatkan penanganan Sigit dengan cepat menghampiri Rachel yang sedang duduk bersama dengan Satria.


"Ada apa? Kenapa wajah kamu panik seperti itu?" tanya Satria.


"Bun, anu. Itu, Bunda. Anu, Yah."


Sigit seolah kebingungan mau mengatakan apa, hal ini tentunya merupakan aib. Akan tetapi, dia harus cepat-cepat mengatakan hal ini agar bisa diatasi dengan cepat.

__ADS_1


"Katakanlah ada apa!" ucap Rachel yang ikut panik.


"Jadi begini, Bun--"


Akhirnya Sigit menceritakan apa yang dia lihat di dalam kamar Kenzo, Satria dan juga Rachel terlihat begitu marah. Akan tetapi, mereka mencoba untuk tenang.


"Sekarang urus aja istrimu, biar Ayah sama Bunda yang mengurusi Kenzo," ujar Satria.


"Baik, ayah," jawab Sigit.


Sigit dengan cepat masuk ke dalam kamarnya karena ingin menyadarkan Aruna dia takut akan terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan kepada istrinya.


Karena pastinya istrinya itu syok melihat apa yang dia lihat di dalam kamar putranya, berbeda dengan Rachel dan juga Satria. Mereka langsung melangkahkan kaki menuju kamar Kenzo.


Keduanya terlihat begitu kaget dengan apa yang ada di hadapan mereka, dengan cepat Rachel menghampiri Kenzo dan berusaha untuk membangunkan pria itu.


Sayangnya Kenzo tak kunjung bangun, karena mungkin efek obat tidur yang diberikan oleh Anisa. Berbeda dengan Anisa, baru sebentar saja dibangunkan oleh Rachel, wanita itu langsung bangun dan duduk dengan wajah yang dibuat pura-pura kaget.


"Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kalian bisa tidur bersama?" tanya Satria lagi.


"Kak Kenzo perkosa Nisa, Nek. Tadi malam Kakak maksa-maksa aku untuk--"


Anisa tidak melanjutkan ucapannya, wanita muda yang pandai memainkan raut wajah itu kini menangis sejadi-jadinya. Jika ada pemilihan aktris terbaik, rasanya Anisa akan mendapatkan piala penghargaan.


Rachel dan juga Satria terlihat saling tatap, mereka benar-benar tidak percaya jika Kenzo mampu melakukan hal itu.


Akan tapi, ketika mereka melihat banyaknya tanda merah keunguan di dada dan juga leher Anisa, mereka merasa percaya dengan apa yang dikatakan oleh wanita itu adalah benar adanya.


Namun, mereka belum tahu apa yang melatarbelakangi Kenzo melakukan hal seperti itu. Terlebih lagi mereka sangat tahu jika Kenzo bukanlah pria bejat yang seenaknya mengambil keperawanan orang lain.


"Memangnya tadi malam kamu sedang apa? Kenapa bisa Kenzo sampai meniduri kamu?" tanya Satria.


"Tadi malam aku mau masuk ke dalam kamar, tiba-tiba kak Kenzo menarik aku ke dalam kamarnya," jawab Anisa yang langsung menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Dia bahkan terlihat menangis kembali sambil menutup wajahnya dengan selimut yang dia pakai, sungguh aktingnya nampak luar biasa.


"Sekarang mandilah, nanti kita akan membicarakan hal ini," ucap Rachel seraya mengambilkan handuk dan memberikannya kepada Anisa.


Anisa tetap menangis, tetapi dia memakai handuk tersebut dan turun dari tempat tidur. Wanita itu berpura-pura kesakitan, bahkan dia berjalan dengan tertatih menuju kamar mandi.


Rachel dan juga Satria nampak Saling pandang, kemudian mereka menyibak selimut yang dipakai oleh Kenzo. Ada bercak darah yang mengering di sana, Rachel dan Satria nampak menggelengkan kepalanya.


"Ken, bangun. Kenapa kamu tidur begitu pulas sekali?" tanya Satria seraya menepuk-nepuk punggung pria itu dengan lumayan kencang.


Akan tetapi, Kenzo tetap terlelap dalam tidurnya. Satria sampai merasa kesal dibuatnya, karena tidak biasanya cucunya itu begitu sulit untuk dibangunkan.


Padahal, tanpa mereka tahu Kenzo terlalu banyak meminum obat tidur. Karena Anisa memberikan obat tidur dalam bentuk cair agar mudah larut ke dalam minuman yang dia berikan.


Anisa sendiri bahkan sampai merutuki perbuatannya, karena wanita itu terlalu banyak memberikan obat tidur. Sedangkan obat perangsangnya dia hanya memberikan satu tetes saja.


Jika saja Anisa bisa bermain lebih pintar, mungkin Kenzo benar-benar sudah menggauli wanita itu. Pasti dirinya sudah berhasil menjerat Kenzo.


Anisa memang sengaja memberikan obat perangsang itu hanya sedikit saja, karena dia berpikir, takutnya Kenzo akan menggaulinya dengan menggebu.


Namun, ternyata dugaan salah. Justru Kenzo malah terlelap dalam tidurnya, karena pengaruh obat tidur yang diberikan oleh Anisa terlalu banyak.


Efek dari obat perangsangnya justru malah tidak terlihat sama sekali, karena Kenzo sepertinya mencium Anisa juga bukan karena efek dari obat perangsang. Namun, karena kepalanya yang pening dan terlalu memikirkan Anaya.


Maka dari itu membuat Kenzo sampai salah mengenali dan malah menyebut-nyebut nama Anaya, karena memang tidak pernah ada wanita luar yang berani menyentuh Kenzo selain Anaya.


"Sampai jam berapa cucumu itu melakukan hal itu kepada Anisa? Bisa-bisanya dia sampai tidur lelap seperti ini," ujar Rachel.


"Sepertinya dia kecapean karena sudah menggauli Anisa," ujar Satria dengan kesal.


Kecewa sekali rasanya melihat hal ini terjadi, tetapi saat ini Satria harus segera membangunkan Kenzo. Dia harus bertanya kepada pria itu dengan Apa yang melatarbelakangi pria itu untuk melakukan hal yang hina seperti ini.


Tentunya satu hal yang harus Satria lakukan juga, dia harus segera menikahkan Anisa dengan Kenzo. Karena itu adalah bentuk tanggung jawab dari pria itu kepada Anisa.

__ADS_1


"Jangan terlalu emosi," ujar Rachel seraya mengusap dada suaminya.


__ADS_2