Balasan Untuk Sang Mantan 2

Balasan Untuk Sang Mantan 2
BUSM2 S2. Bab 50


__ADS_3

Saat Anaya masuk ke dalam kamar pengantinnya, Kenzo baru saja selesai melaksanakan kewajibannya terhadap Sang Khalik. Anaya tersenyum dan menghampiri suaminya, lalu dia mencium punggung tangan pria itu.


Kenzo tersenyum penuh kebahagiaan mendapatkan perlakuan seperti itu dari Anaya, lalu di mengecup bibir istrinya.


Ah! Kenzo benar-benar merasa bahagia, karena akhirnya dia bisa menikahi wanita yang sangat ia cintai. Walaupun pada awalnya terasa begitu berat saat menghadapi rintangan, rintangan yang begitu sulit untuk dilalui.


Terlalu banyak kesedihan, terlalu banyak luka yang menurutnya sulit untuk disembuhkan. Terlalu banyak dugaan yang sulit untuk dibuktikan kenyataannya, tetapi pada akhirnya Tuhan menyatukan mereka juga.


"Sudah, mesen makanannya?" tanya Kenzo.


Kenzo menarik lembut istrinya dan mendudukannya di atas pangkuannya, lalu Kenzo mengusap-usap punggung istrinya dengan begitu lembut.


"Sudah, Yang. Paling sebentar lagi juga dianterin," jawab Anaya.


Walaupun di dalam hatinya kini sedang berkecamuk dan penuh dengan pertanyaan, tetapi Anaya berusaha untuk bersikap semanis mungkin di hadapan suaminya.


Mereka baru saja menikah, Anaya tidak mau kalau sampai terjadi pertengkaran di antara mereka. Anaya bukan anak kecil lagi, dia tidak bisa langsung marah begitu saja kepada Kenzo.


Dia juga tidak mungkin langsung menuduh hal yang tidak-tidak kepada suaminya tersebut, Anya harus membuktikannya terlebih dahulu. Apakah yang dikatakan oleh wanita itu benar atau tidak.


Terlebih lagi perjuangan cinta mereka terasa begitu berat, Anaya membutuhkan pengorbanan dan juga waktu yang begitu lama agar cinta mereka bisa bersatu.


Rasanya dia tidak mungkin langsung percaya begitu saja kepada wanita yang kata Kenzo dulu pernah menjebak dirinya, siapa tahu wanita itu memang sengaja datang untuk menjebak dirinya.


Wanita itu datang karena ingin menghancurkan kebahagiaannya bersama dengan Kenzo, pikirnya.


Maka dari itu Anaya merasa harus lebih waspada, dia harus memikirkan semuanya dengan kepala dingin. Jangan sampai dia terbawa emosi dan nantinya akan mendapatkan penyesalan.


"Ya udah, kalau gitu kamu duduk dulu di sofa. Aku mau lipat sarung dulu," ucap Kenzo.


Anaya mengusap pipi Kenzo, lalu mengusap bibir pria itu dan mengecupnya beberapa kali. Kenzo sampai terkekeh dibuatnya, jika saja istrinya tidak sedang datang bulan, Kenzo pasti akan langsung mengajak istrinya untuk bercinta.


"Jangan suka mancing di air yang keruh, duduk dulu sana. Jangan sampai aku minta hak aku di saat kamu lagi halangan," ujar Kenzo.


Karena Anaya malah mengusap-usap dada Kenzo, sontak saja hal itu membuat dirinya begitu menginginkan istrinya. Akan tetapi, dengan sekuat tenaga dia menahannya.


"Ya, Sayang. Maaf," jawab Anaya.


Anaya menurut, dia bangun dari pangkuan Kenzo dan langsung duduk di atas sofa. Sedangkan Kenzo terlihat membuka pecinya dan melipat sarungnya.


Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Anaya, beberaa menit kemudian pintu kamar pengantin ada yang mengetuk. Dengan cepat Kenzo membukakan pintu kamar pengantin tersebut.

__ADS_1


Dua orang pelayan datang dengan membawa dua nampan besar di tangan mereka, Kenzo tersenyum lalu mempersilakan keduanya untuk menyimpan makanan mereka di atas meja.


Kedua pelayan itu menuruti apa yang dikatakan oleh Kenzo, mereka menata makanan di atas meja dan setelah itu mereka berpamitan untuk keluar dari sana.


"Makanlah yang banyak, biar engga lemas," ucapkan Kenzo dengan begitu perhatian kepada istrinya.


Jika melihat sikap Kenzo yang seperti itu, penuh perhatian dan juga penuh cinta terhadap dirinya, rasanya tidak mungkin jika Kenzo membohongi dirinya.


Tidak mungkin pria itu mau meniduri Anisa, karena Kenzo selalu berkata tidak pernah mencintai wanita itu. Hanya ada Anaya di dalam hati Kenzo, itulah yang selalu dikatakan oleh Kenzo kepada dirinya.


"Iya, Sayang," jawab Anaya.


Pada akhirnya keduanya terlihat melakukan makan malam bersama, sesekali Kenzo terlihat menyuapi istrinya. Dengan senang hati Anaya menerima suapan demi suapan dari suaminya, Kenzo. Walaupun hatinya sedang merasa bimbang.


Waktu dirasa cepat sekali berlalu, setelah makan malam Kenzo kembali melaksanakan kewajibannya terhadap Sang Khalik. Sedangkan Anaya meminta pelayan untuk merapikan bekas makan mereka dan membayarnya.


"Sini baring," ucap Kenzo setelah di merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Anaya menurut, dia merebahkan tubuhnya di samping suaminya. Lalu, dia memeluk Kenzo dan menelusupkan wajahnya pada dada bidang pria itu.


Anaya sempat mendengarkan detak jantung suaminya tersebut, debaran jantung Kenzo terdengar begitu cepat di telinganya. Anaya tersenyum lalu dia usap dada suaminya tersebut.


mendapatkan sentuhan seperti itu dari istrinya, rasanya seperti ada aliran listrik yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Tentunya hal itu membuat miliknya menggeliat dan ingin masuk ke dalam sarangnya.


"Maaf," ucap Anaya.


"Iya, sekarang cukup peluk aku. Usah puncak kepalaku, biar aku cepat di bobo," pinta Kenzo.


"Ya, Sayang," jawab Anaya.


Jika tadi Anaya yang memeluk Kenzo dan menelusupkan wajahnya pada dada bidang pria itu, kini posisinya berubah. Kenzo memeluk Anaya, lalu dia menelusupkan wajahnya pada kedua dada istrinya yang terasa begitu kenyal itu.


Kenzo terlihat begitu nyaman sekali, karena walaupun dia tidak bisa mendapatkan haknya sebagai suami, setidaknya dia masih bisa melakukan hal yang menyenangkan seperti itu.


Anaya sebenarnya merasa geli, karena hembusan napas dari pria itu terasa begitu hangat di dadanya. Terasa menggelitik dan membuat dia menginginkan lebih, tetapi dia berusaha untuk menyenangkan hati suaminya dengan tidak melayangkan protesnya.


Anaya pada akhirnya mengusap-usap puncak kepala Kenzo, sesekali dia kan menunduk untuk mengecup kening pria itu. Pria yang begitu dia cintai itu.


Sepertinya Kenzo begitu nyaman mendapatkan perlakuan seperti itu dari Anaya, karena tidak lama kemudian pria itu nampak tertidur dengan begitu pulas.


"Harus dari mana dul aku mencari bukti kalau apa yang dikatakan oleh wanita itu adalah bohong, Ken? Karena aku begitu percaya jika kamu tidak akan mungkin melakukan hal itu," ucap Anaya seraya mengusap pipi suaminya.

__ADS_1


Ya, Anaya begitu percaya jika suaminya tidak akan mungkin melakukan hal yang tidak senonoh. Namun, tetap saja dia perlu bukti agar hatinya tidak merasa bimbang.


"Ponsel, ya. Ponsel Ken," ujar Anaya.


Pada akhirnya dia memutuskan untuk memeriksa ponsel Kenzo, karena dia merasa jika dari ponsel pria itu Anaya bisa menemukan petunjuk.


Setelah memastikan Kenzo terlelap di dalam tidurnya, Anaya berusaha untuk melepaskan diri dari pelukan suaminya. Tentunya dia melakukan hal itu dengan perlahan, agar tidak membangunkan suaminya tersebut.


Anaya tersenyum dengan begitu lega ketika dia bisa terlepas dari pelukan suaminya, lalu dia turun dari tempat tidur dengan begitu perlahan.


"Aku harus mencari bukti bahwa Ken tidak melakukan hal itu," ujar Anaya.


Dengan cepat Anaya mengambil ponsel milik suaminya, lalu dia duduk di atas sofa karena ingin memeriksa ponsel suaminya tersebut.


"Kok dikunci sih?" kesal Anaya saat melihat ponsel milik suaminya itu terkunci.


Ada selintasan di hatinya yang mengatakan jika Kenzo mengunci ponselnya pasti karena menyembunyikan hal yang tidak seharusnya, tetapi Anaya berusaha untuk menenangkan hati dan juga pikirannya.


"Jika Ken benar-benar mencintai aku, pasti nomor pin-nya tanggal lahir aku. Kalau ngga, pasti nomor pin-nya tanggal pernikahan kita."


Setelah mengatakan hal itu, Anaya mencoba memasukkan tanggal lahirnya. Anaya rasanya ingin menangis karena ternyata tanggal lahirnya yang dijadikan pin pada ponsel milik suaminya itu.


Namun, saat ini bukan waktunya untuk dia menangis. Karena ada hal yang harus dia buktikan, maka itu dengan cepat Anaya membuka pesan chat milik suaminya.


Namun, di sana tidak ada percakapan yang aneh. Hanya ada chat seperti biasanya, Anaya merasa lega melihat akan hal itu.


"Mungkin Ken menyimpan foto wanita itu, atau mungkin video wanita itu," ujar Anaya.


Anaya membuka galeri foto milik Kenzo, kembali dia tersenyum dengan begitu lebar karena ternyata di sana hanya ada foto dirinya dengan Kenzo. Ada juga foto keluarganya dan foto saat Kenzo dengan Aman.


"Kita lihat videonya," ujar Anaya.


Anaya memberanikan diri untuk membuka video, video pertama yang dia lihat adalah video kebersamaan dirinya bersama dengan Kenzo saat di Jogja. Kembali dia tersenyum, karena bahkan ada video di mana dirinya sedang berciuman dengan pria itu.


Tidak lama kemudian, dia melihat video keluarga Kenzo. Anaya merasa lega, tetapi tidak lama kemudian dia menemukan video yang membuat dia begitu kaget. Di sana ada adegan yang menunjukkan jika Anisa sedang bercinta dengan seorang pria, tetapi pria itu bukan suaminya.


"Astagfirullah!" teriak Anaya dengan cukup kencang karena begitu kaget.


Kenzo yang sedang tidur sampai terbangun, dia terlihat kekagetan mendengar teriakan dari istrinya. Kenzo bahkan sampai melompat dari tempat tidur dengan tubuh yang sempoyongan.


"Ada apa, Sayang? Apa kamu jatuh?" tanya Kenzo seraya mengucek matanya yang masih buram.

__ADS_1


__ADS_2