
Sam pulang ke kediaman Rahardi dengan rasa kesal yang luar biasa di dalam hatinya, dia merasa kesal karena istrinya menghabiskan uang yang begitu banyak.
Bahkan, Aruna menghabiskan uang miliknya sama harganya dengan rumah mewah yang dia belikan untuk Angel. Tidak kurang dan tidak lebih, uang yang Aruna keluarkan sama persis dengan harga rumah mewah yang Angel tempati saat ini.
"Ck! Dia itu kenapa? Ada apa dengan Aruna?" tanya Sam seraya mengemudikan mobilnya.
Tidak lama kemudian, mobil yang dikendarai oleh Sam tiba di kediaman Rahardi. Dengan cepat Sam melangkahkan kakinya menuju kamarnya bersama dengan Aruna.
"Ck! Di mana dia?" tanya Sam ketika dia tidak menemukan istrinya.
Sam yang merasa kesal dengan cepat keluar dari dalam kamarnya, dia berlari menuju kamar ibunya. Bahkan, Sam masuk ke dalam kamar ibunya tersebut tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Mom! Aruna ke mana? Kenapa belum pulang? Kenapa bisa dia menghabiskan uang yang sangat banyak? Kenapa juga jumlahnya sama persis dengan jumlah uang yang aku pakai untuk membelikan rumah un--"
Sam langsung menghentikan ucapannya, Sam lupa jika dia membeli rumah mewah untuk Angel tanpa sepengetahuan siapa pun.
Almira yang baru saja selesai mandi dan memakai pakaiannya langsung menghampiri putranya, lalu dia menatap wajah putranya dengan begitu lekat.
"Aruna sedang menghabiskan uangmu untuk jalan-jalan, dia melakukan perawatan dan juga membeli mobil untuk mengantar jemput Ay sekolah. Terus, tadi kamu bilang kamu beli rumah, untuk siapa?" tanya Almira penuh selidik.
"Ngga, Mom. Aku salah bicara," jawab Sam seraya memalingkan wajahnya.
Rasanya dia benar-benar tidak sanggup untuk bisa bersikap mata dengan ibunya, dia takut jika ibunya tahu bahwa selama 5 tahun ini Sam selalu datang untuk menemui Angel.
__ADS_1
Walaupun pada awalnya pertemuan mereka adalah pertemuan yang tidak terduga, Sam bertemu dengan Angel di saat dia ditugaskan ke luar kota. Entah seperti apa awalnya, tetapi mereka tiba-tiba saja tidur bersama.
Hubungan mereka bahkan kembali dekat, tetapi setelah satu bulan bersama mereka memutuskan untuk berpisah dan menjalani kehidupan masing-masing.
Namun, setelah 1 bulan kemudian Angel mengabarkan jika dia mengandung anak Sam. Sam tidak bisa mengatakan apa pun, tetapi tiap bulan dia selalu datang untuk menemui wanita yang sejak lama dia cintai itu.
"Salah bicara? Oh, hanya salah bicara? Kalau kamu ketahuan bermain api di belakang Aruna, Mom tidak akan memaafkan kamu. Lagi pula seorang suami bekerja keras itu adalah hal yang wajar, seorang Istri menghabiskan uang suami pun adalah hal yang wajar. Kenapa kamu terlihat marah?" tanya Almira.
"Eh? Tidak apa-apa, Mom. Maaf, aku lelah. Aku mandi dulu," ucap Sam seraya pergi dari dalam kamar ibunya.
Sam berjalan dengan begitu cepat menuju kamarnya, lalu dia masuk ke dalam kamar mandi untuk segera mengguyur tubuhnya. Saat ini tiba-tiba saja dia merasa serba salah, terlebih lagi ketika melihat tatapan mata ibunya yang begitu tajam.
"Padahal seharusnya aku yang marah, tapi... ah, sudahlah!" ujar Sam seraya melanjutkan ritual mandinya.
Sam langsung terkejut karena dia melihat Aruna yang sudah pulang dan sedang duduk di atas sofa, dia begitu kaget saat melihat wajah dan juga penampilan istrinya.
Aruna terlihat begitu cantik sekali, baju yang Aruna pakai sangatlah seksi. Dress di atas lutut dan tanpa lengan dengan belahan dada yang begitu rendah, dada bulat milik istrinya itu terlihat hampir tumpah.
Sam langsung menghampiri istrinya, lalu dia duduk tepat di samping istrinya tersebut. Tentunya dia langsung melayangkan protesnya.
"Sayang! Kapan kamu pulang? Trus, ini kenapa kamu pakai baju kayak gini?" tanya Sam.
"Aku itu mau mempercantik diri, Sam. Biar tambah cantik, biar kamu nggak ngelirik cewek yang lebih cantik di luaran sana.'' Aruna tersenyum dengan begitu manis sekali, lalu dia membuka handuk yang Sam pakai dan mulai bermain dengan kebanggaan suaminya itu.
__ADS_1
"Aduh, Yang." Sam langsung menunduk dan menggigit pundak Aruna yang terekspos.
"Sakit, Sam. Jangan gigit," ucap Aruna seraya menaik turunkan tangannya dengan begitu cepat tapi lembut.
"Ck! Kamunya nakal, aku baru mandi. Oiya, kamu beli apa aja? Kenapa kamu mengeluarkan uang begitu banyak?" tanya Sam dengan tatapan yang mulai sayu.
"Anggap saja uang yang aku gunakan hari ini adalah uang jajan aku selama 6 tahun jadi istri kamu," ucap Aruna.
Setelah mengatakan hal itu, Aruna langsung menunduk dan bermain dengan inti tubuh milik suaminya. Sam sampai mencengkram sofa dengan kuat dengan otot-otot perutnya yang terlihat menegang.
"Iya, Sayang. Tapi, aku udah ngga tahan. Jangan kaya gitu, nanti keluar." Sam berbicara dengan napas yang terengah, Aruna tersenyum lalu menghentikan aktivitasnya.
Aruna sudah berjanji di dalam hatinya, dia akan memberikan servis terbaik untuk suaminya sebelum melakukan keputusan yang besar di dalam hidupnya. Dia ingin membuat Sam tidak bisa melupakan dirinya dengan mudah, walaupun pada akhirnya nanti dia harus pergi kalau memang Sam benar-benar berselingkuh dan telah memiliki anak.
"Baiklah, suamiku, Sayang. Maafkan aku, untuk malam ini aku akan memberikan servis terbaik untuk kamu. Kamu tinggal diam dan nikmati," ucap Aruna seraya mengerling nakal.
"Ya ampun! Ada apa ini? Kenapa istriku jadi genit?" tanya Sam.
''Tentu saja ini adalah salah satu cara untuk membuat suami betah di rumah, agar suami tidak selingkuh dengan wanita lain. Agar uang suami tidak mengalir ke kantong wanita lain," sindir Aruna.
"Maksudnya?" tanya Sam yang mulai bingung.
"Lupakan, ayo kita bersenang-senang," ajak Aruna seraya melucuti pakaian yang melekat di tubuhnya.
__ADS_1