Balasan Untuk Sang Mantan 2

Balasan Untuk Sang Mantan 2
BUSM2 S2. Bab 64


__ADS_3

Padahal niatnya cuma mau tinggal selama satu minggu saja, tetapi nyatanya Kenzo dan juga Anaya tinggal di ibu kota sampai satu bulan lamanya.


Tentu saja menghabiskan waktu dengan keluarga adalah hal yang sangat menyenangkan, hal itu membuat Kenzo malas untuk kembali ke kota Sorong.


Terlebih lagi ada baby Arselin yang begitu lucu dan juga cantik, hal itu membuat Kenzo dan juga Anaya tidak ingin pulang ke kota Sorong. Ke kediaman mereka.


Namun, walaupun seperti itu Kenzo tetap bekerja dari rumah. Jika ada hal yang penting, tentunya di akan melakukan pertemuan dengan klient lewat zoom meeting saja.


Beruntung klien mengerti jika Kenzo kini berada di luar kota, hal itu tentunya tidak lepas dari jasa sahabat sekaligus kakak iparnya, Aman.


Jika Aman dan juga Alan rindu kepada Anaya dan juga kepada Kenzo, mereka akan melakukan panggilan video call. Untuk melakukan video call, mereka bisa sampai menghabiskan waktu satu jam lamanya.


"Yang, bangun. Hari ini kita mau pulang loh, kita harus bersiap untuk berangkat ke bandara loh," ujar Anaya yang nampak mengusap-usap dagu suaminya.


Hari ini mereka akan pulang ke kota Sorong, tetapi Kenzo seakan begitu enggan untuk bangun dari tidurnya. Padahal azdan subuh sudah berkumandang.


"Bentar lagi, Sayang. Lagi pula kita pulangnya pemberangkatan jam sepuluh loh, aku mau tidur lagi," jawab Kenzo tetapi dengan matanya yang masih tertutup.


"Boleh, Sayang. Kamu boleh tidur lagi, tapi setidaknya kamu bangun dulu. Mandi dulu, terus subuh dulu. Habis itu boleh tidur lagi," ucap Anaya merayu suaminya agar mau bangun dan melaksanakan shalat subuh.


"Iya, aku mau subuh. Tapi males mandi ah, tadi malam kita nggak itu loh, ngapain juga mandi," ujar Kenzo yang malah menarik lembut istrinya ke dalam pelukannya.


Anaya rasanya ingin tertawa mendengar apa ya dikatakan oleh suaminya tersebut, masa iya Kenzo harus mandi jika mereka bercinta saja, pikirnya.


"Ya ampun, Sayang. Biar gak bau, kamu-nya mandi terus kita shalat berjamaah," ajak Anaya lagi.


"Aku nggak mau, Sayang. Shalatnya wudhu aja, ya. Nanti abis shalat aku mau minta hak aku dulu, abis itu baru mandi. Boleh nggak?" tanya Kenzo.


Walaupun dia begitu menginginkan istrinya, tetapi tetap saja Kenzo bertanya terlebih dahulu kepada istrinya tersebut. Takut takutnya Anaya sedang cape dan juga lelah karena dia sedang mengandung.


Setelah istrinya mengandung, Kenzo benar-benar merasa candu dengan tubuh istrinya itu. Anaya nampak semakin seksi, dadanya semakin besar dan dia merasa jika milik istrinya itu terasa semakin nikmat saja.

__ADS_1


Sepertinya jika Kenzo tidak bercinta dengan Anaya satu hari saja, dia merasa tidak sanggup. Jika malam hari mereka tidak melakukannya, saat pagi harinya pasti Kenzo akan memintanya.


Namun, Anaya tidak marah. Karena dia sudah sangat hafal sikap dari suaminya. Dia juga sangat paham dengan keinginan suaminya itu, lagi pula untuk apa menolak, karena Anaya juga merasakan keenakan dengan apa yang dilakukan oleh Kenzo terhadap dirinya itu.


"Iya, iya. Sekarang kamu bangun, kita wudhu terus shalat. Abis itu kita--"


"Beneran, ya?" ujar Kenzo memastikan.


Takutnya istrinya hanya membohongi dirinya saja agar Kenzo mau bangun dan melaksanakan shalat subuh, Anaya yang melihat keraguan di mata suaminya langsung menganggukkan kepalanya seraya mengecup bibir suaminya tersebut.


"Iya, Sayang." Anaya tersenyum dengan sangat manis.


"Yes!" sorak Kenzo.


Pada akhirnya keduanya nampak mengambil wudhu, setelah itu keduanya melaksanakan shalat subuh berjamaah. Setelah shalat Kenzo tentu saja langsung menagih janji dari istrinya.


"Yang, mau ini. Mau ini juga, terus ini." Kenzo mengelus bibir Anaya, lalu meremat dada Anaya dan tangan itu turun untuk mengusap milik istrinya.


"Boleh, Sayang. Sangat boleh," jawab Anaya pasrah.


Kenzo tersenyum dengan begitu lebar, bahkan dengan tidak sabarnya dia langsung melucuti pakaian yang dikenakan oleh istrinya. Dia juga melucuti pakaian yang dikenakan olehnya.


"Ini sangat seksi, ini buah kesukaan aku." Kenzo dengan tidak sabarnya menyesap ujung dada istrinya dengan rakus.


"Ahh! Ken, pelan-pelan." Anaya merasakan jika tubuhnya terasa meremang.


"Enak, Yang." Kenzo langsung mengangkat tubuh istrinya, lalu dia merebahkan tubuh istrinya tersebut di atas tempat tidur.


Anaya hanya bisa pasrah, terlebih lagi ketika dia melihat wajah suaminya yang diliputi kabut gairah. Jika sudah seperti itu, dia tidak bisa menolak keinginan dari suaminya tersebut.


"Boleh langsung kan, Yang? Soalnya pas aku pegang basah banget ininya," ujar Kenzo seraya mengusap-usap inti tubuh istrinya.

__ADS_1


Anaya langsung menggigit bibir bawahnya, bagaimana miliknya tidak basah jika suaminya sejak tadi terus saja merangsang dirinya. Bahkan, saat ini saja jari tangan pria itu nampak nakal karena terus saja keluar masuk dari inti tubuhnya itu.


"Boleh dong, Yang. Tapi--"


Anaya tidak melanjutkan ucapannya, karena tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu kamar mereka dengan begitu kencang.


"Uncle, buka dong pintunya. Andra mau kasih Uncle sesuatu," ujar Aliandra, putri dari Ayaka dan juga Stefano.


Anaya dan juga Kenzo nampak saling pandang, keduanya nampak bingung harus melakukan apa. Mereka baru saja mau memulainya, saat Anaya menatap milik suaminya, dia ingin sekali tertawa karena milik suaminya itu kini sudah berdiri dengan begitu tegak.


"Yang!" ujar Kenzo memelas.


"Nanti kita lanjut lagi, sekarang kamunya temuin Andra dulu," ujar Anaya yang berusaha untuk melepaskan diri dari suaminya.


"Tapi, Yang. Dia bangun loh," ujar Kenzo.


Jika dia keluar dan menemui keponakannya itu, dia takut akan ditertawakan karena miliknya terlihat menonjol pastinya.


"Ya udah, kamu boboan aja. Biar aku aja yang nemuin Andra," ujar Anaya pada akhirnya.


Kenzo menganggukkan kepalanya tanda setuju, lalu dia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya sampai sebatas leher.


Anaya turun dari tempat tidur dan memakai pakaiannya kembali, lalu dia merapikan pakaian milik Kenzo dan melangkahkan kakinya menuju pintu kamar.


"Ada apa, Sayang?" tanya Anaya ketika pintu kamarnya sudah terbuka.


"Uncle Zo, mana?" tanya Andra.


"Masih bobo, Sayang," jawab Anaya.


"Yah! Padahal aku mau kasih sesuatu buat Uncle Zo, ya udah. Nanti aja kalau gitu, aku mau main sama baby Ar aja. Kalau Uncle Zo udah bangun, tolong bilang kalau aku datang," ujar Andra.

__ADS_1


"Ya, Sayang," jawab Anaya.


__ADS_2