
"Aku mau minta peluk sama Om, boleh?" tanya Ayaka dengan suara yang bergetar.
Sam langsung mengernyitkan dahinya mendengar permintaan dari Ayaka, dia merasa heran karena anak itu meminta sebuah pelukan dari dirinya.
Satu hal lagi yang Sam anehkan dari anak itu, gadis kecil di hadapannya itu menatap dirinya dengan tatapan penuh rindu. Gadis kecil di hadapannya seolah mengharapkan pelukan hangat dari dirinya, mengharapkan pelukan hangat dari seorang ayah.
Dia benar-benar tidak paham akan hal itu, tetapi satu hal yang Sam rasakan saat ini, dia merasa dekat dengan anak itu. Walaupun nyatanya dia tidak mengenal gadis itu.
"Kenapa kamu minta peluk sama Om?" tanya Sam memastikan pendengarannya.
Ayaka tersenyum kecut mendengar pertanyaan dari Sam, entah harus menjawab apa dia pun tidak tahu. Akan tetapi, tidak lama kemudian anak itu berkata.
"Karena Om mengingatkan aku kepada ayah aku, bolehkah aku meminta sebuah pelukan dari Om?" tanya Ayaka sekali lagi.
Sam tersenyum lalu menganggukkan kepalanya, hanya memberikan sebuah pelukan yang bisa membuat seorang anak kecil tersenyum apa salahnya, pikir Sam.
Hanya menuruti permintaan sederhana dari seorang anak kecil, bukannya itu adalah ladang pahala untuk dirinya, pikirnya lagi.
"Kemarilah, Nak," ujar Sam seraya merentangkan kedua tangannya.
Ayaka terlihat begitu bahagia mendengar dan melihat apa yang Sam lakukan, dengan cepat Ayaka masuk ke dalam pelukan ayahnya tersebut. Dia menangis di dalam pelukan Sam, dia menangis tanpa suara.
Tidak lama kemudian, dia segera melerai pelukannya dengan Sam. Tentu saja hal itu dia lakukan karena dia takut jika Ayana akan melihat dirinya yang sedang memeluk Sam, dia takut Ayana akan cemburu.
"Terima kasih, Om," hujar Ayaka.
Setelah mengatakan hal itu, Ayaka langsung berlari dan masuk ke dalam mobil untuk menyusul Ayana. Anak kecil itu terlihat berusaha untuk melebarkan senyumannya, karena dia takut jika Ayana akan curiga terhadap dirinya.
Ayaka bahkan beberapa kali mengusap pipinya, dia takut jika di sana masih ada sisa air matanya. Bahagia sekali karena akhirnya dia bisa memeluk sang ayah, pria yang sangat dia rindukan.
Ayaka mungkin masih terbilang anak-anak, tetapi kini dia sudah paham kenapa ayahnya bisa dipenjara. Ayaka bisa paham kenapa dulu Sam bisa diceraikan oleh Aruna.
Bahkan, Ayaka bisa paham hubungan apa yang terjadi antara Sam dan juga Angel. hubungan terlarang yang mengandung dosa besar, dosa yang tidak akan diampuni jika tidak melakukan taubatan nasuha.
__ADS_1
Satu hal lagi yang tentunya Ayaka paham, anak itu terlahir dari hubungan haram. Sedih sekali rasanya mengetahui akan hal itu, tetapi itulah garis Tuhan untuk dirinya.
Di zaman yang serba modern dan serba canggih ini merupakan hal yang tidak sulit untuk Ayaka memahami semuanya, terlebih lagi Ayaka memang mencari tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu ayahnya.
Namun, Anak itu tidak menyesal terlahir dari rahim seorang pelakor. Karena dia tidak pernah minta dilahirkan, dia hanya merasa sedih karena dulu Angel begitu ketakutan saat dia dekati.
Berbeda dengan Sam, walaupun dulu dia di penjara, tetapi pria itu begitu bertanggung jawab dengan menitipkan dirinya kepada Aruna. Saat itu Ayaka juga bisa melihat betapa khawatirnya Sam terhadap dirinya, Sam seolah tidak mau berpisah dengannya.
Ayaka juga bisa melihat besarnya kasih sayang untuk dirinya, maka dari itu ketika dia bertemu kembali dengan ayahnya, dia benar-benar rindu ingin memeluk sosok ayahnya tersebut.
"Kenapa lama? Kamu ngapain dulu, Dek?" tanya Ayana ketika melihat Ayaka masuk ke dalam mobil.
"Tidak ada apa-apa, aku hanya bicara sama ayah Sam kalau kamu begitu menyayanginya." Ayaka tersenyum setelah mengatakan hal itu.
"Ya, kamu benar, Dek. Aku begitu menyayangi ayah, terima kasih karena kamu sudah selalu mengingatkan aku tentang kebaikan," ujar Ayana dengan tulus.
Ya, Ayana merasa begitu senang mempunyai adik seperti Ayaka. Karena adiknya itu selalu saja mengingatkan dirinya tentang kebaikan, adiknya itu selalu mengingatkan dirinya untuk tetap berbuat hal yang baik.
"Sama-sama, Kak. Terima kasih karena Kakak juga sudah menyayangiku," ujar Ayaka seraya memeluk Ayana.
"Kak, ayah Sam sangat jelek. Apa tidak sebaiknya kita membawa Ayah Sam ke salon?" tanya Ayaka setelah melerai pelukannya.
Untuk sesaat Ayana terdiam, dia seolah sedang berpikir dengan begitu keras. Tidak lama kemudian, Ayana tersenyum dan berkata.
"Ya, Kamu benar. Bagaimana kalau hari libur nanti kita minta izin kepada buna untuk pergi bersama dengan ayah? Kita ajak ke salon dan merapikan penampilannya, dia itu saat ini mirip sekali dengan manusia purba," ucap Ayana lalu terkekeh setelah mengatakan hal tersebut.
"kakak benar, hari libur nanti kita harus menggunakan waktu itu untuk merubah penampilan ayah Sam agar tidak terlihat mengerikan," timpal Ayaka.
"Bilangnya jangan mengerikan juga, dia itu ayahku. Aku tersinggung," ucap Ayana seraya mengerucutkan bibirnya.
'Dia juga ayahku,' ujar Ayaka tapi hanya mampu mengatakannya di dalam hati.
"iya, iya. Maaf, dia tidak mengerikan. Hanya terlihat lebih jelek saja," ralat Ayaka.
__ADS_1
Ayana menolehkan wajahnya ke arah Ayaka, lalu dia kembali tertawa setelah mendengar apa yang dikatakan oleh adiknya tersebut.
"Kamu sangat benar, Ayah Sam memang terlihat jelek. Sekarang tugas kita harus membuat ayah Sam tampan kembali," ujar Ayana bersemangat.
"Ya," jawab Ayaka.
Sesuai dengan apa yang kedua gadis kecil itu katakan, ketika hari libur tiba keduanya mengajak Sam untuk pergi ke salon. Bukan untuk melakukan perawatan, hanya untuk mencukur rambut dan semua bulu-bulu halus yang tumbuh di wajah pria itu.
Awalnya Sam menolak untuk mencukur rambutnya, karena rasanya memperbaiki penampilan juga tidak ada gunanya. Toh saat dia melamar pekerjaan tidak ada perusahaan yang mau menerima dirinya, karena memang namanya sudah di blacklist sejak 6 tahun yang lalu.
Akan tetapi, setelah dirayu oleh kedua putrinya akhirnya Sam mau mencukur rambutnya. Sam hanya menyisakan rambutnya sedikit saja, sesuai permintaan kedua putrinya.
Pria berusia tiga puluh delapan tahun itu terlihat lebih muda dari sebelumnya, lebih tampan dan lebih menarik. Tidak terlihat menyeramkan seperti pada awal dia keluar dari dalam penjara.
"Wow! Ayah Sam benar-benar terlihat tampan, bagaimana kalau sekarang kita ke taman. Kita minum es kelapa dan juga makan bakso di sana?" ajak Ayana.
"Aku mau!" jawab Ayaka bersemangat.
Melihat keduanya yang begitu semangat, Sam tersenyum dengan begitu bahagia. Walaupun kehidupannya sudah berubah total, tetapi dia benar-benar merasa hatinya menghangat ketika berada di dekat dua anak cantik itu.
"Baiklah, ayo kita ke taman. Kita akan merayakan hari ketampanan Ayah yang begitu sempurna ini. Nanti Ayah yang akan traktir kalian," ujar Sam seraya mengusap usap dagunya.
Sam yang dulu terlihat kaku dan selalu dingin tidak ada lagi, sekarang dia terlihat lebih hangat dan terlihat lebih akrab ketika berbicara dengan kedua putrinya itu.
Ayana dan juga Ayaka terlihat begitu nyaman ketika berbicara dengan Sam, ternyata pria itu banyak berubah setelah keluar dari penjara.
Mungkin, banyak pelajaran hidup yang Sam dapatkan ketika berada di dalam penjara. Maka dari itu pria yang belum lama keluar dari penjara itu terlihat bersikap dengan lebih baik.
"Idih! Ayah lebay! Tapi Ay suka," ujar Ayana disertai tawa.
Akhirnya Sam menuntun kedua gadis yang beranjak remaja itu untuk pergi ke taman, mereka langsung memesan bakso dan juga es kelapa yang diinginkan.
Ketiganya terlihat begitu ceria sekali, tetapi saat pesanan mereka tiba dan mereka hendak memakan apa yang sudah mereka pesan, ketiganya terdiam ketika melihat ada seorang wanita yang menghampiri mereka bertiga.
__ADS_1
"Maaf mengganggu waktu kalian, aku tidak sengaja lewat dan kebetulan melihat kalian. Boleh ikut gabung?"