
Pada awalnya Kenzo ingin kembali melanjutkan percintaan panasnya dengan Anaya, karena bentuk tubuh wanita itu benar-benar menggoda. Apalagi bokong bulat wanita itu, seakan melambai-lambai untuk disentuh.
Tubuh Anaya benar-benar menjadi candu untuk dirinya, setiap kali berdekatan dengan Anaya, Kenzo seolah tersihir dengan pesona istrinya tersebut.
Namun, keinginannya itu tidak terlaksana. Karena Aliandra merengek untuk bertemu dengan dirinya, gadis kecil itu berkata mempunyai hadiah untuk pamannya tersebut.
Hadiah yang tentunya sangat istimewa karena hadiah itu berupa gambar yang dibuat oleh Aliandra sendiri, Kenzo akhirnya menyerah.
Dia bangun dan dengan cepat memakai pakaiannya, lalu dia keluar dari dalam kamarnya menuju ruang keluarga.
"Andra mau ngasih Uncle apa?" tanya Kenzo yang langsung duduk di atas sofa dan mengambil bantal kecil untuk menutupi pahanya.
Lebih tepat menutupi miliknya yang masih berdiri dengan tegak, karena memang miliknya itu begitu sulit tidur kembali jika sedang menginginkan istrinya.
Anaya yang berada di sana sampai memalingkan wajahnya, dia takut akan tertawa karena merasa lucu dengan tingkah suaminya tersebut. Kenzo nampak tidak nyaman saat duduk bersama dengan keluarga besarnya.
Aliandra merasa begitu senang sekali, karena akhirnya pamannya itu mau menemui dirinya. Anak itu bahkan sudah bangun dari pagi, dia merengek kepada ibunya agar diantarkan ke kediaman Aruna.
"Andra mau kasih ini," jawab Aliandra seraya memberikan benda yang sejak tadi dia pegang.
Kenzo dengan perlahan menerima pemberian dari gadis kecil itu, sebuah benda yang terbungkus dengan begitu rapi dengan bungkusan kado.
"Woow! Gambarnya sangat cantik, gambar siapa ini?" tanya Kenzo ketika dia melihat gambar yang begitu cantik sekali.
Di sana ada gambar seorang wanita cantik yang sedang memangku dua bayi di tangan kanan dan juga kirinya, di sampingnya ada seorang pria yang terlihat begitu tampan dan juga masih muda tersenyum dengan begitu lebar.
__ADS_1
"Ini gambar Uncle, ini Tante Naya. Yang ini kedua bayi Uncle sama Tante Naya," jawab Aliandra.
Dia nampak begitu bangga memperlihatkan gambar yang sudah dia torehkan, tetapi apa yang dikatakan oleh gadis kecil itu membuat Kenzo kebingungan.
"Eh?"
Kenzo benar-benar tidak paham saat mendengar apa yang dikatakan oleh Aliandra, karena pada kenyataannya dokter berkata jika istrinya mengandung satu bayi saja.
Lalu, kenapa gadis kecil itu malah menggambar dua bayi yang digendong oleh Anaya. Ini sangat aneh bukan, Kenzo langsung bertanya dengan dahi yang mengkerut dalam.
"Maksudnya bagaimana? Dokter bilang calon anak Uncle cuma satu loh, terus kenapa Andra menggambar dua bayi yang digendong oleh Tante Naya?" tanya Kenzo.
Anaya yang berada di sana juga nampak kebingungan, tetapi wanita hamil itu dengan sabar menunggu apa yang akan dikatakan oleh Aliandra.
"Entahlah, tapi Andra melihat jika nanti pas Tante Naya lahiran, dia akan mendapatkan dua bayi sekaligus. Dua bayi dengan jenis kelamin yang berbeda," jawab Aliandra.
Aliandra sudah seperti cenayang saja, tetapi Kenzo berusaha untuk menyikapi ucapan dari keponakannya itu dengan sebaik mungkin. Karena takutnya gadis kecil itu akan marah dan tersinggung jika dia mengatakan hal yang dia pikirkan saat ini.
"Eh? Aku semakin tidak paham," ujar Kenzo.
Ayaka yang sejak tadi diam ingin sekali tertawa melihat reaksi dari Kenzo, tetapi dia menahannya dan malah berkata.
"Sudah-sudah mending kalian bersiap untuk pulang saja, kamu juga harus mandi dulu Ken. Ucapan Andra boleh didengarkan boleh juga dianggap sebagai candaan, tapi aku cuma mau bilang. Andra ini punya kelebihan," ujar Ayaka.
Ya ampun! Dia baru tahu jika dirinya memiliki keponakan yang sangat luar biasa, memiliki keahlian yang tidak biasa dan jarang sekali dimiliki oleh banyak orang.
__ADS_1
"Eh? Iyakah?" tanya Kenzo yang baru tahu akan hal itu.
"Iya, tapi dia hanya mau menunjukkan kemampuannya kepada keluarganya dan juga orang-orang yang dia sayang," jawab Ayaka.
"Oh gitu, terus--"
Kenzo mengangkat tubuh mungil Aliandra, lalu mendudukkan gadis kecil itu di atas bantal sofa yang ada di atas kedua pahanya.
"Apakah di masa depan Uncle hanya akan memiliki satu istri atau dua?" bisik Kenzo.
Jika keponakannya itu mempunyai kelebihan yang sangat luar biasa, maka Kenzo ingin mengetes kemampuan dari keponakannya tersebut.
"Satu dong, pan Uncle takut dan juga cinta sama Tante Naya. Tapi, lebih banyak cintanya sih, cintanya sangat besar." Aliandra berkata dengan kencang, setelah itu dia tertawa.
Anaya yang mendengar ucapan dari Aliandra terlihat curiga, wanita hamil itu bahkan langsung menatap wajah Kenzo dengan lekat.
"Eh? Nanya apa kamu sama Andra?" tanya Anaya yang merasa heran karena gadis kecil itu seperti menertawakan suaminya.
Kenzo langsung menggaruk pelipisnya yang tiba-tiba saja terasa gatal, sama sepertinya dia salah melemparkan pertanyaan.
"Ngga ada, Yang. Ayo kita ke kamar aja, mau rapi-rapi."
Kenzo dengan cepat menghampiri istrinya, lalu dia menuntun istrinya tersebut untuk masuk ke dalam kamar. Dia tidak boleh membiarkan istrinya bertanya lebih lanjut kepada Aliandra.
Karena jika Anaya tahu bahwa dirinya menanyakan tentang hal itu, pasti Anaya akan sangat marah, pikirnya.
__ADS_1
"Kamu tuh aneh," ujar Anaya yang sebenarnya masih ingin bertanya kepada Aliandra.