
"Menikahi Moo? Maksudnya aku dapat restu? Aku boleh berhubungan dengan Moo bahkan menikahinya?" tanya Sandi memastikan.
Sandi yang awalnya terlihat begitu tegang, kini nampak begitu bahagia. Dia tidak menyangka jika ternyata keluarga dari Ayana menerima dirinya dengan baik, walaupun dirinya bukan dari kalangan orang kaya.
Bahkan, dirinya diperbolehkan untuk menikahi Ayana. Rasanya ini adalah hal yang begitu membahagiakan, itu artinya dia bisa segera menikahi wanita pujaan hatinya. Sandi juga bisa tinggal satu atap dengan Ayana.
Namun, tetap saja dia merasa tidak percaya diri dengan uang yang dia miliki. Karena biaya pernikahan sangatlah mahal, rasanya dia malu jika harus mengadakan resepsi pernikahan sederhana saja.
"Ya, lamarlah cucuku dengan benar. Nikahi dia secepatnya, karena dengan menikah kalian bisa melakukan apa pun. Tidak akan ada dosa yang ditanggung," ujar Satria.
Sandi setuju dengan apa yang dikatakan oleh Satria, karena pada kenyataannya setiap kali berdekatan dengan Ayana, dia selalu tidak tahan untuk memeluk atau bahkan mencium wanita itu.
Kalau misalkan dia bisa menikah secepatnya dengan Ayana, itu artinya dia bisa melakukan apa pun yang selama ini dia ingin lakukan dengan wanita itu.
"Tapi, Kek. Aku---"
"Untuk acara pernikahan aku yang akan menanggungnya, aku akan menyewa sebuah hotel mewah di pusat kota untuk acara pernikahan kalian."
Satria sudah sangat paham dengan apa yang akan dikatakan oleh Sandi, maka dari itu Satria dengan cepat memungkas ucapan dari pria yang begitu mencintai cucunya tersebut.
Wajah Sandi terlihat bahagia sekaligus malu, bahagia karena ternyata dia tidak perlu mengeluarkan uang untuk acara pernikahannya.
Namun, dia juga merasa malu karena biaya pernikahannya yang akan ditanggung oleh Satria. Harga dirinya sebagai lelaki runtuh sudah, tetapi Sandi juga tidak mungkin menolak apa yang dikatakan oleh Satria.
Nyatanya dia adalah orang yang tidak memiliki banyak harta, Satria yang paham langsung tersenyum dan berkata.
"Aku membiayai pernikahan cucuku dengan kamu bukan karena ingin merendahkan, tetapi aku begitu menyayangi cucuku sebagai keturunan dari keluarga Dinata. Jangan merasa rendah diri," ujar Satria.
__ADS_1
"Ya, Kek," jawab Sandi.
"Untuk mahar kamu siapkan dengan benar, semampu kamu. Jangan pernah berhutang, Kakek tidak akan keberatan jika kamu memberikan mahar yang tidak besar. Karena arti sebuah pernikahan bukan dilihat dari seberapa besar kamu mengeluarkan mahar, tetapi seberapa besar kamu berusaha untuk melindungi dan bertanggung jawab terhadap istri kamu."
Ah! Sandi merasa begitu beruntung dipertemukan dengan keluarga Ayana, karena nyatanya keluarga Ayana benar-benar sangat pengertian dan juga perhatian.
"Pasti, Kek," jawab Sandi.
"Bagus! Kakek mau kalian menikah bulan depan, persiapkan dirimu untuk menjadi suami dari cucuku. Jangan pernah menyakiti cucuku jika kamu memang mencintainya, jika suatu saat rasa itu sudah hilang, jangan pernah memukul cucuku atau berselingkuh darinya. Pulangkan dia jika memang kamu tidak bisa bertahan dengan cucuku, karena aku dengan senang hati akan menerimanya."
Satria mengatakan hal itu dengan tegas, sungguh dia tidak mau apa yang terjadi kepada Aruna terulang kepada cucunya. Sandi yang begitu mencintai Ayana langsung menggenggam tangan wanita itu.
"Aku sangat mencintai Ay, aku berjanji akan berusaha untuk membahagiakannya dengan caraku. Aku berjanji tidak akan berselingkuh dan akan setia kepada Ay," ujar Sandi tanpa ragu.
Satria memang bisa melihat cinta yang begitu besar dari sorot mata pria muda itu, tetapi rasanya dia juga harus mengingatkan Sandi agar tidak menyakiti cucunya.
Kembali Satria memberikan peringatan, karena dia tidak mau terjadi hal yang diinginkan di masa yang akan datang.
Sandi langsung menegakkan tubuhnya, dia menatap Satria dengan penuh keyakinan. Tangannya terus saja menggenggam tangan Ayana, Ayana tersenyum melihat kesungguhan di wajah pria itu.
"Tidak akan, Kek. Aku tidak akan pernah mundur, karena Ay adalah cintaku. Aku tidak akan pernah melepaskan wanita yang begitu aku cintai, aku akan berusaha untuk membahagiakannya dan aku janji tidak akan menghianati Ay," jawab Sandi dengan yakin.
Sandi berkata dengan begitu yakin, hal itu membuat semua orang yang ada di sana nampak bahagia karena Sandi berkata dengan begitu serius dan terlihat sekali cinta yang begitu besar dari seorang Sandi ketika pria itu menatap Ayana.
"Baiklah, jika seperti itu. Aku, istriku dan juga Aruna sudah menyetujui hubungan kalian. Jika kamu ingin menikah dengan cucuku, segeralah kamu mendatangi ayah kandungnya untuk meminta restu."
Sigit sudah mengetahui bagaimana perasaan Sandi terhadap Ayana, pria itu begitu setuju untuk menikahkan Sandi dan juga Ayana.
__ADS_1
Namun, Sam belum tahu akan hal ini. Rasanya pria itu juga wajib untuk diberitahu akan hal ini, hal yang pastinya membuat pria itu bahagia. Satria yakin itu.
Sandi awalnya terlihat heran dengan apa yang dikatakan oleh Satria, karena nyatanya yang dia tahu Sigit adalah ayah kandung dari Ayana.
Sandi bahkan dulu sempat berpikir jika Sigit menghamili Aruna ketika pria itu duduk di bangku SMA, karena Sigit terlihat begitu muda.
Di usia Sigit yang menginjak empat puluh tahun, pria itu sudah memiliki putri yang berusia dua puluh dua tahun. Namun, ternyata Ayana bukanlah anak dari Sigit.
"Maksudnya?" tanya Sandi ingin memastikan.
Ayana yang melihat kebingungan di wajah Sandy langsung mengelus lembut lengan pria yang begitu dia cintai itu, dia tersenyum lalu berkata.
"Besok kita ke rumah ayah, kita temuin ayah untuk meminta restu." Ayana tersenyum hangat setelah mengatakan hal itu.
"Oh! Kamu bukan--"
Aruna yang sejak tadi menjadi pendengar setia terlihat mengeluarkan suaranya, karena rasanya dialah yang perlu mengklarifikasi siapa ayah kandung dari Ayana.
"Aku menikah dengan Sigit setelah bercerai dari suami pertamaku, nama ayah Ay adalah Sam." Aruna tersenyum kecut setelah mengatakan hal itu, karena wanita itu malah teringat akan masa lalunya.
Selama Sandi mengenal Ayana, wanita itu tidak pernah berbicara apa pun tentang ayah kandungnya. Karena memang dulu mereka dekat tetapi tidak saling terbuka.
"Oh! Oke, Bun. Besok hari libur, aku akan datang pagi-pagi sekali untuk mengajak Ay pergi ke kediaman ayah Sam," jawab Sandi.
Aruna tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh Sandi, jika putrinya dilamar oleh pria yang begitu dia cintai, itu artinya sebentar lagi dia akan memiliki menantu.
Aruna berharap jika putrinya akan bahagia dengan pernikahannya, Aruna berharap apa yang dulu dia rasakan dan dia alami tidak akan pernah dialami oleh putra dan juga putrinya.
__ADS_1
"Ya," jawab Aruna.