Balasan Untuk Sang Mantan 2

Balasan Untuk Sang Mantan 2
BUSM2 S2. Bab 25


__ADS_3

Setelah melihat kepergian Aman dan juga Asmara, Kenzo meminta dua orang pengawal pribadinya untuk mengikuti ke mana Aman mengantarkan Asmara.


Kenzo ingin mengetahui di mana wanita itu tinggal, tentunya secara sembunyi-sembunyi. Karena jika dia berbicara dengan Aman, pasti pria itu akan melarang dirinya.


Karena walau bagaimanapun juga Aman adalah seorang kakak, dia pasti akan menjaga adiknya dengan sangat baik. Karena Kenzo juga akan melakukan hal yang sama terhadap adiknya.


"Di mana tempat tinggalnya?" tanya Kenzo setelah dia menunggu beberapa saat.


Sungguh pria itu terlihat begitu tidak sabar, dia ingin mengetahui di mana Asmara tinggal.


"Ngga jauh, Bos. Hanya lima belas menit saja dari tempat makan, dia tinggal tidak jauh dari pantai."


Senyum di bibir Kenzo langsung mengembang, karena artinya dia bisa segera melihat Asmara. Karena jarak dari tempat dia berada ke tempat Asmara tidak begitu jauh.


"Oke, Sherlock!" pinta Kenzo.


Pria itu terlihat tidak sabar sekali, bahkan dia menatap layar ponselnya tanpa berkedip. Pria itu benar-benar terlihat seperti abege yang baru mengenal wanita dan ingin melakukan pendekatan.


"Siap, Bos!"


Tidak lama kemudian, Kenzo langsung melajukan mobilnya menuju tempat yang ditunjukkan oleh pengawal pribadinya.


Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, walaupun sebenarnya dia ingin melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Namun, hal itu dia urungkan karena takut terjadi kecelakaan.


"Gue emang bener-bener aneh, gue juga nggak paham kenapa bisa kayak gini!" ujar Kenzo.


Entah kenapa Kenzo begitu takut kehilangan Asmara, dia begitu takut jika Asmara akan menjauhi dirinya.


Maka dari itu Kenzo merasa jika dirinya harus melakukan pendekatan secepatnya, jika tidak dia takut kalau Asmara akan langsung berpaling dari dirinya.


"Gue yakin kalau ini bukan obsesi, gue yakin kalau gue bener-bener suka sama Asmara." Kenzo terus saja berkata-kata seraya menyetir mobil.


Tidak lama kemudian, Kenzo nampak memberhentikan mobilnya. Dia langsung menitipkan mobilnya kepada kedua pengawal pribadinya.

__ADS_1


"Gue mau lihat rumah wanita itu, di mana?" tanya Kenzo dengan tidak sabar.


"Di sana!" tunjuk salah satu pengawal pribadi Kenzo.


Pria itu menunjuk sebuah rumah sederhana yang tidak jauh dari pantai, sepertinya jaraknya hanya seratus meter saja dari tempat Kenzo berdiri saat ini.


"Oke, gue pergi dulu."


Kenzo langsung melangkahkan kakinya dengan perlahan menuju rumah sederhana itu, dia sudah seperti seorang maling yang sedang mengintai mangsa.


Kenzo menghentikan langkahnya ketika dia berada tidak jauh dari rumah sederhana itu, jarak antara satu rumah dengan rumah yang lainnya lumayan jauh. Cahaya penerangan juga begitu minim, tentunya hal itu membuat Kenzo harus berhati-hati.


"Sedang apa dia?" tanya Kenzo dengan begitu penasaran.


Tidak lama kemudian, Kenzo melihat ada yang membuka pintu rumah tersebut. Kenzo dengan cepat mencari tempat persembunyian, Kenzo bersembunyi seraya memperhatikan siapa yang keluar dari rumah itu.


"Asmara," ujar Kenzo lirih.


Dia melihat Amara yang keluar dari dalam rumah sederhana itu, lalu wanita itu duduk di atas depan seraya menengadahkan wajahnya untuk menatap rembulan.


"Kenapa semakin gue menatapnya, dia terlihat semakin cantik?" tanya Kenzo.


Cukup lama Kenzo menatap wajah wanita itu, hingga tidak lama kemudian Asmara nampak masuk ke dalam rumahnya kembali.


"Ck! Padahal gue masih kangen," ujar Kenzo lesu.


Pada akhirnya Kenzo memutuskan untuk pulang, karena terlalu lama di sana pun dirasa tidak baik. Angin malam berhembus dengan begitu kencang, dia takut jika dirinya akan masuk angin.


"Besok gue mau temuin dia lagi," ujar Kenzo.


Kenzo yang baru sampai di dalam rumahnya langsung masuk ke dalam kamarnya, lalu dia menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur.


Pria itu nama kini sudah berada di dalam rumahnya, tetapi pikirannya masih saja berada di tempat Asmara. Wajah cantiknya masih saja terbayang-bayang, Kenzo benar-benar kasmaran.

__ADS_1


"Semoga saja gue bisa meluluhkan hatinya, karena gue benar-benar suka sama elu, Asmara.''


Kenzo tersenyum, lalu dia memeluk guling yang ada di sana. Pri itu bahkan nampak membayangkan guling itu sebagai Asmara, lalu Kenzo mengelus-elus guling itu dengan begitu lembut.


Keesokan harinya.


Pagi ini wajah Kenzo terlihat begitu ceria sekali, dia bahkan sudah sarapan pagi-pagi sekali. Pria itu terlihat bersemangat untuk pergi, pergi menemui wanita yang dia sukai.


"Semoga saja gue bisa ketemu dia sebelum gue berangkat kerja," doa Kenzo.


Ah! Kenzo benar-benar sedang kasmaran, dia benar-benar sedang merasakan yang namanya jatuh cinta. Sayangnya cintanya bertepuk sebelah tangan, maka dari itu dia ingin menarik tangan Asmara agar tangannya tidak bertepuk sebelah tangan. Tidak akan ada bunyinya, tidak akan terdengar apa-apa. Tidak enak rasanya.


Tiba di dekat rumah Asmara, Kenzo melihat mobil Asmara yang terparkir dengan bagasi mobil terbuka. Sepertinya wanita itu akan memasukkan ikan ke dalam bagasi mobil tersebut.


Namun, setelah Kenzo memperhatikan, di sana tidak ada siapa-siapa. Tiba-tiba saja muncul ide konyol di dalam otak pria itu. Pria yang selalu terlihat begitu diam dan dingin itu justru kini malah memikirkan hal-hal yang konyol di dalam otaknya.


"Gue kempesin ah, mobilnya!" ujar Kenzo.


Waduh! Ide pria itu benar-benar terdengar konyol bukan, karena bisa-bisanya dia berpikiran seperti itu. Padahal, sadari dulu pria itu tidak pernah berpikir untuk mengerjai siapa pun.


Pria itu nampak mengedarkan pandangannya, lalu dia menolehkan wajahnya ke kanan dan ke kiri seakan sedang memperhatikan situasinya aman atau tidak.


Setelah dirasa aman, Kenzo langsung mencopotkan pentiil mobil dari ban Asmara. Tidak lama kemudian, Kenzo nampak tersenyum dengan sangat lebar.


Lalu, dia kembali bersembunyi agar tidak diketahui oleh Asmara jika dirinya berada di sana. Nanti, jika wanita itu sudah keluar dari dalam rumahnya, dia akan pura-pura menjadi pahlawan untuk wanita itu.


Sesuai dengan dugaan Kenzo, tidak lama kemudian dia melihat Asmara yang baru saja datang dari belakang rumah bersama dengan sang ayah.


Asmara dan juga sang ayah membawa kotak berisikan ikan segar, sepertinya dia akan pergi untuk mengirim ikan ke tempat makan.


"Yah! Kok ban mobilnya kempes, gimana nih Pak?" tanya Asmara dengan kecewa.


Bahkan, Asmara nampak menghela napas berat. Dia tidak menyangka jika dirinya harus mengalami ban bocor, padahal dia harus cepat-cepat mengantarkan ikan tersebut kepada yang memesannya.

__ADS_1


Melihat penderitaan di wajah Asmara, justru Kenzo malah merasa bahagia. Karena itu artinya sebentar lagi dia akan menjadi pahlawan untuk wanita yang dia sukai itu.


'Pertunjukan akan segera dimulai,' ujar Kenzo seraya bersorak di dalam hatinya.


__ADS_2