Balasan Untuk Sang Mantan 2

Balasan Untuk Sang Mantan 2
Bab 93


__ADS_3

"Aruna, aku sudah keluar dari penjara. Bisakah kita bicara sebentar?" pinta Sam mengiba.


Mendengar pertanyaan dari Sam, Aruna nampak menolehkan wajahnya ke arah Sigit. Dia seolah meminta izin kepada pria itu, pria yang sudah menjadi suaminya selama 6 tahun ini.


Pria yang sangat pengertian dan juga perhatian, bahkan pria itu selalu memperlakukan Aruna dengan penuh cinta dan memanjakan dirinya. Usianya boleh saja muda, tetapi dia begitu dewasa dalam menjadi pemimpin rumah tangga.


Sigit tersenyum lalu menganggukkan kepalanya, Aruna sangat senang karena Sigit tidak terlihat cemburu sama sekali saat melihat kedatangan Sam. Aruna mengusap lengan Ayaka, lalu dia tersenyum dan berkata.


"Kamu ajak Kakak ke kamar, Tante mau ngomong dulu sama Om-nya," ujar Aruna.


Dia tahu jika Ayana masih begitu kesal terhadap ayahnya, maka dari itu dia ingin membiarkan putrinya untuk menenangkan diri terlebih dahulu.


Nanti, Aruna akan berbicara dengan putrinya. Walau bagaimanapun juga Sam adalah ayah kandung Ayana, putrinya tidak boleh membenci ayahnya terlepas dari kesalahan yang pernah dilakukan oleh Sam di masa lalu.


Aruna memang merasakan sakit hati yang luar biasa karena ulah dari pria itu, tetapi Aruna tidak ingin hidup di dalam bayang-bayang masa lalu. Dia ingin melupakan semuanya, semua hal buruk yang pernah terjadi di dalam hidupnya.


"Ya, Tante. Aya ajak Kakak dulu ke kamar," pamit Ayaka.


Setelah kepergian Ayaka dan juga Ayana, Aruna mengajak Sam untuk berbicara di ruang keluarga. Sam merasa senang karena mantan istrinya itu mau berbicara dengan dirinya.


Padahal, Sam sempat mengira jika Aruna tidak akan memberikan kesempatan kepada dirinya untuk mengobrol dengan Aruna, atau bahkan mengobrol dengan putrinya.


"Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Aruna.


Aruna terlihat begitu tenang saat berbicara dengan Sam, berbeda dengan pria itu yang nampak gugup dan juga gelisah. Tentunya karena kesalahan yang pernah dia buat di masa lalu membuat dia merasa canggung untuk berbicara dengan Aruna.


Ya, Sam sudah menyadari kesalahannya. Dia malah membuang Aruna yang benar-benar sempurna, dia malah memungut kotoran seperti Angel.


"Aku mau minta maaf atas apa yang sudah aku lakukan terhadap kamu, aku adalah manusia yang paling tidak pernah bersyukur. Padahal, aku sudah mempunyai wanita yang begitu sempurna. Tapi--"


"Aku memaafkan kamu, apa ada lagi yang ingin dibicarakan?" tanya Aruna memungkas ucapan dari mantan suaminya itu.

__ADS_1


Aruna sudah tidak ingin membahas tentang masa lalu, terlebih lagi masa lalu yang terasa begitu menyakitkan untuk dirinya. Lebih baik dia mengurusi masa sekarang saja, masa yang dia rasa begitu membahagiakan.


Dulu Sam terlalu menyakiti dirinya, Aruna sudah menutup luka itu. Dia tidak mau lagi membahasnya, dia ingin melanjutkan kehidupannya yang setiap detiknya dirasa sangat membahagiakan.


"Anu, aku tadi pergi ke rumah mom Almira. Tetapi rumah itu kini sudah berubah menjadi panti jompo, apakah kamu tahu ke mana perginya mom Almira?" tanya Sam.


Setelah keluar dari penjara, tentu saja yang ingin dia temui terlebih dahulu adalah ibunya. Karena walau bagaimanapun juga dia sudah merasa sangat bersalah terhadap ibunya tersebut, dia seorang anak lelaki tetapi tidak bisa mengurusi ibunya.


Dia tidak bisa menjaga ibunya dan bahkan malah mengecewakan ibunya, dia ingin meminta maaf kepada Almira.


Akan tetapi, yang dia herankan ketika tiba di rumah Almira adalah, rumah tersebut dipenuhi oleh orang-orang tua. Saat Sam bertanya ternyata rumah Almira sudah dijadikan panti jompo selama 5 tahun lamanya.


Aruna merasa sedih mendengar pertanyaan dari Sam, karena nyatanya dia tidak pernah memberitahukan jika Almira meninggal dunia kepada Sam. Bukan tidak merasa iba, tetapi dia memang tidak ingin bertemu dengan Sam.


''Mom Almira sudah meninggal dunia, rumah itu sengaja aku jadikan panti jompo agar bisa bermanfaat untuk orang lain."


Ya, Aruna ingin menjadikan rumah Almira sebagai ladang pahala untuk wanita tersebut. Karena jika rumah Almira dijadikan tempat kebaikan, itu artinya kebaikan itu akan mengalir ke alam kubur wanita itu, itulah pikir Aruna.


Sedih sekali rasanya saat mengetahui jika Ibunya sudah meninggal dunia, berada di penjara selama 6 tahun saja pastinya sudah mengecewakan ibunya. Pasti ibunya itu meninggal karena terlalu memikirkan dirinya, pikir Sam.


"Maaf," hanya kata itu yang keluar dari bibir Aruna.


"Lalu, bagaimana dengan Resto milik mom Almira?" tanya Sam.


"Sebentar," jawab Aruna.


Aruna pergi menuju kamarnya, dia mengambil salinan surat wasiat yang diberikan oleh pengacara keluarga Rahardi saat itu. Lalu, dia memberikan salinan surat wasiat itu kepada Sam.


"Bacalah," ujar Aruna.


Sam membaca salinan surat wasiat itu dengan teliti, tidak lama kemudian pria itu tersenyum getir karena ternyata ibunya tidak memberikan wasiat apa pun kepada dirinya.

__ADS_1


"Aku memang pantas mendapatkan semua ini, oiya Aruna. Apakah kamu mengetahui di mana keberadaan Ayaka?" tanya Sam.


Jujur saja setelah Angel menceritakan tentang apa yang terjadi kepada putrinya, dia benar-benar ingin mencari keberadaan anak kandungnya itu.


Walaupun Ayaka adalah anak yang terlahir dari hubungan haramnya dengan Angel, tetapi anak itu tidak mempunyai dosa apa pun.


"Aku tidak tahu, aku sudah berusaha untuk mencarinya. Karena walaupun dia terlahir dari hubungan haram yang sudah kamu lakukan dengan Angel, tetapi anak itu tidak bersalah," jawab Aruna.


"Kamu benar, aku yang bersalah. Aku yang bejat, maaf karena sudah mengganggu waktu kamu. Aku akan pergi," ujar Sam.


Rasanya Sam benar-benar malu jika harus berlama-lama di sana, karena dia hanya akan mengungkit dosa di masa lalu.


"Tunggu sebentar," ujar Sigit.


"Ada apa lagi?" tanya Sam heran.


"Uang yang kamu titipkan untuk Ayaka masih ada padaku, karena kamu ada di sini, aku akan memberikannya kepada kamu." Sigit terlihat bangun dan langsung masuk ke dalam kamarnya, tidak lama kemudian dia memberikan uang tersebut kepada Sam.


Sam menangis, di saat dia susah seperti ini ternyata masih ada yang bisa menolongnya. Uang yang dulu diberikan oleh Steven untuk dirinya, dia tidak menyangka jika Tuhan masih berbaik hati kepada dirinya.


"Terima kasih, uang ini akan aku pergunakan dengan sebaik-baiknya. Maaf karena aku sudah membuat kesalahan di masa lalu," ujar Sam dengan tulus.


"Hem!" jawab Aruna.


"Satu hal lagi, kalau kamu tidak keberatan, kalau sampaikan kepada Ay kalau aku begitu mencintai dan menyayanginya." Sam terlihat berbicara dengan begitu tulus, Aruna dapat melihat dari tatapan matanya.


"Hem!" jawab Aruna hanya dengan deheman saja.


Setelah mengatakan hal itu, Sam terlihat berlalu dari kediaman Aruna. Ayaka yang sejak tadi menguping pembicaraan ayahnya dari balik tembok terlihat menangis, sungguh dia Ingin menyusul ayahnya dan memeluk pria itu.


Walau bagaimanapun juga Sam adalah ayah kandungnya, pria itu tidak pernah berniat untuk membuangnya seperti Angel.

__ADS_1


"Maafkan Aya, Ayah," ujar Ayaka seraya mengusap air matanya.


__ADS_2