
Malam telah menjelang, selepas maghrib Kenzo sudah terlihat bersiap untuk pergi ke kedai makanan yang ada di pinggir jalan. Kenzo bahkan sudah terlihat tampan dengan memakai kaos panjang berwarna putih dipadu padankan dengan celana jeans berwarna hitam.
"Tempatnya di mana? Biar gue langsung ke sana aja, elu ngga usah jemput, gue jalan sendiri aja."
Kenzo nampak mengirimkan pesan chat kepada Aman, dia terlihat sudah tidak sabar ingin segera pergi. Dia ingin memastikan apakah tempat yang dimaksud oleh Aman adalah tempat yang sama dengan yang dia duga.
"Di jalan T, kedai makanan bapak Aldari Raihau."
Itulah balasan pesan dari Aman, tentu saja hal itu membuat senyum di bibir Kenzo langsung lebar. Karena sesuai dengan dugaannya, kedai makan itu adalah tempat di mana Kenzo pernah makan bersama dengan Asmara.
"Oke! Gue tunggu elu di sana," balas Kenzo.
Setelah membalas pesan chat dari Aman, Kenzo nampak mengambil jaket kulit dan memakainya. Lalu, dia segera pergi dari kediamannya menuju kedai makanan.
Selama perjalanan Kenzo terus saja tersenyum-senyum, dia bahkan menyetir sambil mendengarkan lagu romantis.
"Sepertinya gue beneran suka sama Asmara, gue yakin ini perasaan suka. Bukan karena wajah dia yang mirip sama Naya," ujar Kenzo.
Beberapa saat kemudian, Kenzo nampak memarkirkan mobilnya di kedai makanan tersebut. Lalu, dia menghampiri sang pemilik kedai yang sedang sibuk membuatkan pesanan.
"Permisi, Bapa. Saya mau bertanya, boleh?"
Pemilik kedai makanan itu nampak menghentikan aktivitasnya, lalu dia menolehkan wajahnya ke arah Kenzo dan tersenyum dengan hangat.
"Tanya apa, Nak? Tanya hargakah?"
Kenzo menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan dari pria paruh baya itu, karena memang bukan masalah harga yang ingin dia tanyakan.
"Bukan, Pak. Mau nanya tentang seseorang, Bapa kenal sama cewek yang namanya Asmara, ngga?" tanya Kenzo to the point.
Untuk sesaat pria itu nampak terdiam mendengar pertanyaan dari Kenzo, tidak lama kemudian pria itu tersenyum lalu menepuk pundak pria muda itu.
"Maksudnya, ade Asmara yang suka nganter ikan itu?"
Kenzo nampak begitu antusias mendengar pertanyaan dari pria paruh baya itu, karena itu artinya pria itu mengenal wanita yang ingin dia temui itu.
"Iya, Pa. Kalau pagi dia suka pergi untuk mengantar ikan, kalau siang dia suka bekerja sebagai tour guide," jawab Kenzo.
"Ah! Kalau ade Asmara Bapa kenal, malam ini bahkan dia akan ke sini bersama dengan kakaknya. Mau makan-makan katanya," jawabnya.
__ADS_1
Kenzo semakin merasa senang dibuatnya, karena itu artinya dia akan segera bertemu dengan Asmara.
"Syukurlah kalau dia mau ke sini, itu artinya saya bisa bertemu dengannya. Apakah dia bilang akan datang jam berapa?" tanya Kenzo lagi.
"Paling sekitar sepuluh menit lagi, dia memesan tempat di sana!" tunjuk pria itu pada pondok yang ada di dekat pantai.
"Terima kasih," ujar Kenzo.
"Sama-sama!"
Kenzo dengan cepat pergi ke pondok yang katanya sudah dipesan oleh Asmara, dia duduk di sana seraya menatap pantai. Terlihat begitu indah karena terkena cahaya rembulan.
Deburan ombak terdengar seperti nyanyian bagi Kenzo, karena sepertinya pria itu tengah jatuh cinta kembali dengan wanita yang wajahnya begitu mirip dengan Anaya. Namun, karakternya begitu berbeda.
Anaya adalah seorang wanita yang lembut, perhatian dan suka sekali berbicara. Berbicara tentang semua hal yang dia anggap menyenangkan, sedangkan Asmara terlihat seperti wanita yang berusaha untuk kuat.
Kenzo nampak asik memandang pantai, sedangkan tidak jauh dari sana Asmara nampak datang bersama dengan Aman. Keduanya berjalan untuk menghampiri pondok yang sudah dipesan oleh Asmara.
Ya, adik sepupu yang diceritakan oleh Aman adalah Asmara. Wanita yang ditemukan di lautan lepas oleh paman dari Aman, pria itu sedang melaut kala itu.
Karena merasa kasihan akhirnya dia membawa pulang wanita dengan banyak luka di sekujur tubuhnya itu, dia mengadopsi Asmara menjadi putrinya.
Dia yang beragama muslim bahkan mengislamkan Asmara setelah gadis itu tersadar dari komanya, paman dari Aman memperlakukan Asmara dengan penuh kasih dan juga sayang.
Tentu jawabannya karena wanita itu membuat semua orang yang ada di pesisir pantai jatuh cinta, Asmara selalu bersikap baik dan membuat semua orang menyukai dirinya.
Maka dari itu paman Aman memberikan nama Asmara kepada gadis yang dia temukan di tengah lautan itu, gadis yang mampu membuat semua orang jatuh cinta.
Asmara yang melihat adanya orang lain di pondok yang sudah dia pesan nampak kesal, wanita itu nampak menghampiri Kenzo dan menegur pria itu.
"Maaf, Tuan. Tempat ini sudah saya pesan!"
Kenzo yang sedang duduk seraya membelakangi wanita itu tersenyum ketika mendengar suara Asmara, dia masih ingat jika itu adalah suara wanita yang ingin sekali dia temui.
Kenzo bangun dan segera membalikkan tubuhnya, dia tersenyum hangat seraya menatap wajah Asmara. Wajah wanita itu terlihat semakin cantik setelah terakhir kali mereka bertemu.
"Asmara, akhirnya kita bertemu lagi. Apa kabar?" tanya Kenzo.
Awalnya Asmara nampak begitu kaget mendengar teguran dari Kenzo, karena dia merasa tidak mengundang pria mana pun untuk makan bersama dengan dirinya dan juga kakak sepupunya itu.
__ADS_1
Namun, setelah Asmara menatap wajah pria yang ada di hadapannya dengan lekat, Asmara nampak menyadari jika pria yang ada di hadapannya pernah bertemu dengan dirinya.
"Ya ampun! Bos, anda sedang apa di sini?" tanya Asmara.
Aman yang melihat Kenzo dan juga Asmara saling mengenal nampak kebingungan, dengan cepat pria itu berdiri di antara Asmara dan juga Kenzo.
"Bentar deh, kalian saling kenal?" tanya Aman.
"Iya," jawab keduanya dengan kompak.
"Kok bisa?" tanya Aman.
"Asmara adalah cewek yang sering gue ceritain sama elu, gue rasa gue suka deh sama Asmara," ujar Kenzo secara langsung.
"What?" pekik Asmara dan juga Aman secara bersamaan.
Keduanya benar-benar tidak percaya ketika Kenzo mengatakan hal seperti itu, karena bisa-bisanya Kenzo mengatakan hal yang dirasa sangat tidak masuk akal. Karena nyatanya Asmara dan Kenzo bukan sepasang manusia yang sering sengaja bertemu untuk melakukan pendekatan.
"Ken, elu jangan macem-macem! Asmara itu Ade gue!" ancam Aman.
"Gue ngga macem-macem, gue beneran suka sama Asmara. Gue mau elu jadi cewek gue, eh? Maksudnya jadi istri gue," ujar Kenzo.
Plak!
Satu tamparan yang begitu keras langsung dilayangkan oleh Asmara dan tepat mengenai pipi Kenzo, pria itu terlihat begitu kaget dan juga merasa sakit pada pipinya.
Kenzo bahkan sampai mengusap pipinya yang pastinya memerah karena ulah dari Asmara, tetapi dia sama sekali tidak marah kepada wanita itu.
"Kenapa elu nampar gue?" tanya Kenzo.
Kenzo terlihat begitu sedih sekali karena mendapatkan tamparan dari wanita yang dia suka, padahal bukan tamparan yang dia harapkan, tetapi sebuah kecupan.
"Gue rasa elu kesambet setan pantai, jadinya gue mesti nampar pipi elu biar cepet sadar," jawab Asmara.
"Gue ngga kesambet, gue beneran suka sama elu," ujar Kenzo berusaha untuk meyakinkan.
Kenzo bahkan menatap wanita yang ada di hadapannya dengan tatapan penuh damba, Aman yang melihat kapan hal itu menjadi aneh dibuatnya.
Karena baru kali ini dia melihat kisah Kenzo begitu menyukai adik sepupunya itu, Baru kali ini dia melihat Kenzo yang menatap ada sepupunya itu dengan tatapan penuh puja.
__ADS_1
"Kita duduk dulu, kita makan dulu. Nanti kita bahas lagi masalah perasaan elu, gue laper," ujar Akan menengahi.
Karena jika terus mendengarkan keduanya berdebat, rasanya perdebatan di antara keduanya tidak akan ada habisnya.