Balasan Untuk Sang Mantan 2

Balasan Untuk Sang Mantan 2
Bab 183


__ADS_3

Setelah masuk ke dalam kamarnya, Alice merasa begitu bahagia sekali karena sudah puas mengerjai sahabatnya. Para sahabatnya bahkan langsung mengirimi dia pesan chat, mereka mengaku kalah karena pacar Alice dirasa paling keren.


Alice dan para sahabatnya memang bertaruh masalah kekasih, siapa yang memiliki kekasih dan kekasihnya paling tampan, dia akan ditraktir selama satu bulan.


Masalahnya, Alice merasa jika usianya masih sangat kecil. Bahkan, jika kedua orang tuanya tahu dirinya memiliki kekasih, pasti Alice akan mendapatkan hukuman.


Maka dari itu dia lebih memilih untuk berbohong kepada para sahabatnya, dia lebih memilih untuk mengorbankan kakaknya, Kenzo.


Toh nyatanya kakaknya itu tidak tahu jika dirinya berpura-pura menjadi kekasih dari kakaknya itu, pasti Kenzo tidak akan marah terhadap dirinya.


"Elu menang, Al. Pacar elu paling keren, gue nangis bombay karena harus kehilangan duit gue."


Itu adalah salah satu pesan dari sahabat Alice, gadis remaja itu sampai bersorak dengan begitu senang saat membaca banyak pesan chat dari para sahabatnya.


"Asik! Ditraktir selama satu bulan, makasih kak Ken," ujar Alice dengan senang.


Setelah mengatakan hal itu, Alice untuk mengetikkan pesan balasan kepada para sahabatnya.


"Gue udah bilang, guyz. Pacar gue itu tampan dan juga keren, udah percaya kan' kalian?"


Karena nyatanya pacar teman-temannya hanyalah teman sekelas atau kakak kelas saja, tidak seperti dirinya yang mengaku punya kekasih berseragamkan sekolah SMA dan datang menjemputnya dengan menggunakan motor sport.


"Iya, gue ngaku kalah. Mulai besok elu ngomong aja mau ditraktir apa sama gue, pasti gue beliin."


Alice yang merasa begitu senang sampai berjengkrak-jingkrak, dia tidak menyangka jika pengaruh Kenzo sangatlah besar.


"Ah! Senengnya, besok-besok gue minta kak Ken buat jemput lagi ah."

__ADS_1


Setelah mengatakan hal itu, Alice langsung berganti baju dan keluar dari dalam kamarnya. Tentu tujuannya dia ingin masuk ke dalam kamar utama, dia ingin tidur sambil menatap foto ayah dan ibunya.


Alice adalah anak yang begitu manja, dia selalu ingin berdekatan dengan kedua orang tuanya. Maka dari itu ketika Aruna dan Sigit tidak ada, hanya dengan tidur di dalam kamar itu membuat dirinya bisa merasakan kehadiran kedua orang tuanya.


"Bunda! Papa!" ujar Alice dengan begitu bahagia.


Alice bahkan langsung menutup mulutnya dengan tidak percaya, karena saat dia membuka pintu kamar utama, dia melihat Aruna yang sedang tertidur dengan begitu pulas bersama dengan ayahnya.


Aruna dan Sigit terlihat tertidur dengan saling memeluk, wajah keduanya terlihat begitu kelelahan. Dengan langkah yang begitu perlahan Alice menghampiri keduanya.


Anak itu naik ke atas tempat tidur, lalu dia berusaha untuk merebahkan tubuhnya di antara kedua orang tuanya. Tanpa ragu Alice langsung mengecup pipi Aruna dan juga Sigit.


"Al, sangat rindu." Alice memeluk Aruna dan menyembunyikan wajahnya di ketiak sang ibu.


Kerinduannya selama tiga hari tidak bertemu akhirnya terobati juga, dia merasa bahagia karena bisa memeluk ibunya dengan begitu posesif. Tidak lama kemudian, Alice ikut terlelap di dalam pelukan Aruna.


Beberapa saat kemudian Sigit nampak menggeliatkan tubuhnya, dia mencari sosok wanita yang sejak tadi memeluknya. Namun, dia merasa wanita itu begitu tega karena sudah melepaskan pelukannya.


Aruna begitu terlelap dalam tidurnya, dia tidak menggubris panggilan dari Sigit. Sigit yang mulai kesal nampak membuka matanya, saat matanya terbuka dengan sempurna dia begitu kaget karena melihat istrinya sedang dipeluk oleh Alice.


Aruna nampak begitu pulas dalam tidurnya, begitupun dengan Alice yang nampak tertidur dengan begitu pula di dalam pelukan ibunya.


"Astagfirullah! Kapan dia pulang sekolah? Kapan dia masuk?" tanya Sigit.


Sigit nampak mengelus dadanya, dia benar-benar kaget karena melihat putrinya sudah berada di dalam kamarnya. Pasti dia sudah lupa mengunci pintu kamarnya, pikirnya.


"Untung lagi pake baju, kalau lagi polosan gimana coba? Bisa bahaya itu," ujar Sigit.

__ADS_1


Sepertinya mulai saat ini Sigit tidak boleh lupa mengunci pintu kamarnya, takut-takutnya Aruna dan Sigit sedang bercinta dan Alice masuk begitu saja ke dalam kamarnya.


Namun, tidak lama kemudian Sigit nampak menunduk dan mengecup kening putrinya itu dengan penuh kasih. Dia paham kenapa Alice bisa masuk ke dalam kamarnya, karena pastinya putri bungsunya itu begitu merindukan dirinya dan juga Aruna.


Karena pada kenyataannya dia juga begitu merindukan putrinya tersebut, dia juga sangat merindukan Kenzo. Sigit jadi berpikir jika Kenzo juga pasti sudah pulang dan kini sedang berada di dalam kamarnya.


"Lebih baik aku mandi saja, biar lebih segar." Sigit nampak turun dari tempat tidur dengan begitu perlahan, karena takut membangunkan Aruna dan juga Alice.


Di lain kamar.


Kenzo nampak tersenyum saat menatap video yang menampilkan kegiatan dari Anaya, diam-diam Kenzo memang sering pergi untuk mengikuti kegiatan wanita itu.


Mulai dari Anaya yang suka bermain di taman sambil membaca buku tentang ilmu kedokteran, sampai kegiatan Anaya ketika les privat agar bisa lulus dengan nilai terbaik.


Anaya memang bercita-cita untuk menjadi seorang dokter, dia bahkan pernah bertekad di dalam hatinya, jika tidak bisa bersama dengan Kenzo dan tidak bisa bertemu dengan pria yang dirasa cocok seperti Kenzo, maka Anaya akan mengabdikan hidupnya untuk mengobati banyak orang.


Bahkan, jika saja Angel dan juga Surya mengizinkan, Anaya akan mengajukan diri untuk menjadi dokter abdi negara yang bekerja di pelosok negeri. Membantu orang-orang yang kurang mampu agar bisa mendapatkan penanganan medis.


"Kamu sangat cantik, manis dan juga menggemaskan. Tapi--"


Kenzo tidak meneruskan ucapannya, dia hanya tersenyum miris mengingat akan mereka yang begitu sulit untuk bersatu walaupun hanya untuk sekedar berpacaran saja.


Karena pastinya akan banyak yang menentang hubungan dirinya dan juga Anaya, tetapi sebisa mungkin Kenzo akan sering menemui Anaya. Entah dengan alasan apa, mungkin nanti Kenzo akan belajar untuk bisa mencari alasan yang tepat.


Namun, satu hal yang membuat Kenzo saat ini merasa bahagia. Dua minggu lagi sekolah tempat dia menimba ilmu akan mengadakan acara tour, tour setelah acara ujian selesai.


Dengan seperti itu, Kenzo berharap bisa menghabiskan waktu bersama dengan Anaya. Walaupun hanya tiga hari saja, Kenzo akan menjadikan waktu itu sebagai waktu yang berharga untuk dirinya bisa bersama dengan Anaya.

__ADS_1


"Semoga saja bisa," ujar Kenzo.


Kenzo benar-benar berharap bisa menghabiskan banyak waktu bersama dengan Anaya selama tiga hari nanti saat tour tiba, dia ingin mencari waktu agar bisa bersama dengan Anaya. Meluangkan banyak waktu untuk bersama dan akan menjadi kenangan yang terindah.


__ADS_2