Balasan Untuk Sang Mantan 2

Balasan Untuk Sang Mantan 2
BUSM2 S2. Bab 7


__ADS_3

Sore ini Satria, Rachel, Aruna, Sigit dan juga Alice sedang berkumpul di mushola yang ada di dalam rumah Sigit. Mereka semua baru saja selesai melaksanakan salat ashar berjamaah.


Sejak tadi Anisa terlihat begitu gelisah, entah karena apa dia tidak tahu. Padahal, semua orang yang ada di sana nampak menatap dirinya seperti biasanya. Tidak ada yang aneh sama sekali.


Namun, setelah dia melancarkan rencananya justru kini dia merasa parno sendiri. Apalagi tidak ada lagi hal yang dibicarakan oleh keluarga Dinata ataupun keluarga Siregar.


Tidak lama kemudian, Kenzo datang bersama dengan seorang ustadz. Lalu, dia duduk tepat di samping Anisa dan menatap wanita itu dengan tatapan yang berbeda.


"Ada apa Kak Ken? Kenapa lihat Nisa kaya gitu?" tanya Anisa.


"Ngga usah pura-pura, bukankah kamu sengaja melakukan hal ini? Kamu sengaja melakukan hal ini karena ingin menikah denganku, bukan?" tanya Kenzo.


Kaget sekali Anisa mendengar apa yang dikatakan oleh Kenzo, dia tidak menyangka jika Kenzo langsung menyadari apa yang dia inginkan sejak lama.


''Ng--ngga, Kak. Mana ada kaya gitu, Nisa ngga mikir gitu," jawab Anisa tanpa berani menatap wajah Kenzo.


Kenzo tersenyum menyeringai, lalu dia mencondongkan tubuhnya dan berbisik tepat di telinga Anisa.


"Ngga usah pura-pura, aku tahu kamu mau nikah sama aku. Tenang saja, akan aku kabulkan. Tapi, jangan harap akan aku nikahi secara resmi!"


Kenzo nampak berkata dengan penuh penekanan, Anisa sama sekali tidak berani untuk menatap wajah pria itu. Dia hanya menunduk dan terdiam.


"Bun, Pa. Izinkan Kenzo untuk menikahi Nisa," izin Kenzo.


"Apa kamu udah yakin mau nikahin dia? Dia adik kamu loh," ujar Sigit sengaja menekankan kata adik seraya menatap wajah Anisa.


Wanita itu semakin terdiam, dia tidak menjawab apa pun. Melihat akan hal itu, semua orang yang ada di sana semakin merasa yakin jika Anisa memang tidak hilang ingatan.


Mereka semua yakin dengan apa yang sudah dibicarakan oleh Kenzo, Kenzo sudah berkata jika Anisa memang terlihat berniat ingin menjerat dirinya. Terbukti dari apa yang Anisa lakukan ketika wanita itu masih duduk di atas kursi roda.


"Hanya adik ketemu gede," jawab Kenzo datar tanpa ekspresi.

__ADS_1


Aruna hanya bisa menghela napas berat, karena sebenarnya dia malah tidak mau jika Kenzo menikahi Anisa. Dari dulu dia selalu bersimpati kepada Anisa.


Namun, setelah tahu apa yang sudah Anisa lakukan kepada Kenzo. Rasanya Aruna begitu membenci wanita itu, bahkan Aruna ingin sekali mengusir Anisa jika saja tidak ingat kalau Anisa adalah anak yatim piatu.


Baru kali ini bahkan Aruna memandang Anisa dengan penuh kebencian, dia tidak menyangka jika akhlak Anisa tidak sesuai dengan nama yang diberikan oleh Arin. Aruna tersenyum kecut, lalu dia menghampiri Anisa dan berkata.


"Anisa Azzahra binti Salman Muhammad, apakah kamu bersedia dinikahi oleh putra saya?" tanya Aruna.


Anisa memang tidak berani untuk menatap siapa pun yang ada di sana, tetapi Anisa langsung menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan.


"Kalau begitu silakan anda nikahkan putra saya dengan wanita itu," ujar Aruna kepada pak ustadz.


Pada akhirnya Kenzo dan juga Anisa dinikahkan secara siri, tentunya sesuai dengan permintaan dari Kenzo. Pernikahan memang bukanlah permainan, tetapi sungguh Kenzo ingin menyadarkan Anisa jika perbuatan wanita itu sangatlah jahat.


Perbuatan jahat tentunya harus dibalas dengan kejahatan, tetapi Kenzo ingin melakukan pembalasan tersebut dengan caranya sendiri. Tentunya cara yang sudah disetujui oleh ayah ibunya dan juga kakek neneknya.


Pernikahan itu terjadi begitu saja, tidak ada yang namanya gaun pengantin ataupun mahar yang banyak. Bahkan, tidak ada yang namanya pesta pernikahan sesuai dengan keinginan dari Anisa.


Sayangnya, Anisa tidak bisa mendapatkan apa yang dia inginkan. Karena Kenzo langsung mematahkan semuanya, wanita itu bahkan hanya dinikahi secara siri dan diberikan mas kawin berupa uang tunai sebesar sepuluh juta rupiah.


Kenzo beralasan jika dia ingin memberikan mas kawin dari hasil dia bekerja, bukan dari uang milik kedua orang tuanya atau milik kakek dan juga neneknya.


Jika Anisa ingin menikah dengan Kenzo, itu artinya Anisa harus siap hidup dengan Kenzo yang memang belum memiliki apa-apa.


"Kita mau ke mana?" tanya Anisa ketika Kenzo meminta Anisa untuk merapikan barang-barangnya.


Kini Anisa sudah resmi menjadi istri dari Kenzo, kini saatnya pria itu menjalankan rencananya untuk membuat wanita itu jera karena sudah menjebak dirinya.


"Pergi ke rumah baru kita," jawab Kenzo.


Senang sekali rasanya mendengar apa yang dikatakan oleh Kenzo, itu artinya dia akan tinggal di rumah baru berdua saja dengan pria itu.

__ADS_1


"Rumah baru? Di mana?" tanya Anisa dengan antusias.


Rasanya akan sangat membahagiakan jika tinggal di rumah berdua saja dengan Kenzo, Anisa merasa jika dia akan bisa lebih dekat dengan Kenzo.


"Ngontrak, aku sudah bilang kalau aku belum memiliki apa-apa. Jadi, mari kita mulai dari nol." Kenzo membawa koper miliknya dan juga koper milik Anisa, lalu dia keluar dari rumah besar itu.


Anisa begitu kaget sekali mendengar apa yang dikatakan oleh Kenzo, bahkan keluarga dari Kenzo tidak ada yang mengantarkan mereka sama sekali saat keluar dari dalam rumah tersebut.


"Ngga pamitan dulu sama keluarga kamu?" tanya Anisa.


Kenzo ingin sekali tertawa mendengar apa yang dipertanyakan oleh Anisa, ketara sekali jika wanita itu terlihat ketakutan untuk diajak hidup susah saat dia menatap mata dari wanita itu.


"Ngga perlu," jawab Kenzo yang terus saja berjalan menuju pinggiran jalan.


"Loh, ngga minta diantar sama sopir menuju rumah barunya?" tanya Anisa.


Dia sungguh merasa kaget karena Kenzo sudah seperti seorang anak yang terusir dari dalam rumahnya sendiri, Anisa mulai ketar-ketir.


"Ngga perlu, kita akan naik taksi." Kenzo berbicara dengan begitu dingin.


Tidak lama kemudian, nampaklah taksi yang berhenti tepat di hadapan Kenzo dan juga Anisa. Kenzo langsung memasukkan koper miliknya dan juga milik Anisa ke dalam bagasi, setelah itu dia mengajak Anisa untuk masuk ke dalam taksi.


"Mau ke mana, Tuan?" tanya Pak sopir.


"Jalan Xy ya, Pak," jawab Kenzo.


Wajah Anisa semakin memucat mendengar apa yang dikatakan oleh Kenzo, karena setahunya di jalan Xy itu hanya terdapat deretan kostan untuk anak kuliahan dan juga kontrakan untuk para karyawan.


"Siap, Tuan," ujar Pak sopir seraya melajukan mobilnya.


Kenzo tersenyum penuh arti karena apa yang sudah dia rencanakan akan terlaksana, lalu pria itu menolehkan wajahnya ke arah Anisa. Kenzo mencondongkan wajahnya dan berbisik tepat di telinga wanita itu.

__ADS_1


"Kenapa wajah kamu pucat seperti itu?" tanya Kenzo.


__ADS_2