Balasan Untuk Sang Mantan 2

Balasan Untuk Sang Mantan 2
Bab 92


__ADS_3

Lima tahun kemudian.


"Ken! Lempar bolanya!" teriak Ayaka pada anak tampan bernama Kenzo.


Kenzo dengan cepat mengambil bola basket dan melemparkannya kepada Ayaka, Ayaka dengan cepat menangkap bola itu dan tersenyum dengan sangat manis kepada adiknya.


"Terima kasih, Ken!" teriak Ayaka lagi.


Kenzo tidak menjawab ucapan Ayaka, dia hanya menganggukkan kepalanya lalu masuk ke dalam rumah. Ayaka tersenyum melihat tingkah dari adiknya itu, lalu dia kembali bermain basket bersama dengan Ayana.


"Ck! Kakak kalah lagi," keluh Ayana.


Ayana langsung duduk seraya menyeka keringatnya, sore ini Ayana kembali bermain basket dengan Ayaka. Namun, lagi-lagi dia dikalahkan oleh Ayaka. Gadis kecil yang sudah dia anggap seperti adiknya sendiri.


"Makanya Kakak harus sering latihan, biar pandai kaya Aya." Ayaka tersenyum bangga.


"Iya, Kakak pasti rajin latihan. Tapi, tetap aja Kakak lebih suka main piano." Ayana terkekeh setelah mengatakan hal itu.


Dia ingin bisa bermain basket, dia ingin mengalahkan Ayaka yang terlihat begitu pandai dalam bermain basket. Namun, pada kenyataannya dia memang tidak begitu pandai dalam bermain basket. Ayana lebih suka bermain piano dan juga lebih suka menyanyi.


"Kakak kayaknya cape banget, ayo kita masuk lagian ini sudah sore juga," ajak Ayaka.


''Oke," jawab Ayana menyetujui.


Kedua gadis kecil itu terlihat hendak masuk ke dalam rumah, tetapi langkah mereka terhenti karena ada seorang pria yang terdengar sedang berdebat dengan security yang berjaga di kediaman tersebut.


"Sudah aku katakan aku hanya ingin bertemu sebentar dengan Aruna, ada hal penting yang harus aku bicarakan," ujar pria itu.


"Maaf, Tuan. Tapi, Saya tidak mengenal anda dan saya tidak berani untuk membiarkan anda masuk," ujar security tersebut.


Security itu sama sekali belum pernah melihat Sam bertamu ke kediaman tersebut, dia takut jika Sam adalah seorang penipu. Karena penampilan pria itu tidak seperti tamu yang biasa datang ke kediaman tersebut.

__ADS_1


Ayana dan Ayaka nampak memperhatikan penampilan dari pria itu, penampilan pria itu terlihat sederhana. Rambutnya terlihat gondrong, ada bulu-bulu halus yang tumbuh di sekitar wajah pria itu.


Ayaka langsung memejamkan matanya seraya menahan air matanya yang hendak keluar, karena dia sangat mengenali sosok pria tersebut.


Sosok ayah yang selalu dia rindukan, sosok Ayah yang dipenjara karena kesalahan yang pria itu lakukan. Kini Ayaka sudah berusia sepuluh tahun, dia sudah mulai paham dengan apa yang sebenarnya terjadi antara Aruna, Angel dan juga Sam.


Ya, pria itu adalah Sam. Pria itu baru saja keluar dari penjara, dia ingin menemui Aruna. Dia ingin bertanya tentang putrinya dan juga tentang ibunya, karena dia merasa jika Aruna bisa diajak bicara.


Begitupun dengan Ayana, gadis kecil itu nampak menangis. Dia masih mengenal pria itu, pria yang merupakan ayah kandungnya. Pria yang telah direbut oleh anak lain, pria yang ternyata memiliki anak dari wanita lain.


"Kumohon, hanya sebentar saja. Aku adalah mantan suami Aruna, aku hanya ingin bertanya tentang--"


Ucapan Sam terhenti, tatapan matanya tertuju kepada Ayana. Dia tersenyum dengan air matanya yang mengalir di kedua pipinya, lalu dia berjalan dan menghampiri Ayana.


Security yang berjaga di sana nampak berhati-hati dan memperhatikan apa yang akan dilakukan oleh Sam, Sam meluruhkan tubuhnya tetap di hadapan Ayana. Lalu, dia hendak menyentuh pipi Ayana.


Namun, gadis kecil itu malah memundurkan langkahnya dengan air matanya yang terus mengalir di kedua pipinya.


"Sayang, Ini Ayah Sam. Kamu tidak rindu kepada ayah?" tanya Sam.


Ayaka tertegun dengan apa yang dikatakan oleh Ayana, dia merasa begitu bersalah karena sampai saat ini Ayana membenci Sam karena dirinya.


Ayaka menolehkan wajahnya ke arah Ayana, lalu dia memeluk kakaknya itu. Ayaka melakukan hal itu seolah sedang menguatkan kakaknya itu.


"Sayang, Ayah minta maaf. Ayah akan berusaha untuk menebus kesalahan Ayah," ujar Sam membujuk.


Dia bahkan terlihat mengelus lembut lengan Ayana, tetapi dengan cepat Ayana menepis tangan Sam.


"Ay sudah memaafkan Ayah, tapi Ay tidak mau deket-deket sama Ayah," ujar Ayana seraya terisak.


Ayaka ikut menangis, karena jujur saja dia begitu merindukan Sam. Dia ingin sekali memeluk pria itu, ingin sekali dia berkata jika dirinya adalah anaknya juga. Namun, dia takut jika semua orang akan mengetahui identitasnya.

__ADS_1


Ayaka begitu menyayangi Aruna, menyayangi Sigit dan juga Ayan. Bahkan, dia begitu menyayangi Kenzo. Anak Aruna dan juga Sigit, Ayaka tidak mau dibuang oleh keluarga Aruna.


Sam terlihat begitu sedih sekali, karena dia tidak bisa memeluk putrinya. Setelah Sam keluar dari penjara dia bertemu dengan Angel yang sudah terlebih dahulu keluar dari penjara.


Ya, Angel mendapatkan keringanan selama 6 bulan karena wanita itu bersikap lebih baik daripada Sam. Wanita itu tinggal di kediaman yang dulu Sam berikan untuk Angel.


Sam sempat menanyakan Ayaka kepada wanita itu, Angel langsung menceritakan semuanya kepada Sam tanpa ada yang ditutup-tutupi.


Sam awalnya benar-benar marah mendengar cerita dari Angel, tetapi nyatanya saat ini bukanlah waktu untuk saling menyalahkan. Saat ini adalah waktu untuk mereka berdua kerjasama untuk menemukan Ayaka.


Kini sengaja Sam datang ke rumah Aruna, selain ingin meminta maaf dan ingin bertemu dengan Ayana, dia juga ingin bertanya karena siapa tahu mantan istrinya itu mengetahui tentang keberadaan Ayaka.


"Sayang, Ayah rindu. Bolehkah Ayah peluk Ay?" tanya Sam.


Ayana langsung menggelengkan kepalanya dengan kuat, dia bahkan mengeratkan pelukannya kepada Ayaka.


"No!" teriak Ayana begitu lantang.


Mendengar putrinya yang berteriak, Sigit dan juga Aruna terlihat keluar dari rumah karena khawatir. Lalu, mereka menghampiri Ayana.


"Ada apa, Sayang? Ada apa Aya?" tanya Aruna.


Aruna bertanya kepada kedua gadis kecil itu, Ayana terlihat begitu enggan untuk menjawab pertanyaan dari ibunya. Sedangkan Ayaka terlihat langsung menjawab pertanyaan dari wanita yang sudah dianggap seperti ibunya tersebut.


"Anu, Tante. Itu, ada mantan suami Tante," ujar Ayaka. Karena itulah ucapan yang Ayaka dengar dari mulut Sam ketika berbicara dengan security yang ada di sana.


"Sam!" pekik Aruna dengan kaget.


Pria yang dulu pernah menjadi suaminya itu kini terlihat begitu tua, padahal usianya hanya 3 tahun lebih tua dari dirinya.


Miris sekali Aruna melihat keadaan Sam saat ini, pria yang dulunya selalu terlihat keren dan juga berwibawa kini terlihat begitu lusuh.

__ADS_1


Jika saja dulu pria itu tidak membuat kesalahan, pasti Aruna akan merasakan simpati kepada pria itu. Sayangnya, pria itu benar-benar mengecewakan dan menyakiti hatinya.


"Aruna, aku sudah keluar dari penjara. Bisakah kita bicara sebentar?" pinta Sam mengiba.


__ADS_2