Balasan Untuk Sang Mantan 2

Balasan Untuk Sang Mantan 2
BUSM2 S2. Bab 46


__ADS_3

Malam ini Kenzo merasa sangat bahagia, karena akhirnya dia bisa mendapatkan Anaya seutuhnya. Setelah jebolnya benteng pertahanan, akhirnya keduanya nampak terlelap di dalam tidurnya.


Keduanya tidur dalam keadaan saling memeluk dengan tubuh yang masih polos, karena mereka belum lama selesai bercinta.


Keduanya terlihat begitu kelelahan, karena pergulatan di antara keduanya terjadi begitu panas dan juga penuh gairah. Walaupun pada awalnya memang ada drama dari Anaya.


Wanita itu mengeluh kesakitan dan tidak mau melanjutkan acara malam pertama mereka, tetapi setelah Kenzo merayu dan memberikan sentuhan magic pada tubuh Anaya, pada akhirnya pertarungan yang menghasilkan peluh itu terjadi juga.


Jika Kenzo merasa begitu puas dan tertidur dengan pulas, berbeda dengan Anisa. Wanita itu kini terlihat begitu gelisah dan juga marah, karena dia baru saja mendapatkan kenyataan yang tidak dia inginkan .


Dua bulan yang lalu Anisa dipulangkan ke kediaman kedua orang tuanya, Anisa tidak bisa menolak sama sekali karena dia sadar dengan kesalahan apa yang sudah dia lakukan terhadap keluarga itu.


Awalnya dia menjalani hari-harinya dengan baik, dia mengelola toko elektronik milik Salman dengan baik. Akan tetapi, malam ini dia begitu gelisah karena dari beberapa hari yang lalu dia selalu saja merasa mual dan kepalanya juga terasa pusing.


Akhirnya Anisa memberanikan diri untuk membeli test pack, wanita itu benar-benar sangat kaget karena hasilnya positif.


"Ini tidak mungkin, gue ngga mungkin hamil!"


Anisa menjambak rambutnya dengan begitu kasar, lalu dia membanting barang-barang yang ada di sekitarnya. Wanita itu terlihat begitu frustasi, bahkan Anisa berteriak dengan begitu histeris.


"Argh! Gue harus menggugurkan bayi ini, gue ngga mau hamil. Terlebih lagi dari pria seperti Anjar," ujar Anisa.


Bercinta dengan Sofyan memanglah terasa begitu nikmat, tetapi setelah mengetahui jika dirinya kini hamil Anisa tidak bisa menerima kenyataan itu.


Wanita itu sudah membulatkan tekadnya, besok pagi dia akan pergi untuk menggugurkan kandungannya. Dia benar-benar tidak mau mengandung benih dari sahabatnya itu.


Pria yang sejak dulu menyukai dirinya, tetapi tidak pernah dia terima cinta dari pria tersebut. Karena nyatanya keadaan dari Sofyan tidak lebih kaya dari keluarganya.


"Sekarang gue harus tidur, karena besok harus mencari klinik yang mau membantu gue untuk menggugurkan kandungan ini," ujar anisa dengan jantungnya yang berdebar dengan begitu kencang.


Walaupun dia tahu jika menggugurkan kandungan itu dosa, tetapi dia tidak ingin menanggung malu karena harus hamil di luar nikah. Terlebih lagi hamil anak pria yang tidak dia cintai.


"Ini semua gara-gara elu, Kenzo. Kalau elu nerima gue apa adanya, gue ngga bakalan seperti ini!" kesal Anisa ketika mengingat wajah pria yang sangat dia sukai itu.


Ya, sampai saat ini Anisa memang masih mencintai Kenzo. Perasaan dari wanita itu tidak bisa hilang begitu saja, perasaan cinta dari hati Anisa begitu besar untuk Kenzo. Lebih tepatnya obsesinya sangat besar.


Akhirnya wanita itu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, tetapi pikirannya terus saja menerawang jauh entah ke mana. Karena matanya tidak kunjung terpejam, pada akhirnya dia memutuskan untuk mengambil ponselnya.

__ADS_1


Dia berpikir dengan membuka sosial media, lalu scrolling tentang kabar kabar terbaru di sosial media akan membantu dirinya untuk bisa cepat dalam menutup matanya.


Namun, hal yang dia lakukan ternyata salah. Karena ketika dia membuka sosial media, dia malah melihat hal yang membuat dia semakin stres.


Semua keluarga Dinata dan juga keluarga Siregar memposting foto pernikahan Kenzo dan juga Anaya, mereka juga memposting resort tempat di mana Kenzo dan Anaya melaksanakan pernikahan.


"Selamat menempuh hidup baru Kenzo dan Naya, semoga samawa."


Itulah tulisan dari potingan Sagara dan sang istri, tentunya disertai foto pernikahan keponakannya itu.


"Jangan lupa buat keponakan yang cantik dan juga lucu ya, Ken. Biar gede bareng sama calon babyku, semangat, Ken."


Tulisan itu ada pada postingan Ayana, wanita itu juga memamerkan foto dirinya yang sedang memeluk Kenzo seraya mengelus perutnya yang mulai membuncit.


Banyak juga foto kemesraan antara Kenzo dan juga Anaya yang diposting oleh kedua keluarga besar tersebut, tentunya hal itu membuat Anisa benar-benar terlihat begitu marah sekali.


"Sial! Kenapa begitu cepat dia menikah lagi?" tanya Anisa seraya menatap wajah Anaya dan juga Kenzo yang terlihat begitu bahagia.


Semakin lama dia menatap wajah Kenzo bersama dengan Anaya, tentunya membuat hati Anisa semakin panas. Seperti ada kobaran api di dalam dadanya.


Lalu, dia kembali melihat foto-foto yang diposting oleh keluarga Siregar dan juga keluarga Dinata. Tidak lama kemudian terbersit di dalam otaknya untuk menyusul pria itu.


"Sepertinya untuk menggugurkan kandungannya nanti saja, lebih baik gue menyusul Kenzo aja. Gue bisa sembunyi-sembunyi untuk menghasut istri Kenzo," ucap Anisa dengan senyum licik di bibirnya.


Setelah mengatakan hal itu, barulah Anisa bisa tertidur dengan pulas. Karena setidaknya dia merasa senang dengan rencana yang kini terlintas di dalam otaknya itu.


Keesokan paginya.


Kenzo baru saja terbangun dari tidurnya, dia merasa bahagia sekali. Karena yang pertama dia lihat adalah wajah istrinya, wajah cantik yang selama ini membuat dia selalu jatuh cinta.


"Kamu sangat cantik, Naya. Ken sangat cinta sama Naya, kamu nyawanya Ken." Kenzo mengusap pipi istrinya dengan begitu lembut.


Lalu, pria itu menolehkan wajahnya ke arah jam digital yang bertengger cantik di atas nakas. Ternyata waktu menunjukkan pukul tiga pagi, Kenzo tersenyum karena itu artinya dia masih bisa melakukan hal yang dia inginkan.


"Sayang," panggil Kenzo seraya mengusap kedua dada istrinya.


"Engh!" lenguh Anaya.

__ADS_1


Namun, mata wanita itu tetap saja terpejam. Sepertinya Anaya begitu lelah, bahkan wanita itu malah memeluk Kenzo dengan begitu erat.


Kenzo terlihat begitu gemas, pada akhirnya Kenzo bangun dan mengungkung pergerakan dari wanita itu. Lalu, dia menunduk untuk mengecup bibir wanita itu.


Anaya masih saja terlelap dalam tidurnya,.dia hanya menggeliatkan tubuhnya sebentar saja. Lalu, tidak ada lagi pergerakan dari wanita itu.


"Kamu tuh kebo banget sih!" kata Kenzo yang langsung menyesap kedua dada Anaya secara bergantian.


Sontak saja hal itu membuat Anaya terbangun dari tidurnya, wanita itu bahkan langsung menjambak rambut Kenzo dengan kasar.


"Ah! Ken," ucap Anaya seraya memejamkan matanya.


"Mau kaya malem, Yang. Enak," ujar Kenzo.


Setelah mengatakan hal itu, Kenzo nampak mengecup dada sampai perut Anaya. Wanita itu semakin menggeliatkan tubuhnya, Kenzo tersenyum lalu melebarkan kedua kaki istrinya.


Tidak lama kemudian, Kenzo menunduk lalu mengusap milik istrinya tersebut. Kenzo langsung tersenyum karena dia merasa milik istrinya itu sangatlah basah.


Namun senyumnya langsung memudar ketika dia mengangkat tangannya dan di ujung jarinya ternyata berwarna merah, Kenzo benar-benar terlihat kaget.


"Yang, kenapa itunya keluar darah lagi? Padahal aku belum masukin milik aku ke dalam sini," ujar Kenzo seraya kembali mengusap milik istrinya.


Seingatnya, tadi malam saat Kenzo memasukkan miliknya ke dalam liang kelembutan milik istrinya, inti tubuh istrinya tersebut mengeluarkan darah.


Hal itu terasa wajar karena memang mereka melakukan untuk pertama kalinya, itu artinya dia sudah mendapatkan keperawanan Anaya.


Namun, ini adalah kedua kalinya dia ingin meminta haknya. Terlebih lagi Kenzo belum melakukannya, rasanya tidak wajar jika milik istrinya itu kembali berdarah.


Anaya terlihat begitu kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Anaya, lalu wanita itu bangun dan melihat miliknya sendiri.


"Ken, maaf. Sepertinya aku datang bulan," ujar Anaya yang langsung bangun dan berlari menuju kamar mandi.


"What?" pekik Kenzo karena itu artinya dia tidak akan bisa merasakan kenikmatan surgawi selama satu minggu ke depan.


Kenzo nampak duduk dengan lemas, lalu dia menunduk dan menatap miliknya yang masih berdiri dengan tegak.


"Sabar, Tong. Jangan minta dulu, istri kamu sedang datang tamu bulanannya." Kenzo berkata dengan lesu.

__ADS_1


__ADS_2