
Sam masuk ke dalam kamar Ayaka dengan perasaan bersalah, karena dia bisa melihat dengan jelas raut wajah kekecewaan dan juga kesedihan dari mata putrinya itu.
Jika melihat akan hal itu, Sam berjanji akan berusaha untuk membagi waktu antara Ayaka dan juga Ayana. Walaupun Sam berjanji jika saat ini dia akan lebih memprioritaskan Aruna dan juga Ayana.
Saat Sam menurunkan Ayaka dari gendongannya, gadis kecil itu dengan penuh semangat menunjukkan mainan barunya. Dia bahkan dengan begitu cerianya menunjukkan rumah barbie baru yang dibelikan oleh Angel dengan ukuran besar.
"Lihat, Yah. Rumah barbie-nya sangat besar, ya? Barbie yang baru dibelikan oleh bunda juga sangat cantik, mirip sama aku." Ayaka menempelkan barbie cantik itu pada pipinya.
"Ya, Sayang. Sangat cantik," jawab Sam seraya tersenyum hangat.
Melihat senyum Ayaka yang mengembang dengan begitu sempurna, dia langsung teringat akan Ayana. Gadis kecil yang begitu dekat dengan dirinya itu pasti kini sedang terluka, dia menjadi penasaran sedang apa putrinya tersebut saat ini.
Sam mengambil ponselnya, lalu dia mengetikkan pesan pada mantan istrinya, Aruna. Walaupun dia tahu jika Aruna pasti sangat membenci dirinya, tetapi dia harap Aruna mau memberikan kabar tentang putrinya.
"Maaf jika aku mengganggu, aku minta maaf atas apa yang sudah aku lakukan kepada kamu. Bagaimana kabar kamu dan Ay? Bisakah kamu mengirimkan foto Ay? Kalau bisa saat difoto dengan kamu, aku rindu."
Satu pesan chat terkirim ke nomor Aruna, terlihat ceklis 2 tapi belum terbaca, setidaknya Sam bisa bernapas lega karena ternyata Aruna tidak mengganti nomor teleponnya.
"Ayah, jangan main hape. Ayo main sama Aya," pinta putrinya yang wajahnya begitu mirip dengan dirinya itu.
Jika saja Ayana dan juga Ayaka berdampingan, pasti akan banyak yang berkata jika mereka terlihat seperti anak kembar.
"Ah! Maaf, Sayang." Sam langsung memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya, lalu dia kembali bermain dengan Ayaka.
Keduanya bermain dengan begitu riang, raut wajah Ayaka yang tadi terlihat murung kini kembali ceria. Sam merasa bersyukur akan hal itu, anak dan ayah itu bermain sampai lupa waktu.
Sam baru tersadar jika dirinya terlalu lama berada di rumah Angel setelah melihat jam yang melingkar di tangan kirinya, dia begitu kaget karena waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam.
"Sam, Aya. Kita makan malam dulu, kalian pasti lapar." Angel masuk ke dalam kamar Ayaka dan duduk di samping gadis kecil itu.
"Aya sangat lapar, tapi makannya mau disuapin Ayah. Terus bobonya juga mau dikelonin sama Ayah," ujar Ayaka seraya menatap wajah Sam dengan lekat.
Sam sebenarnya merasa keberatan jika harus berlama-lama lagi di sana, tetapi saat melihat tatapan mata Ayaka dia merasa tidak tega.
"Baiklah, nanti Aya tidurnya sama Ayah." Sam langsung menggendong gadis kecil itu dan segera melangkahkan kaki menuju ruang makan.
__ADS_1
Dia sudah dari siang di sana, tentu saja dia merasa sangat lapar. Dia ingin segera mengisi perutnya, dia juga ingin segera menidurkan Ayaka dan segera pulang ke rumahnya.
Jujur saja dia merasa was-was karena sampai saat ini Aruna tidak membalas pesan chat dari dirinya, setelah pulang dari kediaman Angel, Sam berniat untuk menelpon wanita yang baru dia sadari sangat dia cintai itu.
"Makan yang banyak," ujar Sam seraya menyuapi Ayaka.
"Ya, Ayah," jawab Ayaka.
Gadis kecil itu terlihat begitu senang sekali, karena dia bisa terus melihat ayahnya dan bisa terus bermain dengan ayahnya tersebut.
Angel tersenyum melihat kebersamaan keduanya, lalu dia mengambil piring kosong dan menuangkan nasi lengkap dengan lauknya.
"Kamu juga harus makan, Sam." Angel menyodorkan sendok berisi nasi dan lauk pada Sam.
Pria itu sempat terdiam mendapatkan perlakuan seperti itu dari Angel, tetapi tidak lama kemudian dia menerima suapan dari tangan Angel. Hal itu dia lakukan karena merasa tidak enak hati saat dia bersitatap mata dengan putrinya.
"Terima kasih," ucap Sam.
"Sama-sama," jawab Angel.
"Baiklah, Sayang. Kita bobo," ujar Sam pada akhirnya.
Setelah mengajak Ayaka untuk gosok gigi dan mencuci muka, akhirnya Sam mengajak Ayaka untuk tidur. Gadis kecil itu sepertinya begitu kelelahan, karena baru sepuluh menit Sam bacakan dongeng Ayaka sudah terlelap dalam tidurnya.
"Selamat tidur, Sayang. Ayah pulang dulu," ujar Sam dalam bisikan karena takut membangunkan putri kecilnya.
Sam keluar dari dalam kamar putrinya dengan begitu perlahan, lalu dia melangkahkan kakinya menuju kamar Angel karena ingin berpamitan kepada wanita itu.
Saat dia tiba di dalam kamar Angel, ternyata wanita itu tidak ada di sana. Sam melangkahkan kakinya menuju dapur, karena dia berpikir jika Angel masih ada di sana.
Sesuai dengan dugaannya, Angel sedang ada di dapur. Wanita itu terlihat sedang berdiri di dekat meja makan, Angel terlihat hanya menggunakan baju tidur yang sangat tipis sekali.
Bayangan tubuhnya bahkan terlihat dengan begitu jelas, Sam bisa melihat betapa padat dan bulatnya dada Angel. Dia juga bisa melihat inti tubuh Angel yang berbayang.
"Kamu ngapain pake baju kaya gitu?" tanya Sam dengan gugup.
__ADS_1
"Gerah, Sam. Oiya, Sam. Kamu baru keluar dari rumah sakit, badan kamu juga belum sembuh bener. Aku buatkan kamu jamu," ujar Angel seraya memberikan segelas jamu berwarna kuning pekat.
"Apa ini?" tanya Sam.
"Jamu pegel linu," jawab Angel.
Sam yang pernah menjebak Aruna merasa curiga dengan minuman yang diberikan oleh Angel tersebut, tetapi dia merasa jika Angel tidak mungkin menjebak dirinya.
"Beneran jamu?" tanya Sam memastikan.
"Iya, jamu pegel linu."
"Baiklah, aku akan meminumnya." Sam menerima segelas jamu yang diberikan oleh Angel, lalu dia meminum jamu tersebut sampai habis.
"Bagaimana rasanya?" tanya Angel seraya merapatkan tubuhnya.
"Pait," jawab Sam.
"Namanya juga jamu, pasti pait. Minum ini dulu biar manis," ujar Angel seraya menggoyangkan dadanya di depan Sam.
"Ya ampun!" ujar Sam seraya tertawa saat melihat dada Angel yang bergoyang-goyang.
Angel duduk di atas meja, lalu dia menurunkan kain tipis yang melekat di tubuhnya. Angel meremat dadanya seraya mengigit bibir bawahnya.
"lsep, Sam. Biar ngga pait," ucap Angel seraya mengusap dada Sam.
Sam merasa serba salah mendapatkan tawaran dari Angel, jika dituruti rasanya begitu tidak pantas karena mereka sedang berada di dapur.
Jika tidak dituruti rasanya juga sangat sayang, karena Sam sudah beberapa hari ini tidak mendapatkan kepuasan dalam bercinta. Karena beberapa waktu ini dia memang begitu sibuk dalam mengejar Aruna kembali.
"Ehm! Ini di dapur loh, nanti dilihat bibi," ujar Sam beralasan.
Tangan Angel semakin turun dan meremat milik Sam yang ternyata sudah mulai menggeliat itu, Angel langsung tersenyum dengan penuh kemenangan.
"Bibi udah pulang, dia ngga nginep. Ayo, Sam. Jangan malu-malu," ucap Angel seraya membusungkan dadanya.
__ADS_1