
Kenzo berjalan dengan begitu tergesa karena sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Asmara, sepertinya pria itu benar-benar terkena virus Asmara.
Pria itu bahkan hampir tersandung kala hendak keluar dari lobi perusahaan menuju parkiran, karena pria itu sudah benar-benar tidak sabar untuk bertemu dengan wanita yang mampu membuat jantungnya berdebar dengan begitu cepat.
Saat tiba di parkiran senyum di bibir Kenzo langsung merekah, karena dia melihat Asmara yang sedang berdiri seraya menyandarkan tubuhnya pada mobil milik pria itu.
Asmara terlihat memakai kemeja pendek berwarna putih dipadu padankan dengan celana jeans berwarna biru, wanita itu terlihat sangat cantik sekali.
Rambutnya nampak di kuncir kuda, wanita itu tidak memakai riasan sama sekali. Bahkan, bibirnya tidak dipoles dengan gincu. Namun, warna bibir wanita itu terlihat berwarna merah alami.
"Elu udah lama nunggu gue?" tanya Kenzo seraya menghampiri Asmara.
"Ngga juga, gue baru sampe," jawab Asmara.
Padahal, Asmara sudah sampai dari tadi. Bahkan, setelah mengantarkan ikan pesanan wanita itu langsung datang ke kantor Kenzo. Dia bahkan sempat tertidur di dalam mobil pria itu.
"Oh, syukurlah. Karena dengan seperti itu elu nggak usah nungguin gue lama-lama, ayo pulang." Kenzo memberikan tas kerja miliknya kepada Asmara.
Asmara langsung mengerutkan dahinya melihat tingkah dari Kenzo, karena pria itu sudah seperti seorang suami yang memberikan tas kerjanya kepada seorang istri.
"Maksudnya apa?" tanya wanita itu.
"Terima tas milik gue, Sayang. Terus masukin deh tas gue-nya ke dalam mobil," pinta Kenzo.
Terdengar helaan napas dari bibir Asmara, karena Kenzo kini sudah mulai bertingkah. Namun, walaupun terlihat enggan Asmara tetap menerima tas milik Kenzo dan menyimpannya di bangku penumpang.
"Bukain dong pintunya," pinta Kenzo karena Asmara tidak juga membukakan pintu mobil untuknya.
"Buka sendiri bisa, kan? Elu punya tangan, masa dianggurin aja," ujar Asmara.
"Ck! Sekarang Itu elu asisten pribadi gue, jadi elu ngga boleh nolak apa yang gue minta." Kenzo tersenyum manis ke arah Asmara setelah mengatakan hal itu.
Sebal sekali rasanya Asmara mendengar apa yang dikatakan oleh Kenzo, dia juga merasa sebel ketika melihat senyum manis di bibir pria itu.
"Iya, iya. Tapi kalau elu nyuruh-nyuruh gue mulu, itu artinya elu harus ngasih gue upah yang banyak." Asmara langsung membukakan pintu mobil untuk Kenzo.
Walaupun Asmara terlihat begitu terpaksa dalam melayani dirinya, tetapi Kenzo merasa bersyukur karena wanita itu menyanggupi apa pun yang dia minta.
__ADS_1
"Siap! Gue bakal ngasih upah yang banyak buat elu, santai aja." Kenzo langsung masuk ke dalam mobil dan duduk di samping kemudi.
Kenzo sempat mengerutkan dahinya karena mobilnya begitu bau amis, tetapi dia tidak mau melayangkan protesnya kepada Asmara.
Karena dia sangat tahu jika Asmara sudah bekerja dengan begitu keras, seperti asmara lupa mencuci mobilnya, pikirnya. Maka dari itu dia akan meminta sopir untuk mencuci mobil miliknya.
Asmara menutup pintu mobilnya dan segera menyusul Kenzo, lalu wanita itu duduk di balik kemudi dan memakai sabuk pengamannya.
Setelah itu, Asmara hendak menyalakan mesin mobilnya. Namun, hal itu dia urungkan karena Kenzo nampak menepuk pundak wanita itu.
"Ada apalagi? Ngga jadi pulang?" tanya Asmara dengan raut wajahnya yang terlihat begitu kesal.
Kenzo langsung nyengir kuda mendengar pertanyaan dari Asmara, jika saja bukan karena sedang melakukan tugasnya, rasanya Asmara ingin pergi saja dan meninggalkan pria itu.
"Jadi dong, tapi tolong pasangkan sabuk pengamannya." Kenzo menaik turunkan alisnya.
"Ck!" terdengar suara decakan dari bibir Asmara, bahkan wanita itu nampak memutarkan bola matanya dengan malas.
Kenzo tersenyum melihat tingkah dari Asmara, lalu dia menjawil dagu wanita itu. Asmara sampai menolehkan wajahnya ke arah Kenzo dengan matanya yang melotot ke arah pria itu.
"Jangan macam-macam! Tadi pagi elu juga udah kurang ajar, jangan sampai gue gigit!" ancam Asmara.
"Kenzo!" teriak Asmara karena kesal.
"Aih! Paggilnya kurang mesra," ujar Kenzo.
Pria itu malah mendekatkan wajahnya ke arah Asmara, sontak saja hal itu membuat Asmara benar-benar kesal. Bahkan, wanita itu nampak memundurkan wajahnya.
"Bodo amat!" kesal Asmara.
"Oke! Sepertinya elu ngga mau dibayar," goda Kenzo.
"Ck! Mau, tapi jangan aneh-aneh." Asmara langsung memasangkan sabuk pengaman untuk Kenzo.
Pada saat Asmara menjauhkan wajahnya, justru Kenzo nampak mendekatkan wajahnya ke arah wanita itu. Kanaya sampai menampar pelan pipi Kenzo.
"Udah gue bilang, elu jangan macam-macam!" ujar Asmara.
__ADS_1
Walaupun tidak dia pungkiri ketika wajah mereka saling berdekatan, Kanaya bisa melihat wajah Kenzo yang begitu tampan. Matanya, senyumannya, hidung mancungnya dan juga wangi tubuh pria itu sungguh sangat menggoda.
"Iya, iya," jawab Kenzo.
"Bagus! Sekarang gue anterin elu pulang, jangan ngelakuin hal yang aneh-aneh." Setelah memasangkan sabuk pengaman untuk pria itu, Asmara langsung menyalakan mesin mobilnya dan pergi dari sana.
Sepanjang perjalanan menuju kediaman Kenzo, Asmara nampak fokus dalam mengemudi. Dia tidak menolehkan wajahnya sama sekali ke arah Kenzo, berbeda dengan pria itu yang nampak menatap wajah Asmara tanpa lelah.
Bahkan, senyum di bibir pria itu terus saja mengembang ketika menatap wajah wanita itu. Rasanya Kenzo benar-benar jatuh cinta terhadap Asmara, bukan ingin bersama karena wanita itu memiliki paras yang sama dengan Anaya.
"Ngga usah natap gue terus, udah sampe. Atau elu mau terus di dalem mobil aja?" tanya Asmara.
"Eh? Udah sampe, ya? Sorry, gue terlalu asik natap wajah calon istri gue. Jadinya lupa segala-galanya," ujar Kenzo yang langsung turun dari mobilnya.
Lalu, pria itu dengan cepat membukakan pintu mobil untuk Asmara. Asmara kembali berdecak mendapatkan perlakuan seperti itu dari Kenzo.
"Silakan turun, calon istri Ken," ucap Kenzo seraya membungkukkan badannya.
"Ngga usah lebay, Ken. Kalau lebay terus gue bakal pulang," ancam Asmara.
"Ga apa-apa, kalau mau pulang ya pulang aja. Tapi, syaratnya gue harus ikut elu pulang," ujar Kenzo seraya menuntun wanita itu akan segera masuk ke dalam rumahnya.
Asmara benar-benar heran dengan tingkah dari Kenzo, pria itu berkata jika dirinya tidak apa-apa pulang ke kediamannya. Namun, berbanding terbalik dengan kelakuan dari pria tersebut.
Kenzo seolah tidak mau ditinggalkan oleh dirinya, Asmara bisa merasakan hal itu. Namun, tetap saja Asmara harus waspada terhadap pria itu.
Karena dia takut jika Kenzo hanya mempermainkan dirinya saja, dia takut jika Kenzo hanya akan mengambil kegadisannya saja. Setelah itu, Kenzo akan berkelit.
"Sekarang elu duduk yang manis di sini, gue mau ke dapur dulu. Mau buatin minuman," ujar Kenzo.
Pria itu menuntun Asmara agar duduk di atas sofa, Asmara menjadi heran dibuatnya. Bukankah dia datang untuk menjadi asisten pribadi Kenzo, pikirnya.
Namun, kini dia malah diperlakukan seperti seorang tamu penting oleh Kenzo. Asmara benar-benar tidak habis pikir dengan pria itu.
"Eh? Katanya gue harus jadi pelayan elu selama 2 minggu, kok gue yang disuruh duduk?" tanya Asmara.
"Karena elu calon istrinya Ken, jadi elu duduk anteng aja. Biar Ken yang melayani Nona Cantik pujaan hati Ken ini," jawab Kenzo yang langsung meninggalkan Asmara.
__ADS_1
Pria itu pergi ke dapur dengan begitu riang, berbeda dengan Asmara yang nampak kebingungan. Wanita itu merasa bingung dengan apa yang dikatakan oleh pria itu.
"Calon istri? Kenapa dia terus manggil gue sebagai calon istri? Padahal, gue udah nolak dia. Kenapa dia itu aneh banget? Kenapa dia terkesan seperti pemaksa?" tanya Asmara.